Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

LAPTOP MONSTER TAPI BYUTIPUL

Hai hai, rasanya udah lama gak bikin review produk. Kira-kira udah 2756 trilliun tahun. Dan, hari ini aku mau review produk dari Asus untuk yang ketiga kalinya. Sebelumnya ada ASUS Padfone (dapat sertifikat dari ASUS euy) dan satu lagi ASUS ROG G752. Hari ini apa?

Tak perlu berlama-lama lagi, mari kita kupas tuntas ASUS ROG GX800. Laptop yang satu ini punya fitur yang gak lazim untuk ukurannya. Karena punya teknologi canggih plus bikin puyeng. Prosesor nya aja Intel Core i7-7820HK, bisa di overclock lagi. Intel Core i7 7820HK ini memiliki Teknologi Quad-core (4 Cores) yang memiliki Kecepatan Core hingga 4,6 GHz. Chipset ini juga dibangun dengan Arsitektur Kaby-Lake yang diluncurkan Pada Januari 2017 silam. Trus ada pendingin cairnya juga, jadi silahkan disiksa ini laptop pake game-game berat. Yang jadi fokus selanjutnya adalah masalah harga pak, mencapai 95 juta rupiah, fufufu. Karena fitur dan harga nya tadi, banyak yang bilang laptop ini laptop nya Sultan atau laptop Dewa. Aku sih curiga, Raja Salman ke Indonesia bukan cuma buat liburan dan investasi, tapi mau beli laptop ini (Maap ya Raja). Worth it gak dengan harga segitu? Nah, maka nya dikupas dulu satu-satu, bapak sabar dulu. Hup hup hup, lompataaaan.


WATERCOOLING TERPISAH

Teknologi air pendingin A.K.A watercooling ini sebenarnya udah ada dari tahun 2003. Teknologi watercooling GX800 sebenarnya masih sama dengan GX700. Pendingin berasal dari cairan di tangki, kemudian dialirkan lewat tabung selang yang didorong pompa ke dalam perangkat hardware nya untuk menurunkan suhu sistem yang bekerja. Prinsip kerja nya sama, tapi beda nya dimana?

ASUS merubah desain pendingin nya supaya aliran pendingin bisa mengalir sekaligus ke CPU dan dua GPU-nya untuk meredam panas. Nah, sistem watercooling terpisah ini bisa memperkuat performa GX800 saat kamu nge-game dengan spesifikasi paling berat pun kayak RE7. Mirip dengan sistem pendingin mobil.

Itu yang nama nya inovasi. Cukup dengan merubah desainnya aja, performa nya jadi meningkat pak. Kalian yang baca ini, jangan lupa, kunci nya INOVASI.

SPEK AJIGILE AJIKONDE

GX800 menggunakan teknologi 2 way SLI GTX1080 graphic card. Kartu grafisnya ini bisa di-overclock hingga 1961 MHz. GX800 memiliki RAM sebesar 64 GB, dengan 3 buah SSD berukuran 512 GB berfitur Non Volatile Memory Express (NVMe). Kartu VGA/ grafisnya juga bukan sembarang produk, 2 kartu Nvidia GeForce GTX 1080 8GB GDDR5. Hiii, ngeri gak tu pak?

Layar 18.4 inci beresolusi 4K dilengkapi G-Sync. Jadi, kalau bapak-bapak mau main game FPS, siap-siap aja merasakan pirtual realiti tingkat dasar. Minimal pusing pak, tapi lama-lama ntar juga biasa, karena sangat realistis dan byutipul. Untuk menambah performa dari luar laptop, ada lagi dua buah adapter berukuran 330W.

JAM HABIS ALIAS OVERCLOCK

Arti sebenarnya bukan jam habis sih, karena overclock ini istilah mesin. Nah, buat bapak-bapak yang gak tau apa itu overclock. Overclock atau kegiatannya overclocking sebenarnya hanya sebuah perintah atau modifikasi sebuah mesin supaya bisa bekerja maksimal. Biasanya yang di-overclock adalah CPU, GPU atau komponen. Ibaratnya kalo bapak nonton Dragon Ball, Goku udah berubah fusion jadi Super Saiya 3.

GX800 sanggup di-overclock dengan aman hingga 4.6 GHz. Bukan cuma prosesor nya aja yang bisa di-overclock, graphic card nya juga bisa di-overclock hingga 1961MHz (diatas juga udah dikasih tau). Video RAM (VRAM) dan DRAM GX800 juga bisa ditingkatkan dengan mudah hingga mencapai 5.2 GHz dan 2800MHz. Overclocking atau sering di sebut OC, punya image yang rumit. Di GX800, overclock bisa dilakukan hanya dengan sekali klik via ROG Gaming Center.

Karena overclocking bisa meningkatkan tingkat clock speed dan berpengaruh ke performa laptop. Makanya frame rate per second (FPS) game bisa naik dan mempercepat waktu rendering 3D/ video editing. Gak akan patah-patah atau nge-lag. Buat bapak-bapak youtuber gaming, nah ini nih ... *lirik-lirikan

DESAIN

Sebagai seorang seniman, aku akan kasih penilaian sangat-sangat jujur dan sangat-sangat kompeten disini. Ehm ehm, bagus pak, byutipul, beneran. Haha pokok nya desain GX800 futuristik, kayak pendahulu nya, pake desain Tukang Setrika Baju alias Iron Man. Tapi, karena fitur-fitunya tadi, berat ASUS ROG GX800 ini mencapai 5.7 kilogram. Itu baru laptop nya aja pak, belum watercoolingnya. Bobot dockwatercooling nya mencapai 4.7 kilogram. Jadi sehabis nge-game, mending bapak-bapak olahraga angkat beban, pake ASUS ROG GX800. Enak toh?

Fitur selanjutnya adalah ASUS GameFirst III yang akan mengoptimalkan koneksi internet untuk kebutuhan gaming dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Jadi kalo bapak lagi download pun, yang akan diutamakan tetap game online nya. Itu namanya prioritas, dan yang menentukan adalah AI.

Ada juga anti-ghosting, kayak pendahulu nya juga. Jadi bapak-bapak kalau sempat menekan beberapa tombol bersamaan, mungkin akibat tergesa-gesa atau jari nya emang gede, fitur ini akan memprediksi mana yang paling relevan. Jadi gak masalah kalau bapak lagi main game, panik pas ada lawan dan kepencet banyak tombol. Kecuali kalo nyokap atau istri udah marah karena kelupaan makan, mending ALT+F4.

Anti-ghosting juga didukung keyboard mekanis khusus bernama MechTAG atau Mechanical Tactile Advanced Gaming. MechTAG punya ukuran yang tipis dengan bobot ringan, dengan teknologi ini bapak bisa mudah menekan tombol keyboard nya. Karena sudah dirancang responsif oleh ASUS.



Backlit Keyboardnya juga sudah RGB dan bisa di sesuaikan baik warna maupun mode pencahayaannya via aplikasi Asus ROG Aura. Dari sisi handling, Asus ROG GX800 punya dimensi ketebalan yang jauh lebih tipis dari brand lain yang menawarkan produk 18.4-inch.. Akan semakin realistis dan nyaman dipake. Gila ajib bener.

PIRTUAL REALITI ALIAS VR

Udah lah, gak usah dijelasin lah ya soal VR, pasti udah pada tau. Kalo gak tau, mending jangan baca review ini, ntar pusing sendiri.

Tapi buat aktifin pirtual realiti di ASUS ROG GX800, bapak-bapak harus menyambungkan layar dengan dua monitor 4K menggunakan Display Port 1.3 atau langsung ke satu layar beresolusi 8K. Tapi inget, main game horror jangan sampe terkencing-kencing. Malu ama tetangga pak.

AMBASSADOR-NYA CHANDRA "INSTAGRAM VERIFIED" LIOW

Yoooo, ASUS ROG gue udah siap yoooo. Eee sorry, itu Kemal.


Chandra Liow bukan nama baru buat ASUS. Dia udah pake ASUS ROG udah sejak dulu, bikin tugas kuliahnya, edit video dan main game. Akhirnya, berbuah manis juga. Sebelumnya Chandra juga udah jadi ambassador untuk ASUS ROG . Chandra Liow sendiri menjadi endorser keempat Asus. Yang lain nya kalo gak salah cewek-cewek gamers (gemes) deh, haha googling aja yah.

DIRIPIUW ALVA JONATHAN

Siapa sih Alva Jonathan? Dia adalah Juara Kompetisi Overclock Dunia. Nah, dari pencapaiannya, udah pada tau ya perannya dia di hari peluncuran ASUS ROG GX800?


Ya nge-review dan ngasih demo lah, terus apa sih kata sang juara?
Dikutip dari beberapa media,

"Dengan RAM sebesar ini, pengguna bisa membuka browser hingga ratusan tab tanpa harus takut sistemnya bentrok". Pada sesi demo Alva “Lucky_n00b” Jonathan memperlihatkan jika kemampuan gaming ASUS ROG GX800 masih dapat ditingkatkan secara signifikan dengan meng-overclock prosesor bahkan saat game dijalankan di resolusi 4K/Ultra HD. Alva “Lucky_n00b” Jonathan juga memperlihatkan jika ASUS ROG GX800 saat ini bertengger di posisi pertama pada kompetisi online yang dilakukan HWBOT untuk kategori notebook/laptop. Proses overclocking pada ASUS ROG GX800 pun dapat dilakukan dengan lebih mudah bahkan untuk pemula dengan menggunakan aplikasi bawaan Gaming Center.
BENCHMARK ASUS ROG GX800

Buat yang belum tahu, arti Benchmark adalah teknik pengetesan dengan menggunakan suatu nilai standar. Suatu program atau pekerjaan yang melakukan perbandingan kemampuan dari berbagai kerja dari beberapa peralatan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pada produk yang baru. Hadeuh ribet, pokoknya ngetes produk baru lah gitu.

Sebenarnya ada tiga buah mode di ASUS GX800; extreme, optimized dan standard. Secara otomatis ketika mode nya ditingkatkan, dari standard menuju optimized dan ekstrim, kemampuannya akan langsung meningkat. Daripada menunggu lama, mending kita langsung aja ke mode ekstrim. Bener-bener ekstrim apa kagak ni pak.


What the ..., udah lah nyerah, bener-bener ekstrim ini. Fix, gak mau ngetes lagi, udah cukup.

Endingnya nih ya, target market. Dari spek, harga dan beberapa berita di media. Kayaknya ASUS ROG GX800 ditujukan untuk Overclocker, Gamer Profesional dan Youtuber Gaming. Eits, tapi jangan salah arti. Gamer profesional bukan berarti gamer level profesional, tapi orang-orang yang memang berprofesi sebagai gamer. Sebagai tester kah, sebagai youtuber kah, sebagai reviewer kah, macam-macam. Tidak menutup kemungkinan untuk bapak-bapak sekalian yang bekerja di industri kreatif, contohnya untuk editing video dan pembuatan animasi.

Oke teman-teman, bapak-bapak, ibu-ibu semuanya yang ada disini. Itulah dia ripiuw laptop ASUS ROG GX800 dari Mr. Tamvan dan Rajin Menavung. Hope you enjoy it, dan akhirnya memang terbukti, 95 juta rupiah adalah harga yang pantas untuk monster byutipul ini. Spesifikasi dalam bentuk tabel bisa bapak-bapak lihat dibawah, biar lebih terstruktur.

Main Spec.
ROG GX800 (G-SYNC)
CPU
Intel® Core™ i7-7820HK processor overclock up to 4,2GHz
Operating System
Windows 10 Home
Memory
64GB DDR4 up to 2800MHz
Storage
M.2 PCIEX4  NVMe 512G*3 RAID0
Display
18.4” Anti Glare UHD IPS LED backlight (3840X2160) with G-SYNC
Graphics
NVIDIA® GeForce® GTX 1080 SLI 16GB GDDR5 VRAM
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 3 x USB 3.0 port(s), 2 x USB 3.1 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI, 1x Thunderbolt
Camera
Built-in HD camera and array mic
Connectivity
Integrated 802.11ac, BT 4.0 support
Audio
Built-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster. Built-in subwoofer, 4 speakers. ESS Sabre Headphone DAC to enhance audio performance.
Dimension

Battery

MSRP

Warranty
2 years full global warranty

Semoga nanti aku di endorse ASUS (ngimpi). Hello ASUS, aku Kurniadi Ilham (@choukyin), penulis dan fotografer, nominasi street photography award dunia lho, haha. Malah tambah ngawur, padahal gak menang, cuma sampai nominasi.

See ya in the next article. KUDTU...

Sabtu, 05 November 2016

Kenapa Harus ROG?

Akhirnya di endorse ASUS ROG, ah itu bukan postinganku, itu videonya si Chandra. Well, selama tiga tahun terakhir aku memang ditemani netbook kecil bernama ASUS Eee PC. Aku pertama kali ‘kena’ sama ASUS adalah disaat launching ASUS Fonepad, aku ikut challenge ASUS untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produknya. Dan yaayy, aku berhasil menjawab sebagian besar pertanyaan dan mendapatkan sertifikat dari ASUS. Bangganya setengah mati, dan sertifikat online itu langsung kupajang di laman facebook ku. Eh, tadi kita bahas apa ya?

ASUS Eee PC ini memang lebih mudah untuk dibawa, cukup dengan tas kecil. Bisa muat netbook, kamera dan buku catatan kecil. Tapi keperluanku cukup banyak, bukan cuma menulis. Aku cukup susah ketika proses editing foto dan video, karena ini netbook gak kuat mameeen. Palingan Adobe Photoshop aku pake yang CS4, Adobe Lightroom pake yang CS2, Adobe Illustrator juga CS2. Disaat semua sudah mengutak-atik Adobe CC, aku masih berkutat dengan masa lalu. Belum lagi editing audio dengan Adobe Auditon, untungnya yang ini lumayan tinggi, CS5. Yang paling kurisaukan adalah processing video dengan Adobe Premier dan Adobe After Effect, ah dia (ASUS Eee PC) tak bisa berbuat banyak.  Kucoba dengan software yang lebih ringan seperti Filmora dan Camtasia. Lumayan, bisa digunakan, walau sedikit lamban.

Aku berpikiran seperti ini, setiap ada kelebihan, pasti lah juga ada kekurangan. Kelebihannya adalah netbook ku ini kecil, mudah dibawa kemana-mana, tidak mencolok. Kekurangannya ya hanya bisa dipakai untuk kegiatan normal saja, tidak untuk yang berat-berat seperti editing foto, audio dan video. Perlu laptop bertipe monster untuk melakukan hal-hal berat tersebut.

Setelah itu aku coba search beberapa laptop bertipe monster. Aku harus menemukan kata kunci yang pas, kucoba “laptop game terbaik”. Booom, ada beberapa pilihan, dan kemudian aku menemukan ASUS ROG. Aku masih belum ngeh dengan ASUS ROG, kupikir ROG hanyalah penamaan standar seperti punya ku, Eee PC. Ternyata setelah kutonton beberapa video, kubaca beberapa artikel dan berita, aku sadar ternyata aku salah. Mungkin jika kalian ingin aku membuat Vlog dari tulisan ini, aku akan menamakannya Video Go Blog. Ya, alasan pertama karena berasal dari tulisan blog. Alasan kedua mungkin lebih masuk akal, karena merasa goblog, gak tau apa itu ROG.


ROG atau Republic of Gamers, wow namanya aja udah keren bos, apalagi spek nya. Tapi kok desainnya kayak desain kostum Iron Man ya? Mungkin ini laptopnya Iron man kali ya. Tapi ini laptop perlu banget buat kalian yang emang hobi main game, apalagi game dengan grafis yang kaya. Dan kalau kalian pengen itu game bisa direkam, perlu recording screen juga kan. Nah, buat jalanin itu semua secara bersamaan tentunya gak akan jadi masalah. Laptop ASUS ROG G752 sudah dibekali spesifikasi hardware yang tinggi, mulai kartu grafis atau VGA dari NVidia “Nvidia Geoforce GTX980M” dengan VRAM DDR5 kapasitas 8GB. Jadi wajar-wajar aja gak ada kendala, dan gambar yang dihasilkan terlihat sangat nyata. Gila, monster banget gak tuh.

Mengikuti seri ROG yang lain, G752 juga menggunakan teknologi G-Sync yang dapat menyinkronkan antara kecepatan render GPU dengan layar. Teknologi ini dapat menghilangkan tampilan gambar yang robek atau patah ketika tengah bermain game. Teknologi lain bernama TurboGear yang dimiliki ASUS ROG G752 adalah teknologi yang memungkinkan pengguna dapat melakukan overclock pada kemampuan kerja GPU yang dimiliki, sehingga kemampuan Laptop dalam memainkan grafis yang berat jadi lebih maksimal. Dari sini terlihat bahwa Laptop Gaming ASUS ROG G752 terbaru memang sangat mengandalkan sisi kemampuan video grafik yang dimilikinya.

ASUS ROG G752 ada dua tipe. Beda antara keduanya cuma dari sisi kapasitas penyimpanan memori internal dan grafis. Buat kalian yang udah gak sabar, nih kukasih tau keunggulan lain dari ASUS ROG G752.

ANTI PANAS

Banyak yang tanya, bener gak ini? Masa iya ada laptop yang gak panas. Secara logika, komponen elektronik yang sedang aktif (dalam keadaan hidup) pasti panas. Kulkas aja yang katanya dingin, mesinnya panas juga kok, coba aja pegang bagian belakangnya (sebaiknya jangan). Tapi, ada sistem pendingin yang bikin suhu panas tadi jadi adem, dan prosesnya cepat. Jadi gak perlu nunggu sejam dulu baru dingin. Selama laptopnya nyala, sistem pendinginnya tetap akan nyala.


ASUS ROG G752 menggunakan teknologi Dual Cooper, dua kipas tembaga yang dipasang di GPU dan CPU. Sehingga, suhu akan tetap terjaga meskipun ini laptop udah overclock.  ASUS ROG G752 juga menggunakan tiga pipa pengalir panas dan teknologi 3D Vapor Pipe yang akan langsung menetralisir suhu dengan cairan di ruangan uap.

Laptop ini memang pas banget sama kebutuhanku sebagai audio editor dan fotografer. Karena software yang kubutukan, memang luar biasa berat. Saat ini aku memang lebih banyak menulis di blog, tapi dengan adanya ASUS ROG G752, sudah pasti kamera yang biasa nya kupakai untuk motret, juga kugunakan untuk rekam video. Ada yang tidak bisa dijelaskan lewat tulisan, dan audio visual membuatnya lebih bagus.

VIRTUAL REALITY

Kartu grafis NVIDIA® GeForce® GTX™ 1070 membuat ASUS ROG G752 bisa VR. Btw, buat kalian yang belum tau VR. Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tetapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone. Setidaknya itu menurut Wikipedia Bahasa Indonesia. Bahahaha, paragraf macam apa ini?

KEYBOARD GAMING KHUSUS GAMERS GARIS KERAS

Bagi seorang gamer komputer, pastinya keyboard yang bagus akan sangat penting dan dibutuhkan untuk mendukung performa mereka, sekaligus buat keren-kerenan (jangan dicoba untuk menggoda cewek). Makanya, ASUS ROG G752 juga dibekali keyboard canggih laptop gaming yang punya fitur Anti-Ghosting serta beberapa tombol makro untuk mendukung kenyamanan kamu saat bermain game. Btw, tau Anti-Ghostinggak? Bukan hantu ya. Jadi Ghosting ini sebenarnya problem jika ada lebih dari satu tombol yang ditekan. Nah, Anti-Ghosting akan membantu kamu sebagai user agar perintah bisa tetap jalan. Jadi walaupun ada dua tombol yang tertekan waktu kamu mau shot lawan, maka Anti-Ghosting akan mengantisipasinya. Aku gak ngerti algoritma nya gimana, serahkan saja pada ahlinya. Ada juga tombol perekam atau record yang dapat dengan mudah digunakan untuk merekam semua aksi permainan game dari awal hingga akhir.

FITUR GAMING

ASUS ROG G752 juga memiliki komponen pendukung yang sangat memanjakanmu, kayak prosesor Intel Core i7-6700HQ untuk menjalankan berbagai aplikasi game berat. Intel Core i7-6700HQ bakal memberikan performa yang lebih powerful karena sudah memiliki integrated graphic yang lebih baik, clock speedyang lebih cepat, serta hyper threading. Contohnya kayak GTA V, Call of Duty, Sleeping Dogs (Bayu Skak bilangnya GTA Cino), Crysis 3, dll. Selain itu karena layarnya sudah berteknologi Full HD, maka para gamers pastinya lebih betah saat main. Plus ketika main di suasana gelap atau terang, sama aja tetap kelihatan jelas, kan Full HD. Layarnya juga bebas mau ditekuk kayak gimana, karena display nya udah bagus.

Supaya bisa menghasilkan kecepatan kerja yang tinggi dan akses data yang cepat, ASUS ROG G752 juga punya PCIE4 SSD sebagai media penyimpanan dengan tingkat akses data yang sangat cepat jika dibandingkan dengan tempat penyimpanan data yang masih menggunakan harddisk piringan baja. Gak bakal lemot deh, wuuut wuuuuut.

Buat teman-teman gamers, gak cuma gamers sih, karena ini laptop juga dibutuhkan di dunia Fotografi dan Sinematografi, wajib punya ASUS ROG.

HIGH QUALITY AUDIO

Kualitas suara yang dimiliki ASUS ROG G752 sudah sangat-sangat bagus. Karena mereka punya Sonic Studio. Nah, sebagai seseorang yang juga berkecimpung di dunia Audio (Recording, Mixing, Editing, Mastering), aku tau banget kalau audio sangat mempengaruhi user. Coba aja kamu main PES, tapi ambience nya ilang, cuma suara komentator. Pasti berpengaruh ke permainan, kamu jadi gak fokus lah, gak semangat lah, lupa kerjain tugas lah. Oke yang terakhir tidak termasuk.

Satu lagi, ASUS ROG G752 juga punya Sonic Radar, yang ini tujuannya untuk membantu kamu dalam memainkan game nya, namanya juga radar.

THUNDERBOLT


Aku pertama kali mendengar isilah Thunderbolt dari dosenku di tahun 2010. Karena major ku elektronika, maka aku belajar tentang komputer. Thunderbolt ini adalah nama port untuk keperluan transfer.  Saat itu dosenku menjelaskan bahwa teknologi ini jauh lebih cepat dibandingkan USB 3.0, kebayang gak tuh? Intel Thunderbolt 3 ini bisa transfer 40Gb/detik, bit bukan Byte. 1 Byte = 8 bit, jadi hitung sendiri ya. Agar compatible dengan perangkat yang kita miliki, ada port yang umum dipakai, USB 3.1 Tipe C.

Kalian bisa cek spesifikasi lengkap dari ASUS ROG G752 disini.



Tertarik? Dan untuk penutup. Semoga waktu kalian terbuang berguna. Terima kasih.

Selasa, 05 April 2016

Menelusuri Sejarah Fotografi Jalanan

Tulisan asli oleh Irma Chantily

Direpost dan disadur oleh Kurniadi Ilham & Maklum Foto
=======================================

[Temukan juga tulisan saya di https://maklumfoto.wordpress.com/]

Street photography telah jadi topik hangat beberapa tahun belakangan ini. Semakin banyak fotografer, baik yang profesional maupun yang amatir, memotret jalan-jalan dan orang- orang di sekitar mereka. Ketenaran pendekatan ini tak bisa dipisahkan dari kepopuleran internet dan media sosial, tempat setiap orang berhak memamerkan jurnal visual keseharian mereka dan orang lain punya hak yang sama untuk memuja atau menghujat karya-karya tersebut.
Kemunculan dan ketenaran beberapa situs yang didedikasikan untuk street photography, seperti Invisible Photographer Asia dan Sidewalker Asia, juga turut membantu penyebarluasan gaya ini di masyarakat. Para street photographer—bolehlah kita sebut mereka fotografer jalanan—jadi punya ruang khusus untuk bersanding dengan rekan- rekannya dari seluruh penjuru dunia. Ruang yang bukan untuk snapshot, bukan pula dokumenter, jurnalistik atau fotografi seni.

Layaknya sesuatu yang “baru”—dan seakan tak dikenal sebelumnya—banyak kalangan yang kemudian sibuk mencoba merumuskan apa dan bagaimana sebetulnya fotografi jalanan—dan dengan demikian, apa yang tidak termasuk ke dalamnya. Coba saja pergunakan telusuri arti kata kunci street photography di jagat maya. Banyak sekali arti akan ditawarkan, semuanya menyodorkan istilah dan aturan yang “seharusnya” diterapkan ketika hendak mempraktikkan fotografi jalanan. Padahal, ibarat lagu lama aransemen baru, gaya dan pendekatan ini bukanlah sesuatu yang baru muncul ketika teknologi kamera dan internet sudah semaju sekarang.
Perkembangan praktik dan pendekatan fotografi jalanan—layaknya praktik dan pendekatan fotografi yang lain, tak bisa dipisahkan dari sejarah dan kemajuan teknologi kamera itu sendiri. Kedua hal ini akan saling mempengaruhi, mendukung dan bereaksi— saling berkelindan hingga ke bentuk fotografi jalanan yang lazim kita temui dewasa ini.
Tulisan ini hendak mencoba menjabarkan peranan rantai sejarah dan perdebatan yang mengiringi tumbuh-kembang fotografi jalanan ke dalam dua bagian yang terpisah. Bagian yang pertama akan melihat para fotografer yang dianggap telah menghasilkan karya fotografi jalanan sejak abad ke-19. Bagian selanjutnya bermaksud menguraikan beberapa pokok perdebatan yang sering kali terbit ketika membicarakan praktik fotografi jalanan.

Fotografer Keliling Monas  dan  Tradisi Awal Street Photography

Pernah bertemu orang-orang yang berkeliling dan menawarkan jasa fotografi kepada anda di Monas? Mereka sudah beroperasi di Monas sejak 1970-an. Jika mau memiliki tanda bukti atas kunjungan anda ke sini, anda bisa memanfaatkan jasa mereka. Berposelah di monumen kebanggaan Soekarno itu; berlagak seperti anda sedang menyentuh, memeluk, atau mendudukinya. Sang fotografer akan memotret anda—memanfaatkan perspektif, kedalaman, serta cara pandang lensa. Hasil potret bisa langsung dicetak untuk anda bawa pulang. Sekitar lima tahun yang lalu, anda tinggal merogoh kocek sebesar sekitar Rp15.000 dan kenang-kenangan itu akan menjadi milik anda selamanya.
Yang dilakukan oleh para fotografer Monas itulah kira-kira yang disebut Colin Westerbeck dalam buku Bystander: A History of Street Photography (1994) sebagai awal mula pendekatan ini. Fotografer jalanan adalah orang-orang yang berada di ruang publik dengan kamera dan menawarkan jasa fotografi kepada orang yang lalu-lalang . Namun menolehlah lagi ke belakang, dan kita akan menemukan sesungguhnya gaya fotografi jalanan sudah dipraktikkan jauh sebelum kita banyak berdebat tentang definisi dan aturan yang mengikatnya di abad ke-21 ini. Jauh ke belakang, hingga kita bisa menemukan acuan visual fotografi jalanan dari karya-karya lukisan.
Kelahiran fotografi di Eropa bersamaan dengan Revolusi Industri, ketika metode kerja manusia perlahan mulai terotomatisasi dan kemajuan teknologi serta beragam penemuan baru di bidang optikal dan kimiawi semakin memudahkan hidup manusia. Masyarakat abad ke-19 menganggap mereka tengah berada di titik puncak kemajuan teknologi. Demikianlah kota-kota baru bermunculan bersamaan dengan globalisasi dan urbanisasi. Lanskap berubah. Masyarakat yang anonim tinggal bersama, dibatasi dinding, dan berpapasan hanya di ruang publik.
Realitas yang baru itulah yang dengan semangat diabadikan menggunakan fotografi. Kemampuan medium ini untuk merekam momen dengan cepat telah melampaui apa yang pernah dibayangkan manusia—yang selama ini tergantung pada para pelukis dan karya mereka untuk merepresentasikan sekeliling kita lewat citraan visual. Dengan cepat fotografi—dan fotografer—memanfaatkan momentum itu; mereka mendokumentasikan apa saja yang ada di sekeliling mereka: orang, bangunan, lanskap, interaksi manusia dengan sesama manusia serta interaksi manusia dengan lingkungannya.
Hubungan fotografer dengan kota memang selalu erat. Hampir semua jagoan fotografi kaliber dunia yang kita kenal pernah memotret kota tempat mereka tinggal dan jalan-jalan yang mereka susuri. Tak heran pula jika hasil penelusuran atas sejarah fotografi akan memperlihatkan bahwa foto-foto yang pertama diambil adalah yang memperlihatkan jalanan, atau yang diambil di jalanan. Ingatlah daguerreotype buatan Louis Daguerre (1787-1851) Boulevard du Temple (1938). Karya itu adalah salah satu gambar pertama yang memperlihatkan jalanan, sekaligus mengabadikan orang di dalam sebidang foto.

Louis Daguerre, Boulevard du Temple (1938)
Berangkat dari asal kata dan sejarah yang meliputi gaya ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa fotografi jalanan adalah foto-foto yang dihasilkan di jalanan dan yang merekam kehidupan orang lalu-lalang. Tentu saja definisi sangat sederhana ini kemudian mengalami perkembangan dan perdebatan karena adanya perubahan realitas sosial dan perkembangan teknologi kamera itu sendiri. Kini fotografi jalanan tidak lagi melulu berarti diambil di jalanan, ia bisa jadi diambil di ruang publik mana pun—pantai, taman, kafe, mal atau tempat terbuka mana pun lainnya yang mengizinkan orang-orang yang tak saling kenal mengaksesnya secara bersamaan.
Dalam bentuknya yang paling dasar, fotografi jalanan misalnya telah dilakukan oleh Eugene Atget (1857-1927) pada awal abad ke-20. Karya-karya Atget atas pendokumentasian kota Paris tua yang ekstensif bisa kita kenal berkat fotografer jalanan lainnya, Berenice Abbott (1898-1991). Abbott kemudian melakukan hal yang sama di kota tempat ia berasal, New York. Koleksi Atget di Paris dan Abbott di New York memperlihatkan kepada kita pengamatan atas detail desain interior yang kaya dan lanskap kota beserta bangunannya. Karya kedua fotografer ini tidak hanya memperlihatkan bangunan dan bentuk arsitektur, tapi juga konteks tempat bangunan itu berada. Mereka memotret jalanan, ruang dan orang- orang yang menempatinya. Melalui foto-foto Atget jugalah, kelompok surrealis seakan menemukan visi mereka tentang kota idaman; labirin urban tentang memori dan harapan.
Lain halnya dengan Robert Doisneau (1912-1994). Fotografer ini dikenal karena kefasihannya mendokumentasikan kehidupan di seputar kafe-kafe di Paris. Sebagai fotografer lepas pada 1950-an, Doisneau berhasil merekam momen dan warna kehidupan kota tersebut, sering kali dengan jepretan yang jenaka dan penuh empati. Foto-fotonya mengalun ringan, seringan langkahnya ketika menyusuri dan mengamati pasangan muda berciuman, pelukis melukis di jembatan, atau perempuan muda yang menikmati segelas anggur merah.

Robert Doisneau, Un Regard Oblique (1948)
Mungkin di antara sekian banyak fotografer jalanan yang telah menorehkan perannya dalam perkembangan gaya ini, Henri Cartier-Bresson adalah nama yang paling dikenal. Dengan “decisive moment”-nya, Bresson dikenal luas atas karya-karyanya yang dinamis, puitis dan penuh pertimbangan komposisi yang seimbang dan sering kali serupa mimpi. Lebih ingin dianggap sebagai fotografer surrealis daripada label lainnya, Bresson kerap memanfaatkan perspektif dan unsur dua dimensi dari foto untuk memberikan cara pandang yang khas tentang apa-apa yang terjadi di jalanan.
Jika kita lihat karyanya yang dibuat di Naples (1960), kita akan melihat bagaimana dengan cermat Bresson membuat subyeknya seakan berjalan menuruni pegangan tangga. Atau bagaimana dengan mengamati fotonya yang mungkin paling sering dijadikan rujukan, kita bisa melihat dua sosok yang melompat, menghasilkan komposisi dan keseimbangan yang sempurna. Foto-foto Bresson yang lain juga kerap memanfaatkan kekuatan bayangan dan komposisi terang-gelap—menjadikan subyek yang ia foto kurang penting di hadapan bayangan dan menghadirkan bentuk geometri yang kuat.

Henri Cartier-Bresson – France (1932)
Perkembangan teknologi kamera juga telah mengizinkan para fotografer menjelajahi cara pengambilan gambar yang berbeda dan merekam kota mereka dengan sapuan pandang yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Kredo “Decisive moment”-nya Bresson mengandaikan adanya momen puncak dalam sebuah keadaan, ketika setiap elemen dalam bidang foto akan bergerak dan menempati posisi yang paling sempurna—momen puncak yang diakhiri ketika sang fotografer menekan tombol shutter.
Tanpa kehadiran kamera yang ringan, atau film yang memiliki kepekaan cahaya yang cukup tinggi, momen yang berkelebat bisa jadi terlalu sulit untuk diabadikan. Kemajuan teknologi kamera juga menjelmakan aplikasi teknis memotret yang dilakukan oleh Alexander Rodchenko (1891-1956), menghadirkan sudut pandang yang tak pernah terlihat sebelumnya. Rodchenko dikenal atas karya-karya foto yang berani dan tidak biasa. Ia memanfaatkan latar belakangnya sebagai pematung, pelukis dan desainer grafis, untuk menjelajahi beragam perspektif dan bentuk geometri untuk menghasilkan karya yang kuat secara visual dan berkesan modern dengan perspektif yang ekstrem.
Perkembangan teknologi kamera juga telah mengizinkan para fotografer menjelajahi cara pengambilan gambar yang berbeda dan merekam kota mereka dengan sapuan pandang yang tak pernah dilakukan sebelumnya. Kredo “Decisive moment”-nya Bresson mengandaikan adanya momen puncak dalam sebuah keadaan, ketika setiap elemen dalam bidang foto akan bergerak dan menempati posisi yang paling sempurna—momen puncak yang diakhiri ketika sang fotografer menekan tombol shutter.
Tanpa kehadiran kamera yang ringan, atau film yang memiliki kepekaan cahaya yang cukup tinggi, momen yang berkelebat bisa jadi terlalu sulit untuk diabadikan. Kemajuan teknologi kamera juga menjelmakan aplikasi teknis memotret yang dilakukan oleh Alexander Rodchenko (1891-1956), menghadirkan sudut pandang yang tak pernah terlihat sebelumnya. Rodchenko dikenal atas karya-karya foto yang berani dan tidak biasa. Ia memanfaatkan latar belakangnya sebagai pematung, pelukis dan desainer grafis, untuk menjelajahi beragam perspektif dan bentuk geometri untuk menghasilkan karya yang kuat secara visual dan berkesan modern dengan perspektif yang ekstrem.

Alexander Rodchenko, Street
Melalui sudut pandang yang sama sekali baru, karya-karya Rodchenko mencerminkan semangat revolusi Rusia dan Konstruksivisme yang ketika itu sedang berkembang: menggunakan aspek baru dalam berkesenian untuk mendapatkan hasil yang revolusioner.
Tentu saja, banyak fotografer lainnya yang patut disebut dalam kerangka fotografi jalanan. Dari Amerika dan Eropa kita mengenal karya-karya yang dihasilkan oleh Robert Frank, Diane Arbus, Jacob Riis, Walker Evans. Dari Jepang, Daido Moriyama dan Kohei Yoshiyuki memperlihatkan kepiawaiannya sebagai fotografer yang tak kasat mata di ruang publik dan menelanjangi kehidupan masyarakat Jepang. Semuanya berawal dari praktik para fotografer untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari yang terjadi di jalanan, di ruang publik—mendokumentasikan sejarah, mengabadikan yang sesaat sebelum kemudian hilang dimakan waktu.
Layaknya genre dan pendekatan fotografi yang lain, definisi fotografi jalanan dan bagaimana gaya ini dipraktikkan oleh para fotografer juga terus berubah seiring dengan perkembangan zaman. Serupa definisi fotografi dokumenter; awalnya hanya berarti mendokumentasikan, lalu akademisi mulai mengimbuhi genre ini dengan pesan sosial atau narasi besar lainnya, dan terus berubah hingga kini fotografi dokumenter bisa bercerita tentang bragam perspektif, baik narasi besar atau pun narasi kecil yang lebih personal.
Tak berbeda dengan fotografi jalanan. Banyak jenis karya dan pendekatan yang bisa dianggap sebagai fotografi jalanan, meski tak semuanya adalah fotografi jalanan. Memotret dengan seketika, snapshot, bisa jadi adalah salah satu bentuk dari fotografi jalanan. Namun tentu tak semua snapshot adalah fotografi jalanan. Jika saja kita sedikit membebaskan diri dari kota-kotak genre fotografi, kita bisa melihat bahwa fotografer yang ingin mengabadikan kota yang tengah berubah dan bagaimana masyarakat sekeliling mereka hidup adalah manifestasi dari fotografi jalanan. Begitu pula dengan para fotografer yang menawarkan jasa fotografi kepada orang di ruang publik. Tak ketinggalan adalah para fotografer yang kuat dalam opini ideologi dan menggunakan fotografi sebagai medium berekspresi.

Perdebatan yang Menghangat

Hal lain yang selayaknya turut dicermati ketika membicarakan soal fotografi adalah konteks konotasi yang dihasilkan dari pembuatan sebuah foto—atau bagaimana cara memotretnya; candid atau tidak, sudut pandang dan fokus, dan lain sebagainya. Selain itu, perdebatan juga biasa melibatkan tempat foto diambil, subyek dan obyek yang “seharusnya” ada, serta aspek teknis lainnya, seperti jenis kamera yang digunakan, penggunaan flash, editing gambar dan lain-lain.
Sudah tentu, perdebatan tentang soal-soal tadi selalu membuat perkembangan medium terkait jadi lebih dinamis. Begitu pula dengan fotografi. Sejak pertama kali muncul, kehadiran fotografi sudah mengundang kontroversi—baik dari kalangan di luar praktisi fotografi, atau pun sesama fotografer yang berbeda “kubu”. Misalnya saja perdebatan tentang apakah sebuah foto itu subyektif atau obyektif. Jika mengikuti dalil John Berger dalam bukunya yang bertajuk Another Way of Telling, maka fotografi sesungguhnya mengutip realitas—bukan menerjemahkannya seperti lukisan. Foto, yang dihasilkan dalam sepersekian detik menggunakan refleksi cahaya atas benda-benda, adalah gambar visual tanpa kode, pengalaman atau pun kesadaran.
Contoh lain adalah perdebatan laten di kalangan fotografer jurnalistik dan dokumenter: jika fotografi adalah penghadir realita, maka sejauh mana hasil karya foto boleh dimanipulasi? Dulu foto dokumenter harus diberi bingkai hitam sebagai tanda bahwa segala sesuatu yang terfoto sesuai asli dan tidak ada yang diubah dengan sengaja. Menggunakan flash juga tidak diizinkan karena dianggap memberikan elemen tambahan pada realitas yang hendak ditangkap.
Soal menggunakan flash ini juga turut menjadi salah satu butir yang didiskusikan dalam ranah fotografi jalanan. Ada kelompok yang menolak penggunaan flash, ada yang mengamini saja. Child with Toy Hand Grenade in Central Park karya Diane Arbus (1923-1971) jelas dibuat menggunakan flash. Cahaya matahari yang jatuh ke arah lensa akan menutupi wajah si anak jika Arbus tidak menggunakan flash. Praktik yang sama juga dilakukan oleh Jacob Riis (1849-1914), fotografer jurnalistik Amerika Serikat pertama. Ia menggunakan flash powder untuk membantu pemotretan di tempat-tempat yang biasa ia datangi: ruangan kumuh dan gelap, bar tak berjendela dengan langit-langit rendah, kamar sempit yang ditempati banyak orang, dan jalan-jalan yang muram tempat berdiamnya kelompok masyarakat miskin di New York.

Diane Arbus, Child with Toy Hand Grenade in Central Park, New York City (1962)
Liz Wells, editor buku Photography: A Critical Introduction, mengatakan bahwa melakukan cropping dan mengubah warna foto dokumenter bisa membuat anda kehilangan kredibilitas sebagai seorang fotografer. Hingga kini perdebatan itu masih berlanjut dan justru sempat menghangat ketika  Photography menawarkan jasa untuk sedikit “memperbaiki” warna foto secara digital. Padahal, menurut Victor Burgin, manipulasi adalah esensi dari fotografi. Para fotografer adalah orang-orang yang memanipulasi aspek fisik dan produksi foto: kamera, film, cahaya, obyek dan manusia. Semua itu dilakukan fotografer untuk mereproduksi citraan dunia sebagai “obyek kontemplasi visual”.
Subyektivitas dalam fotografi dan kesadaran “memanipulasi” tertuang dalam gaya fotografi jalanan modern yang berkembang di Amerika pada 1950-an. Ketika itu, representasi visual yang terbut adalah yang menawarkan bentuk visual yang spontan dan langsung, subyektif, serta mampu memperlihatkan emosi suatu zaman. Bantahan Robert Frank (lahir 1924) atas kredo “decisive moment”-nya Bresson turut berperan dalam perkembangan konsep fotografi jalanan yang baru. Bagi Frank, semua momen adalah puncak dan bernilai, ditandai dengan keputusan seorang fotografer untuk mengabadikan momen tersebut dengan kamerany. Fotografi jalanan dianggap bertujuan mencari momen acak di ruang publik, menemukan ketakterdugaan di tengah komposisi yang tersusun rapi.

Robert Frank, Political Rally (1956)
Menemukan ketakterdugaan dengan komposisi dan jukstaposisi yang kuat di ruang publik bisa menghasilkan foto jalanan yang menarik. Sulit, memang. Tapi justru di situlah letak tantangan para fotografer jalanan dewasa ini. Menyeimbangkan semua elemen tadi, dan menghindari citra yang klise—semua itu untuk menemukan acuan visual termutakhir bagi fotografi jalanan.
Mempelajari sejarah dan menoleh ke belakang bukanlah semata usaha bernostalgia dan menumbuhkan romantisme. Masa lalu bisa mengajarkan kita akan perjalanan panjang praktik fotografi jalanan, bagaimana ia berkelindan dengan medium lain, situasi sosial, politik, serta kemajuan teknologi kamera. Saling mempengaruhi di antara semua aspek tadi pada akhirnya akan menerbitkan referensi visual dan pewacanaan fotografi yang terus menerus terbarui.

==========================================================
Profil Irma Chantily

Irma Chantily lahir di Jakarta, 1985. Ia adalah penikmat fotografi, meski sama sekali bukan fotografer. Ia beberapa kali menulis tentang fotografi di media massa cetak dan online serta terlibat dalam produksi pameran foto atau seni rupa—baik sebagai kepala proyek, kurator, asisten kurator, penulis atau pun editor. Walau belum cukup sering atau pun mahir, Irma juga gemar melibatkan diri pada beberapa proyek penelitian fotografi Indonesia. Bersama dua rekannya, ia membuat sejarahfoto.com, sebuah inisiatif untuk mencoba memetakan sejarah fotografi Indonesia. Pada 2011, Irma bergabung dengan Komunitas Salihara dan satu tahun kemudian ia menjadi manajer arsip dan dokumentasi—sambil terkadang tetap memenuhi panggilan untuk menjadi pengajar lepas di Program Studi Fotografi, Institut Kesenian Jakarta.

==========================================================

Sumber

Gerry Badger, Theory : The Indecisive Moment: Frank, Klein and “Stream-Of-Consciousness” Photography (2004). http://www.americansuburbx.com
Liz Wells, ed., Photography: A Critical Introduction (2004), 100
dan berbagai sumber yang relevan

Sabtu, 20 Februari 2016

Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat Edisi Comic Strip Part I

Assalamualaikum

Weekend ini saya kembali berkumpul bersama teman-teman Street Photography Festival 2015 setelah kami sibuk dengan urusan masing-masing sejak akhir desember lalu. Namun saya tidak akan menceritakan tentang mereka. Saya akan melanjutkan seri Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat, kali ini tentang Comic Strip. Saya mengubah kata "Padang" dengan "Sumatera Barat" karena memang teman-teman yang berkarya di Padang tak semuanya asli orang Padang.

Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia. Strip komik adalah sebuah gambar atau rangkaian gambar yang berisi cerita. Strip komik ditulis dan digambar oleh seorang kartunis, dan diterbitkan secara teratur (biasanya harian atau mingguan) di surat kabar dan di Internet. Di Britania Raya dan Eropa, strip komik juga diterbitkan secara berseri dalam majalah-majalah komik, sementara kisah sebuah strip kadang-kadang bersambung hingga tiga halaman atau lebih. Strip komik juga telah muncul dalam majalah-majalah AS, seperti misalnya Boy's Life.

Sekarang mari kita lihat satu persatu comic strip (strip komik) yang dibuat kreator dari Minangkabau. Klik judul masing-masing comic strip untuk menuju ke halaman sumber. 



Pengguna media sosial Facebook, Twitter, Instagram ataupun Line dari Sumatera Barat pasti sudah banyak yang tau akun ini. Si Bujang menjadi tokoh yang fenomenal karena membahas tentang kejadian yang sedang hangat dibicarakan. Si Bujang, komik strip dari Minangkabau yang mengangkat isu-isu sosial masyarakat maupun politik, seni dan budaya. Begitulah deskripsi di laman akun Si Bujang. Kreator comic strip ini adalah Iggoy El Fitra, yang merupakan salah satu wartawan terkenal di Antara Sumbar. Isi cerita dalam setiap comic strip Si Bujang selalu menceritakan sebuah peristiwa dengan gaya yang satir dan mewakili kekesalan serta tanggapan masyarakat terhadap berita yang banyak muncul. Diantaranya kabut asap Sumatera, kisruh PSSI, Tour de Singkarak, Batu Akik, Selfie, Masjid Raya Sumatera Barat, terorisme, korupsi, dll.
Salah satu penyanyi asal Korea mengatakan bahwa setiap karya yang kita buat untuk ditampilkan kepada publik, akan menjadi milik publik. Mereka berhak menilai karya tersebut dan pasti akan ada pro-kontra. Banyak yang pro terhadap cerita Si Bujang namun banyak juga yang kontra.
Saya menilai, Si Bujang adalah salah satu comic strip tersukses di Sumatera Barat. Karena setiap karya yang bagus akan selalu mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat, baik itu pro maupun kontra.



Si Buyuang berasal dari Bukittinggi, demikianlah deskripsi yang ada tentang Buyuang. Cerita yang disajikan Buyuang lebih banyak tentang kejadian sehari-hari disekitar kota Bukittinggi dengan tambahan komedi. Salah satunya yang saya suka adalah tukang parkir UFO di Jam Gadang yang saya cantumkan di atas. Kelucuan dari cerita Buyuang sering disajikan di akhir cerita, seperti stand up comedy ya, haha. Sampai saat ini saya tidak tahu siapa kreator Si Buyuang, mungkin pembaca bisa bantu saya di kolom komentar jika ada yang tau. Yang jelas Si Buyuang telah menjadi ikon comic strip nya Bukittinggi.



Ijom and friend adalah comic strip minang yang menceritakan petualangan karakter bernama Ijom bersama teman-temannya. Ada Ijom & Bara ada Ijom & Bujang ada Ijom & Yondrilianti Art, bisa dibilang Ijom ini karakter yang mudah bergaul, hehe. Ketika saya lihat, comic strip ini tidak memiliki satu tema yang tetap namun memiliki karakter anak muda kekinian. Kreator Ijom bernama Topfik.



Pendekar Nusantara berisi banyak karakter yang terdiri dari semua pendekar yang ada di tanah air. Walaupun namanya Pendekar, namun ceritanya justru bukan tentang duel atau perkelahian antar pendekar. Kejadian sehari-hari ditambah unsur komedi menjadi andalan comic strip ini. Hampir sama dengan Si Buyuang namun ciri khas pakaian pendekarnya lah yang menjadi pembeda. Kreator Pendekar Nusantara bernama Irvan Putra.

Demikian ulasan saya kali ini, semoga bermanfaat. Bagi yang penasaran kenapa saya bikin judul dengan embel-embel part I, karena masih akan ada part selanjutnya. Ya untuk edisi comic strip saya mendapatkan cukup banyak referensi. Dukung terus karya urang awak, jangan lupa like/ follow akun mereka ya, share juga ke teman-temanmu yang aktif di media sosial.

Saya bikin tulisan di blog ini hanya ketika saya sempat, so kalau kamu gak mau ketinggalan silahkan subscibe/ bookmark/ add to circle. Terima kasih.

Kamis, 11 Februari 2016

Kreatifitas Anak Muda Padang Edisi Youtubers

Assalamualaikum
Selamat sore, hari ini cukup cerah setelah beberapa hari hujan deras mengguyur kota Padang. Alhamdulillah ada celana dalam yang kering hari ini sehingga tak perlu untuk menggantung "segitiga sakti" ini di dalam kamar dan mengipasnya dengan kipas angin besar agar cepat kering.

Sebenarnya saya punya 2 topik menarik yang mau saya tulis hari ini. Entah kenapa saya lupa semua nya. Akhirnya beginilah tanpa ada persiapan khusus saya akan mencurahkan langsung isi kepala saya di tulisan kali ini.

Jeng jereng jeng jeeeeng ... Kreatifitas Anak Muda Padang 2016 versi Kurniadi Ilham A.K.A Adiya Hizaki A.K.A Chou K.Yin A.K.A Kai. Ada dari berbagai kategori tapi sepertinya hanya yang saya tahu saja, jika teman-teman mengetahui hal lain yang kreatif silahkan cantumkan di komentar di bawah tulisan ini.

Sudah banyak anak muda Padang yang membuat channel youtube sendiri, ada yang membahas tentang kuliner, ada yang bikin video komedi, ada yang bikin film pendek, ada yang bikin review produk, ada yang bikin cover musik. Nah yang dibawah ini adalah beberapa Youtubers/ Youtube channel yang saya tahu.

1. Malubatung by SM Production


Channel ini bikin review tentang Cafe/ Kedai/ Kuliner hits di Kota Padang. Dipandu oleh duo Andre-Ramzi yang merupakan personil Goodbye John (serasa Desta - Vincent kali ya?)



2. Pacah Paruik by Teguh Prasetyo

Teguh Prasetyo atau Praz Teguh adalah salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4 di Kompas TV. Sekarang dia banyak membuat video Lipp di akun instagramnya dan Pacah Paruik di Youtube.



3. Kill La Rock

Band beraliran Rock Alternatif ini banyak meng-cover lagu One Ok Rock dan sudah tampil di beberapa acara musik di Padang. Walaupun sudah sering berganti personil khususnya vokalis dan drummer tapi band ini tetap solid hingga saat ini. Salah satu personilnya juga sering membuat cover bass di akun youtube pribadinya.


4. Awlia Fadhli 

Channel Awlia Fadhli berisi review produk dan cover gitar. Salah satu yang saya suka adalah video dibawah. Walau ini video review pertama nya tapi saya rasa sudah sangat bagus dan banyak respon dari pengguna lain.


Oke guys, sekian info hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian. Saya akan nulis lagi kalau sempat dan ada waktu, oleh karena itu silahkan subscribe biar gak ketinggalan postingan selanjutnya.
Tulisan selanjutnya akan membahas tentang "Special Event" dan "Comic Strip". 

Jumat, 20 Februari 2015

Sebuah Inovasi Series - PZ

Malam ini saya ingin berbagi informasi tentang beberapa inovasi yang dibuat oleh anak negeri. Saya merangkumnya dalam sebuah seri dengan nama "Sebuah Inovasi".

Untuk pertama saya akan membahas Alat Makan Pizza bernama PZ. PZ dibuat oleh Quilizy Maggio De Neve (Lizzy). Kalau makan nasi pakai sendok, makan mie pakai garpu/ sumpit, kenapa makan pizza pakai tangan? Maka lahirlah PZ. Berikut data yang saya kutip dari VivaLife.




"VIVAlife - Ide bisa hadir darimana dan kapan saja. Seperti yang dilakukan Quilizy Maggio De Neve atau yang akrab disama Lizy.

Dari kegemarannya makan pizza, ia menciptakan sebuat penjepit pizza, agar bisa menikmati makanan khas Italia itu tanpa mengotori tangan. Ia membuatnya saat sedang duduk di bangku kuliah semester 3 pada 2009 lalu.

"Pizza kan makannya enak pake tangan, kalau pisau garpu tidak nikmat. Kadang males cuci tangan. Muncul ide inspirasi dari pinset untuk membatasi tangan sama pizza," katanya saat ditemui dalam peluncuran situs BiangInovasi.com di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, 9 Desember 2014.

Inovasi unik ini diberi nama PZ (dibaca pizet) yang berarti pizza pinset. Proses pembuatannya, lanjut Lizy, selama 6 bulan hingga benar-benar jadi.

Dalam proses pembuatannya, wanita lulusan desain produk ini melakukan banyak riset. Mulai dari ukuran pizza yang pas,  jari setiap orang, dan cara memegang pizza yang nyaman.

PZ ini masih berbentuk Prototipe, terbuat dari dari akrilik dan Lizy membuatnya sendiri. Beberapa tahun berselang, pada 2012 ia ikut sebuah kompetisi inovasi dan karyanya tersebut masuk 20 besar. Pada saat itu ia mempresentasikan 3 barang buatannya yaitu alat kerok dan troli.

Saat ini, Lizy tengah melakukan proses pematenan karya uniknya. "Lagi proses paten sederhana, tahun depan ada sertifikat dan rencananya mau dipasarin," katanya.

Nantinya, Lizy berencana akan memasarkan dan bekerjasama dengan investor. Selain itu dari segi desain akan lebih bermain dengan motif."

Mudah-mudahan nanti semakin banyak inovasi anak negeri. Tak harus membuat sesuatu yang mewah, yang besar. Kita bisa memulainya untuk sesuatu yang kecil tapi bermanfaat banyak. Contohnya seperti PZ yang diciptakan Lizzy.

Sebuah Inovasi Series selanjutnya akan membahas tentang Alat Pemisah Kuning dan Putih Telur.

Selasa, 23 April 2013

Sedikit Tips Musik Mixing


Mixing adalah meramu semua yang telah kita record dalam tiap-tiap track, menjadi satu lagu utuh.
Di sinilah proses kreatif seseorang betul-betul diuji, sehingga tidak ada dua orang yang melakukan hal ini dengan cara dan hasil yang sama. Bahkan kadang kita menjadi terlalu kreatif sehingga hasilnya tidak seperti yang diinginkan ( baik dalam arti negative atau positif )

Mari kita simak tips dari seorang Music Engineer peraih Platinum berikut ini :

  1. Pelajari dan pahami sofware yang digunakan, baca panduan penggunaan atau dokumentasinya, lalu coba dan perbanyak latihan. Kunjungi forum onlinenya bila ada.
  2. Buat rekaman/recording anda dengan hasil sebagus mungkin. Jangan terburu-buru berpikir untuk menambahkan efek. Jangan berhenti sampai benar-benar mendapatkan hasil yang diinginkan. Jangan lupa untuk menyimpan backup data yang telah anda record.
  3. Pastikan kalau speaker yang digunakan memiliki kualitas bagus. Kalau ingin mendapatkan hasil berkualitas, gunakanlah speaker khusus untuk monitor.
  4. Mulailah dengan bagian rythm, yaitu kerangka dari sebuah lagu. Lalu diikuti oleh vokal. Baru kemudian instrument yang lain.
  5. Stereo positioning sangatlah penting. Tidak mengapa jika suara satu instrument seluruhnya diletakkan di sebelah kanan sedang yang lain di sebelah kiri. Yang penting adalah, suara vokal utama, bass gitar dan bass drum diletakkan di tengah. Instrument drumkit yang lain boleh saja dipisah-pisah kanan/kiri, asal jangan terlalu jauh. Begitu juga dengan suara backing vocal.
  6. Ketika dua buah instrument saling ’mematikan’ satu sama lain, gunakanlah Equalizer (EQ) untuk memisahkan antara frequensi high end dan yang low end.
  7. Jangan berlebihan dalam memberi effek reverb. Memang bagus menambahkan sedikit reverb pada instrument, asal jangan berlebihan. Juga jangan mengisi kekosongan dengan reverb. Bila memang terasa perlu, isilah dengan instrument saja.
  8. Gunakan compression untuk meratakan volume suara. Terkadang hasil rekaman kita memiliki kekerasan yang tidak stabil, ada yang terlalu keras, atau terlalu pelan.
  9. Mixdown the tracks. Setelah setiap track sudah terdengar bagus sesuai dengan yang diinginkan, mixdown atau jadikan seluruh track yang ada menjadi single track stereo.
  10. Audio mastering adalah langkah terakhir. Tambahkan beberapa effek atau yang lainnya pada hasil mix terakhir anda tetapi jangan berlebihan. Cobalah mainkan hasil mixing anda di beberapa alat putar/ player/system.
Selamat Mencoba

Pengenalan Soundcard


Bagaimana anda akan menghubungkan microphone, headset, speaker, gitar listrik, atau setrika listrik (lho..?!) pada komputer anda?

Mari kita bicarakan mengenai soundcard. Soundcard adalah bagian dari komputer yang berfungsi untuk merubah suara Analog menjadi Digital atau sebaliknya. Dari beragam jenis, merk dan harganya, yang akan kita bicarakan hanyalah yang berupa slot PCI ataupun on board yang memiliki tiga jack dan satu buah joystick port, yang harganya murah.

Joystick/MIDI Port

Sebetulnya port ini digunakan bila anda ingin memainkan PES 2008 dengan joystick. Anda bisa menghubungkan joysticknya ke dalam port ini lalu instal drivernya (windows 98 ke bawah) . Selain merupakan port yang berfungsi untuk menghubungkan joystick Game dengan komputer, kita juga bisa menghubungkan instrument MIDI ke dalam port ini,hingga kita bisa memainkan keyboard MIDI dan menyimpan filenya di hardrive.
Lalu kenapa port ini ada pada soundcard ? Entahlah, yang jelas, bahwa bermain game memang tidak nyaman bila tanpa efek suaranya.

Mic input jack (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Lalu kemudian ada jack yang bertuliskan mic. Apa yang dapat kita perbuat pada jack ini?Tidak ada ! Jack ini dirancang hanya untuk mic komputer, Biasanya terdapat pada headset yang sering kita jumpai di warnet-warnet, atau mic yang kita beli di toko komputer. Tentu kita harus bertanya kenapa ada 3 buah jack pada soundcard tersebut bila tidak ada gunanya. Bukankah tiga buah lubang terlalu banyak? Pesan saya, jangan colokkan apapun pada jack ini, terutama microphone , kecuali mic yang telah saya sebutkan di atas.
Itupun kalo hanya sekedar untuk merekam suara kucing anda untuk dijadikan ringtone saja sih tidak apa-apa. Tapi bila anda ingin professional, anda harus memulainya dengan benar dari sekarang.

Line Output (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Di sini kita bisa menghubungkan komputer kita dengan beragam instrument yang memiliki input jack, seperti speaker aktif, mini compo, tape deck, atau amplifier. Untuk proses mixing biasanya dihubungkan dengan speaker monitor jenis near-field (dijelaskan lain waktu).
Bila soundcard anda berharga lebih murah, mungkin port ini tidak ada, namun terdapat port bertuliskan..

Headphone jack (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Port ini juga berfungsi hampir sama, tapi sebenarnya lebih tepat digunakan untuk headphone. Anda bisa menggunakan headphone untuk keperluan monitoring, tapi untuk hasil yang maksimal sangat tidak disarankan.

Line Input (dengan minijack ukuran 1/8” stereo)

Port inilah yang harusnya paling anda perhatikan dalam proses recording. Segala instrument dalam proses recording sebaiknya melalui port ini untuk hasil yang maksimal.
Sayangnya banyak orang yang tidak memahami arti “Line Input” ini dengan baik. Line Input berarti input jack yang memiliki “line level”. Line Level adalah standar nilai sebuah line input/output yang memiliki tegangan sekitar 200 milivolt yang kompatibel dengan peralatan stereo normal lain CD Player, tape deck dsb, yang memiliki line output.
Port ini tidak untuk dihubungkan secara langsung dengan segala jenis microphone, guitar listrik, apalagi headphone jack, atau segala jenis alat yang mengarah ke headphone atau speaker. Sekali lagi, port ini hanya dihubungkan dengan jack line output.yang terdapat pada alat yang akan anda gunakan.
Lalu, bagaimana bila kita ingin melakukan rekaman suara vocal kita dengan menggunakan microphone (bukan mic komputer lho..)? Dimana sebaiknya kita mencolokkan mic tersebut? Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, maka port Line Input-lah tempatnya. Namun anda memerlukan sebuah alat yang disebut pre-amp. Alat ini untuk memperkuat sinyal dari microphone, karena sesungguhnya signal dari mic sangat lemah atau tidak mencapai level “line”, sehingga anda akan mendapat hasil rekaman vocal yang cederung pelan (bahkan hampir tidak terdengar). Tapi jangan dulu terburu-buru pergi membeli mic pre-amp ini (siapa yang pingin beli, mo beli pulsa aja masih mikir..he..he..) Bila anda ingin menggunakan lebih dari satu buah mic, sebaiknya menggunakan mixer. Mixer adalah alat yang memiliki beberapa channel input. Biasanya sudah terdapat pre-amp di dalamnya (built-in) untuk microphone, ada juga yang memiliki phantom power untuk condenser, bahkan ada yang memiliki efek seperti EQ, reverb,compressor dsb. Tentu saja sesuai dengan harganya.Tapi bila anda memiliki budget yang tidak banyak, maka mic mixer/preamp 2 channel yang harganya ‘cuma’ sekitar 1 juta sudah mencukupi.

Baiklah, demikian sedikit penjelasan saya mengenai soundcard. Jangan lupa menggunakan kabel untuk menghubungkan semua peralatan ke komputer anda. Walau belum cukup untuk menjadikan anda seperti seorang Ahmad Dhani, paling tidak anda sudah bisa merekam suara anda sendiri di komputer. Selamat mencoba !