Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

Ketua Organda Jabar : Uang Kembalian Angkot Baiknya Relakan Saja



BANDUNG – Ketua Organda Jabar Dedeh T. Widarsih mengatakan, soal penurunan tarif angkutan umum khususnya angkot, tiga persen dirasa tidak terlalu berpengaruh. Selain menyulitkan pengendara atau sopir, para penumpang juga kemungkinan akan kebingungan.

Dikatakan Dedeh, sebagai solusinya sopir angkot bisa minta penumpang atau pengguna jasa merelakannya atau menggunakan permen sebagai kembalian.

“Kendalanya kan di pengembalian, nah solusinya bisa minta direlakan saja atau kembalian pake permen,” kata Dedeh.

Namun, menurutnya hal tersebut hanyalah solusi yang perlu disikapi kembali oleh pemerintah. Pasalnya, ia mengatakan takutnya masyarakat menganggap uang tersebut uang haram meski nominalnya sedikit.

Dikatakan Dedeh, tarif angkot kemungkinan bisa saja turun kembali jika komponen lainnya yang bersangkutan dengan retribusi-retribusi pengusaha angkutan ikut turun. (PRFM)

Kamis, 07 April 2016

Gubernur Jabar : Jawa Barat Kehilangan Sosok Perempuan Tangguh



BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya Bupati Kuningan Utje Ch Aang Hamid Suganda pada Kamis (7/4/2016) sore sekitar pukul 15.45 WIB.

"Atas nama Pemerintah Provinsi dan warga Jawa Barat, saya berbelasungkawa atas meninggalnya salah satu tokoh penting di Jabar, khususnya di Kuningan. Jabar berduka, kita kehilangan sosok perempuan tangguh, ibu masyarakat Kuningan,” ungkap Aher dalam rilis yang diterima wartawan, Kamis (7/4) malam.

Malam ini, Gubernur Aher dan Wagub Deddy Mizwar meluncur dari Bandung untuk melayat ke rumah duka di Pendopo Kabupaten Kuningan dan memberikan simpati langsung kepada keluarga almarhumah serta warga Kabupaten Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menjelaskan, sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat memimpin rapat kerja dengan jajarannya. Setelah selesai, almarhumah mengalami serangan jantung dan langsung dilarikan ke RSUD 45 Kuningan.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Jumat (8/4) pagi.

Utje meninggal dunia pada usia 63 tahun. Dia meninggalkan seorang suami, Aang Hamid Suganda dan lima anak. Aang merupakan Bupati Kuningan periode 2013-2008 dan 2008-2013. Utje kemudian terpilih sebagai Bupati Kuningan menggantikan suaminya. (Tribun Jabar)

Massa Pengunjuk Rasa : Daripada Buat Beli 100 Fortuner Mending Buat Anak Yatim


BANDUNG - Ratusan warga Jawa Barat yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak rencana pembelian 100 mobil Toyota Fortuner baru yang diusulkan oleh DPRD Jabar.

Aksi unjuk rasa akan digelar di halaman Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Bandung, Jumat (8/4/2016).

Berdasarkan pantauan Tribun, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Jabar datang untuk menyuarakan penolakan mereka. 

Rencana DPRD Jabar yang hendak membeli 100 unit mobil Toyota Fortuner itu yang mereka suarakan.

Pasalnya, pembelian mobil tersebut diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp 50 miliar lebih. 
Massa berunjukrasa dengan menggunakan ratusan sepeda motor dan mobil bak terbuka.

Selain berorasi, mereka juga menyuarakan penolakan rencana pembelian mobil mewah para anggota dewan dengan membawa berbagai spanduk.

Koordinator aksi, Hendra Krisdiana meminta agar usulan pembelian 100 mobil mewah itu dibatalkan.
"Kami masyarakat Jabar dengan tegas menolak pembelian mobil mewah yang diperuntukkan bagi anggota DPRD Jabar. Jangan mementingkan kepentingan sendiri. Dengar suara rakyat. Buka mata hati kalian wahai anggota dewan," ujar Hendra sambil berteriak di sela-sela orasinya di depan Gedung DPRD Jabar, Jumat (8/4/2016).

Menurut dia, bila DPRD Jabar tetap memaksakan untuk membeli mobil mewah yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 50 miliar lebih, para wakil rakyat akan menyakiti hati masyarakat Jabar.

Daripada digunakan membeli mobil mewah, kata dia, lebih baik digunakan untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat.

"Lebih baik duitnya dipergunakan untuk masyarakat kecil, anak yatim. Masih banyak warga Jabar yang jadi pengangguran. Masyarakat Jabar masih banyak yang miskin, mau makan saja susah," ujar Hendra.(Tribun Jabar)

Rabu, 06 April 2016

Satu Malam "Jaring Sampah"di Sungai Citepus Sudah Numpuk



SOREANG - Dua aliran sungai di wilayah Kabupaten Bandung mulai dipasangi jaring untuk menyaring sampah. Jaring dipasang di Sungai Citepus dan Cikapundung yang merupakan sungai perbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Pemasangan jaring sampah itu dilakukan unsur Muspika Kecamatan Dayeuhkolot, Selasa 5 April 2016. Lokasi jaring berada di Kampung Leuwimelang RT 1 RW 6, Desa Cangkuang Wetan yang berbatasan dengan Kampung Bobojong RW 9 Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot,

Akan tetapi, sebelum dilakukan pemasangan jaring sampah di aliran Sungai Citepus itu, petugas dikejutkan dengan sudah adanya tumpukan sampah kiriman dari Kota Bandung yang terbawa aliran sungai.

Padahal, pada Senin 4 April 2016, Pemerintah Kabupaten Bandung sudah membersihkan sampah-sampah yang tersangkut di pipa-pipa tiang pancang penyaring sampah.

“Adanya tumpukan sampah ini sebagai pembuktian di lapangan bahwa selama ini sampah-sampah yang mengalir ke Citarum sebagian besar dikirim dari Kota Bandung. Dengan demikian, Pemkot Bandung pun jangan hanya berdiam diri dan melemparkan bola panas ke Kabupaten Bandung. Nyatanya, hanya dalam kurun waktu satu malam sudah terjadi penumpukan sampah dari Kota Bandung,” ucap Camat Dayeuhkolot Adjat Sudrajat di lokasi pemasangan jaring sampah di aliran Sungai Citepus.

Diungkapkan Adjat, selama ini pengelolaan sampah antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung saling lempar tanggungjawab dan Kabupaten Bandung yang selalu menjadi korban. Dijelaskan dia, tidak sedikit sampah kiriman Kota Bandung yang dibuang ke aliran sungai yang bermuara ke Sungai Citarum yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

“Pemasangan jaring sampah jelas efektif untuk menyaring sampah kiriman dari Kota Bandung. Nantinya, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkot Bandung dalam hal pembuangan sampah yang terjaring ini. Sampah ini timbul akibat penataan kota yang buruk. Kalau pencitraan sih memang jagonya Pemkot Bandung,” tutur Adjat.

Ditegaskan dia, sebagai upaya pencegahan pembuangan limbah ke sungai, pihaknya pun berjanji menerapkan sanksi tegas kepada warga yang membuang limbah rumah tangganya ke aliran sungai. Tidak hanya itu, penerapan sanksi pun akan diterapkan kepada pelaku industri di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot yang terbukti membuang limbahnya ke sungai secara langsung tanpa dilakukan pengolahan limbah lebih lanjut.

“Saya akan beri sanksi tegas kepada masyarakat di Kecamatan Dayeuhkolot yang terbukti membuang sampah ke sungai. Tidak hanya itu, demikian juga kepada pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tanpa ada pengoilahan terlebih dahulu, maka kami akan menutup saluran buang limbahnya itu,” ucap dia. (Pikiran Rakyat)

Warga Bandung "Panik" Berhamburan Keluar Rumah



BANDUNG - Gempa berkekuatan 6,1 skala Richter yang berpusat di 101 kilometer Barat Daya Kota Garut, Jawa Barat dengan kedalaman 10 kilometer, Rabu malam (6/4/2016) pukul 21.45.

Kuatnya getaran gempa tersebut juga dirasakan oleh warga di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Sebagian warga tampak panik hingga beberapa berlarian keluar rumah.

Sany salah seorang warga mengatakan dirinya saat itu sedang menonton televisi namun terasa adanya getaran gempa, sehingga membuatnya berlari keluar rumah.

"Tadi teh lagi nonton televisi, tapi kok tiba-tiba ada yang goyang, saya kira saya yang pusing, tapi lihat air di gelas dan lampu gantung juga goyang, jadi saya lari keluar," ujarnya.

Kondisi yang hampir sama dikatakan Sabar (57). Selain itu Sabar juga merasa khawatir dengan saudaranya di Garut.

Karena saat ponsel saudaranya dihubungi seusai gempa, ternyata sulit dihubungi dan informasi yang muncul di lokasi ponsel saudaranya itu tidak ada sinyal.

"Iya tadi ada kabar gempa dari saudara di Garut, saya jadi khawatir soalnya kini telepon miliknya tidak dapat dihubungi karena kabarnya tidak sinyal," ujar Sabar. (Tribun Jabar)

Ketua DPRD Jawa Barat : Dewan Lebih Mementingkan Kesulitan Perekonomian di Banding Mobil "Fortuner"



BANDUNG - Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari membantah jika pimpinan DPRD pernah mendapat mobil dinas baru pada tahun 2015. Meski demikian dia mengakui sempat ditawari mobil baru namun dia menolaknya.

Hal itu diungkapkan Ineu kepada "PR"ketika dimintai tanggapan terkait pengajuan 100 unit kendaraan dewan yang sudah dianggarkan pada APBD murni 2016 ini.  "Tidak benar pimpinan dewan tahun 2015 dapat mobil dinas baru. Camry saya tahun 2012 terus satu lagi 2013. Saya memang ditawari tapi nolak," tutur Ineu pada pesan WA, Rabu, 6 April 2016.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Barat Tjetje H Padmadinata meminta pengajuan pengadaan mobil dinas jenis Toyota Fortuner oleh DPRD Jawa Barat dibatalkan. Hal tersebut bisa menyakiti hati masyarakat terutama kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini dinilai tengah terpuruk.

Menurut dia, pengajuan mobil dinas tersebut dinilai menyalahi kepatutan. Oleh karena itu pengajuan pengadaan mobil dinas tersebut harus dikaji ulang. 

"Itu harus dibatalkan. Kalau tidak dibatalkan ya ditunda jangan sekarang sekarang. Yang jelas  jangan sekarang-sekarang itu terlalu kontras dengan kondisi masyarakat sekarang," katanya kepada wartawan.

Dia berharap para anggota DPRD Jabar bisa menggunakan fasilitas yang ada. Terlebih fasilitas yang ada pun masih layak digunakan.  Jangan ada kesenjangan antara penghidupan rakyat dengan wakil rakyat.

"Justru sebaliknya, para wakil rakyat hendaknya lebih memperhatikan kondisi masyarakat saat ini yang cenderung kesulitan perekonomian," katanya.(Pikiran Rakyat)

Selasa, 05 April 2016

Sekjen PDI Larang Ridwan Kamil "Nyagub"



BANDUNG  -- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan mengakui batalnya Wali Kota Bandung Ridwal Kamil atau Emil maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak tahun 2017 atas permintaan dirinya.

"Saya bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira bertemu dengan Ridwan Kamil di Bandung, pada 23 Februari 2016, meminta Ridwan Kamil tidak maju di pilkada DKI Jakarta," kata Hasto Kristiyanto di sela kegiatan Perlatihan Manager Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2017 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Selasa (5/4).

Menurut Hasto, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahunnya di Sentul, Bogor, pada 23 Januari 2016, dia memberikan potongan tumpeng pertamanya untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hal tersebut, kata dia, dapat diartikan oleh kader PDI Perjuangan bahwa ketua umumnya mendukung Ahok dan wakilnya saat ini yang juga kader PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, untuk kembali diusung pada pilkada DKI Jakarta tahun 2017, meskipun akhirnya Ahok menyatakan maju melalui jalur independen.

"Pilihan alternatifnya semula Ahok, tapi ternyata Ahok memilih jalur perseorangan," katanya. Menurut dia, PDI Perjuangan tetap menghormati pilihan Ahok yakni mendukung penuh pemerintahan Gubernur DKI Jakarta hingga akhir periodenya pada 2017.

Sikap Megawati tersebut, kata Hasto, harus dicontoh oleh seluruh kader PDI Perjuangan, yakni sikap kedewasaan politik yang menghargai pilihan politik orang lain.

"Bu Mega tetap berkomitmen pemerintahan Ahok-Djarot berjalan dengan baik. Ini kedewasaan politik yang diterapkan Bu Mega," kata Hasto.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menyatakan dirinya telah memutuskan tidak akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak tahun 2017, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo 29 Februari 2016.

Hari ini Bandara Husein Sastranegara Resmi Beroperasi



BANDUNG, - Manajemen Bandara Husein Sastranegara resmi mengoperasikan terminal baru untuk penerbangan domestik, Rabu 6 April 2016 pukul 00.00 WIB.

Sementara terminal lama saat ini tengah direnovasi. Selain itu, ada pula pengerjaan pembangunan terminal baru penerbangan internasional.

Untuk sementara, pelayanan penerbangan internasional dilakukan di terminal baru penerbangan domestik hingga sekitar enam bulan ke depan sampai pembangunan terminal baru penerbangan internasional rampung.

Hal itu disampaikan General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara, Dorman Manalu di Bandung, Selasa 5 April 2016.

"Terminal baru lebih luas dan memiliki daya tampung lebih besar 400 persen dibandingkan terminal lama, dilengkapi collecting conveyor, lift, escalator, cafetaria, gerai cenderamata, dan desain ruangan yang artistik. Ruang tunggunya memiliki 3 pintu sebagai akses menuju pesawat, lebih banyak dari ruang tunggu pada terminal lama, calon penumpang akan lebih leluasa. Kami berharap, adanya terminal baru membuat calon penumpang lebih nyaman," katanya menjelaskan.

Bandara Husein Sastranegara layaknya seperti pintu rumah Jawa Barat melalui jalur udara. Dengan fungsi dan keindahan yang semakin baik, tentu akan berkontribusi lebih baik pula terhadap Jawa Barat. Dorman berharap, semakin baiknya bandara dapat memberikan kontribusi positif terhadap arus jumlah wisatawan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, khususnya terhadap perkembangan pariwisata. Apalagi, dunia pariwisata merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian Jawa Barat.

"Saat ini kami tengah mengkaji sejumlah permintaan jadwal baru untuk penerbangan domestik dari sejumlah maskapai. Di sisi lain, kami juga berharap kepada sejumlah maskapai untuk membuka rute penerbangan internasional ke Thailand. Semua itu bertujuan meningkatkan jumlah penumpang tahun ini. Target kami tumbuh menjadi 2,5 juta penumpang, lebih tinggi dari jumlah tahun lalu yakni sebesar 2,1 juta penumpang," kata Dorman.

Ia menjelaskan, adanya rute Bandung-Thailand akan memiliki dampak positif terhadap kunjungan wisatawan internasional, khususnya dari Eropa. Selain itu, ia juga berharap rute baik yang baru diresmikan dan tengah dalam pengkajian akan meningkatkan jumlah penumpang yang melakukan penerbangan domestik.

Berdasarkan data yang ia paparkan, permintaan jadwal baru mayoritas merupakan penerbangan dari Bandung ke Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Terminal baru juga diharapkan memberikan manfaat baru terhadap rutinitas tahunan masyarakat saat Lebaran. Pada masa angkutan Lebaran, biasanya jumlah penumpang naik sekitar 15 persen. Dengan siapnya terminal baru penerbangan domestik, kenyamanan para pemudik akan bertambah.

Dari sisi fasilitas dan luas, sudah lebih baik daripada terminal yang lama. Bandara Husein Sastranegara sudah siap dengan adanya penambahan penumpang pada masa angkutan Lebaran.

"Peningkatan penumpang ketika masa angkutan Leberan pada umumnya merata ke sejumlah daerah tapi yang paling tinggi biasanya Surabaya dan Medan. Adanya terminal baru menjadi andalan menghadapi masa angkutan Lebaran pada tahun ini" katanya.(Pikiran Rakyat)

Senin, 04 April 2016

Gubernur Jabar : Biaya Desain Arsitek Gedung Kesenian Cikutra 20M



BANDUNG--Alasan Pemprov Jabar belum bisa melanjutkan rencana desain gedung kesenian di Cikutra,Bandung rupanya karena arsitek kondang almarhum Zaha Hadid mematok bayaran selangit.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan setelah Zaha Hadid meninggal kemungkinan Pemprov Jabar akan menggunakan arsitek lokal sebagai pengganti.

"Kan biayanya cukup besar dan harus dibebankan pada pihak ketiga. Saya khawatir nanti kalau mengejar seperti paket Zaha Hadid cukup mahal konsepnya Rp20 miliar," katanya di Bandung, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya biaya desain yang mahal ini nantinya harus dibebankan pada siapa yang harus membayar. Jadi pihaknya, harus menghitung siapa calon pengelola yang membayar desain itu.

"Bayarnya kan by design, sekian kali sekian kalau dikalikan sekian kan khawatirnya ga sanggup," katanya.

Karena itu kemungkinan besar, Pemprov Jabar akan menggunakan desain lokal yang dibayarnya pakai APBD. "Kalau lokal, gak bayar mahal sampai Rp20 miliar," katanya. (Bisnis.Com)

Arsitek Perancang Masjid "Salman ITB" Meninggal



BANDUNG - Dunia arsitektur Indonesia tengah berduka karena arsitek kenamaan dari Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Achmad Noe'man, wafat pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Borromeus pada Senin sore (4/4/2016). Adapun jenazah Achmad Noe'man akan disalatkan di Masjid Salman ITB pada Selasa pagi, 5 April 2016.

Dikutip dari siaran Humas ITB pada Senin malam, berikut ini biografi singkat dari Sang Arsitek Achmad Noeman.

Achmad Noe’man, Arsitek yang terkenal piawai merancang masjid tanpa kubah ini lahir di Garut pada Jumat, 10 Oktober 1924.

Beliau merampungkan pendidikannya di Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderweijs (MULO) di tempat kelahirannya. Di samping menimba ilmu di madrasah, putra Haji Mas Djamhari ini lantas meneruskan sekolahnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Ketanggungan, Yogyakarta.

Ketika Indonesia memasuki zaman revolusi, Noe‘man muda bergabung dengan Divisi Siliwangi dan ditugaskan di Jakarta sambil sekolah di Sekolah Menengah Atas Republik.

Kemudian pada 1948, Achmad Noe'man memasuki jurusan bangunan Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (kini menjadi Institut Teknologi Bandung).

Tetapi, karena merasa kurang cocok dan kebetulan kala itu terjadi penyerbuan pasukan Belanda atas Yogyakarta. Maka, Achmad Noe'man tidak melanjutkan kuliahnya dan memasuki Corps Polisi Militer di Bandung dengan pangkat letnan dua. Karier militer ini ditekuninya sampai 1953.

Ketika di almamaternya dibuka jurusan arsitektur, perancang Masjid Salman di lingkungan Institut Teknologi Bandung ini lantas mengundurkan diri dari tugas militer dan memasuki bidang yang digemarinya itu.

Pendidikan di bidang arsitektur ini, yang lantas mengantarkannya menjadi arsitek, dima pendidikan ini dirampungkannya pada 1958.

Menurut beliau, arsitek harus memiliki kepribadian yang jujur, independen, dan kompeten.

Seusai menempuh pendidikan tingginya tersebut, arsitek yang berdarah Jawa ini sebetulnya akan dikirim ke Kentucky, Amerika Serikat, untuk mengambil program master.

Tetapi, ia memilih tidak berangkat dan membuka sebuah biro arsitektur dengan nama Birano yang merupakan singkatan dari Biro Arsitek Achmad Noe‘man.

Lewat biro itu dia melahirkan sederet karya di bidangnya, antara lain Masjid Salman ITB, Masjid Al-Furqan, dan Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar.

Achmad Noe‘man juga aktif di berbagai kegiatan lain, antara lain menjadi anggota Majelis Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), anggota Dewan Kehormatan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan Ketua Yayasan Universitas Islam Bandung.

Sabtu, 02 April 2016

Cihuy..........Wajah Baru Bandara Husein Sastra Negara



"Melalui pengembangan dan pembangunan terminal, wajah baru bandara akan menyuguhkan kenyamanan berlipat ganda karena areanya lebih luas, lebih nyaman, dan bernuansa art gallery," kata Ituk Herarindri, Director of Airport Service & Facility Angkasa Pura II dalam keterangannya, Sabtu (2/4/2016).

PT. Angkasa Pura II sebagai pengelola berharap dengan kondisi yang lebih nyaman dan luas membuat pengguna baik penumpang domestik maupun wisatawan asing akan lebih merasakan manfaat lebih dari penampilan baru ini.

Terlebih diketahui kota Bandung merupakan salah satu destinasi wisatawan asing terutama Singapura, Malaysia dan Tiongkok. Dalam 3 tahun terakhir angka wisatawan asing yang datang ke kota Bandung terus mengalami kenaikan.



Wajah baru bandar udara ini mengambil tema "Modern with Traditional Nuances Airport". Desain bangunan terinspirasi arsitektur tradisional atap rumah khas Jawa Barat, yakni Leuit (tempat menyimpan gabah) dan Julang Ngapak (rumah tradisional Sunda), serta senjata tradisional khas Jawa Barat yakni kujang.

Wajah baru didominasi oleh warna biru. Warna tersebut diambil dari warna tanaman tarum yang jika diolah bisa menghasilkan warna biru.

Bandara Husein Sastranegara mengusung konsep Butik Bandara. Interior di dalamnya didesain dengan suasana seperti di galeri, termasuk pameran lukisan dan alunan musik tradisional.

Pada dinding-dindingnya dipajang karya-karya seni dan videotron pariwisata,  juga ada perpustakaan, ruang internet dan lainnya.

Proyek pembangunan dan perluasan mencakup perluasan terminal penumpang dari 5.000 meter persegi menjadi 17.000 meter persegi dengan nilai proyek yang dibiayai Angkasa Pura  II mencapai Rp 180  miliar.

Dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal akan meningkat signifikan menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau lebih tinggi dibandingkan sebelum pengembangan yang hanya 750.000 penumpang.




Pada area komersial setelah pengembangan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi atau jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya yang hanya 500 meter persegi.

Sementara itu, untuk landasan masih mengandalkan satu landas pacu berukuran 2.500 meter x 45 meter yang bisa mengakomodasi penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737-800 NG, Airbus A320, dan Boeing 737-900 ER.
Wajah Baru Bandara Husein Sastranegara Bandung

Maskapai yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara antara lain AirAsia, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Express Air, Silk Air, Wings Air, Susi Air, dan Tiger Air.  

Bangunan baru Bandara Husein Sastranegara akan difokuskan pada penerbangan domestik, sedangkan bangunan hasil pengembangan melayani penerbangan internasional.

Perubahan wajah Bandara Husein Sastranegara juga diharapkan menjadi contoh bagi bandara lain untuk  mencapai target menjadi world class airport. (Detik Finance)

Selasa, 29 Maret 2016

Ariel Tiba di Rumah Duka Bersama Sophia Latjuba


BANDUNG - Selain sanak saudara beserta rekan-rekan Ariel, termasuk sahabatnya ex Peterpan, Andhika dan Indra yang sudah hadir di rumah duka, tak berselang lama, Ariel NOAH pun sudah berada di sana, Selasa (29/3/2016).

Pantauan Tribun, Ariel datang ke rumah duka di Jalan Tanjungsari Raya No 58 RT 04/06, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, bersama Sophia Latjuba yang kabarnya mendapat kabar duka tersebut saat ia berada di Kota Malang.

Namun sayang, saat Ariel dan Sophia masuk ke rumah dan melewati sejumlah wartawan, keduanya belum mau memberi komentar sedikit pun.

Mereka langsung memasuki ke dalam rumah duka. Kecuali eks personil Peterpan, Andhika yang sempat memberi komentar kepada awak media.

"Saya turut berduka cita semoga keluarga yang ditinggalkan bisa sabar, serta semoga almarhum khusnul khotimah," ucap Andhika saat ditemui di rumah duka.

Para awak media pun masih belum mendapatkan kabar lebih jauh tentang meninggalnya ayahanda Ariel NOAH tersebut, karena belum diijinkan untuk melakukan peliputan. (Tribun)

Minggu, 13 Maret 2016

Jalan Raya Bojong Soang Masih Banjir Hingga Sore Ini



Bandung - Banjir masih nampak di Jalan Raya Bojong Soang Kabupaten Bandung hingga sore ini 13/03 nampak warga yang ingin melintas sungai Citarum terus memantau ketinggian air sehingga mereka dapat melaluinya.


Selasa, 19 Mei 2015

Desperindag Jabar : Warga Bandung Harus Waspadai Beredarnya Beras Plastik



BANDUNG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan meminta warga Bandung dan masyarakat untuk mewaspadai peredaran beras plastik. Saat ini, peredaran beras plastik mulai masuk ke wilayah Jawa Barat terbukti dengan adanya temuan beras plastik di wilayah Bekasi Timur.

"Adanya temuan berarti sudah ketahuan, jadi bisa kita telusuri," kata Ferry di Gedung Sate, Selasa (19/5).

Ia mengaku mendapat informasi soal beras plastik ini melalui media sosial. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan untuk mencari tahu keberadaan komoditi berbahaya tersebut.

Selain itu, Disperindag juga akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian mengingat keberadaan beras plastik akan sangat merugikan konsumen. Pihaknya lalu akan membandingkan beras asli dan beras plastik tersebut.

"Beras plastik ini dipastikan dijual dengan kategori beras medium sehingga akan sulit melakukan penelusuran sumbernya. Konsumen juga kami minta berhati-hati saat membeli beras impor mengingat pemerintah tidak mengimpor beras pada tahun ini," ujarnya. (Tribun)

Sabtu, 16 Mei 2015

Pendaki putri Unpar taklukkan Puncak Elbrus



BANDUNG - Tim pendaki putri Women of Indonesias Seven Summits Expedition Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Parahyangan Bandung berhasil menapakkan kaki di puncak tertinggi Eropa, Gunung Elbrus di Rusia, Jumat (15/5) pukul 12.35 waktu setempat.

"Cuaca sangat cerah, terima kasih atas doa teman-teman dan dukungannya," kata Tim Publikasi Women of Indonesias Seven Summits Expedition (WISSEMU) Mahitala Unpar, Alfons Yusio, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Elbrus adalah puncak kedua yang berhasil digapai tim ekspedisi wanita Indonesia dari tujuh puncak tertinggi di tujuh benua, setelah sebelumnya menaklukkan Puncak Carstensz Pyramid di Papua Agustus lalu.

Tim WISSEMU Unpar itu terdiri dari Fransiska Dimitri Inkiriwang, Matilda Dwi Lestari, dan Dian Indah Carolina.

Gunung Elbrus dikenal dengan puncak kembar yang memiliki ketinggian di atas 5.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan Puncak Barat (5.642 mdpl) lebih tinggi ketimbang Puncak Timur (5.621 mdpl). 

Gunung Elbrus memiliki dua jalur utama, yakni jalur utara dan jalur selatan. 

"Tim WISSEMU sendiri mencapai Puncak Barat melalui jalur selatan, setelah melalui summit attack selama 7 jam 35 menit," kata Alfons.

Mahitala Unpar sudah dua kali mencapai Puncak Barat pada 17 Agustus 2009 dan 24 Agustus 2010 dengan yang terakhir termasuk rangkaian Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU).

Dua keberhasilan ini membuat ketiga perempuan pendaki ini semakin terbakar semangatnya. 

Setelah ini tim langsung bertolak menuju Arusha, Tanzania untuk mendaki Gunung Kilimanjaro yang adalah puncak tertinggi di Afrika. 

"Pendakian kali itu disengaja tanpa harus kembali dahulu ke Indonesia dengan harapan para pendaki perempuan ini akan semakin terbiasa dengan ketinggian," katanya lagi.

Berangkat dari 8 Mei 2015, tim sampai di Moskow untuk kemudian berpindah ke Mineralnye Vody dua hari kemudian dengan menggunakan maskapai lokal. 

Setelah tiga hari melakukan program aklimatisasi dan satu hari snow exercise untuk mempelajari penggunaan palu es dan crampon, akhirnya pendakian ke puncak dilakukan pada 15 Mei. 

"Misi berikutnya menapakkan kaki di puncak tertinggi di Benua Afrika, Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) masih menanti," kata Alfons Yusio. Antara News

Minggu, 10 Mei 2015

Poster Ridwan Kamil Untuk DKI-1 Beredar di Media Sosial



BANDUNG - Isu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan terjun berlaga di Pilgub DKI 2017 makin santer. Meski pria yang akrab disapa Kang Emil itu menyiratkan masih ingin bertahan di Bandung, namun sudah muncul ‘poster digital’ yang berisi dukungan untuk pria berlatar belakang arsitek itu.

Poster dukungan Ridwan Kamil DKI-1 2017 mulai beredar di media sosial twitter, Sabtu (9/5/2015) hari ini. Sudah ada sejumlah netizen yang mengunggah poster tersebut.

Poster itu berlatar belakang foto Bundaran HI di malam hari. Materi utama poster itu adalah artwork rambut dan kaca mata khas Ridwan Kamil berwarna kuning dan tulisan ‘RIDWAN KAMIL DKI-1 2017′.

Belum jelas benar akun pertama yang meng-upload poster itu. Namun perederan poster itu sudah cukup masif.

Soal kemungkinan berlaga di Pilgub DKI 2017, Kang Emil sudah memberikan jawaban. Dia mengatakan masih ingin bertahan di Bandung.

“Enggak akan banyak komentar apakah saya mau maju atau enggak,” kata Kang Emil kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (8/5) tadi malam.

“Belum saatnya juga. Saya melihat apa adanya saja dan fokus di Bandung saja,” imbuhnya.

Nama Ridwan Kamil dihitung oleh lembaga survei politik Cyrus Network sebagai salah satu kandidat pesaing Gubernur DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub 2017. Namun memang hasil survei Cyrus masih menempatkan Ahok sebagai calon terkuat. (Detikcom)

Jumat, 08 Mei 2015

Cyrus Network : Ridwan Kamil Lebih "Kuat dan Rapi" di Banding Ahok



JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersaing berat dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil jika keduanya maju pada Pilkada DKI 2017 nanti. Hal ini didapat dari survei yang dilakukan oleh Cyrus Network (CN) pada 23-27 April 2015.

Dari survei tersebut, jika Ahok (sapaan Basuki) disejajarkan dengan Ridwan Kamil dalam pilkada 2017 di DKI nanti, maka mereka mendapat pemilih sebesar 42,5 persen. Sementara itu, Ridwan Kamil mendapat pemilih sebanyak 38,6 persen. Sisanya 13,8 persen ragu-ragu dan 5,1 persen tidak menjawab. 

"Ridwan kamil dianggap sukses dan berhasil mengelola Kota Bandung," kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi saat diskusi dan survei Cyrus Network di Jakarta, Kamis (7/5/2015). 

Dari survei tersebut, Ridwan Kamil dianggap bisa menyaingi Ahok jika maju dalam pilkada mendatang di DKI. Untuk itu, Ahok dinilai perlu membuktikan diri dengan lebih baik. "Bagi Ahok, dari kacamata incumbent, tentu ini ancaman," kata Hasan. 

Sementara itu, sosialisasi Ridwan Kamil di media sosial ataupun media massa juga disebut berhasil. Hal ini terlihat dari akun media sosial yang dimiliki oleh Ridwan Kamil. Aspek media sosial ini juga dianggap penting dalam pilkada untuk DKI.

"Sosial media Ridwan Kamil sangat kuat dan rapi. Relawannya tertib. Di tempat itu, Ahok harus bertempur juga," kata pengamat politik, Phillips J Vermonte, di tempat yang sama. 

Pengamat politik lainnya, Muradi, menyebut Ridwan Kamil cocok jika maju dalam pilkada untuk DKI. Ridwan Kamil dianggap dapat menyatu dengan Jakarta. 

"Dia butuh lingkungan seperti Jakarta yang easy going dan mudah diarahkan," kata Muradi. 

Survei tersebut diselenggarakan pada 23-27 April 2015 dengan metode multistage random sampling. Sementara itu, responden tersebar secara proporsional di semua wilayah kelurahan DKI Jakarta dengan umur minimal 17 tahun. Responden yang terpilih lantas diwawancarai secara tatap muka. Adapun jumlah responden sebanyak 1.000 orang dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 3,1 persen. (Kompas)

Kajian Opini Publik Indonesia : Hasil Poling Ridwan Kamil 95 Suara(42,79%) Ahok Hanya 10 Suara (4,5%)



Hasil survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI) memperlihatkan hasil bahwa Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, berpotensi mengikuti jejak Joko Widodo, mantan Wali Kota Surakarta yang kemudian menjadi Presiden Indonesia.

“Hasil polling menunjukkan bahwa Indonesia memiliki figur calon pemimpin dari daerah yang mungkin belum terekspose media, salah satunya Ridwan Kamil,” kata Juru Bicara KedaiKOPI Hendri Satrio di Jakarta, Rabu malam.

Dari 222 suara yang masuk, Ridwan memperoleh 95 suara (42,79 persen). Ridwan Kamil namanya semakin populer setelah perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung.

Figur lain adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (26 suara, 11,71 persen), Gubernur Jawa Tengah (17 suara, 7,66 persen), Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (11 suara, 4,95 persen dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (10 suara, 4,5 persen).

KedaiKOPI telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 27 April 2015 lalu, terkait nama-nama yang dianggap layak menjadi calon presiden nanti. KedaiKOPI menilai kepala daerah berdasarkan kinerja seperti indikator ekonomi daerah yang berkembang pesat, inovasi dalam pembangunan daerahnya dan indikator lainnya.

Selain kelima kepala daerah tersebut, polling juga menyediakan pilihan yaitu bukan salah satu dari nama di atas. Polling digelar sejak 28 April hingga 5 Mei 2015, tentang pemimpin daerah yang berpotensi menjadi pemimpin Nasional.

Pertanyaan tersebut berkisar dengan siapakah kepala daerah yang berpotensi menjadi calon presiden di masa yang akan datang. Kemudian, polling ini juga akan menyikapi Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tahun ini. (Antara)

Ridwan Kamil : Hubungan Internasional Saya Banyak, Saya Akan Lobi FIFA



BANDUNG - Tugas berat menanti tim transisi ‘Indonesia Memanggil’ yang dibentuk Menpora untuk menyelematkan sepakbola Indonesia. Selain menjalankan tugas PSSI yang tengah dibekukan, 17 nama terpilih pun harus bernegosiasi dengan FIFA supaya Indonesia tidak mendapat sanksi. Anggota tim transisi, Ridwan Kamil pun mengatakan dirinya bersedia jika mendapat mandat berdiplomasi dengan induk organisasi sepakbola dunia. Terlebih dirinya mengaku mempunyai hubungan internasional yang cukup banyak.

“Masih belum tahu kapan mulainya, sekarang ini saya menunggu bola dulu saja untuk diminta gagasan. Kalau saya diminta lobi saya sangat siap, hubungan internasional saya banyak jadi mungkin bisa bantu mendudukan logika-logikanya,” ungkapnya dalam wawancara di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/5) malam.

Pria yang akrab disapa Emil itu pun tak membantah jika salah satu alasan Menpora meminta bergabung adalah karena kedekatan dengan Persib dan bobotoh. Dia mengaku memang cukup mengenal sepakbola karena selain aktif mendukung Persib, dia juga gemar mengolah si kulit bundar sejak masih menjadi pelajar.

“Salah satu alasan beliau memilih saya memang karena beliau tahu saya dekat dengan bobotoh dan juga sepakbola. Beliau tahu saya memberikan dukungan moril saat Persib main serta banyak komunikasi dengan bobotoh,” lanjutnya.

Menurutnya untuk menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini, diperlukan rasa toleransi dari seluruh pihak. Tidak mengutamakan kepentingan pribadi dan memberikan ruang gerak bagi pihak lain. Karena saat ini klub-klub anggota PSSI menjadi korban. Berhentinya pertandingan berarti tidak ada pemasukan dari sponsor, nasib pemain pun semakin terkatung-katung.

“Kalau semua orang tidak kasih ruang, ya enggak akan beres-beres. Kasihan klub-klub, bahkan katanya ada yang sampai mau bubar karena masalah yang terjadi. Pokoknya kalau memang diminta untuk melakukan diplomasi internasional ke FIFA saya siap,” pungkasnya

Jadi Tim Transisi PSSI, Emil : Saya akan Belajar ke Barcelona



Pihak Menteri Pemuda dan Olahraga akhirnya merilis 17 nama yang dipercaya menjadi tim transisi yang dibentuknya. Tujuannya untuk menggantikan peran PSSI, memastikan pengiriman tim nasional ke berbagai event, menjalankan kompetisi dan memfasilitasi pembentukan PSSI baru. Dari sejumlah nama tersebut, terdapat nama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Pria berkacamata itu pun mengaku sudah dihubungi oleh Imam Nahrawi dan siap mengemban tugas yang diberikan padanya.

“Sebelumnya saya sudah dihubungi sama Pak Menpora dan diminta untuk mengisi tim transisi. Kalau saya, pada dasarnya dimana negara membutuhkan energi saya, pasti akan saya jalankan,” kata lelaki yang biasa dipanggil Emil ini kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/5) malam.

Ketika disinggung mengenai tugas utamanya sebagai Walikota, pria yang akrab disapa kang Emil itu mengaku akan berupaya membagi waktu sebaik mungkin. Dia juga mengatakan sudah berbicara kepada Menpora bahwa nantinya dia tidak akan fokus sepenuhnya mencurahkan perhatian memperbaiki sepakbola nasional.

“Saya tidak menawarkan diri, jadi penunjukan ini dengan catatan ada keterbatasan waktu karena saya harus menjalankan roda pemerintahan di Kota Bandung,” ungkapnya.

Lebih lanjut mengenai tugasnya nanti, dia mengatakan jika keterlibatannya hanya untuk memberikan gagasan. Bukan terjun secara langsung ke teknis lapangan. Dan menurutnya yang mesti diperhatikan di sepakbola Indonesia adalah pembenahan organisasinya. Untuk itu dia juga mencari referensi dari klub raksasa Spanyol, Barcelona.

“Itu bikin malu, tidak bisa dibiarkan seperti itu. Oleh sebab itulah saya ditugasi pemerintah untuk memberikan pemikirannya untuk membenahinya. Tadi (kemarin) ada tim dari Barcelona juga yang mengundang saya datang untuk melihat base camp mereka. Itu bisa menjadi kesempatan untuk belajar dari mereka (Barcelona) bagaimana cara mereka mengelola sepakbola,” tukasnya.

Berikut adalah daftar 17 orang ota tim transisi:

1. FX Hadi Rudiatmo
2. Lodewig F Paulus
3. Ridwan Kamil
4. Edy Rumpolo
5. Ricky Yacob
6. Bibid Samad Rianto
7. Darmin Nasution
8. Cheppy W Wartoni
9. Tommy Kurniawan
10. Iwan Lukmanto
11. Francis Wanandi
12. Saut H Sirait
13. Andre Darwis
14. Farid Husaini
15. Suhairi Misrawi
16. Diaz Faizal Malik
17. Felix W Wanggai.