Sabtu, 11 April 2015

Ridwan Kamil : Kembalikan Keindahan Kota Tua Butuh Dana Rp. 1 Triliun


BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ingin mengembalikan Kota Bandung pada suasana Bandung tempo dulu dengan julukan Bandung Paris van Java.

Untuk itu, ia mencoba memanfaatkan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan cara membenahi Kota Bandung yang di antaranya menerapkan setiap pembangunan di Jalan Asia Afrika harus memakai konsep artdeco seperti jaman kolonial.

"Saya terinspirasi mengembalikan Paris van Java, seperti kota-kota di Eropa," ujar Emil panggilan Ridwan Kamil saat ditemui di Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu (11/4/2015).

Menurut Emil, trotoar sepanjang Jalan Asia Afrika sengaja menggunakan granit agar terlihat cantik ditambah bunga-bunga, lampu jalan ukiran antik, hingga kursi besi bergaya kuno itulah suasana Paris van Java yang dulu pernah melekat.

"Paris van Java, lampunya jadul, pedestrian lebar, ada bunga, ada tempat duduk terbuat dari besi suasana nyaman banyak bangunan artdeco," ujar Emil.

Untuk semua itu ia mengaku sudah mendasain kawasan Asia Afrika bekerjasama dengan kalangan arsitek asli Kota Bandung.

"Tapi untuk mengembalikan keindahan kota tua di Bandung ternyata tidak bisa cepat. Butuh waktu sampai 15 tahun karena butuh dana sampai Rp 1 triliun," jelasnya. (Tribun)

Selasa, 07 April 2015

Keindahan Gunung Prau (Foto dan Catatan Perjalanan)

Foto Keindahan Gunung Prau
Keindahan Gunung Prau
Keindahan Gunung Prau (Foto dan Catatan Perjalanan) - Gunung Prau atau Prahu memang pendek, kadang hanya dilirik sebelah mata oleh pendaki Indonesia, tapi coba rasakan sensasi dalam pelukannya, gunung yang terkenal dengan sebutan Gunung Seribu Bukit. Hanya memiliki ketinggian 2.565 mdpl, memang tergolong pendek dan juga tidak terkenal seperti gunung2 disekitarnya, ada Sindoro, Sumbing, Slamet, Unggaran, dll. Tapi gunung ini memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah dengan gunung2 yang lebih terkenal dikalangan pendaki Indonesia.

Karena bentuk gunung ini memanjang, jadi secara administratif Gunung Prau yang berada di Dataran Tinggi Dieng ini meliputi wilayah Kab. Banjarnegara, Kab. Wonosobo, Kab. Batang dan Kab. Kendal. Di Camp areannya pun terdapat patok batas wilayahnya. Gunung ini dapat ditempuh melalui beberapa Jalur Alternatif Pendakian. Lewat Jalur utara, bisa melalui Kabupaten Kendal, Semisal dari Desa Kenjuran yang berada di Kecamatan Sukoreja. Jarak tempuh perjalanan kurang lebih 6 Jam.
Foto Keindahan Gunung Prau
Peta lokasi

Alternatif lain jalur pendakian bisa dilakukan melalui Jalur selatan, yaitu lewat Dataran Tinggi Dieng atau Desa Patak Banteng. Jalur ini relatif lebih singkat, hanya sekitar 2-3 Jam perjalanan yang jalurnya lumayan terjal. Track log diatas adalah hasil tracking dari awal start pendakian sampai turun. Untuk lebih jelasnya lihat dibawah mengenai waypoint-waypoint yang terdapat pada track log diatas.
Desa Petak Benteng
Berjalan sendirian dari Jakarta dan bertemu teman di Wonosobo, maka berdua saja saya melakukan pendakian ini. Menuju Desa Patak Banteng dapat dicapai dari kota Wonosobo dengan menggunakan bis kecil jurusan Wonosobo - Dieng. Jalur ini yang saya pilih, mengingat jarak tempuh yang singkat untuk sampai ke camp areanya sekitar 3 jam saja.
Panorama Desa Patak Banteng
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

POS II
Kira2 berjalan 1jam yang tidak ada bonusnya, sampailah di Pos II, kondisi pos tidak terdapat bangunan berupa shelter ataupun pondokan
Panorama di sekitar Pos II
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

POS III
Tidak jauh dari Pos II sampailah di Pos III, kondisi sama seperti Pos II, tidak terdapat bangunan. Dari Pos III ke camp Area sudah tidak jauh lagi dan jalurnya semakin terjal, lumayan buat menguras tenaga yang kurang tidur nih.
Foto Keindahan Gunung Prau

CAMP AREA GUNUNG PRAU
Saya menyebutnya demikian, karena tempat inilah tujuan utama para pendaki, dari camp area ini kita dapat melihat tanpa halangan (kalo ga ada kabut) Gunung Sindoro Sumbing di depan mata, dan dikejauhan Gunung Merapi & Merbabu.
Panorama lokasi camp area
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau
Selain malam hari, pagi hari adalah saat yang ditunggu-tunggu dimana sang mentari keluar dari peraduaanya, dengan kondisi langit berawan menambah dramatis pemandangan pagi itu.
Panorama dari pagi sampai siang hari
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

DESA DIENG KULON
Dari Menara Repeater, menuju Desa Dieng Kulon sekitar 1 jam, dengan jalur menurun terus dengan jalur bervariasi dari terjal hingga landai. Dari sini juga dapat melihat Komplek Candi Arjuna Dieng yang terkenal itu.
Komplek Candi Arjuna Dieng
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

TELAGA WARNA
Foto Keindahan Gunung Prau

Foto Keindahan Gunung Prau

Detil Perjalanan ke Gunung Prau:
Hari Pertama :
Berangkat dari Jakarta numpak bis Pahala Kencana Rp.120.000
Sampai di Wonosobo sekitar jam 8 pagi, dijemput teman, belanja kekurangan logistik, jam 09.46 berangkat menuju Desa Patak Banteng menggunakan bis kecil tujuan Dieng Rp 5000
Jam 10.58 sampai di Desa Patak Banteng, kemudian beli nasi bungkus buat makan di pos II.
Jam 11.23 mulai pendakian
Jam 12.43 sampai di Pos II, istirahat maksi dulu
Jam 14.46 sampai di camp area Gunung Prau

Hari Kedua :
Jam 09.58 mulai meninggalkan camp area, turun melalui padang sabana, menara Repeater menuju desa Dieng Kulon.
Jam 11.07 sampai di Menara Repeater
Jam 13.03 sampai di Desa Dieng (selesai)
Waktu diatas sesuai dari track log GPS yang saya pakai. Tidak ada sumber air disepanjang jalur dan juga di camp area.

Moleknya Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Moleknya Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu - Sebelumnya mungkin anda akan bertanya apa ini. dan apaan, yah inilah kelebihan indramayu selain karena mangganya. Pulau Biawak ini kurang terekploitasi oleh publik, memang tempat wisata ini masih alami sekali dan juga jauh dari hiruk pikuk kehidupan modern. kenalin gan, ini kampung halaman ane, yaitu Indramayu. Kebetulan banget rumah ane deket sama nih Pulau Biawak Indramayu, awas bukan Pulau Komodo ya beda lagi. Kalau ke mari, HP di museumin dulu lah yaa…. Tapi bukan berarti ga ada tv loh, ada tv nya 1, Cuma nyalanya sesuai nyala genset. Genset selalu dinyalakan jam 18.30 dan dimatikan jam 02.00,. mau menginap? Ada messnya, jangan takut sakit badan, tidurnya pakai spring bad, kalo dihitung-hitung kira-kira ada 3 rumah yang dapat digunakan untuk wisatawan. 
Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu
Benar-benar molek :D
Satu rumahnya dapat di isi 6-7 orang. Selain rumah untuk penginapan, di Pulau Biawak juga ada 2 rumah untuk penjaga pulau.  Penjaganya baik sekali, namanya Pak Manto, kebetulan pada saat disana beliau yang sedang tugas jaga. Sarana lain ada 1 kamar mandi, dan sumur. yang paling penting jangan lupa bawa makanan. kecuali kalo mau niat mancing. Berikut adalah penampakan foto betapa moleknya keindahan wisata bawah laut di Pulau Biawak Indramayu:
Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu

Wisata Bawah Laut Pulau Biawak Indramayu
sumber: kaskus.co.id

Senin, 06 April 2015

Walikota Bandung Tutup Izin Billboard Iklan Rokok


BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan dirinya menutup izin seluruh reklame rokok di Bandung. "Jadi kalau saat ini ada reklame iklan rokok di Bandung, maka kami pastikan ilegal," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Bandung, Kamis, 2 April 2015.

Dia mengatakan, saat ini Pemkot Bandung baru saja menutup perizinan pemasangan reklame dari perusahaan rokok. "Sifatnya masih berupa anjuran. Pemkot Bandung belum mengeluarkan aturan resmi," ujar dia.

Sementara ini, iklan rokok di Bandung masih mengacu pada Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 28 tahun 2013. Peraturan itu mewajibkan pengusaha rokok memasang lima gambar peringatan akibat merokok. Di antaranya yaitu gambar kanker mulut, orang merokok dengan asap berbentuk tengkorak, kanker tenggorokan, orang merokok dengan anak di dekatnya, dan gambar paru-paru yang menghitam karena kanker.

Emil menyatakan, sejauh ini Pemkot Bandung belum menerima keluhan dari produsen dan konsumen rokok, terkait pelarangan izin iklan rokok tersebut. Padahal, Pemkot Bandung menolak setiap perusahaan rokok yang hendak beriklan di reklame sekitar Kota Bandung. (Tempo)

Sambut KAA, 10 Negara Akan Bawa Pesawat Pribadi



BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, hingga saat ini, terdapat sepuluh negara yang akan membawa pesawat pribadi untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung pada 24 April 2015. Pemerintah sudah meminta kesepuluh negara itu untuk membawa dua pesawat karena keterbatasan daya tampung Bandara Husein Sastranegara.

"Mereka mesti bawa pesawat kecil dan besar karena bandara di Bandung enggak bisa tampung pesawat besar," ujar Ridwan saat ditemui wartawan di Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana, Bandung, Ahad, 5 April 2015. Negara-negara itu di antaranya Brunei Darussalam dan Cina.

Meski demikian, Ridwan menjamin keterbatasan daya tampung itu tak menjadi penyebab keterlambatan sampainya para kepala negara di Bandung. "Bandara Husein akan disterilkan dan digunakan khusus untuk tamu VIP," kata Emil, sapaan akrab Ridwan. 

Rombongan tiap kepala negara dan wartawan asing akan menuju Bandung menggunakan jalur darat, yakni dengan kereta dan bus melalui jalan tol.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri Yuri Oktavian Thamrin mengatakan dia memberikan pekerjaan rumah bagi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai ketua panitia lokal acara Konferensi Asia Afrika ke-60. Dalam 23 hari menyambut KAA, kata dia, Ridwan perlu memperhatikan detail-detail pekerjaan di Bandung.

"Semua hanya masalah finalisasi dan detail-detail," kata Yuri saat ditemui wartawan di Gedung Pakuan di Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Rabu, 1 April 2015. 

Menurut Yuri, finalisasi dan detail ini harus diselesaikan pada 17-18 April 2015. Pada tanggal itu, Yuri bersama Presiden Joko Widodo akan melakukan gladi bersih terakhir di Bandung.

Yuri mencontohkan mengenai slot penerbangan. Menurut Yuri, Ridwan belum mengatur slot penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. "Ini harus diatur karena ada beberapa pesawat Garuda dan ada juga pesawat pribadi yang dibawa kepala negara," ucapnya.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura II Yayan Hendrayani mengatakan Bandara Husein Sastranegara akan dibenahi untuk menyambut kedatangan 109 kepala negara dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 pada 24 April 2015. "Kami melakukan segala hal dengan standar VVIP untuk kepala negara. Tempo

Gedung Merdeka di Rancang Dua Guru Besar Technische Hoogeschool te Bandoeng


BANDUNG - Masih ingat pelajaran sejarah tentang Konferensi Asia Afrika yang di adakan di Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno?  Gedung Merdeka di jalan Asia-Afrika adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika  tahun 1955. Kini gedung ini digunakan sebagai museum yang memamerkan berbagai benda koleksi dan foto Konferensi Asia-Afrika yang merupakan cikal bakal Gerakan Non Blok pertama yang pernah digelar disini tahun 1955.

Bangunan ini dirancang pada tahun 1926 oleh dua guru besar Technische Hoogeschool te Bandoeng – yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung, dua arsitek wargenegara Belanda yang terkenal pada masa itu. Gedung ini kental sekali dengan nuansa  Eropa dan lantai gedung megah ini terbuat dari marmer buatan Itali yang mengkilap, ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.

Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 1895 dan dinamakan Societeit Concordia, dan pada tahun 1926 bangunan ini direnovasi seluruhnya. Gedung Sociƫteit Concordia dipergunakan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi oleh sekelompok masyarakat Belanda yang berdomisili di kota Bandung dan sekitarnya. Pada hari libur, terutama malam hari, gedung ini dipenuhi oleh mereka untuk berdansa, menonton pertunjukan kesenian, atau makan malam. Pada masa pendudukan Jepang gedung ini dinamakan Dai Toa Kaman dengan fungsinya sebagai pusat kebudayaan.

Pasca proklamasi kemerdekaan, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang yang pada waktu itu enggan menyerahkan kekuasaannya kepada Indonesia.

Dengan keputusan yang menetapkan Kota Bandung sebagai tempat Konferensi Asia Afrika, maka Gedung Concordia terpilih sebagai tempat konferensi tersebut. Pada saat itu Gedung Concordia adalah gedung tempat pertemuan yang paling besar dan paling megah.

Meskipun fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan yang dialami dalam perjuangan mempertahankan, menata, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia , nama Gedung Merdeka tetap terpancang pada bagian muka gedung tersebut. (Roberni)

Dias Fokus Antarkan Persib Raih Kemenangan


BANDUNG - Nama Dias Angga Putra mulai mencuat di persepakbolaan tanah air setelah bersama PBR, dia sukses membawa klubnya maju hingga babak semifinal Indonesia Super League. Persib selaku klub yang membesarkannya akhirnya tertarik untuk membawanya pulang. Menghadapi bekas klubnya, profesionalisme Dias diuji karena Dejan Antonic adalah sosok yang berperan besar dalam perjalanan karirnya.

“Musim kemarin saya main di PBR tapi untuk saat ini saya sudah fokus di Persib. Saya akan kerja lebih baik dan lebih keras lagi. Terutama di pertandingan besok menghadapi PBR,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers di Graha Persib, Senin (6/4).

Dias sendiri berpeluang besar kembali tampil sebagai starter untuk mengisi posisi yang biasa ditempati Supardi lantaran kebugaran fisiknya belum prima. Di laga kontra Semen Padang, pemain bernomor punggung 4 itu memang tampil apik sebagai bek kanan dengan menghentikan laju dari Esteban Vizcarra. Dia pun mengaku siap kembali berjibaku bersama Muhammad Ridwan di rusuk kanan Maung Bandung.

“Kalau Dias siap saja, main sama siapapun semua sama karena kita satu tim. Yang penting komunikasi jalan dan semua sesuai dengan instruksi pelatih,” lanjutnya.

Eks punggawa Persib U-21 itu mengatakan dia sudah nyaman untuk bermain di kedua sisi lini belakang Persib. Meski begitu dia mengakui kolaborasinya dengan Ridwan belum sepadu ketika Supardi yang mengisi full back kanan. “Ya bang Pardi (Supardi) memang lebih kompak sama bang Ridwan, karena sudah lama main bareng. Tapi saya berusaha mengerti permainan bang Ridwan. Kalau posisi sudah nyaman karena memang main di bek sayap,” pungkasnya. (Simamaung)