Rabu, 14 November 2012

Menantang Ombak Pantai Lagundri di Pulau Nias

Pantai Lagundri merupakan salah satu pantai terbaik yang ada di pulau Nias, Sulawesi Utara. Lagundri berlokasi di kabupaten Nias selatan, tidak jauh dari pantai Sorake. Salah satu pantai yang cocok untuk surfing pemula hingga master adalah pantai Lagundri yang terletak di pulau Nias, ombaknya memberikan sensasi yang luar biasa, bahkan sebagian orang mengatakan ombak ke dua setelah hawai. Pantai Lagundri adalah salah satu pantai yang terletak di kabupaten Nias Selatan. Salah satu yang membuat ombak di Lagundri ini ideal bagi selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan mengalir besar. Pantai ini merupakan salah satu tujuan surfer lokal maupun luar negeri.

Para seurfer dapat menjajal lipatan gelombang yang tingginya mampu mencapai 6 hingga 9 meter dengan berbagai tingkatan. Tidak hanya itu panjang daya dorong ombak di kawasan pantai Lagundri bahkan bisa mencapai 200 meter. Setiap tahun banyak wisatawan terutama wisatawan mancanegara yang mengunjungi pantai ini. Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang rutin  diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi lautannya. 

Pantai Lagundri sangat bagus untuk tujuan wisata. Pasalnya, di sepanjang Pantai Lagundri dan Pantai Sorake berjajar homestay yang siap melayani dan membuai wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai. Tarifnya cukup semurah penginapan melati. Sampai saat ini kalau kita naik feri dari Sibolga menuju Gunung Sitoli atau naik pesawat dari Polonia Medan ke Binaka, akan menjumpai banyak sekali turis mancanegara. Mereka adalah penggemar olahraga selancar yang akan ke Pantai Sorake dan menikmati keindahan pantai pasir putih di Lagundri. Wajar saja mereka berdatangan ke sana. Sebab, Sorake dan Lagundri disebut-sebut sebagai tempat selancar paling baik kedua setelah Hawaii. Bagi anda yang ingin berkunjung, disarankan untuk datang bulan April atau Mei untuk mendapatkan ombak yang besar dan menantang untuk berselancar ria.



 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara

 Pantai Lagundri di Pulau Nias- Sumatera Utara



Sabtu, 10 November 2012

Suasana Surga di Pantai Tanjung Bira


Di seberang pantai yang indah, ternyata masih menyimpan pesona keindahan lain yang terbentang di depannya. Itulah Tanjung Bira, pantai di Sulawesi Selatan, yang di dekatnya terdapat gugusan pulau-pulau kecil dengan kekayaan alam di atas dan bawah lautnya yang cantik. Tanjung Bira adalah salah satu destinasi wisata favorit di Sulsel. Pantai ini terletak di daerah ujung paling selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. atau sekitar 40 km dari Kota Bulu Kumba, atau 200 km dari Kota Makassar. yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum dengan waktu perjalanan dari Kota Makassar ke Tanjung Bira sekitar 3 atau 3,5 jam. Hamparan pasir putih dan sejumlah fasilitas wisata akan memanjakan pengunjung. Baik wisatawan domestik maupun manca negara. 

Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Wisata pantai Tanjung Bira dikenal termasuk pantai yang  bersih, tertata rapi, dan, air lautnya yang jernih, dan deretan batu karang yang rapi menambah eksotisnya wisata pantai Tanjung Bira. Belum lagi keindahan bawah lautnya yang membuat wisatawan semakin penasaran ingin berkunjung ke wisata pantai yang memiliki suasana keindahan bagai surga ini. Keindahan dan kenyamanan pantai ini terkenal hingga ke manca negara. Turis dari pelbagai negara banyak yang berlibur di tempat ini. 

Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Wisatawan biasanya menghabiskan waktu untuk berenang, berjemur, snorkeling, diving, dan yang pasti menikmati indahnya matahari terbenam saat senja. Wisata pantai ini juga menyediakan fasilitas speedboat jika wisatawan ingin berkeliling pantai atau berkunjung ke beberapa pulau yang ada di sekitar pantai Tanjung Bira.

Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Di tepi-tepi pantai banyak terdapat warung-warung yang menjual makanan atau minuman. Selain itu di kawasan pantai juga banyak sekali penginapan-penginapan dan restoran. Anda tidak perlu khawatir kalau ingin bermalam di Tanjung Bira. Kalau Anda ke Bira dengan angkutan umum, rasanya tidak bisa tidak, harus bermalam. Mengingat angkutan umum dari Bira ke Makassar saat sore hari sudah sulit ditemukan, bahkan mungkin tidak ada. Ada banyak alternative penginapan. Mulai dari yang murah hingga yang mahal. Disesuaikan saja dengan kantong. (src: berbagai sumber)

Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan
Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan

Rabu, 07 November 2012

Ngarai Sianok Bukit Tinggi yang Begitu Menghipnotis

Ngarai Sianok Bukit Tinggi yang Begitu Menghipnotis - Bagi para pecinta alam pasti tidak asing dengan tempat satu ini. Sebuah lembahcuram yang dan di dasarnya mengalir anak sungai yang berliku di antara celah-celah tebing terjal dengan latar belakang Gunung Singgalang. Ngarai Sianok ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau – hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) – yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa Minangkabau) yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi dengan Kecamatan IV Koto,Kabupaten Agam,Sumatera Barat. Karena dialiri “Batang Sianok” yang artinya sungai yang jernih, ngarai atau lembah ini disebut Ngarai Sianok. Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yang disaranai oleh suatu organisasi olahraga air “Qurays”. Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam.

Ngarai Sianok ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik dan patut anda kunjungi.

Keindahan Lembah Raksasa Ngarai Sianok Bukittinggi ini membuat banyak pengunjungnya kagum, kenapa tidak, pandangan yang luas dari Sianok Grand Canyon terlihat begitu cantik. Sayang sekali jika anda ke sini dan menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan wisata untuk Padang tour atau Bukittinggi tour, namun tidak membawa kamera untuk mendokumentasikan perjalanan anda.

Panorama yang dapat memandang luas keindahan Ngarai Sianok ini pun ditempatkan di salah satu sisi jurang yang mudah diakses dari Bukittinggi, sehingga Pandangan terbuka pun menjadi Panorama ini favorit untuk di Kunjungi di Kota Bukittinggi. Ngarai Sianok juga menyajikan wisata sejarah, yakni Lobang Jepang. Lobang Jepang ini dibangun pada saat Perang Dunia Dua oleh penduduk setempat. Letaknya 40 meter di bawah tanah dan merupakan sebuah terowongan perlindungan yang dibangun untuk kepentingan pertahanan.

Untuk mencapai Taman Panorama Ngarai Sianok yang berjarak sekitar 1 km dari pusat Kota Bukittinggi (kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas) dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sembari menikmati kesejukan udara Bukittinggi. Pemandangan Ngarai yang memukau bisa dinikmati dari sana seraya melihat kelincahan monyet-monyet ngarai yang hidup bebas di kawasan Taman tersebut.



Ngarai

Ngarai

Ngarai

Ngarai

Ngarai


Sabtu, 03 November 2012

Pulau Beras Basah, Pulau Imut nan Eksotis di Bontang

Di Kalimantan memang terdapat banyak sekali pantai yang indah, salah yang paling eksotis ialah Beras Basah, Pantai ini terdapat di sebuah pulau imut (baca: kecil) yang bernama sama dengan pantainya, yaitu Pulau Beras Basah. Terletak di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pulau ini terbilang kecil. Saking kecilnya mungkin luasnya hanya sekitar satu atau dua kali luas lapangan bola. Namun demikian, pulau ini terlihat bersih dengan pantai yang landai dan berpasir putih. Ombaknya pun tidak terlalu besar. Oleh karena itu anda bisa berenang sepuasnya ditempat ini.

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Dinamakan Pulau Beras Basah karena dulunya ada kapal besar yang membawa beras dari Sulawesi. Dalam perjalanannya, kapal ini diterjang ombak besar. Khawatir tenggelam, muatan pun diturunkan di pulau ini. Beras pun menjadi basah oleh siraman ombak, sehingga sejak itu disebut Pulau Beras Basah.

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Di pantai pulau beras basah ini, Air laut terlihat begitu jernih. Kita dapat melihat berbagai tumbuhan laut dan ikan-ikan kecil dengan mata telanjang. Mercusuar yang terlihat dari kejauhan, menandakan kita sudah dekat dengan bibir Pantai Beras Basah. Pantai Beras Basah memiliki pasir yang putih. Cocok untuk melepas lelah sambil berwisata menikmati pemandangan alamnya yang masih sangat alami.

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Pantainya yang berpasir putih lembut sangat memesona dengan air laut yang sebening Kristal. Pulau Beras Basah mempunyai daya tarik sendiri dengan keheningan alami yang menakjubkan. Garis pantainya yang melengkung membingkai air laut yang berwarna biru kehijauan. Bentangan pasirnya yang berwarna putih kecokelatan seperti merica. Lapisan pasir yang kelembutannya seperti sebuah bentangan karpet tebal yang empuk sehingga  kaki terasa tenggelam dalam pasir dan telapak kakimu seperti dipijat digelitiki oleh butiran halusnya.
Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur

Pulau ini sangat cocok bagi anda ingin berlibur bersama keluarga, teman-teman ataupun bagi anda yang ingin menikmati suasana ketenangan. Panorama pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi membuat keunikan tersendiri di pulau ini.

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Salah satu ciri khas dari Pulau Beras Basah adalah menara putih. Menara ini berbentuk kerucut berwarna putih mirip menara mercusuar. Entah sejak kapan menara ini dibangun. Kata orang-orang sudah lama menara ini ada dan sampai sekarang masih kokoh berdiri. Dari kejauhan menara ini tampak tinggi menjulang dan terletak di bagian ujung pulau.

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Bukan hanya itu saja, para pengunjung Pulau Beras Basah juga bisa melakukan snorkeling untuk menikmati keindahan alam bawah laut yang ada di wilayah itu. Pulau beras basah juga berdekatan dengan pulau menarik lainnya seperti Pulau Segajah, pulau yang hanya muncul saat air laut surut dan kemudian tenggelam saat air Dan juga  berdekatan dengan perkampungan nelayan yaitu Selangan. Di tempat itu, terdapat banyak keramba ikan. Anda bisa membeli ikan dan membakarnya langsung disana. (src:  berbagai sumber)

Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur
Pulau Beras Basah, Bontang, kalimantan Timur

Kamis, 01 November 2012

Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit


Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit

Air Terjun Dwiwarna Sibolangit - Pada artikel kali ini saya akan berbagi informasi mengenai tempat wisata air terjun yang cukup eksotis di daerah Sumatera Utara (Sumut). Air terjun ini bernama Air terrjun Dwi Warna, berada di bumi perkemahan sibolangit sekitar 1-2 jam waktu tempuh dari Medan ibukota provisnsi Sumut menggunakan kendaraan pribadi. Tapi sabar dulu, anda masih harus menempuh lagi dengan berjalan kaki sekitar 1, 5 jam dari bumi perkemahan tersebut. Dalam perjalanan anda akan ditemani pemandangan yang masih sangat ‘perawan’. Menyebrangi sungai yang jernih, udara segar, kicauan burung, bunyi gemercik air, itulah “pacar” yang akan selalu menemani anda selama perjalanan yang meletihkan.
Pada beberapa spot terdapat daerah yang curam. Untuk turun dapat menggunakan tali yang sudah disediakan disitu. Perjalanan tidak akan begitu sulit karena mungkin sudah sering dilalui oleh manusia sehingga jalan menuju air terjun tidak begitu menjadi hambatan. Hanya saja karena perjalanan terus mendaki maka energi anda akan cepat terkuras. Kenikmatan terasa di dalam hutan sambil memperhatikan berbagai spesies yang ada di dalam hutan menuju dwi warna tersebut.
 Aliran sungai dari air terjun dwi warna akan kita lewati sebelum sampai ke tujuan. Dari sungai tersebut banyak terdapat batu-batu besar yang membantu anda untuk melewati sungai. Dinginnya air sungai tersebut dapat sejenak mengisyaratkan kita beristirahat sambil menikmati keindahan sungai dan mengambil moment-moment berupa foto.
Dan ketika anda sampai ke lokasi Air Terjun, dijamin segala kepenatan n keletihan anda akan terbayar sudah.  Dua air tejun eksotis yang memiliki danau di masing-masing air terjun dengan dikelilingi bukit-bukit kecil  berwarna hijau akan segera melepas semua beban perjalanan anda. Dengan perjalanan menuju air terjun ini yang agak sedikit menantang namun tetap indah maka bagi anda yang mempunya hobby fotografi dan petualangan maka tempat air terjun dwi warna  adalah salah satu dari sekian banyak tempat wisata Eksotis di Indonesia yang patut anda coba.



Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit

Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit

Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit

Sensasi Petualangan ke Air Terjun Dwiwarna Sibolangit


Minggu, 28 Oktober 2012

Eksotisme Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara


Eksotisme Air terjun Sipiso-piso - Objek wisata Air terjun Sipiso-piso yang terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, atau sebelah utara Danau Toba, sekitar 24 kilometer dari Kabanjahe, biasanya ramai dikunjungi wisatawan lokal yang mengisi liburan akhir pekan. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.

Dengan mengunjungi Desa Tongging, Anda akan menikmati pemandangan yang indah seperti kawasan wisata di Desa Tao Silalahi yang berada di dekatnya. Sebelum menikmati air terjun dari dekat, Anda akan disuguhi pemandangan indah Tanah Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran air terjun Sipiso-piso. Dari puncak bukit yang mengitari Air Terjun Sipiso-piso ini pula Anda dapat menyaksikan keindahan lansekap Danau Toba, sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.

Nama Air terjun sipiso-piso ini sendiri berasal dari kata Piso yang berarti pusau, tentunya anda sudah bisa membayangkan bentuk air terjun ini yang meluncur tajam bagaikan pisau dari atas tebing. Air terjun itu deras mengalir ke bawah mengiris bukit-bukit hijau yang ditumbuhi pohon pinus. Anda tidak hanya dapat melihat air terjun dari kejauhan, namun bisa juga turun lebih dekat ke bawah. Untuk mencapai dasar air terjun, para turis memang harus mengeluarkan sedikit tenaga ekstra. Tangga menuju bawah cukup jauh dan terjal sehingga pastikan bahwa anda memiliki stamina yang cukup serta membawa perbekalan seperti air mineral. Turunnya mungkin tidak terlalu menjadi masalah, namun untuk naik kembali ratusan anak tangga setelah selesai bersenang-senang di bawah tentu akan menguras energi.

Air Terjun Sipiso-piso punya pemandangan alam yang indah nan mempesona. Di antara tebing yang tampak kehijauan, turunlah kucuran air yang tak begitu besar. Dari sebuah pos pemantauan yang ada di Merek, anda bisa menikmati keindahan Sipiso-piso dan Danau Toba dari kejauhan.

Penginapan tentu menjadi hal yang penting bagi anda yang ingin berkunjung. Ketika berwisata di Air Terjun Sipiso-piso dan berkeinginan untuk bermalam, maka Anda dapat menemukan penginapan di Desa Tongging atau di Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Selain itu, bila Anda ingin mencari kenang-kenangan atau suvenir untuk keluarga di rumah, maka datangi saja berbagai penjaja suvenir khas Tanah Karo disekitar kawasan wisata ini.

Wisata Indonesia, termasuk juga wisata Air Terjun Sipiso-piso di Sumatera Utara ini memang sangat eksotis. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga dan mencintainya. Selamat berwisata, selamat menikmati titik eksotis di Indonesia.

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Air terjun Sipiso-piso - Sumatera Utara

Jumat, 26 Oktober 2012

Pulau Sabu dan Raijua “Surga Kecil yang Tersesat di Tengah Samudra”

Rasanya hanya sebagian kecil dari pembaca yang mengenal kedua pulau ini, oleh karena itu tak ada salahnya jika saya memperkenalkannya kepada anda yang belum tahu. Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah dua pulau kecil yang merupakan wilayah dari pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten ini dimekarkan dari Kabupaten Kupang pada Tahun 2009 lalu. Terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Sabu Barat, Sabu Tengah, Sabu Timur, Hawu LiaE, Hawu Mehara, dan Kecamatan Raijua.
Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) memiliki jumlah penduduk sekitar kurang lebih 75.000 orang dengan luas wilayah sekitar 467 Km2 Pulau Sabu dan Raijua memiliki satu Bahasa daerah (Bahasa Sabu) dan memiliki 5 dialek berbeda. Untuk komunikasi sehari-hari, orang di pulau ini biasanya menggunakan bahasa Melayu Kupang dan daerah Sabu dengan dialeknya masing-masing.
Letak Pulau Sabu dan Raijua yang jauh dari Kota dan Pulau-pulau besar di NTT, seakan membuat keduanya tersesat dalam kesendirian di tengah samudra. Meskipun di kedua pulau ini sudah ada 3 dermaga dan 1 lapangan udara kecil untuk pesawat merpati kecil, tapi tetap saja keduanya terisolir pada bulan-bulan tertentu, yaitu sekitar bulan November-Januari. Pada bulan-bulan itu biasanya cuaca tidak bersahabat dan gelombang laut bisa mencapai 3-4 meter sehingga membuat Kapal Fery yang merupakan alat transportasi utama warga pulau ini tidak beroperasi seperti biasa. Alternatifnya yaitu dengan menggunakan pesawat, tapi karena pesawat yang beroperasi ke pulau Sabu hanya pesawat kecil berkapasitas sekitar 20 orang. Maka otomatis orang-orang yang ingin masuk ataupun keluar dari kedua pulau ini menjadi tersendat. Sungguh ironis memang.

Waktu yang ideal untuk mengunjungi Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah pada bulan February-Oktober. Untuk ke Pulau Sabu yang merupakan pulau terbesar di kabupaten ini, bisa ditempuh Dengan menggunakan kapal Fery anda akan menempuh perjalanan sekitar 13 jam dari dermaga Bolog di Kota Kupang, atau sekitar 12 jam dari Kota Waingapu (Kabupaten Sumba Barat) dan sekitar 13 jam dari Kota Ende (Kabupaten Ende). Sedangkan dengan menggunakan pesawat, memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit yang hanya bisa ditempuh dari Bandara El-Tari Kota Kupang menuju Lapangan Udara Terdamu di Kecamatan Sabu Barat. Untuk ke Pulau Raijua sendiri hanya bisa ditempuh dari dermaga seba di pulau sabu menggunakan kapal kayu dan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam.

Terlepas dari segala kesusahannya, Pulau Sabu dan Raijua ternyata masih menyimpan pesona keindahan yang tidak mudah anda temukan di tempat lain. Meskipun kondisi tanah di kedua pulau ini tergolong tandus, tapi Air lautnya yang jernih dan pasir putih yang mengintari hampir seluruh bibir pantai kedua pulau ini seolah menjadi pesona tersendiri dari keduanya. Anda tidak usah pergi mencari-cari tempat lagi untuk menikmati keindahan pantai di kedua pulau ini, karena anda hanya cukup pergi ke pantai mana saja maka disitu anda akan disajikan dengan keindahan pantai pasir putih yang benar-benar masih “Perawan”. Satu lagi, semuanya masih gratisss…
Bisa dibilang pantai di Pulau Sabu dan Pulau Raijua tak kalah indah dibandingkan dengan Pantai Kuta dan Pantai Senggigi yang sangat tersohor itu, hanya saja keduanya kalah telak dalam hal fasilitas. Semoga saja dengan dimekarkannya Sabu dan Raijua menjadi daerah otonom sendiri, fasilitas penunjang pariwisata kedua pulau ini menjadi lebih diperhatikan.

Selain menikmati pesona keindahan pantainya, anda juga bisa menikmati wisata budaya seperti tarian daerah, jalan-jalan melihat situs adat, kegiatan upacara adat serta membeli berbagai souvenir tradisional khas Pulau Sabu dan Raijua untuk dijadikan kenang-kenangan. Bagi anda yang suka berpetualang melihat pesona keindahan alam dan budaya Indonesia yang masih “Perawan” dan tersembunyi, maka berlibur ke Pulau Sabu dan Pulau Raijua adalah sebuah pilihan yang tepat.