Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WISATA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2016

Farm House : Bisa pilih Susu atau Sosis

Rama Sagih


BANDUNG - Wana wisata di Bandung kini makin bervariasi dan menarik, satu yang wajib dikunjungi yaitu Farm House di Lembang.
Adapun tiket masuk untuk memasuki lokasi wisata Farmhouse Lembang, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 20.000,-/orang. Tiket ini dapat di tukar dengan segelas susu atau sosis bakar, jadi bisa sambil menghemat untuk jajan.

Untuk biaya Tiket Parkir untuk motor Rp. 5.000,- dan kendaraan roda empat  Rp. 10.000,-
Farmhouse Lembang terletak di Jl. raya Lembang no 108 Cihideung, jalur ini mudah dijangkau baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Selamat pagi dari Selatan Kota Bandung

Fachri opuw


BANDUNG -  Selamat pagi dunia terucap dari Pangalengan yang indah, Pangalengan merupakan sebuah kecamatan yang terletak di selatan Kota Bandung yang secara administratif masuk ke Kabupaten Bandung.

Pangalengan yang hanya memiliki luas seluas 27.294,77 Ha dan berpenduduk sebanyak 130Ribu jiwa punya beberapa wana wisata yang wajib dikunjungi para traveller ketika berkunjung ke Bandung, diantaranya Situ Cileunca, Perkebunan teh dan pemandian air panas Cibolang.

Ada beberapa kebun teh dan kina yang dikelola PTPN dan peternakan sapi yang dikelola Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan yang cukup terkenal.

Sabtu, 23 April 2016

Indahnya Bundaran Cibiru di Malam Hari

By Ajioo
Bandung - Cibiru kecamatan yang berada di wilayah timur Kota Bandung ini memiliki Luas wilayah 652,92- ha dengan Jumlah penduduk sebanyak 59,921 Jiwa wilayah ini cukup padat karena berdekatan dengan kampus UIN Bandung, Unpad Jatinangor dan IPDN sehingga wilayah ini cukup ramai dan macet ketika jam sibuk.

Tak banyak publikasi tentang Kecamatan yang dipimpin oleh H. Tatatng Muhtar, keindahan yang cukup mencengangkan mata dari sebuah kecamatan di Timur Kota Bandung ini, nampak bundaran Cibiru dimalam hari begitu indah, seperti yang diabadikan oleh Ajioo diambil melalui drone bundaran Cibiru nampak indah dan menawan.





Senin, 04 April 2016

Tempat Wisata Bersejarah di Bandung

Bandung - Selain karena keindahan alam, wisata belanja, dan wisata kulinernya, Bandung juga dikenal karena termasuk kota besar dengan banyak sejarah di dalamnya. Tidak heran jika banyak pula pecinta sejarah yang melakukan perjalanan wisata histori di kota yang satu ini. Nah, jika Anda juga termasuk pecinta sejarah, jangan lewatkan empat destinasi wisata sejarah berikut ini.

Museum KAA
Museum yang satu ini dikenal karena merupakan salah satu peninggalan dan bukti sejarah bahwa Bandung pernah menjadi tempat diselenggarakannya konferensi Asia Afrika. Museum ini berada di Jalan Asia Afrika No. 56 Bandung yang berdekatan dengan Gedung Merdeka. Hal ini disebabkan oleh Museum KAA ini merupakan bagian dari gedung utama Gedung Merdeka. Museum Konferensi Asia Afrika ini didirikan sebagai lambang sekaligus cara masyarakat Kota Bandung mengenang peristiwa Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada 18 April 1955.


Rekam jejak peristiwa Konferensi Asia Afrika dapat dilihat di sini, baik dalam bentuk bacaan maupun dalam bentuk replika diorama. Beberapa miniatur patung, koleksi foto, berita koran, dan rekaman perbincangan selama konferensi berlangsung bisa disaksikan di museum ini. Tidak mau kan melewatkan peristiwa penting? Jadi, jangan lupa kunjungi Museum Konferensi Asia Afrika ini ya!



Museum Geologi


Tempat bernilai sejarah lain yang bisa Anda kunjungi saat ke Kota Bandung adalah Museum Geologi yang didirikan pada 16 Mei 1928. Museum ini pernah mengalami masa vakum karena direnovasi. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena pada 23 Agustus 2000, museum tersebut dibuka kembali oleh Megawati Soekarnoputri. Museum ini berada di Jalan Diponegoro No. 57 Bandung dan pada awalnya berfungsi sebagai laboratorium serta tempat penyimpanan berbagai hasil penelitian geologi. Namun dalam perkembangannya, museum ini dijadikan sebagai wadah penelitian sekaligus sarana pendidikan berkenaan dengan geologi.

Beragam informasi mengenai fosil, bebatuan, mineral, dan benda-benda yang berkaitan dengan geologi menjadi tujuan wisata sebagian banyak wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal. Selain belajar tentang hal-hal yang sudah disebutkan di atas, Anda juga dapat mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan bencana alam serta bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam serta sumber daya energi yang baik.

Museum Pos Indonesia



Museum selanjutnya yang dapat Anda kunjungi saat ke Kota Bandung adalah Museum Pos Indonesia. Museum sejarah ini berisi tentang sejarah berdirinya Pos Indonesia serta beragam informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, seperti halnya sejarah surat-menyurat dan berbagai macam koleksi perangko.



Beraneka ragam koleksi perangko di seluruh negara di dunia dipamerkan di museum yang didirikan pada 1933 ini. Berdasarkan informasinya, perangko-perangko tersebut berasal dari 178 negara dan semuanya berjumlah lima puluh ribu perangko.

Selain koleksi benda-benda yang berhubungan dengan Pos Indonesia, museum ini juga memajang berbagai buku serta memamerkan diorama tentang bagaimana kegiatan Pos Indonesia berlangsung. Untuk mengunjungi museum dengan bangunan bergaya arsitektur Italia ini, Anda bisa langsung menuju ke Jalan Cilaki No. 73 Cihapit.

Museum Sri Baduga



Museum yang satu ini sangat cocok bagi Anda pecinta sejarah dan budaya. Museum ini didirikan pada 1974 dengan mengusung konsep bangunan khas Jawa Barat yang dipadu arsitektur modern. Museum ini terletak di Jalan BKR No. 185 Bandung dan merupakan tempat kumpulan koleksi sejarah alam Jawa Barat.

Museum ini sering dijadikan destinasi pendidikan bagi siswa SD, SMP, maupun SMA di Bandung dan daerah Jawa Barat. Hal ini disebabkan oleh nilai pendidikan yang berhubungan dengan pembuktian sejarah, kebudayaan, kesenian, dan teknologi di dalamnya sangat cocok bagi mereka. Selain melihat pameran kebudayaan, Anda juga dapat melihat berbagai diorama yang memperlihatkan kebiasaan dan adat yang berlangsung di Jawa Barat.

Jadi, selain dapat menikmati alam, kuliner, dan tempat belanja di Bandung, Anda dan keluarga juga bisa semakin berwawasan luas dengan mengunjungi museum-museum tersebut kan? Selamat menikmati liburan cerdas. (Sebandung)


Teras Cikapundung Primadona Baru Wisata Kota Bandung


BANDUNG - TERAS Cikapundung menjadi tujuan wisata alternatif untuk sekadar menghabiskan waktu luang di Kota Bandung. Teras Cikapundung terletak di jalan Babakan siliwangi, kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Tempat yang tidak pernah sepi dari pengunjung itu baru saja diresmikan Kemenpora dan Wali Kota Bandung dan dibuka tanggal 31 Januari 2016. Letaknya strategis karena Teras Cikapundung membelah Sungai Cikapundung dan berbatasan dengan area hutan kota Babakan Siliwangi. Hal itu menjadikan suasananya nyaman untuk bersantai maupun mengabadikan momen bersama teman, sahabat, pasangan, hingga keluarga.

Para pengunjung akan disuguhi berbagai fasilitas yang membuat siapapun ingin berlama-lama menikmati pesona keindahan yang terdapat di taman tematik itu.

Sebelum dijadikan taman tematik, Teras Cikapundung merupakan tempat pembuangan sampah sementara. Namun semenjak berdirinya Komunitas Cikapundung yang peduli terhadap alam, sungai Cikapundung secara perlahan mulai dibenahi dengan membuat gerakan Cikapundung Bersih.

Karena letaknya yang strategis dan berpotensi dijadikan tempat karyawisata, Komunitas Cikapundung mengajukan ide untuk membuat Cikapundung menjadi area wisata alam. Akhirnya, tahun 2013, pembangunan Teras Cikapundung dilaksanakan dan selesai awal tahun 2016.


Teras Cikapundung merupakan taman edukasi karena selain menawarkan tempat bersosialisasi, di taman itu juga kerap diadakan berbagai macam penyuluhan tentang pentingya menjaga kebersihan. Selain itu, terdapat amphiteather, gazebo, dan dilengkapi banyak meja dan kursi.

Pengelola juga meyediakan fasilitas bagi pengunjung yang ingin merasakan rafting di aliran Sungai Cikapundung sambil memunguti sampah yang berserakan.

“Inilah yang berbeda dari kegiatan yang ada di sini. Biasanya pengunjung di tempat lain hanya bermain-main menikmati hiburan, di sini para pengunjung selain bermain juga diajak untuk berpartisipasi menjaga lingkungan” tutur Nusep, salah seorang staf pemelihara Sungai Cikapundung.

Komunitas Cikapundung juga mengadakan kegiatan penangkaran ikan. Terdapat kolam yang berisikan ikan-ikan yang keberadaannya sudah sangat langka di Sungai Cikapundung seperti ikan kekel, badar, dan beunteur.

Ikan-ikan itu dikembangkan di kolam yang bernama Kolam Tujuh Kura-kura. Secara berkala selama 3 bulan sekali, ikan-ikan tersebut dilepaskan ke Sungai Cikapundung untuk berkebang biak.

Para pengunjung Teras Cikapundung menyambut positif pengubahan di kawasan itu. “Tempatnya bagus, yang dulunya tempat pembuangan sampah, sekarang sudah jadi taman tematik yang nyaman. Kebersihannya juga bagus” tutur Yanti, salah seorang pengunjung.

Banyak harapan dari warga untuk Teras Cikapundung seperti yang disampaikan pengunjung bernama Desi dan Lupi yang menuturkan “Semoga Teras Cikapundung menjadi ikon Bandung yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara dan menjadi tempat wisata,” katanya. (Pikiran Rakyat)

Selasa, 19 Mei 2015

Melihat Bandung Makin Romantis di "Lutung Kasarung"



BANDUNG - Tempat makan romantis di Bandung yang selanjutya adalah Dusun Bambu. Dusun Bmbu ini adalah sebuah restoran yang memiliki konsep cukup unik. Tema yang diangkat adalah green architecture. Untuk konsepnya sendiri yaitu restoran ramah lingkungan. Bukan hanya ada restoran, di sini juga terdapat wahana permainan seperti flying fox. Di sini juga ada bungalow dan sebuah area yang disebut “Lutung Kasarung”.


Tempat ini lebih menerupai sangkar burung yang ada di atas pohon. Dari tempat ini, suasana yang sangat romantis akan semakin terasa karena pengunjung bisa melihat Susana Bandung dari atas sambil menikmati menu makanna dari restoran ini. Anda tertarik? Tunggu apalagi? Kunjungi Dusun Bambu di jalan Kolonel Maasturi KM 11 Cisarua. (Sebandung)

Senin, 18 Mei 2015

Masjid Bergaya Tionghoa di Bandung



BANDUNG - Pernahkah Anda melihat masjid Tionghoa di Bandung? Masjid ini maksudnya adalah masjid bergaya Tionghoa. Jarang bangunan masjid berdiri dengan desain arsitektur Tionghoa. Masjid Lautze 2 merupakan salah satu diantaranya. Jika kita tidak teliti maka kita bisa mengira bangunan di pinggiran Jalan Tamblong ini adalah sebuah klenteng atau toko milik warga etnis Tionghoa. Bangunan ini memang berada di antara ruko dan tidak terlihat seperti masjid biasa. Hal inilah yang menjadi keunikan dan kekhasan dari Masjid Lautze.

Masjid Tionghoa – Masjid Bergaya Tionghoa di Bandung
Masjid Lautze memang sangat bergaya Tionghoa. Bangunan ini memiliki cat utama berwarna merah, seperti banyak dipakai di bangunan bergaya Tionghoa. Warna merah dan emas memang banyak dipakai oleh orang Tionghoa karena dianggap memberikan keberuntungan. Warna merah ini membuat Masjid Lautze terlihat mencolok dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya. Penanda mencolok lainnya adalah kubah berwarna merah yang mencirikan bangunan ini adalah sebuah masjid.

Masjid Tionghoa Lautze ini memang didirikan oleh seorang Tionghoa mualaf bernama Oei Theng Hien. Dia membangun bangunan ini pada tahun 1987. Haji Karim Oei, panggilan akrabnya, memang menginginkan pusat dan wadah perkumpulan dan informasi bagi Islam Tionghoa. Dia telah mendirikan Majid Lautze 1 di Jalan Lautze No. 89, pada tahun 1991. Bangunan ini awalnya hanya berfungsi untuk kantor dengan ada ruangan sholat. Ternyata, banyak warga sekitar yang ikut sholat berjamaah di tempat ini. Akhirnya bangunan ini dijadikan masjid dan dinamakan Lautze, sesuai dengan nama jalannya.

Bangunan Majid Lautze 2 sendiri didesain dengan perpaduan gaya Tionghoa dan masjid pada umumnya. Masjid ini didirikan di Jalan Tamblong karena berada di pusat kota dan mudah dijangkau. Bangunan ini juga berada di pinggir jalan sehingga nampak oleh para pengendara. Bangunan ini menggabungkan gaya Tionghoa, terlihat dari ornamen lampu, tangga, dan interior, serta gaya masjid pribumi. Warna merah memang sengaja dipakai agar warga Tionghoa muslim merasa lekat dengan budayanya. Diharapkan para mualaf Tionghoa tidak canggung untuk mendatangi masjid yang sesuai dengan budayanya.

Walau memiliki nuansa Tionghoa yang khas, namun Masjid Lautze 2 ini terbuka untuk umum. Masjid memang tidak memiliki batasan jamaah dan selalu terbuka bagi siapa saja. Pengurus masjid juga tidak hanya dari etnis Tionghoa, namun juga diisi oleh banyak warga sekitar yang asli Sunda.

Pada hari besar Islam, masjid Tionghoa juga selalu ramai. Apalagi saat bulan Ramadhan tiba. Masjid ini selalu diramaikan dengan jamaah yang datang dari sekitar atau para muslim Tionghoa dari penjuru Bandung. Masjid Lautze 2 menunjukkan keragaman dan keunikan umat beragama di Indonesia. (Sebandung)

Gedung Sate Warisan Arsitektur Bangsa Belanda



BANDUNG - Satu lagi bukti sejarah peninggalan bangsa Belanda yang sampai sekarang masih awet adalah Gedung Sate.  Gedung Sate merupakan gedung tersohor di kota Bandung. Gedung yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa barat diantara gedung-gedung lainnya. Aset sejarah yang usianya mendekati satu abad, atau tepatnya 95 tahun.  Namanya tidak sekedar harum di bibir bangsa Indonesia, tapi juga mewangi hingga ke mancanegara.

Sebagai gedung sejarah peninggalan bangsa Belanda,  Gedung Sate menyimpan banyak sekali kenangan tentang kependudukan bangsa asing di Indonesia sebelum merdeka. Sekaligus, saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia mengusir bangsa Belanda dari Indonesia.


Pada awalnya, oleh bangsa Belanda, Gedung Sate dinamakan dengan Gouverments Bedrijven atau Gedung Hebe. Pendirian gedung ini memang ditujukan sebagai kantor pemerintahan bangsa Belanda di Indonesia. Dan, setelah berpindah tangan ke bangsa Indonesia, bangunan ini tetap difungsikan sebagai kantor kantor gubernur Jawa Barat.

Yang unik dari gedung sejarah peninggalan bangsa Belanda ini adalah, ornamen tusuk sate pada puncak menara gedung.  Bila diperhatikan dari dekat, tusuk sate tersebut berisi bola-bola berbentuk jambu air. Konon, bola-bola yang berjumlah enam tersebut melambangkan modal awal pembangunan Gedung Sate itu sendiri di tahun 1920, yakni sebesar enam juta gulden. Dari kejauhan, ornament tersebut memang tampak mirip sekali dengan tusuk sate. Oleh karena itu, di tahun 1960-an bangsa Indonesia mulai mengubah nama Gedung Hebe menjadi Gedung Sate.


Berlokasi di Jalan Diponegoro no 22, Kelurahan Cihargeulis, Kecamatan Coblong, Bandung, Gedung Sate berdiri di atas lahan seluas 27.990.859 m2. Setelah bangsa Belanda angkat kaki dari Indonesia, Gedung Sate dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan Jawatan Pekerjaan Umum. Namun pada tahun 1982, fungsinya dialihkan menjadi kantor pemerintahan Jawa Barat atau biasa disebut kantor gubernur.  Tahun 1989, dilakukan renovasi pada beberapa bagian bangunan, terutama di ruangan dinas Gubernur beserta wakilnya di lantai dua.

Ir. J. Berger selaku arsitek Gedung Sate, merancang bangunan ini dengan konsep memanjang dari selatan ke utara dan berporos lurus ke tengah-tengah Gunung Tangkuban Perahu. Bangunan serta lahan yang luas memungkinkan Gedung Sate ditempati oleh beberapa kantor sekaligus. Sebut saja Kantor Pusat Pos dan Giro yang menempati sayap kiri Gedung Sate. Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat berada di sayap barat. Sedangkan di sayap timur dan barat terdapat dua ruangan yang berfungsi sebagai aula serba guna.


Pada bagian atas gedung terdapat menara yang memiliki teras santai. Rupanya, J. Beger berkiblat pada desain teras di kafe-kafe ternama kota Paris. Dari teras, pengunjung dapat melihat Monumen Perjuangan, Lapangan Gazibu, dan pemandangan di sekitar kota Bandung yang Asri.

Demikian ulasan singkat mengenai Gedung Sate sebagai bukti sejarah peninggalan bangsa Belanda di Indonesia. Semoga menjadi referensi bagi Anda yang membutuhkan.

Minggu, 10 Mei 2015

Wisata Air Tenjun Batu Templek Menjadi Primadona dengan Berbagai Keindahannya



BANDUNG - Wisata alam di Bandung terkenal dengan pemandangan sawah-sawah yang hijau, padang rumput yang asri, hutan pinus yang sejuk, hingga kawah gunung yang menyejukkan mata. Namun nyatanya, wisata alam yang berada di Bandung tidak hanya soal hijau pegunungan dan alam. Masih banyak wisata alam Bandung lain yang juga sangat menarik perhatian, salah satunya adalah Air Terjun Batu Templek.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wisata alam yang berada di Bandung terkenal kebanyakan tentang keindahan pegunungan, hutan pinus, dan pemandangan alam sekitar Bandung. Hal ini memang tidak salah, mengingat Bandung merupakan kota yang dikelilingi oleh pegunungan hijau yang terkenal sejak beberapa abad yang lalu.

Berbeda dengan wisata alam di Bandung lainnya, Air Terjun Batu Templek merupakan wisata alam yang menyuguhkan pemandangan alam dari sudut pandang lain. Jika di tempat wisata alam lain Anda menemukan hamparan hutan hijau, di Air Terjun Batu Templek ini Anda akan disuguhi oleh fenomena menarik khas Cekungan Bandung yang dialiri air.


Air Terjun Batu Templek merupakan tempat wisata alam bebatuan di Bandung. Tempat ini sebenarnya tempat penambangan batu. Maka, tidak heran jika disepanjang jalan menuju tempat tersebut banyak warga sekitar yang membuka usaha sebagai pengrajin batu.

Air Terjun Batu Templek berada di Pasir Impun Bandung, tidak jauh dari Lapas Sukamiskin. Air terjun ini merupakan sebuah fenomena alam yang sangat luar biasa. Berada di tempat penambangan batu, air terjun yang secara alami keluar dari titik ketinggian bumi ini mengalir di batu-batu yang berdempetan dan akhirnya turun ke dasar hingga mengaliri sungai.

Seperti halnya penambangan batu pada umumnya, Air Terjun Batu Templek ini memang dikelilingi oleh batu-batu besar alam. Air terjun yang mengaliri tempat tersebut berasal dari dalam bumi yang menjadi sumber pengairan pada warga sekitar.

Tinggi dari Air Terjun Batu Templek yang merupakan tempat wisata alam di Bandung ini sekitar 10-15 meter. Di dasar air terjun sendiri terdapat semacam kolam penampungan air terjun. Banyak batu-batuan yang menghiasi kolam yang seolah ditata dengan baik oleh alam sendiri. Biasanya batu-batuan ini sering digunakan pengunjung untuk berfoto.

Meskipun berada di lingkungan penambangan batu, Air Terjun Batu Templek atau warga sekitar menyebutnya Curug Batu, bukan berarti tidak ada penghijauan disekitarnya. Air Terjun Batu Templek ini berada di ketinggian Pasir Impun Bandung. Di sepanjang jalannya, Anda akan menemui beberapa perkebunan, persawahan, hingga pemandangan alam khas Bandung, yaitu kehijauan dari ketinggian. Bahkan, di tempat air terjun ini berdiri pun sekelilingnya banyak perkebunan yang tentu mempercantik keindahan alam kawasan penambangan batu tersebut.

Hingga saat ini, kebanyakan dari pengunjung yang datang ke Air Terjun batu Templek adalah pesepeda. Memang, ada juga pengunjung yang sengaja datang untuk berfoto atau menikmati keindahan alam disini lainnya. Namun, rute perjalanan menuju Air Terjun Batu Templek ini memang sangat cocok bagi mereka yang suka bersepeda. Oleh karena itulah, para pesepada yang paling banyak mengunjungi tempat wisata alam di Bandung tersebut.



Bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat Air Terjun Batu Templek ini, rute perjalannnya cukup mudah. Dari Arah Terminal Cicaheum, Anda hanya perlu berjalan menuju Lapas Sukamiskin. Dari Lapas Sukamiskin, Anda akan menemui jalan sebelah kiri yang dikenal sebagai Jalan Pasir Impun. Dari Jalan Pasir Impun ini, Anda hanya perlu berjalan terus mengikuti jalan tersebut. Patokannya, Anda akan melewati area Alam Sentosa sejenis resort atau kampung adat. Dari area tersebut, Air Terjun Batu Templek berada tidak jauh lagi.

Sebagai tambahan informasi, jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata alam di Bandung ini, disarankan untuk berhati-hati, karena jalannya banyak yang berlubang.

Penasaran dengan tempat ini? Ayo segera luangkan waktu Anda untuk mengunjungi. (Sebandung.com)

Senin, 04 Mei 2015

"Menyepi di Taman Buru Masigit Kareumbi" Wisata Alam di Timur Bandung



BANDUNG - Wisatawan lokal dan mancanegara mulai menyerbu kawasan Bandung di musim libur tahun ini. Mereka lebih banyak menumpuk di kawasan Jalan RE Martadinata dan Jalan Dago yang menjadi pusat belanja dan kuliner. Padahal kawasan Bandung Raya menyimpan aneka ragam eksotisme alam yang masih banyak luput dari perhatian wisatawan.

Salah satunya adalah lokasi ekowisata Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Letaknya tak jauh-jauh amat dari Kota Bandung. Kawasan ini berada di 40 kilometer arah timur Kota Bandung. Di sini wisatawan bisa menikmati lebatnya hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayatinya. Selain itu, Anda juga bisa menjadi wali pohon untuk ikut menghijaukan kembali kawasan hutan yang gundul.

Tak ada penunjuk yang jelas dari pemerintah untuk menuju kawasan ini. Jika Anda naik kendaraan dari Bandung, masuklah tol menuju Cileunyi. Keluar jalan tol arahkan mobil Anda ke jalur menuju Garut. Dari situ Anda hanya perlu mencari jalan menuju curug Cinulang. Orang lebih mengenal kawasan ini sebagai KW, jadi jika Anda perlu peta mulut, sebutlah nama itu pada penduduk dan mereka akan menunjukkan jalan menuju kawasan ini.

Pemandangan alam nan indah akan menemani kita sepanjang perjalanan. Sawah terasering berwarna hijau jadi pencuci mata yang membawa kita pada cerita kakek nenek tentang indahnya alam di tanah Pasundan.

Jalan kecil dan berkelak-kelok akan mengantarkan kita pada gerbang kawasan yang ditandai dengan hadirnya jalan makadam. Diperlukan kendaraan yang fit untuk bisa melintasinya.

Anda akan melihat juga beberapa pohon yang baru ditanam dengan nama orang yang menanam di sisinya. Itu adalah program wali pohon yang digalakkan pengelola kawasan ini. Salah satunya adalah prasasti Bukit Yusril Djalinus yang ditanami 999 pohon di bukit yang dulunya gundul. 

Memasuki kawasan ekowisata kita akan disambut petugas dari Wanadri yang mengelola kawasan ini. Dari sinilah petualangan dimulai. Jika Anda berencana berkemah, pengelola telah menyiapkan peralatan tenda dan sebagainya untuk keperluan itu.

Kalau ingin merasakan sensasi tidur di rumah pohon, pengelola menyediakan fasilitas rumah pohon yang bisa ditinggali hingga 6 orang. "Kami menyediakan sleeping bag untuk tiap orangnya," kata Ipey yang bertanggung jawab atas rumah pohon.

Dari rumah pohon ini yang dikelilingi hutan pinus ini, saban pagi wisatawan akan ditemani beragam suara burung dan hewan hutan lainnya. "Biasanya monyet ekor panjang juga ada di sini," katanya.

Hewan hutan lainnya yang kerap muncul adalah babi hutan. Selain itu Hutan Masigit Kareumbi juga merupakan rumah bagi Kukang Jawa yang telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi. Jika beruntung, Anda bisa melihat hewan ini.

Budi, seorang wisatawan asal Bandung yang tengah mendirikan tenda, menyebut liburan di kawasan ini menyenangkan. "Kami ingin menikmati alam," ujarnya. Selain itu fasilitas lain yang ada di sini adalah penangkaran rusa. Dulu kawasan ini memang tempat berburu rusa.

Wisatawan juga bisa menikmati berkano di sungai yang tak terlalu dalam. "Untuk kano kami juga menyediakan," kata Ipey. Menghirup udara segar dan menikmati suara burung dan hewan hutan lainnya bisa Anda nikmati tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam di tempat ini.

Nah, jika Anda tertarik, kenapa tak bergegas menuju kawasan ini!



Kamis, 30 April 2015

Situ Cisanti "Wisata Situ yang Memiliki 7 Mata Air"



Situ Cisanti, yang terletak di kaki Gunung Wayang,sekitar 60 kilometer sebelah selatan Kota Bandung dapat ditempuh oleh kendaraan sekitar 2-3 jam.

Jika Anda termasuk salah satu yang mulai kehilangan harapan akan pulihnya Sungai Citarum, sungai terbesar dengan panjang 269 kilometer yang membelah 12 kabupaten dan kota di Propinsi Jawa Barat ini, maka datanglah berkunjung ke Situ Cisanti. Ibarat mata air yang terus mengalir, harapan akan pulihnya Sungai Citarum berangsur-angsur pulih kembali di sini.Tentu saja, hal ini juga berlaku bagi Anda yang ingin berwisata melepas kepenatan di akhir pekan.

Situ Cisanti termasuk ke dalam area Perum Perhutani di kampung Pejaten Desa Tarumajaya, kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Di kawasan terdapat tujuh mata air yaitu Pangsiraman, Cikoleberes, Cikawedukan, Cikahuripan, Cisadane, Cihaniwung dan Cisanti. Tujuh mata air ini mengalir ke Situ Cisanti sebelum mengalir ke Sungai Citarum dan berakhir di Laut Utara Jawa, yaitu di Muara Gembong Bekasi.

Berjalan mengitari Situ Cisanti seluas sekitar 10 hektar di kaki Gunung Wayang (1800 meter) menghirup udara sejuk dan menikmati kehijauan di sekeliling adalah kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan di kawasan ini. Selain itu, duduk-duduk di pinggir situ, atau kalau Anda berani dan tahan dingin, maka Anda dapat bergabung dengan para pencari lumut, ikan, remis atau kijing yang hidup di situ Cisanti, menceburkan diri ke air situ yang dingin.



Mata Air Pangsiraman

Dari tujuh mata air yang ada di Situ Cisanti, yang paling sering dikunjungi pengunjung adalah mata air Pangsiraman. Mata air Pangsiraman ini dikelilingi oleh pagar besi dan terdapat bangunan bagi mereka yang ingin melakukan “ziarah” di kawasan ini.

Di kawasan mata air Pangsiraman, air kebiruan, sangat jernih dan sangat sejuk ini, sulit rasanya menahan godaan untuk tidak segera terjun ke air. Meskipun hal ini kurang disarankan. Di mata air dimana Anda menyaksikan air keluar dari perut bumi di dasar mata air, membentuk pusaran-pusaran pasir, ada semacam tata krama untuk melakukan mandi, jadi tidak bisa asal hantam kromo langsung terjun.

Terdapat dua bagian yaitu bagian untuk laki-laki dan perempuan. Biasanya hal ini berlaku di malam-malam yang dianggap baik untuk melakukan ziarah, seperti pada Kamis malam. Ada pula juru kunci yang siap menolong untuk “memandikan” Anda seperti layaknya melakukan siraman dimana seluruh tubuh akan dibasahi oleh air guyuran dari mata air. Menurut salah satu juru kunci Pangsiraman, tujuan orang berziarah bermacam-macam, tetapi yang lazim ditemui adalah mereka yang ingin mencari ketenangan, jodoh, kekayaaan atau jabatan.

Jika tidak ingin “mandi ziarah”, Anda masih boleh kok untuk sekedar mencuci muka, membasuh badan atau bahkan berendam di mata air ini.

Rabu, 29 April 2015

Situ Patengan Wisata Alam dan Kebun Teh di Bandung Selatan


Telaga Patengan atau lebih terkenal dengan sebutan Situ Patengan adalah salah satu obyek wisata alam yang sangat populer di kawasan Bandung Selatan. Keindahan alam dan hawa sejuk segar obyek wisata ini membuat hampir setiap akhir pekan atau libur nasional, obyek wisata ini ramai sekali oleh para pengunjung. Yuk kita lihat pemandangan sekitar situ ini:

Obyek wisata Situ Patengan berada di areal Perkebunan Teh Ranca Bali sekitar 50 km selatan Kota Bandung, biasanya menjadi kunjungan pamungkas setelah para wisawatan menikmati Alam Ciwidey dan Bandung Selatan, Kawah Putih Gunung Patuha, dan Perkebunan Teh Ranca Bali. Obyek wisata ini dengan mudah dapat dicapai dengan menggunakan angkot Bandung-Ciwidey dan Ciwidey-Situ Patengan maupun kendaraan pribadi.

Sabtu, 25 April 2015

Destinasi Wisata di Bandung Untuk Anak-Anak


Bagi para pelancong yang mau berekreasi bersama anak-anaknya, ada beberapa obyek wisata kota Bandung yang sangat bagus. Setiap akhir pekan apalagi pada masa liburan sekolah selalu ramai pengunjung. Karena bukan hanya orang dewasa yang butuh hiburan, tapi anak-anak juga perlu untuk melepas kepenatan setelah beberapa minggu atau bulan harus belajar dan menyelesaikan tugas-tugas dari sekolah.

Berikut ini beberapa tempat hiburan yang bisa dikunjungi untuk mengisi liburan anak-anak;

Trans Studio


Salah satu obyek wisata untuk anak-anak paling terkenal di kota Bandung yaitu Trans Studio. Wahan permainan ini berlokasi di kawasan Trans Studio Mall Jalan Gatot Subroto 289 atau persis ditengah pusat keramaian kota. Jadi, sangat gampang diakses dari arah mana saja, baik menggunakan alat transportasi pribadi maupun publik.

Di tempat ini banyak sekali wahana permainan khususnya untuk anak-anak atau remaja yang memiliki manfaat untuk memberi hiburan sekaligus pengalaman yang sangat indah. Misalnya, Yamaha Racing Coaster, Broadcoast Museum, Sibolang The Rides, Science Center, Indosat Galaxy Vertigo, Trans City Theatre dan sebagainya.

Bandung Carnival Land



Bandung Carnival Land adalah obyek wisata yang hampir mirip dengan Trans Studio, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Bagi wisatawan yang lebih suka mendatangi obyek wisata dengan harga lebih hemat, datang ke tempat ini merupakan pilihan yang sangat. Karena harga tiket Bandung Carnival juga lebih murah dibanding Trans Studio.


Beberapa wahana permainan yang disediakan Bandung Carnival Land antara lain yaitu Kora-kora, Rumah Hantu, Bombob Var, Ontang-anting, Rumah Kaca, Mangkok Tsunami, Sepeda Udara, Sinema 4 Dimensi dan permainan lain yang sangat menarik. Adapun lokasinya ada di Jl. Sirnagalih Nomor 15.

Kampung Gajah



Obyek wisata kota Bandung yang juga sangat cocok untuk anak-anak adalah Kampung Gajah yang berada di Jl. Sersan Bajuri Km 3,8 Lembang. Obyek wisata ini menawarkan aneka jenis wahana permainan seperti Bumperboat, Sidecar, Playground, Horse Riding, Delman, Segway dan masih banyak lagi.

Tiket masuknya tergolong murah, hanya 10 ribu rupiah saja untuk hari-hari biasa dan 20 ribu rupiah untuk hari Minggu dan tanggal merah. Selain wahana permainan Kampung Gajah juga dapat dijadikan obyek wisata kuliner karena di lokasi ini terdapat aneka macam restoran yang menu-menu hidangannya sangat menarik untuk disantap.

Kebun Binatang Bandung



Kemudian untuk wisatawan anak-anak yang mau belajar tentang kehidupan aneka satwa atau hewan, bisa berkunjung ke Kebun Binatang Bandung yang berlokasi di Jalan Kebon Binatang Nomor 6 Taman Sari. Letaknya tidak jauh dari kampus paling terkenal di kota kembang yaitu Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Di kebon binatang ini wisatawan dapat menyaksikan berbagai macam hewan yang terdiri dari puluhan spesies, baik yang dilindungi atau tidak dilindungi. Selain bisa mengetahui nama dari satwa tersebut, bisa dipelajari pula nama latin serta habitat aslinya dari papan informasi yang dicantumkan di depan kandang.

Taman Kupu-kupu



Masih berhubungan dengan dunia satwa, ada obyek wisata kota Bandung yang sangat bagus untuk anak-anak yaitu Taman Kupu-kupu yang terletak di Jalan Cihanjuan Km 3,3 Cabaligo, Parongpong Bandung Barat. Meskipun belum terlalu lama dibuka, namun taman ini langsung menarik perhatian wisatawan karena keunikannya.

Di sini sambil berekreasi, wisatawan dapat mempelajari kehidupan binatang kupu-kupu yang bersifat metamorfosis mulai dari bentuk telur, larva, ulat, kepompong dan berubah jadi kupu-kupu dengan sayapnya yang sangat indah.

Selain melihat berbagai macam spesies kupu-kupu yang ada di tanah air, pelancong juga bisa istirahat atau bermain di taman yang begitu sejuk, hijau, segar dan asri. Dan yang tidak kalah menariknya adalah harga tiket masuk obyek wisata kota Bandung ini sangat murah, hanya 10 ribu rupiah saja. (Sebandung)


Wista Padang Rumput Cihideung Serasa Berkunjung ke New Zealend


Bandung sudah dikenal sebagai kota yang serba ada. Mulai dari tempat wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata lainnya tersedia di Kota Bandung. Namun, tidak banyak orang yang tahu ternyata Bandung juga memiliki tempat yang hampir sama dengan tempat-tempat yang ada di luar negeri sana. Salah satu tempat di Bandung yang mirip dengan tempat terkenal di luar negeri sana adalah Padang Rumput Cihideung, Lembang Bandung dengan Padang Rumput atau Gurun Savana di New Zealend.

Padang Rumput di Cihideung Bandung
Pada awalnya, tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan padang rumput di kawasan Lembang Bandung tersebut. Hingga, baru-baru ini banyak orang yang akhirnya berfoto dan memosting keindahan alam di bilangan Kabupaten Bandung tersebut di beberapa social media, seperti Path dan instagram. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang ingin mengunjungi padang rumput di Kota Bandung.



Lokasi padang rumput ini sendiri terletak di Jl. Cihideung, Parongpong, Lembang Kabupaten Bandung. Padang rumput yang disebut-sebut sama seperti Gurun Savana New Zealand ini sebenarnya lahan kosong yang tidak diketahui fungsi utamanya. Akan tetapi, lahan kosong yang ditumbuhi rumput setinggi lutut orang dewasa ini memberi kesan berbeda ketika orang mengunjunginya.

Banyak orang yang datang berkunjung untuk sekadar berfoto dan menikmati suasana alam yang sangat cantik tersebut. Dengan hamparan luas rumput yang mengikuti arah angin serta suasana sejuk khas wilayah Lembang, pengunjung tidak akan menyesal untuk datang ke Gurun Savana nya Bandung.



Bagi pengunjung yang ingin mendatangi Padang Rumput Cihideung, ada alternatif jalan yang bisa dipilih untuk sampai di Gurun Savana-nya Bandung. Anda bisa menuju Jalan Raya Lembang. Di jalur kiri Jalan Raya Lembang, terdapat plang atau gerbang masuk menuju PT. Perkebunan Nusantara. Dari pintu gerbang perkebunan tersebut, pengunjung hanya tinggal mengikuti jalan hingga sampailah dilokasi Padang Rumput tersebut.

Setelah masuk kawasan perkebunan tersebut, pengunjung dihimbau untuk berhati-hati. Kondisi jalan yang jauh dari pusat kota, membuat kondisi jalanan di kawasan tersebut tidak beraspal dan cenderung berbatu. Selain itu, kawasan perkebunan tersebut juga termasuk kawasan militer. Oleh karena itu, pengunjung perlu terlebih dahulu memastikan kawasan tersebut sedang tidak digunakan oleh pihak setempat. Pengunjung juga bisa mengunjungi tempat tersebut melalui arah Villa Istana Lembang, Bandung. (Sebandung)


The Lodge Cibodas – Perpaduan Wisata Alam dan Wisata Kuliner


Bandung saat ini memang menjadi tujuan wisata bagi semua kalangan. Mulai dari wisata alam, kuliner, belanja, hingga refreshing di tempat-tempat menyenangkan ada di kota berjuluk Parisj Van Java ini. Bahkan, beberapa jenis wisata, seperti wisata kuliner, wisata alam, dan wisata lainnya pun bisa di dapat sekaligus di satu tempat di Bandung. Salah satu tempat yang menyediakan semua jenis wisata sekaligus ini adalah The Lodge Cibodas.

The Lodge Earthbound Adventure Park

Satu lagi tempat wisata di kawasan Bandung yang bisa membuat wisatawan jatuh cinta. The Lodge Earthbound Adventure Park atau yang lebih dikenal dengan sebutan The Lodge Cibodas ini menjadi tempat yang bisa membuat wisatawan betah berlama-lama.


Bagi wisatawan atau traveler yang suka dengan wisata alam terbuka, tempat ini sangat cocok dikunjungi. Lokasinya yang berada di sekitaran Lembang, membuat tempat wisata ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Tentu, bukan rahasia lagi jika kawasan lembang saat ini memang banyak menyediakan tempat-tempat wisata yang spektakuler. Berbagai jenis wisata tersedia di kawasan Kabupaten Bandung tersebut. Wisata kuliner, alam, dan wahana permainan yang menyenangkan ada di kawasan Utara Bandung. Dan satu tempat yang menyediakan wisata-wisata tersebut adalah The Lodge Earthbound Adventure Park.



Sebagai tempat wisata yang terletak di lereng perbukitan Maribaya, The Lodge Earthbound Adventure Park ini menyuguhkan pemandangan alam terbuka yang sangat menyenangkan. Hamparan hutan pinus alami seluas mata memandang membuat pengunjung akan merasa nyaman berada di tempat tersebut. Tidak hanya itu, aliran air dari hilir Sungai Cibodas membuat suasana pegunungan yang sejuk dan nyaman sangat terasa ketika berada di tempat wisata The Lodge Earthbound Adventure Park tersebut.

Disini, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alam terbuka sambil ditemani menu makanan khas Sunda yang tersedia di restaurant setempat. Bahkan, tempat makan yang langsung menghadap ke hutan pinus alami di perbukitan Maribaya ini menjadi suguhan pelengkap yang tentunya tidak bisa dinikmati ditempat-tempat lain. Ada juga spot-spot bagi pengunjung yang suka berfoto dan “kekinian” yang bagus untuk diposting di media social, seperti Path dan Instagram.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan keindahan dan suasana hutan pinus alami, The Lodge Cibodas ini terletak di KM 4,5 Maribaya, Cibodas, Lembang. Tempat wisata ini buka setiap Hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Untuk akses menuju ke The Lodge Earthbound Adventure Park ini, pengunjung dari arah Bandung bisa menuju Teminal Dago yang kemudian dilanjutkan ke wilayah Dago Giri. Dari Dago Giri, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke arah Maribaya lalu ke Cibodas dari pintu masuk Maribaya. (Sebandung)


Sabtu, 18 April 2015

Coba Wisata Kuda Paku Haji ala Koboi



BANDUNG - Anda pernah melihat asiknya berkuda yang dilakukan para koboi dalam film-film Amerika? Kini, pengalaman menunggang kuda ala koboi bisa Anda rasakan langsung. Dimana? Di Wisata Kuda Paku Haji tempatnya.

Wisata kuda Paku Haji berlokasi  di Jalan Haji Ghofur, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Dari jalan raya Cimere, utama yang menghubungkan kota Bandung dengan kota-kota lain di sebelah barat, dibutuhkan sekitar 4 kilometer untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Sebaiknya Anda menggunakan armada pribadi atau mobil sewa harian. Sebab, belum ada angkutan umum yang menyediakan tumpangan ke sana.

Sebelum mendapatkan sensasi asiknya berkuda di Paku Haji, Anda perlu menempuh perjalanan yang menguras adrenalin. Bukan apa-apa, akses menuju Paku Haji lumayan rumit. Penuh tanjakan dan turunan yang cukup curam, serta jalan yang berlubang-lubang. Mungkin karena tempatnya sedikit terpencil, kondisi jalan lambat diperhatikan Pemerintah.

Sesampainya di sana, lelah selama di perjalanan akan terbayar. Anda akan melihat hamparan seluas 10 hektar yang ditumbuhi banyak pepohonan. Sehingga bukan asiknya berkuda saja yang bisa didapat, tapi juga kesejukan alam yang begitu alami.

Sebagaimana umumnya tempat wisata outdoor, Paku Haji tidak hanya menyediakan fasilitas berkuda. Namun, permainan-permainan menantang seperti Flying Fox, ATV, Halang Rintang, dan Kincir. Semuanya hanya bermodal 10 ribu rupiah per tiap permainan.

Jika membawa anak-anak, Anda juga bisa mengajak mereka berenang di kolam renang yang disediakan pengelola. Masih belum puas? Anda dapat melihat-lihat ke kebun binatangnya. Di sana, sebagian besar satwa diisi dengan burung dan kera. Jadi, jangan heran jika tempat ini diramaikan dengan kemeriahan kicau burung dan suara kera. (Sebandung)

Senin, 06 April 2015

Indahnya Bandung di Lihat dari Bukit Bintang


BANDUNG - Bukit bintang Bandung, adalah perbukitan yang cukup luas di daerah Dago Utara. Saat siang hari, perbukitan ini akan nampak gersang, namun ketika malam, Anda bisa melihat bahwa perbukitan gersang itu justru menjadi lokasi yang paling tepat untuk melihat keindahan Bandung. Saat malam, dari bukit bintang Anda bisa menyaksikan lampu kota berkelap-kerlip layaknya bintang.

Letakkan pandangan Anda lurus ke depan, Anda mungkin bisa melihat garis cakrawala antara langit malam yang penuh bintang dengan dunia yang juga gemerlap. Anda takjub? Wajar, sebab memang seindah itulah Bandung bila dilihat dari bukit bintang.

Dilihat dari kondisi seperti itu, tak berlebihan bila bukit bintang menjadi lokasi romantis untuk melewatkan malam bersama pasangan. Anda bisa menceritakan apa saja pada pasangan di sana, sambil ditemani oleh eksotisnya kerlip bintang di langit dan bumi. Dengan udara sejuk, tentu malam bisa terlewat dengan syahdu.

Bagi Anda yang ingin sampai ke bukit bintang, dari Dago Anda harus mencapai Dago Pakar terlebih dahulu. Dalam perjalanan Anda akan menjumpai pertigaan yang mengarah ke Stone Cafe, ambillah jalur menuju cafe tersebut, ketika Anda sudah bisa melihat area cafe, Anda akan melihat ada jalur ke kanan. Laluilah jalur tersebut hingga Anda masuk ke lokasi bukit bintang. Untuk menikmati pemandangan di sekitar bukit bintang, Anda dikenai tiket masuk sebesar Rp 2.000 di hari-hari biasa, dan Rp 3.000 di akhir pekan. (Panduan Wisata)

Jumat, 03 April 2015

Walau Misterius 3 Danau di Bandung ini Bikin Penasaran

Tahukah Anda bahwa ada danau-danau di Bandung yang memiliki kisah-kisah misterius? Penasaran? Mari kita cek danau misterius di Bandung itu!

1. Situ Patenggang




Danau Patenggang atau Situ Patenggang berada di ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut di kaki Gunung Patuha. Situ Patenggang merupakan sebuah danau yang berada di balik hamparan kebun teh. Danau luas dan berair tenang ini memiliki batu cinta yang merupakan saksi persatuan kembali Ki Santang dan Dewi Rengganis setelah melewati ujian percintaan yang sulit.

Alamat

Patengan, Rancabali, Bandung

Akses

Dari Bandung dalam waktu dua jam melalui Jl. Tol Kopo atau Buah Batu lalu menuju ke arah selatan Bandung. Ikutilah petunjuk jalan menuju Ciwidey hingga Anda menemukan Situ Patenggang.

Fasilitas

Tempat parkir


2. Danau Bandung Purba



Letusan maha dahsyat Gunung Sunda telah membentuk kaldera, dan kaldera itulah yang kini dikenal dengan sebutan Danau Bandung Purba yang dikelilingi oleh Gunung Tangkuban Perahu. Danau Bandung Purba di kawasan Citarum ini menyimpan kisah cinta Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Alamat

Gunung Tangkuban Perahu, Cimahi

Akses

Anda bisa melalui Stasiun Bandung, dari sana naik angkutan menuju jurusan Lembang—Maribaya—Tangkuban Perahu.

Fasilitas

Tempat parkir



3. Situ Lembang



Situ Lembang merupakan danau buatan yang sudah ada sejak jaman ekspansi Pemerintah Belanda di tanah air. Air Situ Lembang berasal dari hulu Sungai Cimahi. Fungsi dari Situ Lembang ini cukup beragam, masyarakat sekitar menjadikannya sebagai lokasi memancing, sementara elit militer menggunakan kawasan Situ Lembang sebagai sarana latihan. Konon, Danau Situ Lembang merupakan bentukan dari letusan dahsyat yang terjadi sekitar 105.000 tahun yang lalu. Jadi, cerita mana yang benar perihal bentukan Situ lembang? Dibuat oleh Pemerintah Belanda atau dari letusan gunung berapi?

Alamat

Kawasan Desa Kertawangi, Bandung Barat.

Akses

Melalui Cimahi atau Cihideung menggunakan kendaraan pribadi.

Fasilitas

Tempat parkir, jalan setapak


Meski terkesan misterius, objek-objek wisata di atas cocok untuk dikunjungi bersama keluarga lho!. (Panduanwisata.Id)

Sudah Berkunjung Ke Curug Eksotis di Bandung ?

Wisata alam apa yang paling Anda minati? Apakah naik gunung atau berjemur di pantai? Bagaimana jika pada suatu kesempatan, mampir ke semua curug yang ada di Bandung. ketika menghampiri sebuah curug, Anda tidak hanya bisa hiking, tapi juga bisa berjemur ketika sudah sampai di sana. Berjemur di dekat curug akan terasa sejuk, karena curug selalu berada di pedalaman hutan dan berada di permukaan tanah yang tidak terlalu tinggi sehingga kandungan udaranya tidak terlalu dingin.

Bersantai di curug bisa juga membuat Anda berinteraksi dengan flora dan fauna yang hidup di sekeliling curug. Berikut ini, curug yang ada di Bandung yang wajib Anda kunjungi pada saat liburan.

1. Curug Cimahi



Dalam perjalanan menuju Curug Cimahi, Anda akan menjumpai monyet-monyet yang tidak buas. Anda bisa memberi mereka makanan yang Anda bawa. Anda akan melalui ratusan anak tangga agar bisa mencapai lokasi. Sesampai di depan air terjun, Anda bisa menyaksikan megahnya sebuah curug berketinggian kurang lebih 75 m diantara flora yang tumbuh disekitarnya. Suara alam dan desiran angin akan menambah kesejukan.

Alamat

Cimahi, Cihanjuang Rahayu, Bandung

Akses

Melalui Jalan Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke Terminal Parongpong

Operasional

Pukul 08.00—17.00 WIB

Tiket masuk

Rp 10.000,- per orang


2. Curug Dago




Curug Dago merupakan sebuah lokasi pemandian yang masih alami. Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Tinggi curug mencapai 30 meter. Di sekitar curug, Anda bisa menjumpai peninggalan kerajaan Thailand, ada dua buah prasasti bertanda tahun 1818 M.

Alamat

Jl. Ir. H. Djuanda, Bandung Barat

Akses

Dari Terminal Dago dapat melalui Kordon Dua, mengikuti Jalan Ir. H. Djuanda ke Jalan Kordon Pakar

Operasional

Pukul 08.00—17.00 WIB

Tiket masuk

Rp 8.000,- per orang


3. Curug Cinulang



Curug Cinulang dikelilingi oleh perbukitan dan udara yang sejuk. Udara sejuknya tentu menjadi daya tarik utamanya, air terjun berketinggian kurang lebih 10 meter itu dapat dinikmati sambil jajan di kedai-kedai yang ada di sekitar curug. Banyak pedagang yang menyajikan berbagai macam makanan dan minuman ringan khas Bandung. lokasi berdekatan dengan Badan pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Tirta Kareumbi.

Alamat

Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang

Akses

Bisa melalui jalur utama Bandung—Garut

Operasional

Pukul 09.00—16.00 WIB

Tiket

Rp 2.000,- per orang


Bagaimana? Anda sudah menentukan curug mana dulu yang hendak Anda nikmati kesejukannya? Tak perlu ragu-ragu bila jalan-jalan ke Bandung. (Panduanwisata.Id)

Minggu, 22 Maret 2015

Indahnya Curug Malela Pantas di Sebut Air Terjun Niagara Mini



BANDUNG - Curug ini terletak di Desa Cicadas, Ronga, Bandung Barat. Keindahan Curug Malela akan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Saking indahnya, curug ini dijuluki dengan istilah Niagara Mini di ujung barat Bandung. Dijamin terpesona! Curug Malela adalah sebuah curug cantik di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. 

Untuk mencapai curug tersebut diperlukan perjuangan yang tidak mudah. Anda harus menempuh waktu perjalanan sekitar 3 jam hingga memasuki Perkebunan Montaya, di ketinggian 1000 mdpl. Curug Malela memiliki lebar 70 meter dengan ketinggian 60 meter. Nama Malela sendiri berasal dari nama tokoh masyarakat sekitar, yaitu Prabu Taji Malela. Makam tokoh ini bisa ditemui di atas tebing sebelah kanan curug. Tebing yang konon usia bebatuannya ini berkisar 5 hingga 10 juta tahun ini, terbentuk akibat letusan gunung api purba yang dulu banyak terdapat di selatan Bandung. (Pulasinn)