Rabu, 05 Desember 2012

Mahakarya Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Taman Nasional ini biasa disebut juga dengan Kepulauan Wakatobi memiliki wilayah yang mencangkup 4 pulau dan beberapa pulau kecil lain disekitarnya. Taman Nasional ini merupakan salah satu dari 50 taman nasional laut yang terluas di Indonesia. Terumbu karang dan ikan termasuk sumberdaya penting yang menjadi fokus pengelolaan Taman Nasional Wakatobi. 

Ekosistem terumbu karang dinilai sebagai ekosistem laut pantai yang sangat produktif yang dapat ditemui di perairan tropis. Secara ekologis terumbu karang memegang peranan penting sebagai habitat komunitas ikan karang yang menjadi target tangkapan nelayan. Masyarakat nelayan dalam kawasan Taman Nasional ini telah menggantungkan kelangsungan hidupnya pada sumberdaya ini sejak dahulu kala.
Berdasarkan hasil survey oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, Dept. Kehutanan dan WWF tahun 1989 serta voluntir dari Operation Wallacea dan Lembaga Ilmu Pengatahuan Indonesia (LIPI) menunjukan bahwa Kepulauan Wakatobi memiliki potensi sumberdaya alam laut yang sangat melimpah, baik jenis maupun keunikannya serta panorama bawah laut yang menakjubkan.  

Di Taman Nasional Wakatobi ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut seperti Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang di dasar laut. Sebagai tambahan dari rangkaian terumbu karang yang spektakuler, terdapat belasan lokasi menyelam yang mudah dijangkau yang memiliki kehidupan bawah laut yang sangat beragam, penuh warna dan luar biasa.
Tempat tempat menarik di Taman Nasional Wakatobi:
  1. Pulau Wangi wangi
    • Karang Kapota
    • Pantai Sousu
    • Pantai Patuno (Mata Air Seratus)
  2. Pulau Kaledupa
    • Pulau Hoga
    • Pulau Sombano
  3. Pulau Tomia
    • Pulau Tolandona [Onemobaa]
    • Pantai Letimu
    • Pantai Huntete
  4. Pulau Binongko
    • Pantai Mbara-mbara
    • Pantai Pasir Putih
    • Pantai Palahidu
    • Pantai Haso
Taman Nasional Wakatobi diberkati dengan rangkaian terumbu karang terbaik dan paling sehat saat ini, dimana kita dapat mulai menyelam hanya 20 meter dari dive center maka Wakatobi sering dianggap sebagai kapal dengan pantai terbangun di sampingnya. tidak sampai disitu saja, perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus).

Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang unik dan khas perairan tropis.

Untuk mencapai Taman Nasional ini, dari arah Kendari (Ibukota Provinsi Sumatera Tenggara) ada beberapa alternatif untuk menuju Taman Nasional Wakatobi, pertama dari Pelabuhan Kendari menuju Bau-bau dengan menggunakan speedboat, dari Bau-bau diteruskan dengan menggunakan perahu kayu menuju Wanci (Pulau Wangi wangi). kedua, dari Pelabuhan Kendari langsung menuju Wanci dengan menggunakan kapal kayu yang berangkat 3 kali seminggu. jarak tempuh antara Pelabuhan Kendari dan Wanci sekitar 10 jam dengan menggunakan perahu kayu. Atau Kalau dari Surabaya, Jakarta, atau kota-kota lain, bisa menggunakan jalur udara untuk langsung menuju Bau-bau (Pulau Buton). kemudian dilanjutkan ke Wanci di Pulau Wangi-wangi, yang merupakan Pintu Masuk ke Taman Nasional Wakatobi. (teks: berbagai sumber - Foto: devianart, Flickr)

Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional WakatobiKepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi
Kepulauan, Pulau, Taman Nasional Wakatobi

Selasa, 04 Desember 2012

Nuansa Alami Danau Tondano

Danau Tondano dikelilingi oleh pegunungan setinggi 700 meter, yaitu Gunung Lembena,  Kaweng, Tampusu dan Masarang. Danau ini mencakup tiga kecamatan yaitu Eris, Kakas dan Remboken. Dari sisi danau, Anda dapat melihat dengan jelas Gunung Kaweng, sehingga pemandangan Danau dan sekelilingnya sangat indah. Potensi Danau Tondano cukup besar, selain dikelilingi pegunungan yang sangat indah sebagaimana Danau Toba, danau ini punya keunggulan, yakni dapat dijangkau dengan mudah dari Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulut. Jarak tempuhnya yang hanya sekitar kurang dari satu jam dari Bandara Internasional �Sam Ratulangi� maupun �Indonesia Main Port� (IMP) Pelabuhan Samudera Bitung, membuat akses ke Danau Tondano sangat mulus.

Terletak pada ketimggian 684 m di atas permukaan laut membuat kawasan danau tersebut berhawa sejuk. Secara admistratif Danau Tondano berada di kabupaten Minahasa, propinsi Sulawesi Utara. Danau Tondano merupakan danau  terluas di propinsi Sulawesi utara. Luasnya mencapai 4.278 ha dengan ukuran sekitar 5 km x 11 km. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan.

Jika di Danau Toba ada pulau terkenal yaitu Pulau Samosir, di Danau Tondano pun punya Pulau Likri dengan segala keindahannya, sehingga sering jadi pusat doa warga sekitar. Bahkan ada �mithe� yang menuturkan, di bawa pulau ini ada aliran sungai alam terhubung dengan Danau Tondangouw di Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), melewati bahagian bawah Gunung Soputan, gunung api teraktif di Indonesia.

Karena itu, wajar saja jika Danau Tondano sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang mampu menyaingi Danau Toba. Tak cuma wisata alam, tapi juga kuliner dan wisata petualangan serta �tourism relious�. Danau tersebut juga saat ini menjadi sumber listrik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tonsea Lama serta Tanggari I dan II, ini menjadi nilai plus untuk dikembangkan menjadi lokasi pariwisata potensial.

Beberapa obyek wisata di sekitar danau tondano adalah "Sumaru Endo" Remboken, dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki).Gua tikus tasuka, Dari tepian danau Tondano (Toliang Oki). Anda dapat juga naik ke gunung Makawembein . Dari situ anda dapat menikmati keindahan pemandangan di danau Tondano, kota Bitung dan Pantainya serta kota Manado dan pantainya. (teks:berbagai sumber - Foto: devianart)

Danau Tondano
Danau Tondano
Danau Tondano

Nuansa Alami Danau Tondano

Danau Tondano dikelilingi oleh pegunungan setinggi 700 meter, yaitu Gunung Lembena,  Kaweng, Tampusu dan Masarang. Danau ini mencakup tiga kecamatan yaitu Eris, Kakas dan Remboken. Dari sisi danau, Anda dapat melihat dengan jelas Gunung Kaweng, sehingga pemandangan Danau dan sekelilingnya sangat indah. Potensi Danau Tondano cukup besar, selain dikelilingi pegunungan yang sangat indah sebagaimana Danau Toba, danau ini punya keunggulan, yakni dapat dijangkau dengan mudah dari Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulut. Jarak tempuhnya yang hanya sekitar kurang dari satu jam dari Bandara Internasional ‘Sam Ratulangi’ maupun ‘Indonesia Main Port’ (IMP) Pelabuhan Samudera Bitung, membuat akses ke Danau Tondano sangat mulus.

Terletak pada ketimggian 684 m di atas permukaan laut membuat kawasan danau tersebut berhawa sejuk. Secara admistratif Danau Tondano berada di kabupaten Minahasa, propinsi Sulawesi Utara. Danau Tondano merupakan danau  terluas di propinsi Sulawesi utara. Luasnya mencapai 4.278 ha dengan ukuran sekitar 5 km x 11 km. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan.

Jika di Danau Toba ada pulau terkenal yaitu Pulau Samosir, di Danau Tondano pun punya Pulau Likri dengan segala keindahannya, sehingga sering jadi pusat doa warga sekitar. Bahkan ada ‘mithe’ yang menuturkan, di bawa pulau ini ada aliran sungai alam terhubung dengan Danau Tondangouw di Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), melewati bahagian bawah Gunung Soputan, gunung api teraktif di Indonesia.

Karena itu, wajar saja jika Danau Tondano sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang mampu menyaingi Danau Toba. Tak cuma wisata alam, tapi juga kuliner dan wisata petualangan serta ‘tourism relious’. Danau tersebut juga saat ini menjadi sumber listrik untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Tonsea Lama serta Tanggari I dan II, ini menjadi nilai plus untuk dikembangkan menjadi lokasi pariwisata potensial.

Beberapa obyek wisata di sekitar danau tondano adalah "Sumaru Endo" Remboken, dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki).Gua tikus tasuka, Dari tepian danau Tondano (Toliang Oki). Anda dapat juga naik ke gunung Makawembein . Dari situ anda dapat menikmati keindahan pemandangan di danau Tondano, kota Bitung dan Pantainya serta kota Manado dan pantainya. (teks:berbagai sumber - Foto: devianart)

Danau Tondano
Danau Tondano
Danau Tondano

Senin, 03 Desember 2012

Menengok Keindahan Pagoda Ekayana - Tumohon

Salah satu yang menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi di Tumohon adalah Pagoda Ekayana, yang terletak di Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara. Di kejauhan, bangunan menjulang dengan arsitektur khas China bagai menghipnotis anda. Pagoda setinggi 9 lantai membawa akan imajinasi ke film-film kisah legenda-legenda sakti China. Vihara Ekayana yang terletak di Tomohon, Sulawesi Utara, tersebut memang mudah ditemukan. Cukup ikuti saja pagoda yang menjulang tersebut. Masuk ke dalam vihara, patung-patung Budha tampak berderet menyambut Anda. Setiap patung memiliki makna dan filosofi tertentu.

Uniknya, Anda dapat menemukan patung Budha yang India. Patung Bodhidharma tersebut mengambarkan Buddha dengan jenggot yang sebenarnya khas India, bukan China. Setelah bertemu dengan deretan patung Budha, Anda akan menemukan Pagoda Ekayana yang dipakai untuk tempat bersembahyang. Beranjak dari pagoda, Anda bisa masuk ke dalam Istana Kwam Im. Jangan lupa untuk melepaskan sepatu Anda. Kidung-kidung pujian melantun dari dalam tempat ibadah tersebut. Anda boleh saja masuk, namun ingatlah untuk tetap menjaga sopan santun.

Di sini, Anda bisa melakukan ramalan kuno Ciam Si. Ciam Si merupakan ramalan yang berdasarkan syair-syair kuno China. Beberapa batang bambu seperti sumpit lebar diletakkan dalam wadah bambu bulat. Masing-masing batang bambu berisikan nomor. Wadah bambu kemudian dikocok hingga mengeluarkan satu batang bambu. Dari nomor yang tertera di batang bambu, tinggal mencocokannya dengan kotak yang berada di sisi kiri dinding. Nah, di kotak tersebut kertas berisikan ramalan. Ramalan tertera dalam kanji-kanji khas tulisan China. Tetapi tenang saja, ada terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Ritual melakukan Ciam Si sebenarnya tak sesederhana itu. Sebelum mengocok, seseorang harus memanjatkan doa permohonan terlebih dahulu kepada Dewi Kwam Im. Baru kemudian dua keping kayu untuk mendapatkan izin dari Dewi. Mau yang lebih sederhana? Berjalanlah terus ke belakang vihara. Anda akan berkenalan dengan kodok yang membawa koin, simbol dari keberuntungan. Di depan patung kodok raksasa terdapat kolam air. Di tengah kolam tersebut terdapat lonceng. Menariknya, pengunjung dipersilahkan melempar koin ke lonceng. Jika lonceng terkena koin, konon doanya akan terkabul. Terdengar mudah? Nyatanya, terdapat replika koin China, koin kuno yang memiliki lubang di tengah, menghalangi lonceng ini. Koin replica raksasa tersebut berputar-putar mengelilingi lonceng. Sementara lonceng berada di tengah-tengah lubang koin.

Sebelum melempar koin, pilih dulu posisi melempar. Di tepi kolam terdapat 5 bagian, yaitu �Bahagia�, �Harta�, �Panjang Umur�, �Kedudukan atau Pangkat�, dan �Keberuntungan�. Nah, berdirilah sesuai permohonan yang Anda inginkan, lalu lempar koin ke arah lonceng.  Vihara Ekayana memang begitu unik. Sebagai tempat beribadah, tempat ini menawarkan kunjungan menarik bagi wisatawan. Tak heran, jika di hari-hari libur, wisatawan maupun umat memadati tempat ini. Mereka seakan ditarik pesona pagoda yang menyapa dari kejauhan.

Para pengurus Pagoda tersebut berhasil membuat tempat ibadah umat Budha tersebut menjadi salah satu Ikon Kota Tomohon. Tak heran, banyak pengunjung yang tertarik untuk mengunjunginya. Pagoda ini juga melambangkan kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang saling hidup berdampingan secara aman dan damai.Dari lokasi Pagoda ini,pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam Gunung Lokon maupun Gunung Mahawu yang mengapit Kota Bunga Tomohon.
(Teks: kompas.com, dan berbagai sumber lainnya - foto: flickr)


Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut
Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut

Menengok Keindahan Pagoda Ekayana - Tumohon

Salah satu yang menjadi tujuan wisata yang banyak dikunjungi di Tumohon adalah Pagoda Ekayana, yang terletak di Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara. Di kejauhan, bangunan menjulang dengan arsitektur khas China bagai menghipnotis anda. Pagoda setinggi 9 lantai membawa akan imajinasi ke film-film kisah legenda-legenda sakti China. Vihara Ekayana yang terletak di Tomohon, Sulawesi Utara, tersebut memang mudah ditemukan. Cukup ikuti saja pagoda yang menjulang tersebut. Masuk ke dalam vihara, patung-patung Budha tampak berderet menyambut Anda. Setiap patung memiliki makna dan filosofi tertentu.

Uniknya, Anda dapat menemukan patung Budha yang India. Patung Bodhidharma tersebut mengambarkan Buddha dengan jenggot yang sebenarnya khas India, bukan China. Setelah bertemu dengan deretan patung Budha, Anda akan menemukan Pagoda Ekayana yang dipakai untuk tempat bersembahyang. Beranjak dari pagoda, Anda bisa masuk ke dalam Istana Kwam Im. Jangan lupa untuk melepaskan sepatu Anda. Kidung-kidung pujian melantun dari dalam tempat ibadah tersebut. Anda boleh saja masuk, namun ingatlah untuk tetap menjaga sopan santun.

Di sini, Anda bisa melakukan ramalan kuno Ciam Si. Ciam Si merupakan ramalan yang berdasarkan syair-syair kuno China. Beberapa batang bambu seperti sumpit lebar diletakkan dalam wadah bambu bulat. Masing-masing batang bambu berisikan nomor. Wadah bambu kemudian dikocok hingga mengeluarkan satu batang bambu. Dari nomor yang tertera di batang bambu, tinggal mencocokannya dengan kotak yang berada di sisi kiri dinding. Nah, di kotak tersebut kertas berisikan ramalan. Ramalan tertera dalam kanji-kanji khas tulisan China. Tetapi tenang saja, ada terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Ritual melakukan Ciam Si sebenarnya tak sesederhana itu. Sebelum mengocok, seseorang harus memanjatkan doa permohonan terlebih dahulu kepada Dewi Kwam Im. Baru kemudian dua keping kayu untuk mendapatkan izin dari Dewi. Mau yang lebih sederhana? Berjalanlah terus ke belakang vihara. Anda akan berkenalan dengan kodok yang membawa koin, simbol dari keberuntungan. Di depan patung kodok raksasa terdapat kolam air. Di tengah kolam tersebut terdapat lonceng. Menariknya, pengunjung dipersilahkan melempar koin ke lonceng. Jika lonceng terkena koin, konon doanya akan terkabul. Terdengar mudah? Nyatanya, terdapat replika koin China, koin kuno yang memiliki lubang di tengah, menghalangi lonceng ini. Koin replica raksasa tersebut berputar-putar mengelilingi lonceng. Sementara lonceng berada di tengah-tengah lubang koin.

Sebelum melempar koin, pilih dulu posisi melempar. Di tepi kolam terdapat 5 bagian, yaitu “Bahagia”, “Harta”, “Panjang Umur”, “Kedudukan atau Pangkat”, dan “Keberuntungan”. Nah, berdirilah sesuai permohonan yang Anda inginkan, lalu lempar koin ke arah lonceng.  Vihara Ekayana memang begitu unik. Sebagai tempat beribadah, tempat ini menawarkan kunjungan menarik bagi wisatawan. Tak heran, jika di hari-hari libur, wisatawan maupun umat memadati tempat ini. Mereka seakan ditarik pesona pagoda yang menyapa dari kejauhan.

Para pengurus Pagoda tersebut berhasil membuat tempat ibadah umat Budha tersebut menjadi salah satu Ikon Kota Tomohon. Tak heran, banyak pengunjung yang tertarik untuk mengunjunginya. Pagoda ini juga melambangkan kerukunan antar umat beragama di Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang saling hidup berdampingan secara aman dan damai.Dari lokasi Pagoda ini,pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam Gunung Lokon maupun Gunung Mahawu yang mengapit Kota Bunga Tomohon.
(Teks: kompas.com, dan berbagai sumber lainnya - foto: flickr)


Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut
Vihara, China, Kebudayaan, Pagoda Ekayana, Tumohon, Sulut

Minggu, 02 Desember 2012

Mengintip Keindahan Situ Gunung - Sukabumi


Jika anda bingung menghabiskan liburan dimana tapi dengan biaya yang hemat, coba saja mampir ke Taman Wisata Alam Situ Gunung, yang berada di Sukabumi. Situ Gunung (situ dalam bahasa sunda artinya danau). Terletak di kaki Gunung Pangrango, Kecamatan Kadu Dampit (lebih kurang 16 Km sebelah Barat laut kota Sukabumi). Sebuah danau dengan keindahan alam dan hawa pengunungan yang sejuk akan memanjakan Anda dan keluarga yang berkunjung. Bersiap-siaplah untuk camping di sini, untuk menyatu dengan alam sekitar. Kejenuhan dari rutinitas yang Anda lalui sehari-hari dijamin akan hilang seketika.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Obyek wisata Situ gunung ini menawarkan wisata alam berupa cantiknya pesona danau di ketinggian 970 mdpl serta indahnya pemandangan air terjun. Meski danau buatan ini sebenarnya mudah diakses oleh para wisatawan, namun suasana asri dengan hijaunya hutan homogen di wana wisata ini mampu membuat para pengunjungnya terasing dari dunia luar.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Buat para fotografer, gw percaya pasti ga asing dengan tempat ini (terbukti dengan byknya foto dari situ gunung yg diupload di fotografer.net. Di sekitar danau, pemandangannya bagus banget tuk diabadikan, apalagi kl cuaca mendukung dan airnya tenang. tau ga, tnyata danau ini danau buatan. konon danau ini dibuat tahun 1814 oleh “mbah jalun”, seorang bangsawan Mataram yang lari ke sukabumi karena menjadi buronan Belanda. selain itu taman nasional ini menyimpan kekayaan berupa flora dan fauna yang beraneka regam. malahan kalo beruntung anda bisa aja nemuin macan tutul dsana.

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Tak hanya menikmati suasana Situ Gunung dengan memancing atau berperahu saja, pengunjung juga bisa berkeliling kawasan hutan yang banyak ditumbuhi pohon damar. Jajaran pecahan batu ditata dengan apik membentuk jogging track yang mengantarkan pengunjung berkeliling Situ Gunung sementara jalur yang lain dibuat untuk mengantarkan pengunjung ke Curug Simalaracun yang konon dipercaya memiliki kekuatan mistik.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat
Setelah selesai berkeliling di Situ Gunung, pengunjung juga bisa jalan-jalan ke Curug Sawer yang berjarak sekitar 4 km dari Situ Gunung melalui jogging track yang berbukit-bukit. Untuk bisa menikmati keindahan Curug Sawer yang berada dalam pengelolaan Balai Konservasi Taman.
Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Yang perlu dingiat oleh wisatawan yang baru pertama kali berkunjung adalah berenang di kubangan Curug Sawer yang seluas 60 m2 sangat tidak disarankan, karena dasar kubangan tersebut cukup dalam akibat gerusan air yang tercurah dari sang Curug. Namun, aliran sungai yang agak jauh dari curug tersebut cukup aman untuk dijelajahi. Tepat di sebelah curug yang mengalirkan airnya ke Sungai Cinumpang ini, mengalir juga sebuah curug yang jauh lebih kecil bernama Curug Bagong yang konon mengalirkan air bertuah.

Bagi anda yang datang ke Situ Gunung untuk pertama kali, saya saranin jangan pada waktu malam hari, karena untuk bisa kesana kita harus melewati hutan-hutan tak berlampu (tanpa signal hp pula). so pasti ngeri banget, apalagi kalo kalian datang sendirian. (src: Dirangkum dari Berbagai Sumber)

Situ Gunung, Danau, Sukabumi, Jawa Barat

Sabtu, 01 Desember 2012

Melepas Kepenatan di Tepi Danau Linow

Danau yang sangat indah dengan warna airnya yang bisa berubah-ubah. Danau Linow namanya. Keindahan danau ini sudah sangat terkenal di seantero kota Manado dan Tomohon. Danau ini terbagi menjadi dua sisi yang menyebabkan danau Linow mempunyai warna yang berbeda. Satu sisi memiliki kandungan belerang yang tinggi, sedangkan sisi lainnya tidak.  Dengan adanya kandungan belerang ditambah efek cahaya matahari menyebabkan danau seolah-olah memiliki warna yang berbeda di setiap sisinya. Ketika pengunjung berpindah sudut, warna air danau bisa saja berubah warna. Kalau kita datang pada pagi hari pemandangan akan berbeda dibanding siang hari, begitu pula ketika kunjungan dilakukan sore hari. Setiap saat ada keunikan dan keindahannya tersendiri. Ketika sinar matahari baru mulai memunculkan keanggunannya dari ufuk Timur, lalu pancaran sinarnya mulai pula menyapa dan menerpa permukaan danau, menembusi ranting dan dedaunan pohon-pohon sekitar danau, so pasti akan menyajikan suatu pemandangan yang sangat elok dan cantik.

Hal yang perlu di perhatikan di Danau Linow ini  di pinggir danau sering muncul gundukan lumpur panas, dan sebisa mungkin kita untuk menjahuinya. Di lain hal bau belerang juga tajam. Bila ada angin kencang bau belerang tercium dari kejauhan. Cara terbaik dan tercepat untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa mobil atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, bisa naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak.

Saat ini danau Linow berada dalam pengelolaan pihak swasta. Pihak swasta ini membangun sebuah cafĂ©taria yang berbentuk seperti dermaga kayu tepi laut. Bangunan kayu yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi tampak sangat indah. Disekitar dermaga ditanami oleh berbagai pepohonan sehingga suasananya menjadi sangat sejuk dan rindang. Satu lagi, dermaga ini (dan juga seluruh area danau) sangat bersih. Tidak tampak sampah yang menjadi “ciri khas” tempat wisata di Indonesia.

Harga tanda masuk ke lokasi Danau Linow tidak terlalu mahal, cukup dengan merogoh Rp25.000-Rp35.000,- Anda sudah bisa menikmati pemandangan Danau Linow yang indah menawan itu. Di pinggiran danau ada semacam cafĂ©, jadi bagi yang haus boleh pesan minuman apa saja. Mulai dari sekedar secangkir kopi hangat sampai segelas bir tersedia di situ. Ada juga makanan ringan, seperti kue, snack dan permen-permen lainnya. Tinggal terserah apa maunya Anda. Tak ketinggalan di wilayah Danau Linow tersebut juga terdapat tempat yang patut di kunjungi, yaitu Woloan. Di mana kita bisa melihat pembuatan rumah panggung khas Minahasa. Selain itu ada pula Desa Pulutan, sentra industri gerabah. (teks: berbagai sumber - Foto: Devianart)

danau Linow
danau Linow
danau Linow