Selasa, 15 Februari 2011

Taman Nasional Komodo - Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Tak heran jika banyak Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba. Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat.

Pemandangan alam di Pulau Komodo sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan. Taman Nasinal Komodo yang terkenal dengan habitat Binatang Komodo-nya, ternyata mempunyai keindahan dan pesona lainnya. Taman nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil, yang fungsinya untuk melindungi komodo dan habitatnya, juga terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan Asia dan hewan Australia.

Di Taman Nasional Komodo tersebut terdapat 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Taman Nasional Komodo dan sekitarnya adalah rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya dan paling beragam di dunia. Lebih dari 50 tempat menyelam yang unik telah disurvei dan dipetakan bagi pengunjung taman. Ini juga rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan dan 250 jenis karang pembentuk terumbu. Taman Nasional Komodo memiliki dua lingkungan laut yang berbeda, satu di utara dan yang lainnya di selatan taman. Tidak salah bila wilayah ini dikukuhkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Sabtu, 12 Februari 2011

Keindahan Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Bunaken adalah sebuah pulau dengan luas 8,08 km² di Teluk Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

Pecinta diving, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter. Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia. Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain.Pesona Natural Alam Bawah Laut Bunaken telah banyak diminati wisatawan manca negara untuk kembali datang dan menikmati keindahannya, yang patut disayangkan adalah kurangnya promosi dan sosialisasi tentang keberadaannya sehingga belum banyak menghasilkan dan berkontribusi menghasilkan cadangan devisa bagi negara kita.

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Konon kawasan terumbu karang dan alam bawah lautnya yang terindah di dunia.

Sedikitnya, Taman Nasional Bunaken memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam, karena daerah taman laut Bunaken terletak di segitiga terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, phillipine, Papua Nugini, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon. Disini Anda bisa melihat 70% dari jenis ikan di dunia di dalam taman laut Bunaken, dan angka ini tidak termasuk ikan-ikan laut dalam.

Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju Bunaken, anda bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, anda bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ke Pulau Bunaken 30 menit, ke Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

Sedangkan dari Marina Blue Banter, anda bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan Nusantara Diving Centre menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakan speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp. 50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk Taman Nasional Bunaken.

Kamis, 10 Februari 2011

Eksotisme Pulau Dodola - Maluku Utara

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan (Maluku Utara). Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

Airnya yang jernih serta hamparan luas pasir putih yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Kecil, dipadu dengan keheningan suasana membuat waktu seolah enggan bergerak diri dalam pesona. Di Pulau ini para wisatawan dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam bersama keluarga di akhir pekan. Apalagi ketika sore menjelang. Siluet-siluet pemandangan tercipta dari rona merah jingga akibat tenggelamnya sang Mentari. Sebuah kondisi yang lagi-lagi membuat waktu terasa ikut tenggelam dalam keindahan.

Pulau Dodola merupakan salah satu alasan mengapa para wisatawan datang berkunjung ke Morotai. Pulau ini dikelilingi oleh hamparan pantai berpasir putih yang sangat luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini anda dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda, kasar dan halus. Panorama alam sekitar dan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing dan menyelam. Terdapat juga pulau-pulau lain di sekitar Dodola yang dapat anda jelajahi.

Pulau ini juga pernah menjadi tempat peristirahatan para tentara Sekutu pada Perang Dunia II. Menurut para saksi sejarah, dahulu tempat ini sering dikunjungi Jendral McArthur dan pasukannya untuk berwisata. Pulau Dodola berjarak hanya 5 mil dari Daruba, ibukota Kecamatan Morotai Selatan. Jadi pulau itu selain menawarkan keindahan panorama pantai dan bawah laut, juga menawarkan wisata sejarah.

Untuk bisa mencapai Pulau Dodola wisatawan dapat menggunakan kapal penumpang, dari Tobelo menuju Daruba, dan melanjutkan dengan menggunakan speedboat menuju Pulau Dodola yang memakan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Pemerintah provinsi setempat kini sedang memperjuangkan agar investor mau berinvestasi disini. Rencanannya landasan terbang peningalan para tentara sekutu tersebut akan dimanfaatkan sebagai infrastruktur transportasi. Akan tetapi, bagi anda pecinta wisata, waktu tentu tak akan menunggu selama itu untuk datang kesini. Karena keheningan pulau ini hanya bisa dibeli dengan seberapa cepat anda untuk mendatanginya.

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara

Pulau Dodola - Morotai - Maluku Utara
sumber gambar: travel.detik.com

Selasa, 08 Februari 2011

Menengok Keindahan Pantai Lakeba Pulau Buton – Sulawesi Tenggara

Pantai Lakeba Pulau Buton

Pantai Lakeba terdapat di Kabupaten Buton Utara, Propinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai pantai ini, jika anda berasal dari luar pulau Buton maka bisa ditempuh dengan pesawat ataupun kapal laut. Terdapat beberapa pilihan maskapai penerbangan menuju kota Bau-Bau yang biasanya beroperasi setiap hari dan adapun yang hanya beroperasi lima kali dalam seminggu. Rute penerbangan yang ditempuh bisa melalui: Jakarta-Baubau dan Makassar-Baubau.
Selain menggunakan Pesawat, untuk menuju ke Pulau Buton bisa juga menggunakan kapal milik Pelni. Melalui pintu laut dengan menggunakan kapal Pelni yang menyinggahi Pelabuhan Murhum Bau-Bau sebanyak 23 kali dalam sebulan. Lamanya perjalanan laut dari Jakarta ke Bau-Bau ditempuh selama 3 hari. Sedangkan dari Makassar ditempuh selama 13 jam.
Pantai Lakeba Pulau Buton
Pantai Lakeba di Pulau Buton ini memiliki ciri-ciri yaitu airnya yang jernih, pasir yang putih, dan lingkungan yang bersih. Pantai ini sangat baik untuk benjemur pada waktu siang, berenang, menyelam serta menikmati indahnya matahari terbenam.
Pantai Lakeba Pulau Buton-sulawesi Tenggara
Selain sebagai obyek wisata, Pantai Lakeba juga mejadi tempat aktivitas nelayan pada saat akan melaut sehingga aktivitas nelayan dapat diamati oleh setiap wisatawan di pantai ini. Fasilitas yang ditawarkan di pantai Lakeba yaitu resort dengan arsitektur rumah adat Buton yang menyediakan Children Play Ground, Banana Boat, Jet Ski, Parasailing, dan Restauran dengan live music. Menu yang disediakan yaitu Indonesian Food, American Food, dan Chinese Food. Lokasi berada lebih kurang 4 km dari pusat kota Bau-Bau dapat ditempuh dengan menggunakan taksi ataupun mobil sewaan.
Selain menikmati keindahan Pantai Lakeba, di Pulau Buton anda juga bisa menikmati wisata lain, seperti:

Wisata Alam
Hutan Lambusango, Kawasan Basilika, dan Pantai Batuaga.
• Wisata Kuliner
Kasuami, Kambose, dan Kambewe
• Wisata Sejarah
Perkampungan tua Kapunsari Benteng Lapandewa
• Wisata Budaya
Tradisi Pasuo, Tradisi Karia, Pesta Adat Pakande-Kandea, Liwu Tongkidi, Tari Mangaru, dan Tari Mangidi.

sumber gambar: greatbuton.blogspot.com

Minggu, 06 Februari 2011

Mengintip Wisata Alam Ujung Genteng - Sukabumi

Ujung Genteng Sukabumi


Pantai Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar 6-7  jam perjalanan bermobil. Sedangkan dari Kota Sukabumi sendiri bisa detempuh hanya sekitar 3-4 jam menggunakan kendaraan pribadi. Selain jalannya cukup mulus juga terdapat beberapa jalur alternatif serta sarana angkutan umum yang memadai menuju tempat tujuan.

Pantai Ujung Genteng memiliki karakteristik seperti pada umumnya pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Walaupun demikian, pantai Ujung Genteng jauh berbeda jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal rawan dan sering merenggut korban jiwa karena ombaknya yang ganas.

Walaupun pantai Ujung Genteng menghadap bebas ke Samudera Hindia, namun ombaknya yang besar tak membahayakan pelancong yang gemar bermain-main di laut. Ombak besar dari tengah samudera lebih dulu pecah berserak lantaran terhalang gugusan karang laut di depan bibir pantai, sehingga kita dapat menikmati alam dengan pantai yang indah, aman, dan nyaman. Anak-anak boleh berenang di laut sepuasnya dan memungkinkan memandang sekumpulan ikan berwarna-warni di sela-sela batu karang, menandakan betapa alaminya lingkungan Ujung Genteng.

Di daerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan. Melihat penyu bertelur ditepi pantai saat malam hari jelas merupakan even yang langka bagi sebagian orang dan tidak semua objek wisata pantai memilikinya. Penyu yang bertelur dikawasan Ujung Genteng merupakan jenis penyu hijau yang merupakan binatang yang hidup di air laut. Penyu hijau dapat berkembang sampai mencapai lebih dari 1 meter panjangnya, lebih dari 200 kg beratnya dan hidup lebih dari 100 tahun. Sebelum penyu mulai bertelur disarankan agar tidak menimbulkan kegaduhan atau keributan, dan juga disarankan tidak membawa penerangan dalam bentuk apapun karena hal ini bisa menjadikan sang penyu enggan bertelur dan kembali lagi ke arah laut. Begitu telur mulai dikeluarkan barulah kita bisa mendekat dan mengamatinya dengan menggunakan senter atau alat penerangan lain. 

Nampaknya bila penyu sudah mulai mengeluarkan telurnya, akan mengalami kesukaran untuk menghentikannya, dan jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa mencapai 200 butir.
Di Ujung Genteng, Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 Km dari pangumbahan yang bisa ditempuh dengan perjalanann jalan kaki selama 3-4 jam. Lokasi ini merupakan kawasan favorite bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Disekitar ombak tujuh ada beberpa pulau kecil, pantainya sangat alami, banyak karang-karang kecil, Rata-rata orang yang berselancar menggunakan motor ojek untuk sampai kesana dan bila musim hujan tidak ada yang bisa kesana kecuali jalan kaki. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.

Selain itu di kawasan ujung genteng juga terdapat cekungan pantai bernama Cibuaya, Lokasi ini cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Didalamnya juga terdapat trumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih & jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing.

Disamping objek wisata alam, Ujung Genteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.

Jika Anda ingin bermalam di sini, kawasan Ujung Genteng menawarkan villa-villa yang dapat disewa per malam. Anda bisa memilih  salah satu villa yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga/ rekan-rekan. Harganya pun bervariasi dan masih dapat dijangkau.
Ujung Genteng Sukabumi
[referensi: ujung-genteng.info, liburan.info, ayowisata.wordpress.com]
Pencarian: pantai ujung genteng, ujunggenten, ujung genten, ujun genteng, villa di ujung genteng, perjalanan ke ujung genteng, obyek wisata, info wisata ujung genteng, penyu hijau, cibuaya, ombak tujuh

Jumat, 04 Februari 2011

Air Terjun Moramo - Sulawesi Tenggara

Air terjun Moramo terletak sekitar 70 km dari pusat kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan kendaraan pribadi, perjalanan menuju ke air terjum Maramo memakan waktu sekitar 2 jam. Pasalnya Jalan menuju Air Terjun ini masih dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. Di Tempat ini terdapat sekitar 10 tingkat air terjun. Debit air yang besar dan ketinggian yang lumayan membuat air terjun ini terlihat sangat mempesona.
Selain itu di Air Terjun Moramo yang konon katanya merupakan permandian para bidadari ini, memiliki panorama alam yang indah dan masih alami yang tidak kalah indahnya dengan air terjun lain di Indonesia. Air terjun Moramo berbentuk kucuran air dari ketinggian sekitar 100 meter dengan air meluncur deras pada batu granit besar bersusun. Ketinggian setiap susun air terjun berkisar antara 0,5 sampai tiga meter. Susunan ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun lalu. Di kawasan Air Terjun Moramo juga terdapat 60 tingkatan kecil yang tampak seperti kolam kecil dan di tingkatan terakhir yang sangat sempurna untuk permandian.

Di Sekitar Air Tejun ini juga masih terdapat penghuni alam seperti beraneka burung, beraneka ragam kupu-kupu, dan berbagai satwa lainnya. Keindahan Air terjun Moramo, yang diringi dengan bunyi semilir air terjun, dan kicauan burung yang bersahutan membuat kita seakan mendengarkan music alam yang jauh dari suasana keramaian di pusat kota. Bahkan ketika sinar matahari terpantul dari bebatuan marmer disekelilingnya memancarkan sinar pelangi yang didominasi warna sinar dan biru yang dapat menambah pesona kecantikannnya.