Minggu, 21 September 2014

Jam Gadang Bukittinggi, Surga bagi Streettogs Minang

Assalamualaikum

Wah, sudah lama sekali rasanya saya tidak mengisi blog ini. Pas saya cek udah banyak sarang laba-laba, bahkan di sisi kanan ada gelandangan lagi tidur disana. Haha becanda, mana mungkin ada.

Masih sibuk dengan skripsi (aduh), usaha dan hobi. Kali ini saya ingin berbagi tentang Street Photography. Sebelumnya saya sudah share mengenai Street Photography dengan kamera ponsel, sekarang saya akan menceritakan salah satu lokasi hunting street favorit saya, Bukittinggi. 

Kenapa saya buat judulnya surga bagi streettogs minang? Mungkin lebih seperti Kolkata di India ya, hehe. Di Sumatera Barat memang agak sulit menemukan lokasi yang memang cocok untuk street photography. Budaya berjalan kaki dan naik angkutan umum memang kurang disini. Walau bisa mengambil foto di cafe, restoran atau mall tapi saya lebih suka mencium bau aspal. Area keramaian di Sumatera Barat kebanyakan di pasar, namun pasar sudah hal yang biasa, kita coba yang lain, yang mirip-mirip sama luar negeri aja lah. Saya menemukan beberapa lokasi seperti Taman Imam Bonjol dan GOR Agus Salim (Padang), Lapangan Cindua Mato (Batusangkar) dan Jam Gadang (Bukittinggi). Diantara keempat lokasi ini saya paling suka di Jam Gadang, entah kenapa, saya juga bingung. Saya parkir disana, kalau dari padang sekitar 3 jam kesana. Saya menggunakan kamera Sony W730, kamera saku. Nah daripada penasaran, mending langsung aja cus ke hasil fotonya. 

Saya mendapatkan beberapa foto semiotik seperti di bawah ini





Ada juga beberapa foto street - up close/ in your face. Disini orang-orang cuek saja walaupun saya foto.





Dan beberapa foto lainnya, kebanyakan street - candid




Terima kasih, sekian dari saya, sampai ketemu lagi di lokasi lainnya.

Bagi pembaca yang ingin belajar tentang street photography bisa kunjungi akun saya di sini


Teruslah memotret, salam street.


Rabu, 11 Juni 2014

Inilah 15 Pantai Terindah di Sekitar Perairan Pacitan

Kabupaten Pacitan memang terkenal memiliki keindahan obyek wisata. Tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki keunggulan dari hamparan laut yang berada di kawasan Samudera Indonesia. Ada 17 pantai di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri di setiap obyek wisata pantai tersebut. Berikut keunikan dan keelokan pantai � pantai yang berada di Pacitan.

1.Pantai Banyu Tibo
Salah satu pantai di Pacitan yang layak menjadi referensi wisata anda adalah Pantai Banyu Tibo Pacitan. Yang unik, pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini adalah Air Terjun yang berada di pinggir pantai dimana kucucan airnya langsung terjun ke pantai Selatan.
Nama Banyu Tibo adalah nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar dimana air terjun tersebut berada. Arti Banyu Tibo menurut bahasa jawa adalah air yang jatuh. Yang membuat Banyu Tibo menjadi sangat menarik, yaitu air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai.

2.Pantai Buyutan
Pacitan juga mempunyai pesona Pantai Pasir putih lainnya yang tak kalah eloknya dengan Pantai Srau, Watukarung, maupun Klayar. Pantai Buyutan adalah nama Pantai itu. Yang menarik dari Pantai ini adalah pasir putihnya yang indah dan bersih serta birunya warna laut yang berpadu dengan semilirnya angin khas pantai. Pantai Buyutan adalah salah satu pantai di kota 1001 goa yang terletak di kecamatan Donorojo, Pacitan. Letak wilayahnya dekat dengan Pantai Klayar yang juga berada di daerah yang sama.

3.Pantai Karang Bolong
Pantai Karang Bolong masih berada di Kelurahan Sendang, Donorojo Pacitan, atau jika menuju ke Pantai Klayar, letak pantai Karang Bolong yang ada di sebelah barat. Jalan masuknya tepat di depan pos retribusi pantai Klayar. Namun hingga saat ini, aksesnya masih alami dan cukup sulit apalagi dalam kondisi jalan basah. Sepertinya jalan yang masih dari tanah ini terbentuk karena kebiasaan kendaraan melewati jalur ini.

Panorama khas Pantai Karang Bolong adalah kita bisa menikmati keindahan pantai selatan dengan tebing-tebing hijau yang gagah dengan tebing yang menjorok kelaut yang berada di tepi Barat pantai ini. Tak jauh beda dengan pantai Uluwatu yang ada di Bali.

Obyek wisata pantai yang satu ini menjadi obyek wisata unggulan dan sekaligus Ikon dari Kabupaten Pacitan. Namanya Pantai Klayar. Pantai Klayar berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pantai Klayar ini berada sekitar 35 sampai 40 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat di capai sekitar 90 menit dari kota Pacitan. Dan menurut sejarah yang ada, konon nama Klayar berasal dari guyonan lokal Klayar-kluyur alias jalan-jalan.
Pantai Klayar adalah pantai dengan karakteristik berupa hamparan pasir putih, air laut yang berwarna biru atau bisa juga disebut Hijau Tosca, batu karang yang mempesona, dan air mancur alami. Semua itu menjadikannya pantai dengan pesona alam indah di Pacitan, Jawa Timur. Yang menjadi ciri khas dan membuat Pantai ini indah adalah bentuk batuan karang Tanah Lot yang indah dengan bebatuannya, juga di pinggiran Pantai Klayar banyak gundukan yang memiliki ciri khas dari pantai lain yang berada di pacitan.

5.Pantai Sruni

Pantai Sruni ini adalah pantai pasir putih yang berada di Desa Jlubang, Pringkuku Pacitan. Diantara semua obyek wisata pantai di Pacitan, pantai ini memang belum dikelola secara baik, walaupun panorama pasir putihnya bagus. Di Desa Jlubang ini juga terdapat obyek wisata lain yakni Luweng Jaran.

Namun akses menuju jalan Pantai Sruni ini masih belum baik sehingga jarang yang berkunjung ke pantai ini.

6.Pantai Srau
Selain Pantai Klayar, obyek wisata di Pacitan dengan corak yang serupa adalah pantai Srau. Corak yang sama antara kedua pantai ini adalah dari ciri khas pasir putih yang sangat mencolok, juga banyaknya karang yang terlihat sangat indah di kedua pantai ini. Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku.

Jaraknya sekitar 25 Km ke arah Barat dari pusat kota Pacitan. Jalan menuju pantai Srau cukup berkelok-kelok dan hanya melewati ruas jalan yang kecil dan desa desa yang kebanyak masih berumah gebyok (dari kayu) meskipun sudah ada beberapa rumah yang terbuat dari tembok.

Yang membedakan Klayar dengan Pantai Srau adalah wilayahnya, Klayar memiliki area yang sempit, sedangkan Pantai Srai memiliki area yang sangat luas, dan bahkan tak terbatas. Sehingga dengan area yang sedemikian luas, banyak digunakan untuk area parker mobil dengan tanpa khawatir tidak kebagian tempat. Area parker ini masih dilengkapi dengan pemandangan alami berupa kebun kelapa yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung.

7.Pantai Watukarung
Ciri utama dari pantai ini bersih di tengah sempit belahan batu, dan bertemu dengan puluhan perahu nelayan, sementara juga lebih lebar dari Pantai Srau terletak tidak jauh dari pantai ini dan ada juga beberapa pulau kecil di teluk. Watu Karung adalah pantai yang memiliki pasir putih hamper mirip dengan Pantai Srau.

8.Pantai Teleng Ria
Pantai yang berjarak 3,5 km dari pusat kota ini memiliki dasar dari pasir dan ombak dengan tipe beach break. Di sini terdapat sebuah life guard tower tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung.

Pantai Teleng Ria merupakan lautan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Pantai ini juga dalam jajaran Pantai Selatan dengan luas pasir putih sepanjang sekitar 3 km. Pantainya diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia.

9.Pantai Tamperan
Pantai di sekitar Kota Pacitan lainnya selain Teleng Ria adalah Pantai Tamperan. Pantai ini lebih banyak digunakan untuk pelabuhan Ikan.
Karena untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di laut perlu ditunjang dengan tersedianya prasarana perikanan, terutama Pelabuhan Perikanan. Pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur membangun salah satu prasarana perikanan (Pelabuhan Perikanan) di kawasan Kabupaten Pacitan. Pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Pacitan.

Dengan adanya pantai ini, diharapkan pembangunan PPP Tamperan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha penangkapan ikan di Jawa Timur, meningkatkan pemasaran hasil tangkap dan pengolahan ikan, meningkatkan pendapatan nelayan, serta melakukan pembinaan kepada nelayan. Pantai Tamperan berada di wilayah Kota Pacitan, sekitar 0,5 Km dari Pantai Teleng Ria.

10.Pantai Kali Uluh
Seperti halnya di beberapa pantai lainnya di Pacitan, Pantai ini memiliki cirri khas ombak yang besar, sehingga tentu saja Pantai ini menjadi surge para pecinta olahraga surfing. Pantai Kali Uluh ini berada di wilayah Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, sekitar 35 Km jika ditempuh dari Kota Pacitan.

Akses jalan menuju ke Pantai ini sudah baik, terutama karena melewati jalur lingkar selatan pacitan, melewati wilayah Karanganyar, Sidomulyo dan Gawang. Akan tetapi memang akses utama saat masuk ke pantai masih agak kurang bagus, terutama saat masuk ke Desa Klesem, tempat Pantai ini berada, masih kurang terawat dengan baik.

11.Pantai Wawaran
Pantai Wawaran, yang merupakan Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Kebonagung adalah Pantai yang produktif dan prestatif dalam hal hasil ikannya. Pantai ini,selain memiliki panorama alam khas laut selatan yang indah dengan ombaknya yang besar, juga memiliki prodktifitas tinggi menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi.

Pantai Wawaran ini merupakan sentra pengembangan penangkapan ikan laut yang telah mendapatkan penghargaan Presiden RI. Di bawah Koperasi Mina Upadi, usaha perikanan laut berkembang pesat dan mulai menerapkan modernisasi nelayan, seperti pemanfaatan GPS.

12.Pantai Pidakan
Pantai Pidakan ber lokasi di di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan dari Kota Pacitan kurang lebih 50 KM menuju desa Jetak. Pantai tersebut terkenal keindahan alam dan terkenal kesejukannya. Tetapi jalan menuju ke Pantai tersebut kurang memadai.

Jika melewati Jalur Lintas Selatan, akan lebih mudah karena pantai ini berada dipinggir JLS, kurang lebih 2 Km dari JLS.

Pantai Pidakan bisa dikatakan sebagai pantai yang masih natural, karena memang belum adanya campur tangan manusia didalamnya, alias belum ada pengelolaan pantai yang modern, pun demikian dengan pemandangannya pun masih alami. Hal yang sangat unik dan yang membedakan pantai ini dengan pantai-pantai lain yang berada di Pacitan adalah rincian dari material Pantainya 70 % yaitu bebatuan alam dan sisanya merupakan pasir putih, sehingga disana terdapat banyak batuan -batuan alam yang kesemuanya dalam berbagai variasi bentuk maupun ukuran.

12.Pantai Soge
Pantai Soge, terletak di Desa Sidomulyo, Kec. Ngadirojo , Pacitan. Pantai ini berada di pinggir jalan raya atau lebih tepatnya Jalur Lintas Selatan, Selain itu terdapat juga muara yang menambah keunikan pantai ini. Dengan di bangunnya JLS di Pacitan membuat pantai Soge menjadi tempat baru untuk nongkrong, apalagi di kawasan Pantai Soge ini terdapat jembatan Soge yang bagus.

13.Pantai Tawang
Tepatnya di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo (Lorok), Pacitan sebuah pantai yang nampak masih asri dengan pemandangan naturalnya yang sejuk akan menggoda mata kita untuk menuju tempat itu.

Namanya Pantai Tawang, yang merupakan sebuah pantai yang unik karena jaraknya dangkal, ideal bagi yang ingin mencoba mandi atau berenang di air laut, hal ini dikarenakan posisi teluk yang menyerupai kantong sehingga arus lautnya tidak begitu kuat.

Pantai ini dapat anda tempuh dari pusat Kota Pacitan sekitar 30 Km atau sekitar 1 jam perjalanan, dan jalannya pun lumayan agak susah karena berkelok � kelok dan banyak tikungan. Namun jangan khawatir, setelah sampai dilokasi anda akan dimanjakan oleh Pesona Pantai ini. Pantai Tawang ketika dilihat sekilas, malah lebih mirip sebuah telaga, karena kondisinya yang tenang dan tanpa ombak , tidak seperti Pantai di Pacitan lainnya. Perahu tradisional warga sekitar Tawang yang berjejer rapi menambah keindahan suasana Pantai yang masih alami ini.

Pantai Tawang, selain pemandangannya yang elok, juga menyimpan potensi dalam hal perikanan. Warga sekitar menggantungkan hidupnya dari nelayan di Laut pantai Tawang ini.di Pantai ini ada pasar ikan, TPI (tempat Pengolahan Ikan), dan kabarnya pada tahun 2011 ini akan dilakukan pengembangan pelabuhan perikanan di Pantai Tawang yang dilakukan oleh PPP Tawang.

14.Pantai Taman
Selain Pantai Soge dan Pantai Tawang, obyek wisata Pantai yang berada di kawasan Kecamatan Ngadirojo adalah Pantai Taman. Pantai Taman yang berada di desa Hadiwarno ini merupakan obyek wisata unggulan di Kecamatan tersebut. Dengan ciri khas garis pantai yang panjang, menjadikan pantai ini menjadi sarana wisata keluarga anda.

Dengan adanya taman wisata Pendidikan saat ini, seperti wahan Flying Fox, arena konservasi penyu dan juga ada arena outbond, menjadikan pantai Taman menjadi tempat referensi wisata pantai anda

15.Pantai Kunir
Pantai Kunir berada di Kecamatan Sudimoro, karakteristik utamanya adalah pasir putih seperti pantai lainnya di Pacitan. Hingga saat ini pantai Kunir belum dikelola secara maksimal untuk keperluan wisata

Itulah pantai pantai cantik yang ada di sepanjang perairan Pacitan yang bisa kita kunjungai. Sebentar lagi libur sekolah. cocok untuk liburan keluarga

Inilah 15 Pantai Terindah di Sekitar Perairan Pacitan

Kabupaten Pacitan memang terkenal memiliki keindahan obyek wisata. Tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki keunggulan dari hamparan laut yang berada di kawasan Samudera Indonesia. Ada 17 pantai di Pacitan yang memiliki keunikan tersendiri di setiap obyek wisata pantai tersebut. Berikut keunikan dan keelokan pantai – pantai yang berada di Pacitan.

1.Pantai Banyu Tibo
Salah satu pantai di Pacitan yang layak menjadi referensi wisata anda adalah Pantai Banyu Tibo Pacitan. Yang unik, pantai yang terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo ini adalah Air Terjun yang berada di pinggir pantai dimana kucucan airnya langsung terjun ke pantai Selatan.
Nama Banyu Tibo adalah nama yang diberikan oleh masyarakat sekitar dimana air terjun tersebut berada. Arti Banyu Tibo menurut bahasa jawa adalah air yang jatuh. Yang membuat Banyu Tibo menjadi sangat menarik, yaitu air terjun ini terletak tepat berada di tepi bibir pantai.

2.Pantai Buyutan
Pacitan juga mempunyai pesona Pantai Pasir putih lainnya yang tak kalah eloknya dengan Pantai Srau, Watukarung, maupun Klayar. Pantai Buyutan adalah nama Pantai itu. Yang menarik dari Pantai ini adalah pasir putihnya yang indah dan bersih serta birunya warna laut yang berpadu dengan semilirnya angin khas pantai. Pantai Buyutan adalah salah satu pantai di kota 1001 goa yang terletak di kecamatan Donorojo, Pacitan. Letak wilayahnya dekat dengan Pantai Klayar yang juga berada di daerah yang sama.

3.Pantai Karang Bolong
Pantai Karang Bolong masih berada di Kelurahan Sendang, Donorojo Pacitan, atau jika menuju ke Pantai Klayar, letak pantai Karang Bolong yang ada di sebelah barat. Jalan masuknya tepat di depan pos retribusi pantai Klayar. Namun hingga saat ini, aksesnya masih alami dan cukup sulit apalagi dalam kondisi jalan basah. Sepertinya jalan yang masih dari tanah ini terbentuk karena kebiasaan kendaraan melewati jalur ini.

Panorama khas Pantai Karang Bolong adalah kita bisa menikmati keindahan pantai selatan dengan tebing-tebing hijau yang gagah dengan tebing yang menjorok kelaut yang berada di tepi Barat pantai ini. Tak jauh beda dengan pantai Uluwatu yang ada di Bali.

Obyek wisata pantai yang satu ini menjadi obyek wisata unggulan dan sekaligus Ikon dari Kabupaten Pacitan. Namanya Pantai Klayar. Pantai Klayar berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pantai Klayar ini berada sekitar 35 sampai 40 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat di capai sekitar 90 menit dari kota Pacitan. Dan menurut sejarah yang ada, konon nama Klayar berasal dari guyonan lokal Klayar-kluyur alias jalan-jalan.
Pantai Klayar adalah pantai dengan karakteristik berupa hamparan pasir putih, air laut yang berwarna biru atau bisa juga disebut Hijau Tosca, batu karang yang mempesona, dan air mancur alami. Semua itu menjadikannya pantai dengan pesona alam indah di Pacitan, Jawa Timur. Yang menjadi ciri khas dan membuat Pantai ini indah adalah bentuk batuan karang Tanah Lot yang indah dengan bebatuannya, juga di pinggiran Pantai Klayar banyak gundukan yang memiliki ciri khas dari pantai lain yang berada di pacitan.

5.Pantai Sruni

Pantai Sruni ini adalah pantai pasir putih yang berada di Desa Jlubang, Pringkuku Pacitan. Diantara semua obyek wisata pantai di Pacitan, pantai ini memang belum dikelola secara baik, walaupun panorama pasir putihnya bagus. Di Desa Jlubang ini juga terdapat obyek wisata lain yakni Luweng Jaran.

Namun akses menuju jalan Pantai Sruni ini masih belum baik sehingga jarang yang berkunjung ke pantai ini.

6.Pantai Srau
Selain Pantai Klayar, obyek wisata di Pacitan dengan corak yang serupa adalah pantai Srau. Corak yang sama antara kedua pantai ini adalah dari ciri khas pasir putih yang sangat mencolok, juga banyaknya karang yang terlihat sangat indah di kedua pantai ini. Pantai Srau ini terletak di Desa Candi Kecamatan Pringkuku.

Jaraknya sekitar 25 Km ke arah Barat dari pusat kota Pacitan. Jalan menuju pantai Srau cukup berkelok-kelok dan hanya melewati ruas jalan yang kecil dan desa desa yang kebanyak masih berumah gebyok (dari kayu) meskipun sudah ada beberapa rumah yang terbuat dari tembok.

Yang membedakan Klayar dengan Pantai Srau adalah wilayahnya, Klayar memiliki area yang sempit, sedangkan Pantai Srai memiliki area yang sangat luas, dan bahkan tak terbatas. Sehingga dengan area yang sedemikian luas, banyak digunakan untuk area parker mobil dengan tanpa khawatir tidak kebagian tempat. Area parker ini masih dilengkapi dengan pemandangan alami berupa kebun kelapa yang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung.

7.Pantai Watukarung
Ciri utama dari pantai ini bersih di tengah sempit belahan batu, dan bertemu dengan puluhan perahu nelayan, sementara juga lebih lebar dari Pantai Srau terletak tidak jauh dari pantai ini dan ada juga beberapa pulau kecil di teluk. Watu Karung adalah pantai yang memiliki pasir putih hamper mirip dengan Pantai Srau.

8.Pantai Teleng Ria
Pantai yang berjarak 3,5 km dari pusat kota ini memiliki dasar dari pasir dan ombak dengan tipe beach break. Di sini terdapat sebuah life guard tower tempat penjaga pantai mengawasi dan memastikan keselamatan para pengunjung.

Pantai Teleng Ria merupakan lautan yang menjorok ke darat atau biasa disebut teluk. Pantai ini juga dalam jajaran Pantai Selatan dengan luas pasir putih sepanjang sekitar 3 km. Pantainya diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia.

9.Pantai Tamperan
Pantai di sekitar Kota Pacitan lainnya selain Teleng Ria adalah Pantai Tamperan. Pantai ini lebih banyak digunakan untuk pelabuhan Ikan.
Karena untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan di laut perlu ditunjang dengan tersedianya prasarana perikanan, terutama Pelabuhan Perikanan. Pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur membangun salah satu prasarana perikanan (Pelabuhan Perikanan) di kawasan Kabupaten Pacitan. Pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Pacitan.

Dengan adanya pantai ini, diharapkan pembangunan PPP Tamperan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha penangkapan ikan di Jawa Timur, meningkatkan pemasaran hasil tangkap dan pengolahan ikan, meningkatkan pendapatan nelayan, serta melakukan pembinaan kepada nelayan. Pantai Tamperan berada di wilayah Kota Pacitan, sekitar 0,5 Km dari Pantai Teleng Ria.

10.Pantai Kali Uluh
Seperti halnya di beberapa pantai lainnya di Pacitan, Pantai ini memiliki cirri khas ombak yang besar, sehingga tentu saja Pantai ini menjadi surge para pecinta olahraga surfing. Pantai Kali Uluh ini berada di wilayah Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, sekitar 35 Km jika ditempuh dari Kota Pacitan.

Akses jalan menuju ke Pantai ini sudah baik, terutama karena melewati jalur lingkar selatan pacitan, melewati wilayah Karanganyar, Sidomulyo dan Gawang. Akan tetapi memang akses utama saat masuk ke pantai masih agak kurang bagus, terutama saat masuk ke Desa Klesem, tempat Pantai ini berada, masih kurang terawat dengan baik.

11.Pantai Wawaran
Pantai Wawaran, yang merupakan Pantai yang berada di wilayah Kecamatan Kebonagung adalah Pantai yang produktif dan prestatif dalam hal hasil ikannya. Pantai ini,selain memiliki panorama alam khas laut selatan yang indah dengan ombaknya yang besar, juga memiliki prodktifitas tinggi menghasilkan ikan yang berkualitas tinggi.

Pantai Wawaran ini merupakan sentra pengembangan penangkapan ikan laut yang telah mendapatkan penghargaan Presiden RI. Di bawah Koperasi Mina Upadi, usaha perikanan laut berkembang pesat dan mulai menerapkan modernisasi nelayan, seperti pemanfaatan GPS.

12.Pantai Pidakan
Pantai Pidakan ber lokasi di di Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan dari Kota Pacitan kurang lebih 50 KM menuju desa Jetak. Pantai tersebut terkenal keindahan alam dan terkenal kesejukannya. Tetapi jalan menuju ke Pantai tersebut kurang memadai.

Jika melewati Jalur Lintas Selatan, akan lebih mudah karena pantai ini berada dipinggir JLS, kurang lebih 2 Km dari JLS.

Pantai Pidakan bisa dikatakan sebagai pantai yang masih natural, karena memang belum adanya campur tangan manusia didalamnya, alias belum ada pengelolaan pantai yang modern, pun demikian dengan pemandangannya pun masih alami. Hal yang sangat unik dan yang membedakan pantai ini dengan pantai-pantai lain yang berada di Pacitan adalah rincian dari material Pantainya 70 % yaitu bebatuan alam dan sisanya merupakan pasir putih, sehingga disana terdapat banyak batuan -batuan alam yang kesemuanya dalam berbagai variasi bentuk maupun ukuran.

12.Pantai Soge
Pantai Soge, terletak di Desa Sidomulyo, Kec. Ngadirojo , Pacitan. Pantai ini berada di pinggir jalan raya atau lebih tepatnya Jalur Lintas Selatan, Selain itu terdapat juga muara yang menambah keunikan pantai ini. Dengan di bangunnya JLS di Pacitan membuat pantai Soge menjadi tempat baru untuk nongkrong, apalagi di kawasan Pantai Soge ini terdapat jembatan Soge yang bagus.

13.Pantai Tawang
Tepatnya di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo (Lorok), Pacitan sebuah pantai yang nampak masih asri dengan pemandangan naturalnya yang sejuk akan menggoda mata kita untuk menuju tempat itu.

Namanya Pantai Tawang, yang merupakan sebuah pantai yang unik karena jaraknya dangkal, ideal bagi yang ingin mencoba mandi atau berenang di air laut, hal ini dikarenakan posisi teluk yang menyerupai kantong sehingga arus lautnya tidak begitu kuat.

Pantai ini dapat anda tempuh dari pusat Kota Pacitan sekitar 30 Km atau sekitar 1 jam perjalanan, dan jalannya pun lumayan agak susah karena berkelok – kelok dan banyak tikungan. Namun jangan khawatir, setelah sampai dilokasi anda akan dimanjakan oleh Pesona Pantai ini. Pantai Tawang ketika dilihat sekilas, malah lebih mirip sebuah telaga, karena kondisinya yang tenang dan tanpa ombak , tidak seperti Pantai di Pacitan lainnya. Perahu tradisional warga sekitar Tawang yang berjejer rapi menambah keindahan suasana Pantai yang masih alami ini.

Pantai Tawang, selain pemandangannya yang elok, juga menyimpan potensi dalam hal perikanan. Warga sekitar menggantungkan hidupnya dari nelayan di Laut pantai Tawang ini.di Pantai ini ada pasar ikan, TPI (tempat Pengolahan Ikan), dan kabarnya pada tahun 2011 ini akan dilakukan pengembangan pelabuhan perikanan di Pantai Tawang yang dilakukan oleh PPP Tawang.

14.Pantai Taman
Selain Pantai Soge dan Pantai Tawang, obyek wisata Pantai yang berada di kawasan Kecamatan Ngadirojo adalah Pantai Taman. Pantai Taman yang berada di desa Hadiwarno ini merupakan obyek wisata unggulan di Kecamatan tersebut. Dengan ciri khas garis pantai yang panjang, menjadikan pantai ini menjadi sarana wisata keluarga anda.

Dengan adanya taman wisata Pendidikan saat ini, seperti wahan Flying Fox, arena konservasi penyu dan juga ada arena outbond, menjadikan pantai Taman menjadi tempat referensi wisata pantai anda

15.Pantai Kunir
Pantai Kunir berada di Kecamatan Sudimoro, karakteristik utamanya adalah pasir putih seperti pantai lainnya di Pacitan. Hingga saat ini pantai Kunir belum dikelola secara maksimal untuk keperluan wisata

Itulah pantai pantai cantik yang ada di sepanjang perairan Pacitan yang bisa kita kunjungai. Sebentar lagi libur sekolah. cocok untuk liburan keluarga

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale - Perahu melaju pelan membelah perairan Pangabatang menuju ke Tanjung Darat. Inilah daratan terdekat yang paling mungkin kucapai dengan perahu nelayan kecil seperti ini. Pak Sartono sengaja memutar perahunya supaya memudahkan aku mengambil gambar kondisi perairan yang bening dan dipenuhi koral dan ikan warna-warni. Tak berapa lama perahu kami memasuki kawasan bakau dan mendarat di sebuah cerukan dalam di antara bakau. Saat di laut aku sendiri tidak bisa mengenali dimana kita bisa mendarat karena sepanjang pantai yang tampak adalah bakau saja. Selepas di darat, aku memutuskan naik ojek ke arah Likong.

Air terjunnya mengalir kecil di musim panas
Sesuai dengan informasi yang aku terima dari salah seorang kerabat pak Sartono yang sekarang bekerja di Dinas Pendidikan di daerah Nangahale terdapat satu air terjun yang menurut mereka menarik. Mereka sendiri tidak tahu nama air terjun itu namun mereka menyebut nama pak Blasius yang biasa menjadi pengantar tamu jika ingin ke air terjun itu. Dan sekarang nama pak Blasius di dusun Likong menjadi arah tujuanku.
Sekitar sepuluh jam di atas motor melintasi jalur jalan yang lebih banyak berupa tanah, akhirnya ojek bisa mencapai jalan raya. Sepuluh menit berikutnya ojek yang aku tumpangin sampai ke daerah Likong. Ingat ya bacangnya Likong bukan Lekong, beda banget gitchuu... *keselek biji duren*.. Berbekal informasi nama Blasius, aku diantar seorang anak kecil masuk ke gang kecil hingga ke sebuah rumah sederhana. Saat menyebutkan namaku, pak Blasius masih tampak kebingungan namun menjadi jelas saat aku menyebutkan nama pak Aswadi yang pernah bekerja menjadi guru di sini. Sayangnya hari Minggu ini beliau sedang ada keperluan keluarga sehingga tidak mungkin mengantarku. Saat aku minta dia menunjukkan arahnya saja, dia katakan kalau jalurnya baru saja dibuka dan tidak mudah untuk dilalui. Dia takut aku tersesat karena belum ada jalan ke sana, baru saja ada jalan dibuka tapi sebatas untuk pekerjaan pembangunan reservoir oleh PDAM yang akan menggunakan air terjun di situ. Untungnya pak Blasius menawarkan agar anaknya Rikardus yang akan membantu mengantarku ke air terjun. Aku setuju karena anaknya juga yang membantu saat ada obeservasi lapangan oleh sebuah tim beberapa kali. Aku sempatkan membeli pisang molen goreng dan minuman karena memang aku belum makan dari pagi selain kue-kue kering saat di Pangabatang.

Trap-trap air terjunnya cantik apalagi jika pas airnya banyak

Sambil berjalan, aku mendengarkan cerita Rikardus tentang awal mula air terjun ini ditemukan dan kondisi asli ke lokasi itu. Katanya, air terjun ini ditemukan oleh orang kampung Likong Gethe yang sedang gila. Dia lah yang memberitahu penduduk kalau ada air terjun disana. Katanya pulau, orang gila itu akhirnya sembuh. Mereka menamai air terjun ini Bekor (ingat Bekor, jangan salah lagi mengeja Boker... beda bangeetttt). Rikardus sendiri beberapa kali menemani orang-orang yang melakukan survei ke air terjun ini yang katanya mau dibuat sebagai sumber air bersih. Dia juga sering menemani rombongan tamu yang ingin ke air terjun. Dulu katanya hampir tiap minggu dia bisa bolak balik mengantar tamu ke air terjun, namun entah kenapa tahun ini belum ada lagi orang yang mau mengunjungi air terjun ini.

Jalur sungai dengan tebing curam

Dari Likong, Rikardus memilih mengajakku mengunakan jalan potong melalui kebun jagung dan kelapa milik penduduk. Menurutnya jarak dari Likong Gethe (itu nama lengkap kampungnya) ke air terjun Bekor sekitar 4,5 km. Entah apakah itu jarak betul atau kira-kira. Di sini kalau orang sudah mengatakan 1 km kadang-kadang kalau ditempuh 3 km juga belum sampai hahaha jadi jangan senang dulu kalau mendengar jaraknya dekat kecuali sudah mengalaminya sendiri.
Perjalanan sendiri seperti yang aku duga tidak mulus karena harus melewati sungai. Artinya jika musim hujan, air terjun ini sangat sulit dilalui. Di beberapa tempat aku melihat pipa-pipa yang terpasang di sepanjang pinggir sungai tapi masih belum terhubung semuanya. Pemasangan pipa ini juga menguntungkanku karena beberapa jalan jadi tidak terlalu menanjak. Menurut Rikardus, sebelum dibuat jalan ini, kondisi menuju air terjun tergolong jauh lebih sulit. Bahkan ada beberapa titik yang kita harus melewati bukit sambil berjalan merambat karena tidak ada jalan hanya berupa bekas jalan yang kondisinya tanahnya miring. Tak terhitung berapa kali aku dan Rikardus melewati sungai. Untung aliran airnya kecil jadi mudah kami lewati. Namun dari aliran airnya aku justru curiga kalau air terjun Bekor ini seperti air terjunnya umumnya di NTT yang debitnya di waktu musim hujan dan musim kering sangat jauh.

Aliran air terjun yang turun banyak di musim kemarau

Entah berapa jam aku berjalan aku sendiri sudah lupa, bahkan aku tak pernah menengok jam tanganku. Perjalanan yang harus menembus hutan ini melenakanku. Beberapa kali aku harus masuk ke dalam hutan yang katanya merupakan hutan yang hampir tidak pernah dijamah masyarakat. Jalan menuju air terjun memang naik turun bukit, namun arahnya makin menanjak. Di kilometer terakhir kami tidak bisa lagi melewati sungai karena sungai lebih dipenuhi batu-batu besar yang akan sulit untuk dilewati. Untungnya jalan terakhir yang dulunya paling sulit berupa jalan miring dengan bergerak merayapi bukit sudah tidak ada menjadi jalan tanah yang baru dibuat. Tapi kondisi jalan ini hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, jika dengan motor trail mungkin masih bisa walau juga tidak mungkin sampai ke air terjun juga.

Sebenarnya sebelum sampai di air terjun kami juga melewati sungai yang mengalir sumber air panas. Sumber air panas ini tidak besar hanya berupa 2 pipa bambu yang menancap di dinding. Air dari bambu ini mengalirkan air panas. Di titik kelokan terakhir juga ada tebing batu kering yang katanya juga kalau musim hujan berubah menjadi air terjun. Artinya jika musim hujan banyak air terjun di daerah ini walau aku gak membayangkan bagaimana bisa kesana jika musim hujan.

Rikardus duduk di bawah pohon yang tumbang

Pesona Keindahan Air Terjun Bekor, Nangahale - Dari pinggir sungai tak tampak air terjun hanya terlihat trap-trap air mengalir karena air terjunnya sendiri terhalang oleh pepohonan. Setelah turun melewati sungai dan naik ke atas trap-trap air mengalirnya barulah tampak pemandangan air terjun yang tingginya mungkin sekitar 30 meteran. Dari dinding batu kapur yang ada tampaknya air terjun di sini pada waktu musim hujan cukup lebar, namun saat ini hanya ada 2 titik air terjun itu pun air terjunnya tidak deras sedangkan tiga dinding batu di sekitarnya sudah mengering.
Suasana sekitar air terjun terasa sejuk apalagi pepohonan rindang disekelilingnya. Aku sempat mampir mandi disumber air panasnya. Sekitar jam 2 siang aku sudah kembali ke dusun Likong. Aku hanya berhenti sebentar di batas terakhir hutan untuk sejenak minum dan makan gorengan walaupun sebenarnya kaki sudah terasa kebal.
Dari Likong aku naik ojek dengan biaya 50rebu walaupun setelah sampai tukang ojeknya minta tambah untuk uang bensin karena setelah sampai kota baru sadar kalau ternyata jauh... hahaha ada-ada saja, mereka yang orang asli masak gak tau jarak dari Likong ke kota Maumere. Akhirnya aku tambah uang 7rebu karena cuma itu uang kecil yang tersisa di kantongku.
Sebenarnya pada waktu yang sama, teman-teman dari Mofers Photography juga sedang melakukan perjalanan ke air terjun Murusobe yang jauh lebih besar debitnya dan lebih tinggi. Namun sayang aku memang ingin ke Pangabatang sehingga ajakan ke Murusobe terlewatkan. Tak apalah, yang penting suatu ketika nanti aku juga bisa mampir ke Murusobe.

Kamis, 22 Mei 2014

Street Photography Menggunakan Kamera Ponsel


Assalamualaikum, Selamat Malam

Malam ini saya ingin berbagi dengan teman-teman semua tentang street photography menggunakan kamera ponsel. Sebelum membahas lebih dalam mengenai kamera ponsel saya akan menguraikan terlebih dahulu tentang street photography.


Street Photography memiliki banyak definisi, definisi tentang street photoraphy dapat dilihat di tulisan saya yang bisa anda akses di http://streetphotohunters.blogspot.com/2014/04/tentang-street-photography-dari.html. Saya kutip juga dari Jerry Aurum mengenai definisi street photography. Street photography pada dasarnya adalah memotret di jalanan. Jadi segala sesuatu yang dipotret di jalanan adalah street photography.

Setelah saya baca dari banyak sumber, menurut saya pribadi street photography adalah realitas di ruang publik yang layak dipertontonkan. Ruang publik yang dimaksud contohnya adalah, jalanan, pasar, mall, restoran, dll. Street photography bisa menyertakan orang-orang di dalamnya ataupun tidak. Poin penting dalam street photography adalah pesan yang terkandung di dalamnya. Jika kita memotret dengan tujuan baik, maka foto yang dihasilkan pastinya juga akan bagus dan bermakna. Foto yang dihasilkan juga hendaknya fotogenik, terlihat indah dan bagus serta jarang diperhatikan oleh orang lain. Contohnya seperti foto dibawah ini.



Saya sendiri belum begitu mendalami street photography tapi setidaknya dengan tulisan ini bisa menambah wawasan dan berbagi dengan teman-teman semua.

Di street photography ada dua pendekatan yang bisa kita lakukan

  1. Candid; memotret secara diam-diam. Subjek yang kita foto tidak mengetahui kalau kita sedang memotret dirinya. Hal ini biasa dilakukan untuk memotret subjek manusia. Untuk kamera ponsel bisa kita gunakan lensa tambahan (lensa telephoto) atau mendekat pada subjek dan diam-diam memotret. Saya pribadi biasa meletakkan kamera di depan wajah dan membuat ekspresi wajah seolah-olah sedang membaca sms atau bermain game.
  2. Dari dekat; dimana subjek mengetahui bahwa kita sedang memotret mereka. Intinya adalah interaksi, jangan pernah takut untuk berinteraksi. Ketika kita sudah berinteraksi, malahan pose-pose yang kita inginkan banyak muncul dari sana. Bahkan kita bisa mengarahkan subjek untuk tersenyum dengan cara menceritakan sedikit lelucon. Contohnya ketika saya bertemu dengan tukang reparasi jam. Malahan beliau lah yang menceritakan lelucon kepada saya dan membuat kami tertawa.




Ketika saya menonton acara Mata Lensa yang dipandu Jerry Aurum tentang street photography, saya banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Saat itu Jerry Aurum hanya membawa satu kamera mirrorless dan satu ponsel. Menurut Jerry Aurum, di street photography, jenis kamera bukan prioritas utama.

Nah kenapa kamera ponsel? Di street photography kita biasa menemukan subjek yaitunya manusia. Ekspresi orang ketika berhadapan dengan kamera besar dibandingkan kamera ponsel tentu saja berbeda. Ketika memotret dengan kamera besar, orang akan merasa agak canggung bahkan sampai merasa terintimidasi, sedangkan ketika menggunakan kamera ponsel, mereka tidak merasa risih.



Dibandingkan SLR, kamera ponsel tentu saja kalah dari segi kualitas dsb. Namun jika tujuannya tidak untuk dicetak dengan ukuran raksasa, kamera ponsel mampu bersaing dengan kamera-kamera lainnya. Ada beberapa kelebihan kamera ponsel dibandingkan SLR ketika kita memotret di jalanan.
  1. Bobot yang ringan
  2. Mudah dibawa kemana-mana
  3. Mudah dalam penentuan angle, bahkan mudah untuk memotret sejajar dengan mata kaki ataupun di atas kepala
  4. Tidak mengintimidasi subjek
  5. Subjek manusia lebih berlaku normal seperti biasa jika berada di depan kamera ponsel.
  6. Bisa langsung diupload ke social media.


Tips street photography menggunakan kamera ponsel
  1. Pastikan lensa kamera kita bersih. Kamera ponsel biasanya banyak debu atau minyak. Lensa bisa kita bersihkan dengan kain yang bersih. Saya sendiri biasanya membersihkannya dengan baju.
  2. Hindari zoom (pembesaran) karena kamera ponsel tidak memiliki optical zoom.
  3. Saat memotret close-up usahakan untuk mendekat pada objek.
  4. Jangan lupa sebelum memotret, difokus dulu, kalau tidak hasil gambar bisa menjadi blur.
  5. Gunakan perangkat pendukung kamera ponsel bila perlu, contohnya lensa bongkaran.
  6. Gunakan aplikasi pendukung, contohnya pada android atau ios banyak aplikasi kamera yang bisa mengatur iso, focus, rana, dll. Saya sendiri menggunakan camera fv-5.

Demikian ulasan dari saya tentang street photography menggunakan kamera ponsel. Jangan canggung jika anda bertemu street photographer lain yang menggunakan perangkat yang lebih canggih dibandingkan dengan yang anda punya. Tetap semangat berkarya. Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat dan salam street.

(Seluruh foto dalam postingan ini diambil menggunakan kamera ponsel Andromax C dengan bantuan aplikasi Camera FV-5).

Sumber :
- Mata Lensa ANTV - Jerry Aurum episode Street Photography
- Klik Arbain Kompas TV - Arbain Rambey episode Human Interest
- Blog SPH (Street Photo Hunters)
- Blog IOS (Indonesia on the Street)
- Blog ISTRIE (Indonesia Street Mobile Photography)
- Blog Eric Kim

Senin, 07 April 2014

Jelajah Kota Tua - Street Photo Hunters dkk

Assalamualaikum, selamat siang

Sudah lama saya tidak posting di blog pribadi saya ini. Nah kemaren saya baru saja ikut street hunting bersama teman-teman dari Street Photo Hunters. Bahkan ada juga beberapa teman yang ikut bukan berasal dari Street Photo Hunters (dari komunitas lain). Ya, Street Photo Hunters memang membuat undangan terbuka untuk hunting ini.

Photo by Ryan Hardy


Hunting bareng atau lebih dikenal dengan Hunbar juga menjadi salah satu ajang silaturahmi dan berbagi ilmu antar fotografer.

Berikut beberapa hasil foto saya kemarin


















Semoga berkenan, semoga menikmati karya-karya saya dan terima kasih.

Senin, 17 Februari 2014

[Share] Fotografi Konseptual

Pagi ini saya mau share sebuah tulisan Ve Dhanito yang berjudul Fotografi Konseptual. Saat ini saya memang sedang menyukai fotografi konseptual. Berikut tulisan dari Ve Dhanito dan beberapa contoh foto konseptual dari saya sendiri.

"Fotografi Konseptual. Menyampaikan Pesan Lewat Foto
Oleh Ve Dhanito




A picture is worth a thousand words. Ungkapan itu sudah sering kita dengar. Sebuah gambar dalam satu bidang karya dua dimensi seperti foto dapat mewakili rangkaian kata-kata yang bisa dijabarkan dengan sangat panjang. Tiap foto yang tercipta dari seorang fotografer, mempunyai cerita dan tujuan masing-masing, apapun jenis atau genre fotonya. 
Memang saat ini, batas antara genre fotografi semakin rancu, fotografer sebagai pencipta foto berkreasi sesuai kreatifitasnya masing-masing tanpa harus memusingkan genre fotografi yang mereka anut. Tetapi kalau kita amati dari segi konten atau isi foto, kita bisa membedakan foto berdasarkan tujuan foto itu dibuat. Terlebih foto yang melibatkan manusia sebagai obyek, sebut saja foto human interest, foto portrait, foto fashion, foto beauty dan foto konseptual. 

Konseptual fotografi yang saya pahami adalah karya foto yang dihasilkan dengan konten tertentu untuk menyampaikan suatu pesan. Pemahaman kata konsep disini agak berbeda dengan kata konsep yang sering digunakan. Dalam foto fashion, istilah konsep dipakai untuk menjelaskan wardrobe atau fashion sesuai dengan tema yang diangkat untuk ditampilkan pada foto tersebut. Sifatnya eksplisit, karena bisa langsung terlihat. 

Berbeda dengan konseptual fotografi, dimana titik berat foto bukan pada wardrobe tetapi pada pesan yang ingin disampaikan sang fotografer. Pesan ini kadang implicit dan simbolis. Penggunaan benda tertentu untuk menganalogikan sesuatu kerap digunakan dalam konseptual fotografi.

Tentunya sebagai seorang kreator foto, saya punya maksud tertentu untuk menyampaikan pesan lewat gambar, dengan semua elemen di dalamnya. Tetapi saya memberi kebebasan kepada para penikmat foto untuk berimajinasi sendiri sesuai dengan pemahaman mereka terhadap foto yang saya buat, bahkan mungkin saja seseorang akan punya beberapa tafsiran mengenai gambar tersebut. Dan itulah fotografi konseptual, multitafsir merupakan salah satu cirinya.
Ada kalanya, foto konsep berbaur dengan foto fashion, menjadi sebuah foto fashion yang berkonsep atau foto konsep yang berfashion.

Dengan definisi seperti diatas, maka foto konsep bisa dimanfaatkan dalam berbagai macam keperluan. Dan penggunaan model bisa variatif, tidak selalu harus menggunakan model wanita cantik , tetapi bisa juga model anak-anak, orang tua, binatang atau bahkan benda mati. Semua berangkat dari keperluan fotografer yang ingin menyampaikan pesannya lewat foto.
Uraian saya diatas membahas mengenai pesan dalam konten foto. Sekarang timbul pertanyaan , apa pesan yang mau disampaikan ? Menurut saya semua berawal dari sebuah ide. Kemudian timbul pertanyaan lagi, Darimana datangnya ide ? Ide didapat dari inspirasi. lalu darimana inspirasi itu ? 

Menurut saya, ada 4 elemen sumber inspirasi yang memberi ide untuk menghasilkan karya. Yaitu Ekspresi, imajinasi, emosi dan pemahaman

1. Ekspresi 
Tiap orang punya kegemaran akan sesuatu. Sesuatu yang kita suka, pasti menjadi dekat dengan diri kita, dan otomatis terbawa dalam keseharian kita. Kalau kita peka, hobi dapat menjadi inspirasi yang paling menyenangkan. Sudah bisa dipastikan, kita pasti mengenal seluk beluk hobi kita, cobalah angkat satu area yang kita suka, untuk dijadikan konsep foto.
Saya suka musik walaupun saya tidak bermain alat musik, tapi sebagian besar karya saya dijiwai oleh musik. Inspirasi bisa didapat dari judul lagi, lirik lagu, atau hanya mood dari melodi sebuah lagu.

2. Imajinasi
Bermain dengan alam khayal, berimajinasi menciptakan tokoh atau bahkan cerita berseri. Hal ini bisa sangat menyenangkan, karena kita bermain dengan tokoh imajiner yang sebelumnya hanya ada di kepala kita. 

3. Emosi.
Senang, sedih, kecewa, marah, rindu, sayang adalah emosi yang dimiliki setiap orang. Emosi manusia sifatnya dinamis, berubah-rubah sesuai dengan apa yang kita alami dan kita rasakan. Biasanya kita berkarya kalau mood kita bagus atau sedang senang, tapi ada kalanya perasaan marah atau sedih bisa juga menjadi inspirasi dan dituangkan kedalam karya.

Kegelisahan akan sesuatu dapat juga diekspresikan dalam sebuah foto. Foto-foto dengan tema sosial, lingkungan hidup, kesetaraan gender sering kita jumpai sebagai media untuk menyampaikan pesan kegelisahan si pembuat foto. Dengan foto tersebut tentunya sang fotografer berharap emosi yang dia tumpahkan dalam foto dapat tersampaikan, dan menjadi solusi dari keresahannya.

4. Pemahaman
Kita hidup menyerap informasi dari segala arah, segala media, baik sadar ataupun tidak. Informasi yang kita terima tersebut, diolah dalam diri kita dan berbaur dengan informasi yang kita terima sebelumnya, menjadi pemahaman akan sesuatu. Dengan modal itu kita ingin mencitrakan sesuatu sesuai dengan definisi atau pemahaman kita sendiri.
Atau bisa juga secara sengaja kita menjabarkan definisi akan sesuatu.

Banyak sekali terminology yang bisa dibuat visualisasi ke dalam bentuk foto. Dan untuk istilah-istilah yang sudah umum tersbut, sebaiknya dipahami dan dicari referensi sebelum kita memutuskan untuk menterjemahkan ke dalam bentuk foto.

Keempat sumber inspirasi tersebut bisa bediri sendiri satu dengan lainnya, tapi ada kalanya berbaur tanpa kita sadari, menjadi sebuah inspirasi yang membekali ide kita untuk membuat suatu foto konsep. 

Dengan berbagai kompleksitas sebuah foto konsep, maka perencanaan menjadi sangat penting. Pada artikel berikutnya, saya akan coba menjabarkan bagaimana mengolah sebuah ide mentah ke dalam bentuk foto, dan merencanakan sebuah pemotretan foto berkonsep.

Tapi sebelum itu, dengan uraian diatas, mari kita coba buka mata, buka telinga dan buka pikiran kita untuk menyerap sekeliling kita, dan bermain imajinasi, selamat mencoba ☺

Ve Dhanito

* artikel ini diterbitkan di Majalah Digicom, edisi Agustus 2011"


Beberapa contoh kreasi saya dalam Fotografi Konseptual yang coba saya gabung dengan style saya sendiri, masih dalam tahap pembelajaran, hehe







Terima Kasih, Selamat Pagi dan Semoga Bermanfaat