Jumat, 20 Maret 2015

Menikmati Pasar Apung Situ Umar "Floating Market" Lembang Bandung


BANDUNG - Floating market Lembang terletak di daerah Lembang Bandung. Floating market Lembang ini satu-satunya wisata yang dibangun di danau Situ Umar. Area parkir di kawasan floating market ini cukup luas, maka jangan khawatir bila anda datang kemari dan bingung memikirkan hal seperti itu. Lalu di floating market ini tidak cuma menyediakan pasar terapung namun anda dapat melihat wahana panen sayuran organik.

Menikmati liburan tahun 2015 di Floating Market Bandung, kita bisa mengajak keluarga bersantai dan bermain disana. Mengajak anak-anak untuk lebih mengenal satwa seperti mengajaknya ke taman angsa dan taman kelinci. Mengobati kerinduan akan pedesaan yang jarang ditemui di kota besar kita bisa mendatangi kampung Leuit. Kita bisa menikmati rumah khas Jawa Barat dengan atap dari ijuk serta pemandangan hijau padi serta menangkap belut. Melihat miniatur kereta api terbesar di Indonesia tentunya menyenangkan. Kita juga bisa bermain flying fox ataupun ATV. Jika ingin menikmati pemandangan Situ umar kita bisa menyewa kano atau perahu bebek. Jalan-jalan mengunjungi pasar apung yang berada ditengah danau, kita tinggal menyewa perahu seharga Rp. 10.000.

Jl. Grand Hotel No. 33 E, Bandung Barat, West Java 40391, Indonesia 
Telepon:022-2535898
Jam buka:
Week day: 09:00 - 17:00 WIB
Week End: 09:00 - 20:00 WIB

Telkomsel Klaim Layanan 4G Pertama Hadir di Bandung


BANDUNG– Layanan mobile 4G LTE dari Telkomsel resmi hadir sebagai yang pertama secara komersial di Bandung pada hari ini, Minggu (15/3). Peresmian teknologi seluler generasi keempat di Kota Kembang ini dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dan Menteri Komunikasi dan Informatika yang diwakili oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan.

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah mengatakan, “Sesuai dengan komitmen kami ketika pertama kali meluncurkan layanan 4G LTE secara komersial akhir tahun lalu, kami akan terus memperluas layanan ini ke berbagai kota di Indonesia, hingga semester pertama tahun ini kami akan menggelar di tujuh kota atau area di Indonesia, yakni:  Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar dan Manado.”

“Hadirnya layanan Telkomsel 4G LTE di kota Bandung tentunya menjawab kebutuhan masyarakat maupun wisatawan akan akses penggunaan layanan berbasis pita lebar atau broadband. Hadirnya layanan ini juga untuk mendukung visi Pemkot Bandung di dalam mewujudkan Bandung sebagai Smart City,” tambah Ririek.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, “Bandung dikenal sebagai kota yang memiliki jumlah netizen yang besar. Untuk itu kami pun di pemerintah kota memiliki visi untuk memaksimalkan fungsi social media dan teknologi digital untuk meningkatkan pelayanan publik. Hadirnya Telkomsel 4G LTE yang mendukung akses data dan pertukaran informasi kami harap dapat membantu mengatasi permasalahan dan berbagai aktivitas lainnya di kota Bandung dengan lebih cepat dan praktis, sehingga visi kami untuk membangun Bandung Smart City dapat lebih cepat terwujud.”

Peluncuran komersialisasi 4G LTE di Bandung ditandai dengan diserahkannya kartu perdana uSIM Card 4G LTE Edisi 60 Tahun Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 19-24 April 2015, dimana Bandung dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami gembira menghadirkan jaringan terkini 4G LTE sebagai kado istimewa bagi Bandung yang dinobatkan menjadi tuan rumah bagi peringatan KAA yang akan dihadiri 106 Kepala Negara Asia Afrika ini. Hal ini menjadikan Bandung sebagai etalase bagi dunia, mensejajarkan posisi Indonesia dengan negara-negara maju, yang indikatornya adalah majunya sektor TIK dan broadband-nya,” jelas Ririek.

Dengan hadirnya jaringan Telkomsel 4G LTE di kota Bandung yang mendukung perhelatan akbar ini, para peserta akan dapat menikmati layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Saat ini Telkomsel pun telah menjalin kerjasama dengan delapan mitra 4G LTE international roaming, yaitu Maxis (Malaysia), SK Telecom (Republik Korea), SingTel (Singapura), Optus (Australia), Mobily (Arab Saudi), Vodafone (Inggris), CSL (Hongkong) dan Taiwan Mobile (Taiwan), dan akan terus bertambah. Hal ini memungkinkan para delegasi luar negeri yang menggunakan layanan operator-operator tersebut untuk dapat menikmati layanan Roaming 4G LTE. (advertise)

Ini Enam Agenda Tematik Peringatan 60 Tahun KAA


BANDUNG -- Panitia resmi Asian African Carnival akhirnya merilis agenda dalam peringatan perayaan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. Dalam peringatan KAA ke-60 ini, ada enam acara tematik yang akan diselenggarakan.

Keenam tema yang akan diusung dalam peringatan KAA ke-60 di Bandung ialah Solidarity Day, Photo Exhibition, Asian African Meet and Greet, pagelaran angklung, parade Asia Afrika, serta Festival kebudayaan Asia Afrika. Keenam acara tematik tersebut akan diselenggarakan pada 21-27 April mendatang.

Solidarity Day merupakan hari penghormatan kepada dua tokoh yaitu Soekarno dan Nelson Mandela. Acara bertajuk Solidarity Day: Tribute to Soekarno and Nelson Mandela ini akan diselenggarakan pada 21 April pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Penyelenggaraan Solidarity Day ini juga akan berlangsung di enam tempat, yaitu Taman Jomblo, Taman Skate, Taman Film, Taman Bawet dan Taman Kampung Pulosari.

Pameran foto bertajuk Bandung 1955: Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference ini akan berlangsung sejak 22-27 April pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pameran foto ini akan diselenggarakan di Atrium Trans Studio Mall. Foto-foto yang dipamerkan merupakan dokumentasi-dokumentasi terkait Konferensi Asia Afrika yang sudah lama disimpan dalam arsip.

Asian African Meet and Greet merupakan rangkaian acara yang diadakan dari mall ke mall. Acara ini akan diselenggatakan pada 22 hingga 23 April mendatang, dimulai sejak siang hingga pukul 21.00 WIB. Penyelanggaraan acara ini dilakukan di tiga lokasi, yaitu di Trans Studio Mall, Festival Citylink dan Cihampelas Walk.

Acara lainnya yaitu permainan angklung bertajuk " The 20.000 Angklung Performers". Acara ini dicanangkan akan memecahkan rekor dunia dalam permainan angklung terbanyak. Permainan 20 ribu angklung ini akan dilaksanakan pada 25 April pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Lokasi permainan 20 ribu angklung ini akan berlangsung di Stadium Siliwangi.

Asian African Parade: A Costume and Percussion Street Festival akan diselenggarakan pada 25 April. Asia Afrika Boulevard dipilih menjadi lokasi pergelaran acara ini. Nantinya, akan ada pagelaran yang memamerkan budaya tiap-tiap negara melalui kostum atau pun perkusi. Setidaknya akan ada 1.000 partisipan yang meramaikan pagelaran ini.

Acara tematik terakhir Festival of Nations: Asian African Cultural Performances yang menjadi acara penutup. Festival kebudayaan ini dijadwalkan akan digelar pada 26 April mendatang pukul 10.00 WIB hingga tengah malam. Acara ini akan diselenggarakan di sepanjang jalan Dago. Dalam acara ini, tiap komunitas dan partisipan akan melebur dalam harmoni untuk saling bertukar pengalaman. (ROL)

Mimpi Besar Ridwan Kami Miliki Kereta Super Cepat


BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali mewacakan program prestisius. Sebelumnya, Emil sapaan akrabnya mewacanakan akan membangun monorail akan hadirnya sarana transportasi publik berupa kereta cepat Jakarta-Bandung.

Hal itu diungkapkan Emil saat membuka real mobile 4G LTE di Bandung pada Jumat (20/3/2015). Emil mengaku dirinya baru pulang dari Jakarta usai menerima penghargaan sebagai Kota Inovasi Lingkungan Hidup dan Bandung Kota Paling Siap Dengan IT.

"Saya baru ketemu dengan Menteri BUMN dan beliau mendukung adanya transportasi kereta cepat dari Jakarta ke Bandung. Nantinya, jarak tempuh Jakarta ke Bandung bisa 30 menit," katanya.

Dia menjelaskan, pemberangkatan kereta cepat dari Jakarta itu rencananya akan dipusatkan di Stasiun Cawang. Sedangkan di Bandungnya di Gede Bage. Dengan demikian, Bandung dan Jakarta menjadi satu koridor.

Apa yang disampaikan pria lulusan ITB ini memang terbilang 'mimpi' disaat proyek pembangunan prestisius lainnya belum sempat terealisasi. Emil kembali menggulirkan proyek baru.

Tak hanya itu, proyek kereta cepat Sinkansen pun sebelumnya sempat diwacanakan oleh pemerintah pusat, tapi akhirnya batal digelar dengan alasan minimnya dana dan skala prioritas.

Pemerintah lebih memilih menunda proyek kereta cepat karena memandang pembangunan rel kereta api di trans Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua lebih mendesak. Patut ditunggu, sejauhmana pernyataan pria berkacamata ini bisa 'membumi'. (Bisnis)

Tiang-Tiang Bendera Gedung Merdeka Akan Ditata Ulang


BANDUNG -- Sebagian tiang-tiang benera yang ada di Gedung Merdeka terlihat mulai dicabut dari pondasinya. Rencananya tiang-tiang bendera tersebut akan ditata ulang dan ditambah.

"Ditambah lagi (tiang benderanya)," jelas Pengawas dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Bandung, Anto, saat sedang mengawasi proyek perbaikan di kawasan Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (19/3).

Rencananya, tiang bendera di Gedung Merdeka akan digenapkan menjadi 109. Jumlah tersebut sesuai dengan banyaknya negara Asia Afrika yang akan menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 pada April mendatang di Bandung. 

Selain penambahan tiang, jalan di kawasan Gedung Merdeka juga akan ditambahkan dengan tiang-tiang lampu. Karena itu, Anto mengklarifikasi bahwa pencabutan tiang bendera bukan karena ingin digantikan dengan tiang lampu, melainkan karena letak tiang bendera dan tiang lampu akan ditata ulang.

"Jadi lampu ada, tiang bendera ada, yang bola batu juga ada," lanjutnya.

Pengelola Gedung Merdeka, Dewi, juga membenarkan adanya penataan ulang terhadap letak tiang-tiang bendera tersebut. Ia menyatakan pengelola museum juga sudah menjelaskan perihal pemindahan tiang bendera tersebut kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, Kamis (19/3).

"Di seberang, Cikapundung. Mau dipindahkan ke situ," jelas Dewi.

Dewi juga menegaskan bahwa pencabutan sebagian tiang bendera di Gedung Merdeka untuk keperluan relokasi saja. Tiang-tiang bendera bersejarah tersebut tidak ada yang akan dibuang. "Tidak dibuang, cuma dipindahkan," tegasnya. (ROL)

Tanpa Pengawal dan Wartawan "Blusukan" Cek Gorong-Gorong dan Trotoar


BANDUNG - Kerja dan kinerja Walikota Bandung Ridwan Kamil memang patut diacungi jempol. Pasalnya ia tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas kepemerintahan, tetapi juga membuat berbagai program kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bukan itu saja, ia selalu memastikan program yang direncanakan berjalan sesuai dengan target-target yang telah ditentukan. Ia tidak hanya mengandalkan laporan dan simbolisasi lalu mencitrakannya di media massa, tetapi memantaunya langsung dengan mata kepala sendiri tanpa sorotan kamera.

Buktinya, saat walikota yang diusung oleh PKS dan Gerindra itu ‘blusukan’ malam-malam untuk melihat perkembangan proyek perbaikan gorong-gorong dan trotoar, ia hanya seorang diri, tanpa protokoler dan tanpa sorotan kamera.

Ridwan Kamil pun tertangkap basah oleh warga pada 17 Maret 2015, sekitar pukul setengah sebelas malam, ‘keluyuran’ seorang diri.

“Baru saja pada jam 22:30 malam ketemu Kang Emil di Braga lagi ngecek kemajuan proyek perbaikan gorong-gorong dan trotoar. Sendirian tanpa pengawalan dan tanpa disertai wartawan untuk pencitraan,” terang seorang warga bernama Inu Isnaeni Sidiq, dosen FIB Unpad.

Ketika melihat Inu Isnaeni Sidiq dengan 4 orang rekannya dari Jepang, yang kebetulan adalah perwakilan asosiasi pariwisata Jepang yang sedang berkunjung ke Unpad, Ridwan Kamil langsung menyapa dengan ramah, “Sorry for the inconvenient because we are fixing the pedestrian.”

Ridwan Kamil menyampaikan permintaan maaf pada warga Bandung dan turis Jepang tersebut atas ketidaknyamanan yang dirasakan karena pemerintah Kota Bantung tengah memperbaiki pedestrian, jalan khusus pejalan kaki.

“Teman-teman orang Jepang sendiri pun kaget ketika saya beritahukan bahwa yang menyapa adalah Pak Walikota karena di negara seperti Jepang sekalipun katanya sulit menemukan pejabat yang begitu bersahaja dan rela berjalan sendirian pada larut malam untuk melihat perkembangan kota yang menjadi amanahnya di saat kebanyakan warganya sudah terlelap,” tambahnya.

“Subhanallah, Kang Emil. Semoga tetap amanah. Insya Allah urang Bandung teu salah milih,” pungkasnya. (Fimadani)

Kamis, 19 Maret 2015

Dubes Inggris Janji Datangkan Liverpool Ke Bandung


BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, merencanakan laga antara Persib Bandung dan salah satu klub raksasa Inggris, Liverpool.

Keduanya berencana untuk mendatangkan tim Liverpool ke Indonesia. Maklum saja, pria yang akrab disapa Emil itu dan Moazzam diketahui sebagai pencinta “The Reds”, julukan klub Liverpool.

“Sedang dijajaki sama Pak Dubes (Moazzam Malik),” kata Emil di Balai Kota Bandung, Kamis (19/3/2015).

“Pertandingan Liverpool lawan Persib sedang diusahakan,” tambahnya.

Sebagai tahap awal untuk mewujudkan mimpi tersebut, keduanya akan mendatangkan terlebih dahulu pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, dalam waktu dekat. Brendan akan memberikan coaching clinic untuk pesepak bola cilik di Bandung.

“Dia akan melatih beberapa klub anak-anak dan bisa berbagi pengalaman karena mereka bisa melatih anak-anak yang bermain sepak bola dengan baik. Selain itu, (hal ini) juga untuk membangun karakter anak-anak agar lebih disiplin,” ucap Moazzam. (Kompas)