Tampilkan postingan dengan label PERSIB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSIB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2016

Umuh Sebut Kongres Tahunan PSSI Jadi Syarat KLB



Pertemuan antara FIFA, AFC dan juga pihak PSSI menelurkan kesepakatan bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) harus digelar sebelum 31 Oktober 2016. Hal itu sejalan dengan keinginan kelompok 85 yang dipimpin oleh Umuh Muchtar yang ingin induk organisasi sepakbola tanah air berdiri utuh lagi. Menurutnya untuk menggelar KLB yang agendanya mencari ketua yang baru, diperlukan beberapa persyaratan seperti memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding.

“Kita nanti tanggal 3 Agustus nanti kongres tahunan akan menentukan untuk Komite Banding dan Komite Pemilihan. Komite Pemilihan sudah jelas Pak Agum Gumelar, disitu ada ketua Komite Banding Erick Thohir nanti akan membuat perangkat disitu untuk menentukan KLB,” ujar Umuh ketika ditemui di Mess Persib, Rabu (22/6).

Menurutnya jika persyaratan sudah lengkap dalam Kongres tahunan yang digelar pada 3 Agustus, KLB bisa dilakukan lebih cepat. Baginya PSSI memang perlu kembali utuh demi kinerja yang lebih baik terlebih saat ini ketuanya, La Nyalla Mattalitti sedang menghadapi proses hukum. Bahkan pria yang menjabat sebagai manajer Persib tersebut KLB bisa digelar hingga 2 bulan sebelum deadline FIFA.

“Setelah itu KLB mungkin lebih cepat mudah-mudahan ga lewat di bulan Agustus. Kita ikuti aturan semua jadi paling lama di awal September harus udah beres lah udah lengkap,”‪ ujarnya.

Angin segar memang didapat Umuh dan kelompok 85 setelah semua pihak berkumpul di Jakarta untuk berbicara perihal KLB. Sejak awal pria berusia 68 tahun tersebut memang menjadi salah satu figur yang vokal untuk meminta PSSI melakukan Kongres guna mencari pengganti La Nyalla yang menjadi sempat menjadi buronan. Dukungan dari tim dan voters lainnya pun ikut mengalir deras demi sebuah reformasi.

“Sudah kemarin kita kumpul kelompok 85 semua malah jadi 91, yang hadir ada AFC, FIFA, dari PSSi ada Hinca dan Erwin sudah oke ga ada masalah‬,” tukasnya. 

Sabtu, 09 April 2016

Hengkang dari Persib Umuh Ingin Perbaiki Sepakbola Indonesia



CIAMIS - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar serius untuk memperbaiki sepakbola Indonesia.
Menurutnya revolusi sepakbola Indonesia harus dilaksanakan dan Indonesia Soccer Championship (ISC) menjadi titik mulanya.

"Revolusi harus dimulai dari sekarang, sekaligus untuk memperbaiki dan memberitahukan kepada khalayak bahwa Umuh Muchtar bukan hanya di Persib saja," ujar Umuh di Hotel Tyara, Kabupaten Ciamis belum lama ini.

Bahkan jika perlu, kata Umuh, ia rela meninggalkan Persib dan mengambil bagian dalam kepengurusan PSSI dan berupaya menjadikannya lebih baik.

"Saya di situ akan mengambil komisi wasit, karena persepakbolaan Indonesia cuma satu, kuncinya wasit dulu yang harus dibenahi," katanya.

Kalaupun ISC digelar, Umuh harus memastikan siapa saja wasit yang akan bekerja.
Hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan Maung Bandung semata, namun juga demi seluruh klub yang akan berkompetisi secara sehat dalam turnamen berdurasi panjang tersebut. (Tribun)

Rabu, 06 April 2016

Korban "Oknum Bobotoh" Harus di Amputasi



BANDUNG - Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) membenarkan bahwa saat ini sedang merawat anak Ridho Maulidin (5 tahun). Pasien tersebut diduga menjadi korban tabrak lari yang melibatkan oknum bobotoh sebelum laga Persib Bandung kontra Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat. Pasien dirujuk dari RSUD Soreang ke RSHS pada Rabu, 30 Maret 2016, pukul 20.40 WIB lalu, dengan kondisi yang sangat parah karena kakinya sempat terlindas mobil.

Ridho dirujuk dengan kondisi mengalami luka-luka, kerusakan pembuluh darah akibat patah di kedua tulang paha, disertai syok karena banyak kehilangan darah. Ketika datang, pasien langsung ditangani secara intensif oleh tim dokter yang terdiri dari dokter bedah orthopedi, bedah vaskuler, bedah anak, anestesi dan lain-lain. Keesokan harinya Ridho pun langsung menjalani operasi pertamanya.

“Setelah kondisi pasien dimungkinkan untuk operasi, pada Kamis 31 Maret 2016 dilakukan operasi yang pertama yaitu operasi fiksasi luar (external fixation) dan operasi perbaikan pembuluh darah arteri (repair arteri),” ujar dr. Nucki Nursjamsi Hidajat sebagai Direktur medik & keperawatan RSHS dalam rilis yang diterima awak media.

Saat itu tim dokter mempunyai harapan agar kedua kaki pasien dapat dipertahankan dan dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Namun harapan tinggallah harapan, Ridho ternyata harus rela salah satu kakinya diamputasi. Untuk mencegah kondisi kakinya semakin memburuk, tim dokter memilih jalan amputasi yang dilakukan dari kaki sampai setinggi lutut

“Setelah diobservasi selama 2 hari, demi mencegah kerusakan yang lebih berat, pada tanggal 2 April 2016 tim dokter terpaksa melakukan tindakan amputasi pada kaki kiri pasien,” tulisnya.

Saat ini, pasien dirawat di ruang semi intensif RSHS. Setelah menjalani perawatan selama 7 hari, keadaan umum pasien sudah dikatakan baik. Tim dokter pun mempunyai harapan keadaan Ridho dapat terus membaik sehingga dapat segera pulih. (Simamaung)

Sabtu, 02 April 2016

Kapolda Jabar : Polda Jabar Tidak Bertanggung Jawab Jika ke Jakarta Pergi Terpisah Rombongan



BANDUNG - Kapolda Jabar, Irjen Pol. Jodie Rooseto meminta Bobotoh yang tak memiliki tiket supaya tidak memaksakan diri berangkat ke Senayan. Karena nantinya mereka hanya akan menyulitkan kerja pihak keamanan. Sesuai dengan kebijakan pihak promotor, suporter Persib memang hanya mendapat jatah 40 ribu lembar tiket atau separuh dari total kapasitas stadion. Bobotoh yang tidak kebagian tiket pun diimbau untuk menyaksikan laga lewat acara nonton bareng.

“Bagi teman-teman kita yang tidak kebagian tiket diharapkan tidak usah berangkat, kita menyiapkan kantong-kantong nobar, dari tingkat Polres kita wajibkan akan dimulai dari tingkat kecamatan sehingga bisa dikoordinir,” ujar Jordi ketika diwawancara di Mapolda Jabar, Kamis (31/3).

Imbauan lain dari Kapolda adalah keberangkatan bobotoh yang mempunyai tiket untuk bertolak bersama-sama dari Bandung. Karena dengan begitu ada kontrol dari pihak kepolisian terhadap rombongan. Polda Jabar pun tidak akan bertanggung jawab jika ada bobotoh yang memilih pergi terpisah dari Kota Kembang andai ada sesuatu hal yang tidak diinginkan di tengah jalan.

“Untuk bobotoh yang dari di Bandung dan sekitarnya diharapkan berangkat bersama-sama terkoordinir secara resmi untut mendapatkan pengawalan. Bagi yang berangkatnya tidak terorganisir kita tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Selain itu dia juga mengingatkan kepada jajarannya untuk teliti dalam melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya dengan memeriksa bobotoh untuk tidak membawa barang-barang yang berbahaya. Apabila ada bobotoh yang kedapatan membawa barang terlarang, seperti senjata tajam atau minuman keras, pihaknya akan langsung melakukan tindakan tegas.

“Tentunya Kaporles wajib mengingatkan (bobotoh) supaya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Kemudian melakukan sweeping bagi yang membawa senjata tajam, miras dan lighter,” pungkasnya. (Simamaung)

Senin, 06 April 2015

Dias Fokus Antarkan Persib Raih Kemenangan


BANDUNG - Nama Dias Angga Putra mulai mencuat di persepakbolaan tanah air setelah bersama PBR, dia sukses membawa klubnya maju hingga babak semifinal Indonesia Super League. Persib selaku klub yang membesarkannya akhirnya tertarik untuk membawanya pulang. Menghadapi bekas klubnya, profesionalisme Dias diuji karena Dejan Antonic adalah sosok yang berperan besar dalam perjalanan karirnya.

“Musim kemarin saya main di PBR tapi untuk saat ini saya sudah fokus di Persib. Saya akan kerja lebih baik dan lebih keras lagi. Terutama di pertandingan besok menghadapi PBR,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers di Graha Persib, Senin (6/4).

Dias sendiri berpeluang besar kembali tampil sebagai starter untuk mengisi posisi yang biasa ditempati Supardi lantaran kebugaran fisiknya belum prima. Di laga kontra Semen Padang, pemain bernomor punggung 4 itu memang tampil apik sebagai bek kanan dengan menghentikan laju dari Esteban Vizcarra. Dia pun mengaku siap kembali berjibaku bersama Muhammad Ridwan di rusuk kanan Maung Bandung.

“Kalau Dias siap saja, main sama siapapun semua sama karena kita satu tim. Yang penting komunikasi jalan dan semua sesuai dengan instruksi pelatih,” lanjutnya.

Eks punggawa Persib U-21 itu mengatakan dia sudah nyaman untuk bermain di kedua sisi lini belakang Persib. Meski begitu dia mengakui kolaborasinya dengan Ridwan belum sepadu ketika Supardi yang mengisi full back kanan. “Ya bang Pardi (Supardi) memang lebih kompak sama bang Ridwan, karena sudah lama main bareng. Tapi saya berusaha mengerti permainan bang Ridwan. Kalau posisi sudah nyaman karena memang main di bek sayap,” pungkasnya. (Simamaung)

Pertaruhkan Gengsi, Janur Haramkan Persib Kalah


BANDUNG - Pertemuan terakhir Persib dengan Pelita Bandung Raya terjadi pada 30 Oktober 2014 dalam babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Waktu itu Maung Bandung harus rela takluk dengan skor 2-1 dari sang rival sekota. Pelatih Persib, Jajang Nurjaman mengakui kekalahan itu cukup menyakitkan karena timnya tumbang dalam laga derby. Sehingga di laga besok dia tidak mau harga diri Maung Bandung kembali tercoreng oleh Kim Jeffrey dan kawan-kawan.

“Saya berpikir derby adalah laga penting, walau kita tahu bobotoh lebih banyak dari pendukung PBR tapi tetap tetap panas. Ada gensi tinggi dan ini menurut saya lebih penting dari pertandingan melawan Semen Padang,” ujar Janur dalam jumpa pers di Graha Persib, Senin (6/4).

Laga yang bertajuk derby parahyangan itu memang selalu berjalan sengit dan keras. Tak ayal hujan kartu pun terjadi di beberapa bentrokan terakhir. Namun Janur mengatakan tidak khawatir dengan situasi tersebut dan tetap meminta pasukannya bekerja lebih keras ketimbang laga lainnya. Karena 3 poin menjadi harga mati demi menjaga nama Persib sebagai klub kebanggan warga Bandung.

“Kemenangan akan terus meningkatkan motivasi pemain. Besok semangat mereka harus berlipat, saya sebagai pelatih tidak ingin kalah,” lanjutnya.

PBR sendiri sejatinya sudah tidak menjadikan Bandung sebagai homebase karena telah pindah ke Bekasi. Namun kata Bandung masih melekat di nama klub asuhan Dejan Antonic tersebut. Janur pun tetap menganggap laga ini merupakan duel rival sekota. Sehingga dia serius mengamati sepak terjang sang lawan termasuk catatan mereka di masa pramusim.

“Kami menganggap perkembangan PBR begitu baik, mereka mempersiapkan tim dengan serius. Terbukti dalam persiapan mereka di Bali PBR memainkan permainan impresif. Itu patut kami perhitungkan,” tukasnya. (Simamaung)

Kamis, 19 Maret 2015

Dubes Inggris Janji Datangkan Liverpool Ke Bandung


BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, merencanakan laga antara Persib Bandung dan salah satu klub raksasa Inggris, Liverpool.

Keduanya berencana untuk mendatangkan tim Liverpool ke Indonesia. Maklum saja, pria yang akrab disapa Emil itu dan Moazzam diketahui sebagai pencinta “The Reds”, julukan klub Liverpool.

“Sedang dijajaki sama Pak Dubes (Moazzam Malik),” kata Emil di Balai Kota Bandung, Kamis (19/3/2015).

“Pertandingan Liverpool lawan Persib sedang diusahakan,” tambahnya.

Sebagai tahap awal untuk mewujudkan mimpi tersebut, keduanya akan mendatangkan terlebih dahulu pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, dalam waktu dekat. Brendan akan memberikan coaching clinic untuk pesepak bola cilik di Bandung.

“Dia akan melatih beberapa klub anak-anak dan bisa berbagi pengalaman karena mereka bisa melatih anak-anak yang bermain sepak bola dengan baik. Selain itu, (hal ini) juga untuk membangun karakter anak-anak agar lebih disiplin,” ucap Moazzam. (Kompas)

Senin, 16 Maret 2015

Ini Hitung-Hitungan Janur di Fase Grup AFC Cup


BANDUNG - Persib Bandung sudah menjalani dua pertandingan di fase grup AFC Cup 2015. Jajang Nurjaman sang pelatih Persib pun sudah memegang peta kekuatan masing-masing tim di Grup H. New Radiant bisa dikalahkan telak oleh Maung Bandung di kandang, 4-1. Ayeyawady United bisa ditahan imbang di Myanmar, 1-1. Lalu tim yang akan dihadapi Atep cs Rabu (18/3) nanti, Lao Toyota FC, mendapatkan hasil minor di dua pertandingan awal.  Klub wakil dari Laos tersebut ditahan seri oleh Ayeyawady United dan dikalahkan New Radiant.

Janur sapaan akrab Jajang Nurjaman, menekankan kepada skuatnya untuk bisa memenangkan semua pertandingan kandang dan berusaha mencuri poin di partai tandang. Melihat konsistensi anak asuhnya yang menjaga mental bertanding kala bermain tandang, bukan tidak mungkin Pengeran Biru akan menyabet status juara grup.

“Pasti rame persaingan di grup ini namun kita tetap optimis, modal kita ingin memenangkan semua pertandingan di sini (kandang) dan mencuri poin ketika away saya pikir bisa untuk lolos bahkan bisa untuk menjadi juara grup,” paparnya.

Secara statistik, melihat hasil pertandingan di Grup H, tidak salah jika Janur berpersepsi timnya menjadi unggulan untuk bisa lolos grup. Saat ini Persib masih menempati posisi teratas Grup H dengan 4 poin. Menurutnya Persib hanya membutuhkan sekiranya 9 poin lagi untuk bisa menjuarai grup. Hasil itu bisa didapat dengan menyapu bersih 2 pertandingan sisa di kandang dan memenangkan satu laga tandang.

“Untuk memastikan lolos kita kumpulkan total 13 poin. Jumlah 13 itu dari tiga home, dua seri atau satu seri satu menang di away. 13 atau 12 poin saya pikir bisa juara grup,” ungkap Janur. Simamaung

Cedera Membaik, Konate Siap Hadapi Lao FC


BANDUNG - Kondisi pemain kunci Persib Bandung, Konate Makan, berangsur membaik atas rasa nyeri di kakinya akibat infeksi sekunder di sela-sela jari kaki kirinya. Rasa nyeri tersebut dirasakan karena pemakaian sepatu yang dianggap tidak cocok dengan kakinya.

Di beberapa kali sesi latihan, pemain asal Mali ini terpaksa mengikuti latihan terpisah. Hingga Senin (16/3), jarinya pun masih diplester guna mengurangi gesekan. Ia dianjurkan untuk meminum obat agar rasa nyerinya tidak kambuh. “Sekarang Alhamdulillah sudah baikan lagi. Insya Allah sudah siap lawan Laos (Lao Toyota FC). Disuruh minum anti biotik juga agar tidak sakit lagi,” ungkapnya.

Persib akan kedatangan tim asal Laos, Lao Toyota FC, untuk menjalani pertandingan tiga di Grup H AFC Cup, Rabu (18/3). Konate mengaku tidak mengetahui kekuatan calon lawannya tersebut. Namun ia selalu yakin untuk raih 3 poin untuk Maung Bandung, apalagi bermain di kandang sendiri yang bakal didukung ribuan bobotoh. “Kekuatan Laos belum tahu, pokoknya tiga poin untuk kemenangan Persib apalagi di Bandung wajib menang. Mudah-mudahan lolos Grup H,” paparnya semangat.

Saat ditanya mengenai target gol yang akan dia ciptakan, pemain berusia 23 tahun ini mengatakan tidak terlalu ambisius dalam perburuan top scorer. Menurutnya kemenangan tim adalah segalanya demi kesuksesan. “Ya Insya Allah saya berdoa untuk mencetak gol, tapi lebih utama kemenangan untuk Persib,” ujarnya. Simamaung

Main Di Kandang, Kesempatan Persib Ambil 3 Poin


BANDUNG - Tren positif yang diperlihatkan oleh Persib Bandung dalam kiprah mereka di AFC Cup 2015 diharapkan oleh Supardi Nasir bisa berlanjut. Maung Bandung memang akan kembali melangsungkan pertandingan menghadapi Lao FC di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (18/3) mendatang. Bek yang kerap beroperasi di sisi kanan itu menegaskan bahwa dia dan rekan-rekan satu timnya akan berusaha keras merebut poin penuh.

“Mereka pengen dapat poin, kita juga pengen dapat poin, lebih penting ke kitanya sih. Itu urusan mereka kalau ingin dapat poin juga. Kita harus fight, kita harus lebih dari mereka untuk mendapatkan poin penting pertandingan besok,” ujar Supardi dalam wawancara di Football Plus Arena, Senin (16/3).

Persib sendiri saat ini diuntungkan dengan status mereka sebagai tuan rumah. Karena faktor cuaca yang sudah bersahabat dirasa tidak akan menjadi penghadang seperti saat bertandang ke Hanoi maupun Yangon. Selain itu sorak sorai para ribuan bobotoh yang hadir memenuhi tribun Si Jalak Harupat pun dianggap Supardi menjadi suntikan motivasi tersendiri.

“Main di kandang jadi kesempatan kita untuk menambah poin, kalau kita main di kandang kita dengan dukungan suporter fanantik kita itu sangat membantu kita,” ungkapnya.

Mengenai kekuatan wakil dari Laos tersebut, pemain bernomor punggung 22 itu mengaku masih buta akan cara bermain skuat arahan David Booth tersebut. Namun Supardi berharap hasil sempurna bisa menaungi Maung Bandung di akhir pertandingan. “Belum tahu, tapi mudah-mudahan kita dapat hasil positif dan poin maksimal,” usainya. Simamaung