Kamis, 22 Mei 2014

Street Photography Menggunakan Kamera Ponsel


Assalamualaikum, Selamat Malam

Malam ini saya ingin berbagi dengan teman-teman semua tentang street photography menggunakan kamera ponsel. Sebelum membahas lebih dalam mengenai kamera ponsel saya akan menguraikan terlebih dahulu tentang street photography.


Street Photography memiliki banyak definisi, definisi tentang street photoraphy dapat dilihat di tulisan saya yang bisa anda akses di http://streetphotohunters.blogspot.com/2014/04/tentang-street-photography-dari.html. Saya kutip juga dari Jerry Aurum mengenai definisi street photography. Street photography pada dasarnya adalah memotret di jalanan. Jadi segala sesuatu yang dipotret di jalanan adalah street photography.

Setelah saya baca dari banyak sumber, menurut saya pribadi street photography adalah realitas di ruang publik yang layak dipertontonkan. Ruang publik yang dimaksud contohnya adalah, jalanan, pasar, mall, restoran, dll. Street photography bisa menyertakan orang-orang di dalamnya ataupun tidak. Poin penting dalam street photography adalah pesan yang terkandung di dalamnya. Jika kita memotret dengan tujuan baik, maka foto yang dihasilkan pastinya juga akan bagus dan bermakna. Foto yang dihasilkan juga hendaknya fotogenik, terlihat indah dan bagus serta jarang diperhatikan oleh orang lain. Contohnya seperti foto dibawah ini.



Saya sendiri belum begitu mendalami street photography tapi setidaknya dengan tulisan ini bisa menambah wawasan dan berbagi dengan teman-teman semua.

Di street photography ada dua pendekatan yang bisa kita lakukan

  1. Candid; memotret secara diam-diam. Subjek yang kita foto tidak mengetahui kalau kita sedang memotret dirinya. Hal ini biasa dilakukan untuk memotret subjek manusia. Untuk kamera ponsel bisa kita gunakan lensa tambahan (lensa telephoto) atau mendekat pada subjek dan diam-diam memotret. Saya pribadi biasa meletakkan kamera di depan wajah dan membuat ekspresi wajah seolah-olah sedang membaca sms atau bermain game.
  2. Dari dekat; dimana subjek mengetahui bahwa kita sedang memotret mereka. Intinya adalah interaksi, jangan pernah takut untuk berinteraksi. Ketika kita sudah berinteraksi, malahan pose-pose yang kita inginkan banyak muncul dari sana. Bahkan kita bisa mengarahkan subjek untuk tersenyum dengan cara menceritakan sedikit lelucon. Contohnya ketika saya bertemu dengan tukang reparasi jam. Malahan beliau lah yang menceritakan lelucon kepada saya dan membuat kami tertawa.




Ketika saya menonton acara Mata Lensa yang dipandu Jerry Aurum tentang street photography, saya banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Saat itu Jerry Aurum hanya membawa satu kamera mirrorless dan satu ponsel. Menurut Jerry Aurum, di street photography, jenis kamera bukan prioritas utama.

Nah kenapa kamera ponsel? Di street photography kita biasa menemukan subjek yaitunya manusia. Ekspresi orang ketika berhadapan dengan kamera besar dibandingkan kamera ponsel tentu saja berbeda. Ketika memotret dengan kamera besar, orang akan merasa agak canggung bahkan sampai merasa terintimidasi, sedangkan ketika menggunakan kamera ponsel, mereka tidak merasa risih.



Dibandingkan SLR, kamera ponsel tentu saja kalah dari segi kualitas dsb. Namun jika tujuannya tidak untuk dicetak dengan ukuran raksasa, kamera ponsel mampu bersaing dengan kamera-kamera lainnya. Ada beberapa kelebihan kamera ponsel dibandingkan SLR ketika kita memotret di jalanan.
  1. Bobot yang ringan
  2. Mudah dibawa kemana-mana
  3. Mudah dalam penentuan angle, bahkan mudah untuk memotret sejajar dengan mata kaki ataupun di atas kepala
  4. Tidak mengintimidasi subjek
  5. Subjek manusia lebih berlaku normal seperti biasa jika berada di depan kamera ponsel.
  6. Bisa langsung diupload ke social media.


Tips street photography menggunakan kamera ponsel
  1. Pastikan lensa kamera kita bersih. Kamera ponsel biasanya banyak debu atau minyak. Lensa bisa kita bersihkan dengan kain yang bersih. Saya sendiri biasanya membersihkannya dengan baju.
  2. Hindari zoom (pembesaran) karena kamera ponsel tidak memiliki optical zoom.
  3. Saat memotret close-up usahakan untuk mendekat pada objek.
  4. Jangan lupa sebelum memotret, difokus dulu, kalau tidak hasil gambar bisa menjadi blur.
  5. Gunakan perangkat pendukung kamera ponsel bila perlu, contohnya lensa bongkaran.
  6. Gunakan aplikasi pendukung, contohnya pada android atau ios banyak aplikasi kamera yang bisa mengatur iso, focus, rana, dll. Saya sendiri menggunakan camera fv-5.

Demikian ulasan dari saya tentang street photography menggunakan kamera ponsel. Jangan canggung jika anda bertemu street photographer lain yang menggunakan perangkat yang lebih canggih dibandingkan dengan yang anda punya. Tetap semangat berkarya. Mudah-mudahan tulisan saya ini bermanfaat dan salam street.

(Seluruh foto dalam postingan ini diambil menggunakan kamera ponsel Andromax C dengan bantuan aplikasi Camera FV-5).

Sumber :
- Mata Lensa ANTV - Jerry Aurum episode Street Photography
- Klik Arbain Kompas TV - Arbain Rambey episode Human Interest
- Blog SPH (Street Photo Hunters)
- Blog IOS (Indonesia on the Street)
- Blog ISTRIE (Indonesia Street Mobile Photography)
- Blog Eric Kim

Senin, 07 April 2014

Jelajah Kota Tua - Street Photo Hunters dkk

Assalamualaikum, selamat siang

Sudah lama saya tidak posting di blog pribadi saya ini. Nah kemaren saya baru saja ikut street hunting bersama teman-teman dari Street Photo Hunters. Bahkan ada juga beberapa teman yang ikut bukan berasal dari Street Photo Hunters (dari komunitas lain). Ya, Street Photo Hunters memang membuat undangan terbuka untuk hunting ini.

Photo by Ryan Hardy


Hunting bareng atau lebih dikenal dengan Hunbar juga menjadi salah satu ajang silaturahmi dan berbagi ilmu antar fotografer.

Berikut beberapa hasil foto saya kemarin


















Semoga berkenan, semoga menikmati karya-karya saya dan terima kasih.

Senin, 17 Februari 2014

[Share] Fotografi Konseptual

Pagi ini saya mau share sebuah tulisan Ve Dhanito yang berjudul Fotografi Konseptual. Saat ini saya memang sedang menyukai fotografi konseptual. Berikut tulisan dari Ve Dhanito dan beberapa contoh foto konseptual dari saya sendiri.

"Fotografi Konseptual. Menyampaikan Pesan Lewat Foto
Oleh Ve Dhanito




A picture is worth a thousand words. Ungkapan itu sudah sering kita dengar. Sebuah gambar dalam satu bidang karya dua dimensi seperti foto dapat mewakili rangkaian kata-kata yang bisa dijabarkan dengan sangat panjang. Tiap foto yang tercipta dari seorang fotografer, mempunyai cerita dan tujuan masing-masing, apapun jenis atau genre fotonya. 
Memang saat ini, batas antara genre fotografi semakin rancu, fotografer sebagai pencipta foto berkreasi sesuai kreatifitasnya masing-masing tanpa harus memusingkan genre fotografi yang mereka anut. Tetapi kalau kita amati dari segi konten atau isi foto, kita bisa membedakan foto berdasarkan tujuan foto itu dibuat. Terlebih foto yang melibatkan manusia sebagai obyek, sebut saja foto human interest, foto portrait, foto fashion, foto beauty dan foto konseptual. 

Konseptual fotografi yang saya pahami adalah karya foto yang dihasilkan dengan konten tertentu untuk menyampaikan suatu pesan. Pemahaman kata konsep disini agak berbeda dengan kata konsep yang sering digunakan. Dalam foto fashion, istilah konsep dipakai untuk menjelaskan wardrobe atau fashion sesuai dengan tema yang diangkat untuk ditampilkan pada foto tersebut. Sifatnya eksplisit, karena bisa langsung terlihat. 

Berbeda dengan konseptual fotografi, dimana titik berat foto bukan pada wardrobe tetapi pada pesan yang ingin disampaikan sang fotografer. Pesan ini kadang implicit dan simbolis. Penggunaan benda tertentu untuk menganalogikan sesuatu kerap digunakan dalam konseptual fotografi.

Tentunya sebagai seorang kreator foto, saya punya maksud tertentu untuk menyampaikan pesan lewat gambar, dengan semua elemen di dalamnya. Tetapi saya memberi kebebasan kepada para penikmat foto untuk berimajinasi sendiri sesuai dengan pemahaman mereka terhadap foto yang saya buat, bahkan mungkin saja seseorang akan punya beberapa tafsiran mengenai gambar tersebut. Dan itulah fotografi konseptual, multitafsir merupakan salah satu cirinya.
Ada kalanya, foto konsep berbaur dengan foto fashion, menjadi sebuah foto fashion yang berkonsep atau foto konsep yang berfashion.

Dengan definisi seperti diatas, maka foto konsep bisa dimanfaatkan dalam berbagai macam keperluan. Dan penggunaan model bisa variatif, tidak selalu harus menggunakan model wanita cantik , tetapi bisa juga model anak-anak, orang tua, binatang atau bahkan benda mati. Semua berangkat dari keperluan fotografer yang ingin menyampaikan pesannya lewat foto.
Uraian saya diatas membahas mengenai pesan dalam konten foto. Sekarang timbul pertanyaan , apa pesan yang mau disampaikan ? Menurut saya semua berawal dari sebuah ide. Kemudian timbul pertanyaan lagi, Darimana datangnya ide ? Ide didapat dari inspirasi. lalu darimana inspirasi itu ? 

Menurut saya, ada 4 elemen sumber inspirasi yang memberi ide untuk menghasilkan karya. Yaitu Ekspresi, imajinasi, emosi dan pemahaman

1. Ekspresi 
Tiap orang punya kegemaran akan sesuatu. Sesuatu yang kita suka, pasti menjadi dekat dengan diri kita, dan otomatis terbawa dalam keseharian kita. Kalau kita peka, hobi dapat menjadi inspirasi yang paling menyenangkan. Sudah bisa dipastikan, kita pasti mengenal seluk beluk hobi kita, cobalah angkat satu area yang kita suka, untuk dijadikan konsep foto.
Saya suka musik walaupun saya tidak bermain alat musik, tapi sebagian besar karya saya dijiwai oleh musik. Inspirasi bisa didapat dari judul lagi, lirik lagu, atau hanya mood dari melodi sebuah lagu.

2. Imajinasi
Bermain dengan alam khayal, berimajinasi menciptakan tokoh atau bahkan cerita berseri. Hal ini bisa sangat menyenangkan, karena kita bermain dengan tokoh imajiner yang sebelumnya hanya ada di kepala kita. 

3. Emosi.
Senang, sedih, kecewa, marah, rindu, sayang adalah emosi yang dimiliki setiap orang. Emosi manusia sifatnya dinamis, berubah-rubah sesuai dengan apa yang kita alami dan kita rasakan. Biasanya kita berkarya kalau mood kita bagus atau sedang senang, tapi ada kalanya perasaan marah atau sedih bisa juga menjadi inspirasi dan dituangkan kedalam karya.

Kegelisahan akan sesuatu dapat juga diekspresikan dalam sebuah foto. Foto-foto dengan tema sosial, lingkungan hidup, kesetaraan gender sering kita jumpai sebagai media untuk menyampaikan pesan kegelisahan si pembuat foto. Dengan foto tersebut tentunya sang fotografer berharap emosi yang dia tumpahkan dalam foto dapat tersampaikan, dan menjadi solusi dari keresahannya.

4. Pemahaman
Kita hidup menyerap informasi dari segala arah, segala media, baik sadar ataupun tidak. Informasi yang kita terima tersebut, diolah dalam diri kita dan berbaur dengan informasi yang kita terima sebelumnya, menjadi pemahaman akan sesuatu. Dengan modal itu kita ingin mencitrakan sesuatu sesuai dengan definisi atau pemahaman kita sendiri.
Atau bisa juga secara sengaja kita menjabarkan definisi akan sesuatu.

Banyak sekali terminology yang bisa dibuat visualisasi ke dalam bentuk foto. Dan untuk istilah-istilah yang sudah umum tersbut, sebaiknya dipahami dan dicari referensi sebelum kita memutuskan untuk menterjemahkan ke dalam bentuk foto.

Keempat sumber inspirasi tersebut bisa bediri sendiri satu dengan lainnya, tapi ada kalanya berbaur tanpa kita sadari, menjadi sebuah inspirasi yang membekali ide kita untuk membuat suatu foto konsep. 

Dengan berbagai kompleksitas sebuah foto konsep, maka perencanaan menjadi sangat penting. Pada artikel berikutnya, saya akan coba menjabarkan bagaimana mengolah sebuah ide mentah ke dalam bentuk foto, dan merencanakan sebuah pemotretan foto berkonsep.

Tapi sebelum itu, dengan uraian diatas, mari kita coba buka mata, buka telinga dan buka pikiran kita untuk menyerap sekeliling kita, dan bermain imajinasi, selamat mencoba ☺

Ve Dhanito

* artikel ini diterbitkan di Majalah Digicom, edisi Agustus 2011"


Beberapa contoh kreasi saya dalam Fotografi Konseptual yang coba saya gabung dengan style saya sendiri, masih dalam tahap pembelajaran, hehe







Terima Kasih, Selamat Pagi dan Semoga Bermanfaat

Jumat, 24 Januari 2014

Tips Fotografi Ponsel



Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan ‘super’; pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera.

Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya.


Ini adalah beberapa tips yang bisa anda pakai untuk memaksimalkan kualitas foto dari kamera handphone, apapun merk handphone anda, silahkan:



  • Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto
Kamera handphone cenderung memperkecil obyek foto, jadi selalu usahakan agar anda memotret dari jarak yang cukup sehingga keseluruhan obyek bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Zoom akan menurunkan resolusi foto anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam.
  • Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi
Kamera handphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.
  • Pegang handphone se-stabil mungkin
Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan selalu agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.


  • Gunakan perangkat pendukung
Anda bisa memanfaatkan lensa tambahan dan tripod untuk membantu anda ketika mengambil gambar. Banyak tersedia lensa bongkaran contohnya tele, wide, macro dan fish eye untuk handphone. Untuk tripod ada jenis tripod gorilla yang elastis maupun tripod biasa seperti yang banyak digunakan untuk SLR dengan mencangkoknya memakai holder. Software pendukung pun juga perlu. Contohnya saya pribadi menggunakan software Camera FV5 yang tersedia di Play Store untuk Android Phone. Banyak fitur didalamnya yang mempermudah kita untuk memotret seperti fitur-fitur yang ada pada SLR
  • Baca tips tentang komposisi
Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini [Tips-Komposisi-Memotret-Foto]. Namun jangan terpaku, seperti kata para fotografer tenar bahwa dalam aturan pertama dalam fotografi adalah tidak ada aturan,  yang ada adalah selera.
  • Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa
Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya dari bawah obyek seperti contoh di bawah
  • Pilih resolusi tertinggi
Resolusi tertinggi berarti foto yang dihasilkan memiliki detail lebih banyak dan bisa dicetak lebih besar. Jika kamera memberi pilihan resolusi, pilihlah resolusi tertinggi. Juga resolusi tinggi juga berarti ukuran file yang lebih besar, ini menjadi pertimbangan bagi pemilik handphone dengan kapasitas memory terbatas atau misalnya foto akan dikirim maka akan membutuhkan waktu transfer lebih lama.
  • Pastikan lensa selalu bersih
Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
  • Kenali waktu jeda shutter
Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.
  • Hindari mengedit foto dari handphone
Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), namun jika anda cukup tahan godaan dan rela kerepotan mengolah foto di komputer, maka hasilnya akan jauh lebih bagus dan kita akan memiliki keleluasaan kreatif yang lebih besar nantinya ketika mengolah foto di komputer.
  • Foto sesering mungkin
Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.
  • Jangan beri efek di handphone, beri efek di komputer
Kebanyakan handphone melengkapi dirinya dengan aplikasi tertentu yang memungkinkan kita mendapat efek seperti yang kita mau, misalnya hitam-putih, crop, sephia dll. Namun untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan software photo editor pilihan anda.

Sumber: Belfot

Rabu, 08 Januari 2014

Menyusuri Kab. Tanah Datar - Kawa Daun Op Part I

Assalamualaikum sobat blogger. Awal tahun ini tentu saja banyak hal baru yang kita temui. Suasana baru, pengalaman baru, dll.

Kali ini saya akan share perjalanan saya bersama dengan teman-teman Street Photo Hunter menyusuri beberapa tempat wisata maupun spot indah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Lantas kenapa tim ini dinamakan Kawa Daun, saya mengangkat ciri khas Tanah Datar yang tidak banyak diketahui orang lain yaitunya Kawa Daun. Saya rasa untuk memakai nama lain seperti Pagaruyung sudah terlalu mainstream.

Awal perjalanan kami dari Padang, kami langsung bertolak ke Lembah Anai. Ini juga merupakan satu pengetahuan baru, karena banyak yang menganggap Lembah Anai merupakan bagian dari Padang Panjang. Sebenarnya tidak, Lembah Anai masuk ke dalam bagian Kab. Tanah Datar yang mengelilingi Kota Padang Panjang.

Lembah Anai, Taken by TAFF Mini DV
Disini kami menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam di Lembah Anai. Tak lama kemudian kami langsung menuju Pandai Sikek. Teman saya Fauzan berhenti sebentar di SMA nya dulu di daerah X Koto. Kami makan nasi goreng dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah Fauzan menemui guru-gurunya dulu. Kami langsung bertolak ke daerah Pandai Sikek. Kami mencari tempat yang cukup tinggi untuk mendapatkan gambar daerah ini secara luas. Setelah melihat-lihat di sekeliling jalan kami melihat sawah yang lokasinya cukup tinggi. Saya dan rekan-rekan meminta izin kepada masyarakat sekitar untuk mengambil gambar di tempat tersebut. Setelah mendapatkan posisi yang bagus, kami mulai mengambil gambar.

Pemandangan Pandai Sikek 1, Taken by Andromax
Fauzan dan Gusneldi, taken by Andromax
Irigasi sawah, taken by TAFF Mini DV
Saya sendiri iseng iseng mengambil gambar di parit kecil tempat irigasi air sawah. Dari sana kami bertolak ke arah Koto Baru, namun ditengah perjalanan kami melihat sebuah Rumah Tenun dan kami berkunjung kesana. Para penduduk sangat ramah dan penghuni rumah sangat welcome kepada kami. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto didepan rumah ini.

Foto Bersama, Photo by Fauzan
Rumah Tenun Pusako, Taken by Andromax

Rumah Tenun Pusako tampak depan, Taken by Andromax

Alat Tenun, Taken by TAFF Mini DV

Fauzan sedang eksekusi, Taken by Mini DV

Disini kami dizinkan untuk memotret bagian luar sampai ke bagian dalam Rumah Tenun ini. Pengunjung yang datang kesini mengisi buku tamu. Saya melihat dibuku tamu ternyata banyak pengunjung yang datang dari luar Sumatera Barat, bahkan banyak juga yang datang dari Mancanegara. Rumah tenun ini sendiri sudah memiliki website dan blog jadi pengunjung dari luar daerah bisa memperoleh referensi.

Menurut pemilik rumah tenun ini, banyak hasil tenunan disini yang diekspor keluar negeri, namun mereka juga banyak yang menolak pesanan dikarenakan beberapa hal seperti waktu pengerjaan yang cukup lama dan karena pengrajin tenun di daerah ini sudah mulai berkurang. Tentunya hal ini sangat disayangkan, masyarakat khususnya anak-anak muda harus bisa mempertahankan bahkan mengembangkan budaya ini.

Dari Rumah Tenun Pusako di Pandai Sikek, kami menuju ke Batipuh namun ditengah perjalanan kami melihat satu spot bagus didekat Kedai Bika.

Untitled, Taken by TAFF Mini DV

Mesjid, Taken by Andromax
Disini ada satu danau kecil, saya sendiri tidak tahu harus menyebut apa, entah bendungan, entah danau, entah genangan air yang luas. Disebelahnya ada 2 mesjid, yang satu mesjid lama dan yang satunya lagi sepertinya mesjid baru yang sedang dibangun. Namun menurut kesimpulan saya, mesjid ini tidak dilanjutkan lagi pembangunannya dan tidak digunakan lagi oleh warga, sungguh ironis.

Lokasi terakhir adalah di Batipuh yaitunya di Surau Tua Batipuh Baruah.


Surau Tua Batipuah Baruah, Taken by Andromax
Rumah Tabuah, Taken by Andromax
Kami memarkir kendaraan di pinggir jalan dan menuju ke lokasi ini. Awalnya kami tak melihat satu orang pun yang menjaga tempat ini namun dari kejauhan ada warga sekitar yang mendekat dan menanyakan maksud kami. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang sebentar. Kami dipersilahkan masuk ke dalam. Disini kami mendapatkan banyak informasi tentang Surau Tua ini.

Bapak yang menjaga tempat ini bernama Bapak Armi dan sudah 20 tahun menjaga Surau Tua ini. Surau ini didirikan pada tahun 1884. Di surau ini banyak terdapat kegiatan seperti TPA, PKK, Pembangunan dan Pariwisata. Disini kami mengisi buku tamu yang berisi data tamu dan saran. Kami juga melihat banyak pengunjung yang berdatangan dari luar negeri dari buku tamu.

Disurau ini jua lah tergambar "Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah". Lantai nya tidak rata (datar) melainkan agak sedikit melengkung melambangkan ciri khas Koto Piliang, "Bajanjang naiak, batanggo turun". Ciri khas lain terlihat dari bagian atap nya yang berbentuk tanduk kerbau yang berjumlah 4, 4 melambangkan "Kato nan ampek". Sampai saat sekarang surau ini masih berfungsi seperti sediakala. Tempat pembelajaran dan PKK.

Namun ada yang disayangkan oleh Bapak Armi. Penduduk sekitar banyak yang acuh tak acuh dengan Surau Tua ini, tak hanya itu, banyak yang sudah lupa dengan ajaran agama dan adat. Bahkan pemerintah daerah pun seakan lupa dengan Surau Tua ini. Tentu kita semua sangat berharap Surau Tua ini tetap terjaga, tetap berfungsi sebagaimana biasanya dan tak lekang oleh waktu.

Saya Kurniadi Ilham, sampai jumpa di Kawa Daun Op Part II dan Wassalam.

Senin, 23 Desember 2013

Hidden Paradise in West Sumatera - Aia Tajun Nyarai

Assalamualaikum sobat blogger sekalian

Pagi ini saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya beberapa hari yang lalu ke sebuah objek wisata di Lubuk Alung, Sumatera Barat.

Saya ditemani beberapa orang teman yaitu nya Fauzan Azima EdvinJeriadi Pratama dan Zamzami (klik nama untuk menuju ke akun facebook-nya). Kami berangkat dari Padang sekitar jam 8-9 pagi. Kami bertolak langsung ke lokasi, di perjalanan saya dan teman-teman sempat bertanya beberapa kali kepada penduduk lokal mengenai jalan ke arah Air Terjun Nyarai ini. Akhirnya setelah tanjakan yang cukup tajam dan jalan yang berlobang kami sampai di lokasi.

Tak jauh dari gerbang objek wisata tersebut kami melihat sebuah posko dan gambar jalur perjalanan menuju hidden paradise ini. Disana kami berhenti, memarkir kendaraan dan bertanya di posko, ternyata semua pengunjung mendaftar terlebih dahulu disana dan diberikan beberapa arahan sekaligus menyediakan seorang pemandu. Harga yang dipatok cukup murah, hanya dengan merogoh kocek Rp 20.000,-/ orang anda sudah dapat masuk ke lokasi ini dengan berbagai fasilitas dan pelayanan. Harga yang terbilang murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan kepuasan yang saya dapatkan disana. Pemandu disini benar-benar profesional, membantu disaat kami kesulitan mendaki dan menunjukkan spot-spot yang bagus. Pemandu juga membawa kotak P3K dan alat pemanah ikan bilamana anda ingin berenang dan menangkap ikan. Oya nama pemandu kami yaitu Indra Gunawan.

Bagi fotografer seperti rekan-rekan saya, tempat ini bagaikan surga. Baru sampai dilokasi mereka langsung eksekusi. Saya sendiri masih baru terjun ke dunia fotografi ini, tapi saya juga tidak meninggalkan bidang mastering (audio video). Saat ini saya sedang sibuk mengedit beberapa video yang kami rekam disana.

Kembali ke Nyarai, disana saya mendapatkan beberapa lokasi bagus. Lokasi pertama berada dekat dari posko keberangkatan, terdapat taman bunga yang indah dengan beraneka ragam flora dan faunanya. Kami hanya menyempatkan diri untuk berfoto ria disana sebelum kembali ke Padang.

Photo by Jeriadi Pratama


Tak jauh dari lokasi pertama, ada lokasi kedua tetapi kami melewatinya saja karena pada waktu itu banyak pengunjung lain yaitu siswa-siswi SMK disana. Kami terus bertolak ke lokasi ketiga, berikut foto yang saya ambil disana.


Disini saya menghabiskan waktu sekitar 30-45 menit. Kami terus berjalan dan masih dipandu oleh Indra. Setelah lokasi ini ternyata jalan yang dilalui cukup ekstrim dan ada satu jalan yang terkena longsor, saya terpaksa harus melepas alas kaki karena licin dan hampir terjatuh. Untungnya pada saat itu pemandu langsung bertindak dengan cepat.

Di jalan, kami menemui dua spot lagi namun kami terus berjalan karena tujuan utama kami belum tercapai yaitu Air Terjun Nyarai. Lokasi keempat dan kelima kami lewati. Tetapi pada saat sampai di lokasi enam, kami hanya berhenti sebentar dan berencana untuk memotret disana saat nanti kembali ke posko. Berikut foto yang saya ambil disaat kami kembali.



Kami meninggalkan lokasi keenam dan kemudian melanjutkan perjalanan. Sebelum mencapai lokasi utama, kami melihat sebuah kuburan panjang ditengah jalan. Menurut warga dan para pemandu, disana terkubur tiga orang, satu ibu-ibu dan dua orang tentara. Cerita lain mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan pelarian anggota PRRI. Bagi anda yang sering mengikuti tulisan blog saya tentu ingat tentang PRRI yang saya ceritakan di post Market Story.

Lanjut, kami akhirnya sampai di lokasi utama. Menempuh perjalanan yang cukup panjang, medan yang cukup sulit dengan bekal makanan pas-pasan. Sesampainya disana kami melepas lelah sejenak, minum dan makan bekal yaitu godok (di Minang suka disebut godok, saya tidak tahu nama lainnya). Bagi sobat blogger yang ingin kesini, saya sarankan membawa bekal yang cukup banyak, karena tidak ada warung nasi padang atau ampera disana, :D.

Setelah melepas lelah kami langsung eksekusi, mencari angle yang pas untuk memotret. Namun kami agak terkendala karena saat itu waktu menunjukkan pukul 12 siang dan sinar matahari teramat begitu cerah, ditambah lagi dengan pengunjung lain yang datang, rombongan siswa-siswi SMK yang kami temui di lokasi kedua. Tapi tidak apa, kami punya waktu yang cukup lama disana, ada yang ikut berenang juga dan menangkap ikan dengan peralatan yang dibawa pemandu. Pemandu kami, Indra, dengan cepat menangkap Ikan sedangkan Fauzan dan Jeri berkali-kali menangkap ikan namun tidak ada yang berhasil, :D.

Disana kami juga membakar ikan hasil tangkapan Indra, satu ekor ikan untuk enam orang. Oya satu lagi sobat blogger, menurut informasi air disini bisa langsung diminum. Saya sudah merasakannya, saya bersama Zamzami yang mengambil air di jalur awal air terjun. Di sela-sela kegiatan berenang dan bakar ikan, kami melanjutkan kegiatan memotret keindahan alam ini.


Sungguh indah ciptaan Allah, saya sangat merekomendasikan lokasi ini buat sobat blogger sekalian yang suka berpetualang, suka berwisata, ataupun menyukai fotografi. Suasana disini sangat nyaman, penduduknya sangat ramah bersahabat, pemandunya sangat easy going dan penanggung jawab di posko sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Buat sobat blogger yang ingin tahu tentang lokasi ini, ingin tahu tentang jalan menuju objek wisata ini, dsb, bisa langsung bertanya disini ataupun kepada teman-teman saya yang link facebook nya sudah saya masukkan diatas.

Sekian terima kasih, semoga bermanfaat, semoga terhibur dan
Wassalam