Udah tiga blog gue buat, tapi eh tapi tapi ....... yang dua blog lupa passwordnya, emailnya aja lupa. Sekarang saatnya memperbaharui blog blog lama yang sudah ada.
Ampe lupa blog yang satu lagi, yang itu tuh emang sengaja dibuat untuk Tugas Mata Kuliah Instalasi Jaringan Komputer.
Nah, kalo blog yang ini gue rasa teman, eh tema nya mirip (agak-agak sama) sama dua blog terdahulu .....
Terima kasih buat teman-teman yang udah ngedukung blog ini hadir lagi, mudah-mudahan di masa depan jadi lebih baik.
Tentang Gue
Nama Lengkap : Kurniadi Ilham
Panggilan : Adi, Adiya, Yadi, Ilham
Dan orang yang selalu dukung gue :
1. Riska Aulia A.K.A. Chika
Calon bini gue yang perhatian. Tapi kalo dia lagi pusing ama kesibukannya, jangan coba-coba mengganggu, bisa-bisa lo digigit, hehe becanda doank. Gue belajar banyak dari ni anak, yah sekitar 10%
2. Miswardi A.K.A. Adi Imih
Ni temen gue paling aneh, ketawa aneh, gaya aneh, dan sering ngomong "Lebayyyyyy". Namanya sama ma gue, Adi. Tapi buat ngebedain, gue dipanggil oom dan dia dipanggil Imih. Gue belajar dari makhluk ini sekitar 5%.
3. Qorry Rizki Ananda Majid A.K.A Sista
Adek gue yang imut gendut kayak marmut (tapi sekarang udah kurusan, cuma gue yang gendut). Walau dia adek, tapi pemikirannya luar biasa dewasa. Paling gak bisa yang namanya bikin tugas kuliah pas hari tugas tersebut dikasih. Pasti bikinnya pas malem sehari sebelum tu tugas dikumpul. Gue banyak belajar juga dari si tembem ini sekitar 10%.
4. Muhammad Rafki A.K.A. Matkidung
Ini adek gue juga, kecil dan nyebelin. Baru kelas 3 SMP, tinggi badannya ngalahin gue. Orangnya perasa *baca : mudah tersungging, maksudnya tersinggung, hatinya baik tapi kadang nyeremin juga. Gue belajar sekitar 15% dari makhluk unik ini.
5. Muhammad Nur Ikhsan A.K.A. Mbiang
Sohib gue dari kecil ampe sekarang. Tapi gue gak tau tuh sekarang dia dimana. Kemaren aja dari Lintau - Palembang - Batusangkar - Padang - Batusangkar - Pekanbaru, kayak musafir aja. Mungkin aja tu orang dah nyampe Mars. Dia lah orang yang mengerti gue sedikit banyaknya. Gue belajar dari alien ini sekitar 15 %.
6. Alvino A.K.A Pino
Temen gue dari SMA ampe sekarang. Gak bosen-bosennya padahal kelas X duduk dan bersama satu meja dan pastinya sekelas, kelas XI dan XII, kasusnya juga sama, wadoooh. Walau kita sering bertengkar *baca : becanda bergurau, bukan perang guling, kita klop satu sama lain. Walau ni anak kalo jalan suka sempoyongan kayak abis minum arak satu drum tapi otaknya cerdas, cerdas bukan berarti otaknya encer, haha. Dia salah satu orang yang mengerti gue dan gue belajar banyak dari makhluk sempoyongan ini sekitar 15 %.
7. Temen2 kampus (Teknik Elektronika UNP'09), sekolah (SMA Negeri 1 Lintau) dan tak lupa temen2 gue di kos
Temen sekolah, Gue kayak cecunguk sok keren disana *malu. Tapi gpp
lah, sesekali
Dan ini temen kampus gue, terlihat gendut, aslinya juga gendut, haha
Temen kos gue, yang gokil, dan gue blom mandi, tidakkk
Dan yang terakhir adalah yang paling special
Yaitu nya Bapak Jamain SPd dan Ibu Zulfina SPd yang tak lain dan tak bukan adalah orang tua gue, yang banyak ngasih gue dukungan dan sayang m gue ..... fotonya nyusul gan, hehe maklum mak gue nyimpen fotonya di laptop nya baru seminggu yang lalu, abis di scan juga yang bagus-bagus.
Hp modem gue kayaknya udah kepanasan *kayak gue aja, kepanasan trus kalo di Padang, kalo di Lintau malah kedinginan, emang pas banget gue tinggal di Payakumbuh. Mak, pindah, balik k kota, haha gue kan kalo pulang, pulang kota namanya. Kota Payakumbuh Tercinta. Eh balik lagi, kayaknya si Ninja (nama modem gue, soalnya smartfren kan ngebut kayak ninja *promosi) udah kepanasan. Kapan-kapan postingan gue sambung, dan ..........
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ...
Sholat lae Sholat ...
Sabtu, 29 Oktober 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
Jakarta - Bakauheni (Menara Siger )
Ini cerita dimana saya mengisi waktu senggang kuliah saya dengan mengunjungi objek wisata di Bakauheni, Lampung selatan, yaitu Menara Siger. Mengapa saya memilih tempat ini sebagai objek liburan saya? Pertama, tidak memerlukan biaya yang mahal untuk mengunjungi Menara siger ini dari Jakarta. Kedua, tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai di Menara siger ini. Ketiga, alat transportasi yang 24 jam dari jakarta sampai ke Menara siger. Keempat, saya menyukai pemandangan sunset dan wisata bahari yang dapat dilihat dari Menara Siger. Penasaran? mari kita simak ceritanya berikut ini.
Saya(Fadri) dan teman saya Herry, menetapkan bahwa Jum'at malam adalah waktu yang tepat untuk bermain ke Menara Siger, Lampung selatan. dengan membawa kebutuhan seadanya seperti baju ganti 1 buah, sabun pencuci muka, minyak wangi, dan kamera sebagai teman setia kami dalam setiap perjalanan yang kami lakukan. Saya dan Herry adalah teman satu komunitas Penggemar Bis Indonesia dengan nama BisMania Community. setelah memastikan barang bawaan kami, kami berangkat menuju terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tujuan pertama kami adalah menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Malam itu waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, suasana di terminal kampung rambutan tidak terlalu ramai, namun tetap banyak penumpang dengan tujuan yg beragam. tidak terlalu lama bagi kami untuk menunggu bis tujuan Merak. Arimbi, adalah nama bis yg kami tumpangi untuk menuju Merak. selain Arimbi, ada juga bis Armada, Laju Prima, Primajasa, SM Prima, Alimun Jaya untuk menuju Merak. Bismillah, perjalanan kami pun dimulai.
Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp.17.000 kita bisa menuju kota Merak dengan fasilitas bis Ac dengan konfigurasi seat 2-3. cukup murah kan? perjalanan menuju Merak kurang lebih 3 jam, dan kami memanfaatkan waktu tersebut untuk tidur akibat kelelahan aktivitas siang harinya.
Tepat pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari, kami tiba di terminal Merak, Banten. para penumpang segera turun dan melanjutkan perjalanan mereka. ternyata, walaupun malam hari, sangat banyak penumpang pejalan kaki untuk menyebrang ke pulau Sumatra. kami bersama rombongan penumpang bis Arimbi tadi bersama-sama menuju loket penjualan kapal Ferry. Kapal Ferry selalu beroperasi 24 jam untuk melayani angkutan penyebrangan dari pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. kami antri untuk membeli tiket Kapal Ferry yg berbentuk seperti kartu. dengan berjalan kaki (tanpa kendaraan ), calon penyebrang hanya perlu membayar sebesar Rp. 11.500 untuk sekali penyebrangan. jauh lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi (mobil) yg terkena biaya sekitar Rp.200.000 per mobil.
Setelah mendapatkan tiket, kami menuju Dermaga 1 Pelabuhan Merak. di Pelabuhan terpampang nama kapal, dermaga, dan jam keberangkatannya. dan kali ini kapal KMP Jatra 1 lah yang akan membawa kami menyebrang ke Pulau Sumatra. (ilustrasi gambar KMP Jatra 1)
Pukul 03.00 WIB Kapal berangkat dari dermaga 1 Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Angin malam berhembus sangat kencang membuat kami memilih tempat duduk yang terhindar dari angin malam. setiap Kapal Ferry memiliki fasilitas yang berbeda-beda dengan kapal lainnya. Ada kapal dengan fasilitas yg biasa saja, ada pula kapal yg dilengkapi dengan ruangan ber AC dan juga hiburan musik nya. Kapal Jatra 1 ini adalah salah satu kapal dengan ukuran kecil yg berlayar di selat sunda. Walaupun begitu, kapal ini tetap dilengkapi alat keamanan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan di tengah laut.
Perjalanan menyebrang ke Pulau Sumatra memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam tergantung cuaca. dan kami sedang beruntung karena dengan waktu 2,5 jam kami sudah merapat di Pelabuhan Bakauheni.
Matahari mulai bangkit dari tidurnya. kami menikmati sunrise pagi ini dari atas kapal yang hampir tiba di Pelabuhan Bakauheni. Matahari mulai menerangi pulau-pulau kecil yang bertaburan di dekat pelabuhan.
Dari atas kapal, kita sudah bisa melihat Menara Siger yg menjadi simbol dari Provinsi Lampung. inilah tujuan kami di Pulau Sumatra ini ( Menara yg berwarna Kuning diatas bukit inilah yg dinamakan Menara Siger )
Nahkoda kapal membunyikan klakson sebagai tanda kapal siap merapat. "Pooooot poooott", kira" begitu bunyinya. Para penumpang bersiap untuk turun, berdiri di dekat tangga penyebrangan dengan pengawasan dari awak kapal. Dan, akhirnya kami menginjakkan kaki di Pulau Sumatra.
Para penumpang secara beramai-ramai berjalan menusuri jembatan hingga terminal bis Bakauheni. Di terminal Bakauheni yg letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju kota Rajabasa, Lampung. tersedia pula Travel untuk lebih mempercepat sampai di depan rumah. Akan tetapi, buat kami tidak memerlukan bis atau Travel untuk menuju Menara Siger. jarak dari pelabuhan Bakauheni menuju Menara Siger dapat ditempu sekitar 30menit dengan berjalan kaki, atau 10 menit dengan menggunakan ojeg dari pelabuhan. Demi kesehatan alias ngirit, saya dan Herry memilih berjalan kaki sampai menuju Menara.
Setelah menunaikan sholat subuh di Mushola Pelabuhan, kami segera mencari ibu-ibu penjual kopi keliling yang biasa menjual kopi nya kepada para penumpang ataupun supir bis dan truck yang antri sambil menunggu masuk kapal. kami menghampiri seorang ibu yg sedang istirahat dibawah pohon di sekitar parkiran truck untuk membeli secangkir kopi hangat untuk mengawali semangat kami pagi ini. Ditambah dengan semangkuk mie instan kami menikmati pagi ini di Pulau Sumatra, Pulau tempat kami berasal. setelah tubuh hangat, kami memulai perjalanan pendakian kami menuju Menara Siger.
Jam 7 pagi kami tiba di Menara Siger. kami segera masuk ke dalam untuk registrasi sebagai pengunjung. kami disambut oleh seorang petugas berseragam. setelah menjelaskan maksud dan tujuan kami, kami diperbolehkan masuk dengan membayar Rp.5000 rupiah. oke, waktunya menikmati indahnya ujung selatan Sumatra dan laut nya yg membentang luas.
pukul 11 siang, kami siap untuk menyebrang. dengan membayar tiket kapal yg sama seperti berangkat, yaitu sebesar Rp.11.500, kami lalu menaiki jembatan penyebrangan untuk menuju kapal
Kami akan kembali ke Pulau Jawa dengan menumpangi KMP Nusa Jaya. kapal yg cukup besar dan nyaman.
Saya(Fadri) dan teman saya Herry, menetapkan bahwa Jum'at malam adalah waktu yang tepat untuk bermain ke Menara Siger, Lampung selatan. dengan membawa kebutuhan seadanya seperti baju ganti 1 buah, sabun pencuci muka, minyak wangi, dan kamera sebagai teman setia kami dalam setiap perjalanan yang kami lakukan. Saya dan Herry adalah teman satu komunitas Penggemar Bis Indonesia dengan nama BisMania Community. setelah memastikan barang bawaan kami, kami berangkat menuju terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tujuan pertama kami adalah menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Malam itu waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, suasana di terminal kampung rambutan tidak terlalu ramai, namun tetap banyak penumpang dengan tujuan yg beragam. tidak terlalu lama bagi kami untuk menunggu bis tujuan Merak. Arimbi, adalah nama bis yg kami tumpangi untuk menuju Merak. selain Arimbi, ada juga bis Armada, Laju Prima, Primajasa, SM Prima, Alimun Jaya untuk menuju Merak. Bismillah, perjalanan kami pun dimulai.
Dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp.17.000 kita bisa menuju kota Merak dengan fasilitas bis Ac dengan konfigurasi seat 2-3. cukup murah kan? perjalanan menuju Merak kurang lebih 3 jam, dan kami memanfaatkan waktu tersebut untuk tidur akibat kelelahan aktivitas siang harinya.
Tepat pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari, kami tiba di terminal Merak, Banten. para penumpang segera turun dan melanjutkan perjalanan mereka. ternyata, walaupun malam hari, sangat banyak penumpang pejalan kaki untuk menyebrang ke pulau Sumatra. kami bersama rombongan penumpang bis Arimbi tadi bersama-sama menuju loket penjualan kapal Ferry. Kapal Ferry selalu beroperasi 24 jam untuk melayani angkutan penyebrangan dari pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. kami antri untuk membeli tiket Kapal Ferry yg berbentuk seperti kartu. dengan berjalan kaki (tanpa kendaraan ), calon penyebrang hanya perlu membayar sebesar Rp. 11.500 untuk sekali penyebrangan. jauh lebih murah dibanding membawa kendaraan pribadi (mobil) yg terkena biaya sekitar Rp.200.000 per mobil.
Setelah mendapatkan tiket, kami menuju Dermaga 1 Pelabuhan Merak. di Pelabuhan terpampang nama kapal, dermaga, dan jam keberangkatannya. dan kali ini kapal KMP Jatra 1 lah yang akan membawa kami menyebrang ke Pulau Sumatra. (ilustrasi gambar KMP Jatra 1)
Pukul 03.00 WIB Kapal berangkat dari dermaga 1 Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Angin malam berhembus sangat kencang membuat kami memilih tempat duduk yang terhindar dari angin malam. setiap Kapal Ferry memiliki fasilitas yang berbeda-beda dengan kapal lainnya. Ada kapal dengan fasilitas yg biasa saja, ada pula kapal yg dilengkapi dengan ruangan ber AC dan juga hiburan musik nya. Kapal Jatra 1 ini adalah salah satu kapal dengan ukuran kecil yg berlayar di selat sunda. Walaupun begitu, kapal ini tetap dilengkapi alat keamanan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan di tengah laut.
Perjalanan menyebrang ke Pulau Sumatra memakan waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam tergantung cuaca. dan kami sedang beruntung karena dengan waktu 2,5 jam kami sudah merapat di Pelabuhan Bakauheni.
Matahari mulai bangkit dari tidurnya. kami menikmati sunrise pagi ini dari atas kapal yang hampir tiba di Pelabuhan Bakauheni. Matahari mulai menerangi pulau-pulau kecil yang bertaburan di dekat pelabuhan.
Dari atas kapal, kita sudah bisa melihat Menara Siger yg menjadi simbol dari Provinsi Lampung. inilah tujuan kami di Pulau Sumatra ini ( Menara yg berwarna Kuning diatas bukit inilah yg dinamakan Menara Siger )
Nahkoda kapal membunyikan klakson sebagai tanda kapal siap merapat. "Pooooot poooott", kira" begitu bunyinya. Para penumpang bersiap untuk turun, berdiri di dekat tangga penyebrangan dengan pengawasan dari awak kapal. Dan, akhirnya kami menginjakkan kaki di Pulau Sumatra.
Para penumpang secara beramai-ramai berjalan menusuri jembatan hingga terminal bis Bakauheni. Di terminal Bakauheni yg letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Bakauheni ini, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju kota Rajabasa, Lampung. tersedia pula Travel untuk lebih mempercepat sampai di depan rumah. Akan tetapi, buat kami tidak memerlukan bis atau Travel untuk menuju Menara Siger. jarak dari pelabuhan Bakauheni menuju Menara Siger dapat ditempu sekitar 30menit dengan berjalan kaki, atau 10 menit dengan menggunakan ojeg dari pelabuhan. Demi kesehatan alias ngirit, saya dan Herry memilih berjalan kaki sampai menuju Menara.
Setelah menunaikan sholat subuh di Mushola Pelabuhan, kami segera mencari ibu-ibu penjual kopi keliling yang biasa menjual kopi nya kepada para penumpang ataupun supir bis dan truck yang antri sambil menunggu masuk kapal. kami menghampiri seorang ibu yg sedang istirahat dibawah pohon di sekitar parkiran truck untuk membeli secangkir kopi hangat untuk mengawali semangat kami pagi ini. Ditambah dengan semangkuk mie instan kami menikmati pagi ini di Pulau Sumatra, Pulau tempat kami berasal. setelah tubuh hangat, kami memulai perjalanan pendakian kami menuju Menara Siger.
Jam 7 pagi kami tiba di Menara Siger. kami segera masuk ke dalam untuk registrasi sebagai pengunjung. kami disambut oleh seorang petugas berseragam. setelah menjelaskan maksud dan tujuan kami, kami diperbolehkan masuk dengan membayar Rp.5000 rupiah. oke, waktunya menikmati indahnya ujung selatan Sumatra dan laut nya yg membentang luas.
(foto di depan Menara Siger )
(Foto di belakang Menara Siger )
(Menara Siger tampak Utuh )
( Foto di tulisan besar "LAMPUNG " )
( tampak Pelabuhan Bakauheni dari Menara Siger )
( ada juga saung untuk beristirahat )
( sejauh mata memandang )
( Herry (kiri) dan Saya )
Dan masih banyak lagi pemandangan indah yg bisa kita dapatkan disini. berhubung hari sudah siang, kami sudah harus kembali ke jakarta pada sore harinya untuk menjalankan aktivitas kami. Walaupun sebentar, tapi kami puas, menambah dan menikmati banyak pengalaman yang terjadi di setiap perjalanan kami. 3 jam kami berada di sini, tepat pukul 10 pagi kami kembali ke Pelabuhan Bakauheni, dengan berjalan kaki lagi tentunya.
sebelum nyebrang, kami makan dulu di rumah makan padang yg terletak di tepi jalan dekat menara.
Sambil nunggu kapal penuh oleh penumpang dan kendaraan yang akan menyebrang, kami mengambil foto beberapa kejadian menarik bagi kami sebagai pelengkap dokumentasi perjalanan kami. berikut adalah beberapa foto tersebut:
(Antrian kendaraan untuk menyebrang )
( bis IMI di geladak kapal )
( bis ALS memasuki kapal )
( gambaran Pelabuhan Bakauheni )
Demikian lah perjalanan kami ini, semoga masyarakat menjadi lebih tau bahwa Indonesia memiliki berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, tidak perlu budget besar, tidak perlu waktu yang lama, maka Menara Siger lah salah satu tempat yang bisa menjadi tujuan Anda. :)
Senin, 25 April 2011
Wisata Nusa Lembongan - Bali
Pulau Lembongan yang dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan merupakan sebuah pulau kecil yang berada di sebelah barat laut Nusa Penida serta berada di Selat Badung, Nusa Lembongan yang memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali, Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.
Kebanyakan masyarakat Nusa Lembongan menggantungkan hidupnya dengan menjadi petani rumput laut. Sebagian lagi bekerja di sektor pariwisata dan sektor penunjang pariwisata. Nusa Lembongan terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungubatu. Desa Lembongan membawahi 6 dusun dan 12 banjar adat, yang wilayahnya berada di dua pulau yakni sebagian besar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.
Desa Lembongan banyak mempunyai tempat-tempat menarik untuk dikunjungi wisatawan seperti pantai berpasir putih yang sangat menarik, goa alam dan buatan yang unik, tebing laut yang menantang, rawa-rawa yang penuh misteri yang menarik minat pengunjung untuk datang dan banyak lagi yang menarik di Desa Lembongan.
Pantai-pantai yang menarik dan terkenal di Desa Lembongan antara lain; Pantai Tanjung Sanghyang, Dream Beach, Selagimpak, Selambung, Sunset Beach, Pemalikan, Lebaoh (pantai pusat rumput laut) dll. Tempat-tempat lain yang ramai dikunjungi wisatawan antara lain; Rumah Bawah Tanah (Underground House) Gala-gala, Goa Sarang Walet Batu Melawang, Art Shop Center Buanyaran, Rawa-rawa Pegadungan, Tempat Romantis Kolong Pandan Sunset Park dll.
Transportasi dari dan ke Nusa Lembongan dan Desa Lembongan dengan Pulau Bali ditempuh melalui jalur laut yakni; dari dan ke Bali timur melalui jalur Pelabuhan Tri Buwana - Bias Munjul Ceningan kangin, dari dan ke Bali Barat melalui jalur Pelabuhan Sanur Denpasar - Pelabuhan Tanjung Sanghyang Lembongan. Lama perjalanan dari sanur menuju Tanjung Sanghyang Lembongan sekitar 1 - 1,5 jam menggunakan jukung (jangolan) dan sekitar 30 menit kalo menggunakan speed boat. Transportasi dari dan ke Desa Lembongan ada yang pagi hari menggunakan jukung, siang dan sore menggunakan speed boat.
Tidak seperti di Kuta, Tanah Lot, Dreamland.. sesampainya di Nusa Lembongan, Anda akan disambut pantai yang berpasir putih dengan laut yang jernih dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni serta trumbu karang yang indah dan beraneka warna... alamnya yang masih "perawan" yang belum tersentuh oleh tangan-tangan jahil, tetapi walaupun masih alami di sana sudah dilengkapi beberapa fasilitas yang siap memanjakan Anda seperti: hotel/bungalow, restoran, tempat pertunjukan kesenian, sampai objek wisata laut untuk menyelam dan menyaksikan terumbu karang yang indah di dalamnya.
So buat yang pengen mengisi liburan ke Bali.. tidak ada salahnya berkunjung ke Nusa Lembongan..








Artikel Wisata Terbaik Lainnya:
■ Menikmati Pasir Putih Pulau Sepa – Kepulauan Seribu
■ Pesona Kecantikan Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara
■ Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”
■ Air Terjun Coban Rondo - Malang
■ "Pantai Ngurbloat dan Ngurtafur" Siapa yang Tak Bermimpi Bisa ke Sana?
■ Menikmati Pasir Putih Pulau Sepa – Kepulauan Seribu
■ Pesona Kecantikan Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara
■ Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”
■ Air Terjun Coban Rondo - Malang
■ "Pantai Ngurbloat dan Ngurtafur" Siapa yang Tak Bermimpi Bisa ke Sana?
Minggu, 17 April 2011
Air Terjun Coban Pelangi - Malang
Selain Air terjun coban Rondo, di Kabupaten Malang Juga terdapat satu lagi Air Terjun Exotic, yaitu Air Terjun Coban Pelangi. Air Terjun Coban Pelangi Memang belum seterkenal Air Terjun Coban Rondo, tapi Soal Keindahan, Air Terjun Coban Pelangi boleh diadu. Air terjun coban pelangi berada di jalan menuju gunung bromo, jika anda ingin pergi ke gunung bromo, maka tidak ada salahnya jika anda singgah dan menikmati keindahan air terjun coban pelangi untuk melepas kepenatan perjalanan. Sebab untuk masuk ke lokasi Air Terjun, anda hanya akan dibebani dengan biaya Rp. 3100.
Setelah itu anda diperbolehkan menikmati Pesona keindahan Air Terjun ini sepuasnya. Tapi sabar dulu, anda masih akan berjalan menysuri bukit dengan kemiringan sekitar 45 derajat, dan menyusuri anak sungai untuk mencapai air terjun ini. Tentu ini sebanding dengan uang yang anda keluarkan.. hehe.. Total waktu perjalanan dari loket karcis menuju ke Air Terjun adalah sekitar 20 Menit.. Kedengarannya capek juga, tapi tenang saja, anda akan detemani oleh keindahan alam yang memukau, ditambah dengan suara kicau burung, membuat perasaan capek anda seakan sirna begitu saja. Apalagi jika anda sudah sampai ke lokasi Air Terjun maka terbayar sudah semua kata capek anda selama perjalanan. Dalam perjalanan ke Lokasi air tejun juga terdapat sebuah jembatan kecil yang terbuat dari bambu, jembatan ini biasa disebut dengan jembatan cinta, Pasalnya Jembatan ini hanya bisa dilewati oleh dua orang saja, ditambah dengan suara gemercik air dan kicau burung disekitar jembatan ini memang menimbulkan suasana romantis.



Artikel Wisata Terbaik Lainnya:
■ Kenyamanan di Pantai Sundak - Yogyakarta
■ Pesona Kecantikan Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara
■ Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”
■ Air Terjun Coban Rondo - Malang
■ "Pantai Ngurbloat dan Ngurtafur" Siapa yang Tak Bermimpi Bisa ke Sana?
■ Kenyamanan di Pantai Sundak - Yogyakarta
■ Pesona Kecantikan Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara
■ Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”
■ Air Terjun Coban Rondo - Malang
■ "Pantai Ngurbloat dan Ngurtafur" Siapa yang Tak Bermimpi Bisa ke Sana?
Rabu, 13 April 2011
Menikmati Pasir Putih Pulau Sepa – Kepulauan Seribu
Selain Pulau Tidung, di gugusan Kepulauan Seribu masih terdapat lagi satu tempat wisata alternative bagi anda warga ibukota. Pulau Sepa namanya, Sekitar 90 menit perjalanan dari marina ancol.
Pulau sepa merupakan pulau yang masih natural untuk alamnya. Jika anda merasa jenuh dengan suasana Jakarta yang penuh dengan ke bisingan dan kemacetan lalulintas serta pekerjaan yang tidak ada habisnya, cobalah anda menenangkan hati dengan ber wisata ke Pulau Sepa. Dari Jakarta bisa menggunakan transportasi pribadi atau rental kendaraan. Untuk mengurangi kebosanan perjalanan dari Jakarta dengarkanlah musik dari audio mobil anda, atau hiburan lainnya. Nah, di Pulau Sepa anda dapat menikmati tiupan angin laut, serta mendengarkan deburan ombak, pasir putih yang begitu landai, dan ada pula dermaga pancing.
Pulau Sepa dapat dikelillingi dengan berjalan kaki, karena pulau sepa tidak terlalu besar luasnya. Untuk menuju Pulau Sepa dengan menggunakan speed boat di dermaga 19 Marina Ancol. Untuk masuk ke dalam Marina Taman Impian Ancol, akan kami berikan tiket masuk ancol. Dalam menuju perjalanan ke pulau sepa, akan melewati Pulau Ayer, Pulau Bidadari, Pulau Kotok, serta pulau pulau penduduk. Ada pula Pulau Putri yang berdekatan dengan Pulau Sepa. dan ada pulau Pantara tetapi jaraknya masih setengah lagi dari pulau sepa. Jika anda ingin melihat pulau pulau yang dekat dari pulau sepa, anda dapat menyewa kapal dengan harga terjangkau, dan perjalanan menuju pulau pulau sekitar hanya 10 - 15 menit.
Di Pulau Sepa ada beberapa akkomodasi seperti type penyu, gurita, flipper, hiu, kakap. letak letak cottage tersebut berada di pinggir pantai / sea view. Cottage di pulau ini sangat bersih dan rapi. fasisitas dalam cottage terdapat AC, TV, Shower , 2 tempat tidur kecil atau 1 yang besar. Fasilitas pulau sepa terdapat water sport (jetski, banana boat, cano), discotiq, arena bermain anak, restoran, ruang meeting, dermaga pancing, marine walker ( berjalan dalam dasa laut). Anda ingin coba marine walker bisa. Marine walker dengan menggunakan penutup di kepala (semacam helm) .anda pasti terkagum kagum melihat indahnya trumbu karang, serta ikan yang berwarna warni. Jika anda mempunyai rencana untuk mengadakan gathering di Pulau seribu coba ke Pulau Sepa. Di pulau sepa tersedia paket out bond.





Rabu, 06 April 2011
Gan! Tukar Link yuk!!
Bagi Agan-agan blogger yang mau bertukar link teks dengan blog ini, silahkan pasang link blog ini di blog teman dengan anchor text "Wisata Exotis Indonesia". Atau bisa langsung dengan memasang script berikut:
<a href=”http://indoexland.blogspot.com/”>Wisata Exotis Indonesia</a>
Tidak ada syarat khusus untuk bertukar link dengan blog ini, cukup anda mempunyai blog atau website dan memasang link ke blog ini, maka saya akan memasang link balik sesegera mungkin. Hanya saja, jika link blog ini dicantumkan di sidebar, maka saya akan memasang link anda di sidebar blog ini juga, dan begitu juga kalau anda memasang link blog ini pada halaman khusus maka saya juga akan memasang link anda pada halaman ini.
A↓
B↓
C↓
D↓
E↓
F↓
G↓
I↓
J↓
K↓
L↓
M↓
N↓
O↓
P↓
Q↓
R↓
S↓
T↓
U↓
V↓
W↓
X↓
Y↓
Z↓
Serta jangan lupa tinggalkan komentar pemberitahuannya jika link blog ini sudah terpasang di blog anda..
Harap Maklum, & Saya tunggu partisipasinya.
-Thanks - :)
Senin, 21 Maret 2011
Pesona Kecantikan Kepulauan Banggai - Sulawesi Tenggara
Indonesia memang kaya sekali dengan keindahan lautnya, sebut saja yang sudah dikenal seperti Pantai Senggigi di NTB, Raja Ampat di Papua, Bunaken di Sulawesi Utara dan Mentawai di Sumatra Barat. Mungkin sekedar saran, dari sekian banyak obyek wisata laut yang sudah pernah dikunjungi, satu lagi referensi yang wajib untuk di jelajahi adalah Kepulauan Banggai dan Pulau Peling, Banggai Kepulauan (Bangkep) yang merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi tengah yang terletak dibagian pantai timur Pulau Sulawesi.
Tidak banyak orang mengenal nama Pulau Peling. Padahal, mutiara di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, itu menyimpan pesona alam yang luar biasa. Masalah transportasi masih menjadi hambatan untuk menjangkau pulau kecil itu. Paling tidak dibutuhkan waktu selama tiga jam, untuk mendapati pesona mutiara di Kepulauan Banggai itu dari Pelabuhan Luwuk, dengan menumpang kapal Aldus. Kapal itu tidak terlalu besar. Jadi, bersiap-siaplah berdesak-desakan dengan penumpang lain sambil disirami angin laut dari luar kapal.
Pulau Peling, dengan luas 2.340 kilometer persegi, merupakan satu dari ratusan pulau di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Pemandangan laut luar biasa. Airnya yang jernih, Pohon kelapa tersebar di mana-mana. Di temapat itu juga ada kolam renang yang bersumber dari mata air. Sangat alami. Warga setempat menyebutnya Mata Air Luwuk Panenteng, airnya benar-benar bening dan memberikan kesegaran.
Untuk mencapai Bangkep perlu menggunakan berbagai jenis transportasi. Rute perjalanan saya diawali dengan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (kalau dari Jakarta), atau Bandara Juanda (dari Surabaya) menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makasar, dari Makasar dilanjutkan dengan penerbangan ke Bandara BUbung Luwuk dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Batvia Air.
Dari Kota Luwuk, untuk mencapai Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menggunakan transportasi "kapal kayu" yang secara reguler beroperasi tiap hari. Jika ingin membayangkan "kapal kayu" hampir sama dengan kapal kayu yang ditumpangi pada saat mau pergi ke kepulauan seribu dari muara angke ke pulau tidung sambil menikmati pemandangan lautnya sangat menyenangkan.
Sebenarnya untuk perjalanan Ke Banggai Kepulauan ada dua alternatif yang bisa dipilih, pertama rute : Jakarta-Makasar-Luwuk, kedua rute : Jakarta-Palu-Luwuk. Rute kedua akan memakan waktu lebih lama dari rute yang pertama. karena rute kedua berangkat dari Bandara Cengkareng Jakarta ke Bandara Mutiara Palu dengan Maskapai Penerbangan Batavia Air tanpa transit. Tiket Jakarta-Palu promo IDR 700 ribuan, kemudian dari Palu menuju ibukota Kabupaten Banggai Luwuk ditempuh melalui jalan darat (Bus/dengan kendaraan carteran). Palu - Luwuk dengan jarak sekitar 350 km. Dari Luwuk ke Pulau Peleng dengan ferri kurang lebih ditempu 3-4 jam perjalanan. Sedangkan Luwuk ke Pulau Banggai dilayani oleh perahu motor kayu waktu tempuh antara 8 - 12 jam.







Langganan:
Postingan (Atom)












