Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 September 2017

Trip Kuliner di Padang

Hai, selamat siang
Apa kabar semua? Semoga selalu sehat ya.

Btw, udah lama sekali rasanya gak nulis di blog ini. Mohon maaf kepada pembaca semua yang lebih sering melihat postingan video yang aku share dari youtube.

Beberapa tahun lalu aku sempat membuat sebuah usaha kecil-kecilan, sebagai middle-man sih, namanya KIRA Food & Snack. Usaha ini sempat terhenti karena kesulitan dalam me-manage urusan-urusannya, salut dengan usaha yang juga berposisi sebagai middle-man tapi tetap jalan sampai sekarang. Eh ini aku bahas middle-man pada tau gak kamsud nya? Dalam dunia usaha, middle-man bisa diumpamakan sebagai distributor, penengah, dll. Aku pernah nonton film bertema bisnis, yah banyak kekerasannya juga sih, yang nonton Layer Cake pasti tau. Disana sang bisnisman tua berkata pada pemeran utama (Daniel Craig) kalau bisnisman yang baik adalah middle-man yang bagus. Usaha-usaha digital yang kita lihat saat ini rata-rata mengambil peran sebagai middle-man seperti Tokopedia, Bukalapak, Olx, Sribulancer, Youtube, dll.

Ok, cukup sudah soal middle-man nya ya, kita beralih ke tema yang ingin dibahas. Kenapa aku ingin bahas soal kuliner (lagi)? Karena ternyata tulisan lama ku Kuliner Murah Meriah Di Padang berada di puncak pencarian di blog ini, menjadi postingan paling trend. Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah membaca. Namun postingan tersebut tayang dari tahun 2013 kemarin, dan Kota Padang sendiri selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Jadi aku harus melakukan pembaharuan supaya informasi nya tidak kadaluarsa.

Aku berusaha menghidupkan kembali KIRA Food & Snack, masih sebagai middle-man tapi tidak menjual makanan lagi, melainkan membuat review makanan dan snack di Sumatera Barat yang paling up to date, ya 2017 ini. Tidak lagi berbentuk tulisan saja, namun ada video nya. Jadi teman-teman semua bisa langsung merasakan keseruan di tempat tersebut. Video ini diberi nama KIRA Culinary Trip dan akan dipandu langsung oleh saya yang selalu berada di balik layar blog ini, hehe. Tentu gak akan selalu sendiri, di beberapa video aku akan ditemani beberapa orang seperti wanita tercinta, Ika. Dan mungkin juga teman-teman lain, bahkan mungkin kamu yang sekarang sedang membaca tulisan ini, mana tau kalian punya rekomendasi tempat makan yang enak di Padang dan sekitarnya dan kita akan syuting bareng, hihi.

So, udah penasaran ya? Silahkan langsung cek video dibawah ya!!!


Langsung ke halaman youtube nya juga bisa, jangan lupa Support nya. Dengan memberikan komentar dan subscribe artinya kalian udah bantu aku untuk terus berbagi informasi. Cukup login dengan akun google mu, kemudian klik Subscribe, gratis kok, gak bayar.

Itu saja informasi hari ini, semoga bermanfaat dan da daaaahhh.

Kamis, 30 Maret 2017

LAPTOP MONSTER TAPI BYUTIPUL

Hai hai, rasanya udah lama gak bikin review produk. Kira-kira udah 2756 trilliun tahun. Dan, hari ini aku mau review produk dari Asus untuk yang ketiga kalinya. Sebelumnya ada ASUS Padfone (dapat sertifikat dari ASUS euy) dan satu lagi ASUS ROG G752. Hari ini apa?

Tak perlu berlama-lama lagi, mari kita kupas tuntas ASUS ROG GX800. Laptop yang satu ini punya fitur yang gak lazim untuk ukurannya. Karena punya teknologi canggih plus bikin puyeng. Prosesor nya aja Intel Core i7-7820HK, bisa di overclock lagi. Intel Core i7 7820HK ini memiliki Teknologi Quad-core (4 Cores) yang memiliki Kecepatan Core hingga 4,6 GHz. Chipset ini juga dibangun dengan Arsitektur Kaby-Lake yang diluncurkan Pada Januari 2017 silam. Trus ada pendingin cairnya juga, jadi silahkan disiksa ini laptop pake game-game berat. Yang jadi fokus selanjutnya adalah masalah harga pak, mencapai 95 juta rupiah, fufufu. Karena fitur dan harga nya tadi, banyak yang bilang laptop ini laptop nya Sultan atau laptop Dewa. Aku sih curiga, Raja Salman ke Indonesia bukan cuma buat liburan dan investasi, tapi mau beli laptop ini (Maap ya Raja). Worth it gak dengan harga segitu? Nah, maka nya dikupas dulu satu-satu, bapak sabar dulu. Hup hup hup, lompataaaan.


WATERCOOLING TERPISAH

Teknologi air pendingin A.K.A watercooling ini sebenarnya udah ada dari tahun 2003. Teknologi watercooling GX800 sebenarnya masih sama dengan GX700. Pendingin berasal dari cairan di tangki, kemudian dialirkan lewat tabung selang yang didorong pompa ke dalam perangkat hardware nya untuk menurunkan suhu sistem yang bekerja. Prinsip kerja nya sama, tapi beda nya dimana?

ASUS merubah desain pendingin nya supaya aliran pendingin bisa mengalir sekaligus ke CPU dan dua GPU-nya untuk meredam panas. Nah, sistem watercooling terpisah ini bisa memperkuat performa GX800 saat kamu nge-game dengan spesifikasi paling berat pun kayak RE7. Mirip dengan sistem pendingin mobil.

Itu yang nama nya inovasi. Cukup dengan merubah desainnya aja, performa nya jadi meningkat pak. Kalian yang baca ini, jangan lupa, kunci nya INOVASI.

SPEK AJIGILE AJIKONDE

GX800 menggunakan teknologi 2 way SLI GTX1080 graphic card. Kartu grafisnya ini bisa di-overclock hingga 1961 MHz. GX800 memiliki RAM sebesar 64 GB, dengan 3 buah SSD berukuran 512 GB berfitur Non Volatile Memory Express (NVMe). Kartu VGA/ grafisnya juga bukan sembarang produk, 2 kartu Nvidia GeForce GTX 1080 8GB GDDR5. Hiii, ngeri gak tu pak?

Layar 18.4 inci beresolusi 4K dilengkapi G-Sync. Jadi, kalau bapak-bapak mau main game FPS, siap-siap aja merasakan pirtual realiti tingkat dasar. Minimal pusing pak, tapi lama-lama ntar juga biasa, karena sangat realistis dan byutipul. Untuk menambah performa dari luar laptop, ada lagi dua buah adapter berukuran 330W.

JAM HABIS ALIAS OVERCLOCK

Arti sebenarnya bukan jam habis sih, karena overclock ini istilah mesin. Nah, buat bapak-bapak yang gak tau apa itu overclock. Overclock atau kegiatannya overclocking sebenarnya hanya sebuah perintah atau modifikasi sebuah mesin supaya bisa bekerja maksimal. Biasanya yang di-overclock adalah CPU, GPU atau komponen. Ibaratnya kalo bapak nonton Dragon Ball, Goku udah berubah fusion jadi Super Saiya 3.

GX800 sanggup di-overclock dengan aman hingga 4.6 GHz. Bukan cuma prosesor nya aja yang bisa di-overclock, graphic card nya juga bisa di-overclock hingga 1961MHz (diatas juga udah dikasih tau). Video RAM (VRAM) dan DRAM GX800 juga bisa ditingkatkan dengan mudah hingga mencapai 5.2 GHz dan 2800MHz. Overclocking atau sering di sebut OC, punya image yang rumit. Di GX800, overclock bisa dilakukan hanya dengan sekali klik via ROG Gaming Center.

Karena overclocking bisa meningkatkan tingkat clock speed dan berpengaruh ke performa laptop. Makanya frame rate per second (FPS) game bisa naik dan mempercepat waktu rendering 3D/ video editing. Gak akan patah-patah atau nge-lag. Buat bapak-bapak youtuber gaming, nah ini nih ... *lirik-lirikan

DESAIN

Sebagai seorang seniman, aku akan kasih penilaian sangat-sangat jujur dan sangat-sangat kompeten disini. Ehm ehm, bagus pak, byutipul, beneran. Haha pokok nya desain GX800 futuristik, kayak pendahulu nya, pake desain Tukang Setrika Baju alias Iron Man. Tapi, karena fitur-fitunya tadi, berat ASUS ROG GX800 ini mencapai 5.7 kilogram. Itu baru laptop nya aja pak, belum watercoolingnya. Bobot dockwatercooling nya mencapai 4.7 kilogram. Jadi sehabis nge-game, mending bapak-bapak olahraga angkat beban, pake ASUS ROG GX800. Enak toh?

Fitur selanjutnya adalah ASUS GameFirst III yang akan mengoptimalkan koneksi internet untuk kebutuhan gaming dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Jadi kalo bapak lagi download pun, yang akan diutamakan tetap game online nya. Itu namanya prioritas, dan yang menentukan adalah AI.

Ada juga anti-ghosting, kayak pendahulu nya juga. Jadi bapak-bapak kalau sempat menekan beberapa tombol bersamaan, mungkin akibat tergesa-gesa atau jari nya emang gede, fitur ini akan memprediksi mana yang paling relevan. Jadi gak masalah kalau bapak lagi main game, panik pas ada lawan dan kepencet banyak tombol. Kecuali kalo nyokap atau istri udah marah karena kelupaan makan, mending ALT+F4.

Anti-ghosting juga didukung keyboard mekanis khusus bernama MechTAG atau Mechanical Tactile Advanced Gaming. MechTAG punya ukuran yang tipis dengan bobot ringan, dengan teknologi ini bapak bisa mudah menekan tombol keyboard nya. Karena sudah dirancang responsif oleh ASUS.



Backlit Keyboardnya juga sudah RGB dan bisa di sesuaikan baik warna maupun mode pencahayaannya via aplikasi Asus ROG Aura. Dari sisi handling, Asus ROG GX800 punya dimensi ketebalan yang jauh lebih tipis dari brand lain yang menawarkan produk 18.4-inch.. Akan semakin realistis dan nyaman dipake. Gila ajib bener.

PIRTUAL REALITI ALIAS VR

Udah lah, gak usah dijelasin lah ya soal VR, pasti udah pada tau. Kalo gak tau, mending jangan baca review ini, ntar pusing sendiri.

Tapi buat aktifin pirtual realiti di ASUS ROG GX800, bapak-bapak harus menyambungkan layar dengan dua monitor 4K menggunakan Display Port 1.3 atau langsung ke satu layar beresolusi 8K. Tapi inget, main game horror jangan sampe terkencing-kencing. Malu ama tetangga pak.

AMBASSADOR-NYA CHANDRA "INSTAGRAM VERIFIED" LIOW

Yoooo, ASUS ROG gue udah siap yoooo. Eee sorry, itu Kemal.


Chandra Liow bukan nama baru buat ASUS. Dia udah pake ASUS ROG udah sejak dulu, bikin tugas kuliahnya, edit video dan main game. Akhirnya, berbuah manis juga. Sebelumnya Chandra juga udah jadi ambassador untuk ASUS ROG . Chandra Liow sendiri menjadi endorser keempat Asus. Yang lain nya kalo gak salah cewek-cewek gamers (gemes) deh, haha googling aja yah.

DIRIPIUW ALVA JONATHAN

Siapa sih Alva Jonathan? Dia adalah Juara Kompetisi Overclock Dunia. Nah, dari pencapaiannya, udah pada tau ya perannya dia di hari peluncuran ASUS ROG GX800?


Ya nge-review dan ngasih demo lah, terus apa sih kata sang juara?
Dikutip dari beberapa media,

"Dengan RAM sebesar ini, pengguna bisa membuka browser hingga ratusan tab tanpa harus takut sistemnya bentrok". Pada sesi demo Alva “Lucky_n00b” Jonathan memperlihatkan jika kemampuan gaming ASUS ROG GX800 masih dapat ditingkatkan secara signifikan dengan meng-overclock prosesor bahkan saat game dijalankan di resolusi 4K/Ultra HD. Alva “Lucky_n00b” Jonathan juga memperlihatkan jika ASUS ROG GX800 saat ini bertengger di posisi pertama pada kompetisi online yang dilakukan HWBOT untuk kategori notebook/laptop. Proses overclocking pada ASUS ROG GX800 pun dapat dilakukan dengan lebih mudah bahkan untuk pemula dengan menggunakan aplikasi bawaan Gaming Center.
BENCHMARK ASUS ROG GX800

Buat yang belum tahu, arti Benchmark adalah teknik pengetesan dengan menggunakan suatu nilai standar. Suatu program atau pekerjaan yang melakukan perbandingan kemampuan dari berbagai kerja dari beberapa peralatan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pada produk yang baru. Hadeuh ribet, pokoknya ngetes produk baru lah gitu.

Sebenarnya ada tiga buah mode di ASUS GX800; extreme, optimized dan standard. Secara otomatis ketika mode nya ditingkatkan, dari standard menuju optimized dan ekstrim, kemampuannya akan langsung meningkat. Daripada menunggu lama, mending kita langsung aja ke mode ekstrim. Bener-bener ekstrim apa kagak ni pak.


What the ..., udah lah nyerah, bener-bener ekstrim ini. Fix, gak mau ngetes lagi, udah cukup.

Endingnya nih ya, target market. Dari spek, harga dan beberapa berita di media. Kayaknya ASUS ROG GX800 ditujukan untuk Overclocker, Gamer Profesional dan Youtuber Gaming. Eits, tapi jangan salah arti. Gamer profesional bukan berarti gamer level profesional, tapi orang-orang yang memang berprofesi sebagai gamer. Sebagai tester kah, sebagai youtuber kah, sebagai reviewer kah, macam-macam. Tidak menutup kemungkinan untuk bapak-bapak sekalian yang bekerja di industri kreatif, contohnya untuk editing video dan pembuatan animasi.

Oke teman-teman, bapak-bapak, ibu-ibu semuanya yang ada disini. Itulah dia ripiuw laptop ASUS ROG GX800 dari Mr. Tamvan dan Rajin Menavung. Hope you enjoy it, dan akhirnya memang terbukti, 95 juta rupiah adalah harga yang pantas untuk monster byutipul ini. Spesifikasi dalam bentuk tabel bisa bapak-bapak lihat dibawah, biar lebih terstruktur.

Main Spec.
ROG GX800 (G-SYNC)
CPU
Intel® Core™ i7-7820HK processor overclock up to 4,2GHz
Operating System
Windows 10 Home
Memory
64GB DDR4 up to 2800MHz
Storage
M.2 PCIEX4  NVMe 512G*3 RAID0
Display
18.4” Anti Glare UHD IPS LED backlight (3840X2160) with G-SYNC
Graphics
NVIDIA® GeForce® GTX 1080 SLI 16GB GDDR5 VRAM
Input/Output
1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor, 3 x USB 3.0 port(s), 2 x USB 3.1 port(s), 1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert, 1 x HDMI, 1x Thunderbolt
Camera
Built-in HD camera and array mic
Connectivity
Integrated 802.11ac, BT 4.0 support
Audio
Built-in Speakers and Analog Microphone, Built-in Azalia compliant audio chip, SonicMaster. Built-in subwoofer, 4 speakers. ESS Sabre Headphone DAC to enhance audio performance.
Dimension

Battery

MSRP

Warranty
2 years full global warranty

Semoga nanti aku di endorse ASUS (ngimpi). Hello ASUS, aku Kurniadi Ilham (@choukyin), penulis dan fotografer, nominasi street photography award dunia lho, haha. Malah tambah ngawur, padahal gak menang, cuma sampai nominasi.

See ya in the next article. KUDTU...

Kamis, 03 November 2016

Giveaway 10K Followers Maklum Foto

GIVEAWAY adalah event yang diadakan oleh pihak tertentu (biasanya developer software dll) untuk membagikan lisensi produknya secara gratis dan legal. Ada berbagai alasan sebuah perusahaan atau developer membagikan produk mereka secara gratis dan legal.


Hai, dari beberapa waktu yang lalu aku kepikiran untuk bikin giveaway saat aku melihat followers instagram @maklumfoto sudah mencapai 9K lebih. Aku mau bikin disaat followersnya sudah mencapai 10K, dan ini adalah pengumuman awal sebelum followers nya sampai segitu. Giveaway yang aku mau kasih tidak berbentuk barang, apalagi software, karena aku tidak datang dari silicon valley. Yang ingin kuberi adalah Workshop Street Photography, Pemutaran Film dan juga Diskusi.

Sebelumnya aku juga sudah mencoba merubah sistem workshop biasa menjadi mentoring. Hasilnya cukup bagus, karena bisa mempercepat pemahaman dan skills peserta. Walaupun ada kekurangannya juga, peserta yang terbatas dan dibutuhkan beberapa mentor di sesi ini.

Untuk workshop kali ini, aku juga mau bikin beda. Tujuannya, bukan sekadar pengen beda, tapi lebih kepada impact yang dihasilkan. Sebelumnya aku lebih banyak bahas komposisi foto, karena aku punya materi tentang itu. Bahkan aku juga sudah meluncurkan eBook yang kutulis sendiri. Kali ini aku ingin porsinya lebih diperbanyak untuk meningkatkan soft skills. Karena apa? Masih banyak yang takut untuk memotret di ruang publik, takut karena reaksi orang-orang atau takut karena hal lain, khususnya di Padang.

Pemutaran film, aku punya beberapa koleksi film dan video tentang street photography. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sana, aku punya satu film dan satu video liputan bagus untuk ditonton. Diskusi akan diadakan setelahnya, bahas film dan juga bahas penerapannya disini.

Awalnya aku berpikiran untuk membuat ini bersama dengan admin-admin MaklumFoto. Tapi, aku merasa ini agak sulit untuk dilaksanakan bersama, karena kami tidak berada di satu daerah, juga karena kesibukan kami yang berbeda-beda. Aku sudah melempar ide ini ke teman-teman admin, dan mereka setuju, jadi aku sudah mendapatkan ijin.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, tentu saja aku butuh partner. Karena ini bukan giveaway berbentuk barang, tidak akan kirim-kirim barang ke rumah kamu, makanya butuh partner dan (mungkin) tim. Nantinya, kegiatan ini akan jadi kolaborasi, kemungkinan besar rekanku iJul (@streettog) ikut ambil bagian. Begitu pun SPF Indonesia (@spfest) dan @udaunipajalan, karena aku juga ikut terlibat di dalamnya.

Detailnya seperti apa? Aku belum menyusun semuanya, tapi konsepnya sudah matang. Jadi tugasku berikutnya adalah menjadikannya dalam bentuk tulisan, mengontak beberapa rekan, dan eksekusi. Tentu saja akan ku share jika ada perkembangan, mungkin di kolom komentar, atau bisa juga di akun sosial mediaku. Jika kalian punya saran, ingin membantuku atau bahkan ingin berkolaborasi juga, aku akan menerima dengan senang hati. Pastinya jika kita punya keperluan yang sama. Silahkan komen dibawah, boleh juga kontak ke 08982698071 (WA) atau @choukyin (Instagram, Facebook, Twitter, Line).

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca. Semoga waktu kalian terbuang berguna, karena terbuang percuma sudah terlalu mainstream.

Selasa, 01 November 2016

KENAPA AKU TAK IKUT MEMILIH (18+)

Manipulasi adalah sebuah proses rekayasa dengan melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu.

Oke, sebelumnya aku membahas tentang fenomena ‘street settingan’ yang terjadi di dunia fotografi, khususnya Indonesia. Kali ini aku ingin membahas hal lain, yang ingin dikeluarkan dari otakku. Dari judulnya, mungkin kamu akan berasumsi bahwa tulisanku berkaitan dengan politik, pemilihan kepala daerah, dan jabatan. Tapi semua itu salah, karena aku ingin membahas tentang Halal Tourism.

Namaku Kurniadi Ilham, berdomisili di Padang, asli Payakumbuh dan KTP ku Tanah Datar. Yang ingin kujabarkan dibawah ini adalah tentang Halal Tourism (Pariwisata Halal), dimana Sumatera Barat menjadi nominasi di beberapa kategori. Tulisan ini (sekali lagi) kulabeli 18+, bukan karena konten vulgar, tetapi butuh pemikiran yang dewasa dan luas untuk menanggapinya. Aku menulis disini, di blog ini, karena ini adalah rumahku di dunia maya. Aku menyewa rumah dari Google, tepatnya bloggerdotcom, yang menyediakan rumah gratis.

Kenapa aku tak ikut memilih. Memilih apa? Memilih siapa? Jawabannya memilih, atau lebih tepatnya memberikan vote untuk Sumatera Barat di ajang pemilihan Best Halal Tourism di beberapa kategori. Karena ..... Lebih baik aku memulai nya dari awal.

Aku mengetahui Halal Tourism dari dunia maya, awalnya aku tak begitu mengerti Halal Tourism itu apa. Aku mencari tahu dari beberapa situs tentang itu, dan mendapatkan beberapa penjelasan. Kemudian, disalah satu situs, aku menemukan tulisan “Syariah atau Moslem-Friendly?”. Dua hal ini jelas berbeda, walau tak bisa dipisahkan satu sama lain. Pariwisata yang syariah berarti wisata yang menggunakan kaidah-kaidah Islam dalam pelaksanaannya, contohnya Hotel Syariah. Sedangkan Pariwisata yang moslem-friendly adalah wisata yang ramah terhadap umat muslim, contohnya adalah tempat-tempat wisata yang memiliki fasilitas mesjid atau mushalla. Tak lama setelah aku membaca tulisan itu, aku membuka facebook dan menemukan satu postingan tentang polisi pantai di Prancis menghampiri pengunjung yang memakai burkini (pakaian pantai untuk muslimah), kemudian menyuruhnya untuk membuka burkini tersebut, agar sama dengan pengunjung lain yang memakai bikini. Disini aku berkesimpulan bahwa kejadian tersebut tidak ‘moslem-friendly’.

Kembali ke Halal Tourism. Aku mendapatkan pesan dari salah seorang teman, ada sosialisasi Halal Tourism di Hotel Ibis Padang, mengundang blogger, media massa dan content-creator. Kemudian aku mendaftarkan diri, agar bisa mengikuti acara tersebut. Aku masih penasaran dengan Halal Tourism, pastinya disana ada jawaban yang jelas. Ternyata, acara tersebut diundur selama seminggu dan lokasi nya dipindahkan ke Hotel Inna Muara. Aku sudah mendapatkan konfirmasi dari penyelenggara kegiatan. Mereka juga mengirimkan beberapa file ke emailku, isinya adalah susunan acara dan juga nama-nama narasumber yang akan mengisi acara tersebut. Tema kegiatannya adalah “Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial”, diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata.


Aku mendapatkan banyak sekali informasi tentang Halal Tourism disana. Mereka pun ikut menghadirkan pelaku-pelaku yang ikut terlibat dalam pemenangan Lombok di World Halal Tourism Award. Halal Tourism sebenarnya bukan Syariah VS Moslem-Friendly, melainkan gabungan keduanya. Syariah, yang sudah tentu moslem-friendly. Pernyataan dari beberapa narasumber mematahkan artikel tentang “Syariah VS Moslem-Friendly”. Di tahun 2016, Sumatera Barat sudah memenangkan Halal Tourism Award tingkat Nasional untuk empat kategori. Dari mulai kategori Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik, Destinasi Wisata Halal Terbaik, Restoran Halal Terbaik, dan Destinasi Kuliner Terbaik, berhasil disambar Sumatera Barat. Tentunya ini sebuah prestasi yang bagus dari Sumatera Barat. Apalagi kuliner, siapa sih yang tidak kenal rendang dan nasi padang?

Masuk ke sesi tanya jawab, beberapa peserta diskusi mulai mengajukan pertanyaan. Dibalik semua prestasi itu, kita tentu tak bisa menutup mata terhadap kelemahan-kelemahan pariwisata di Sumatera Barat. Sampah, toilet, pungli, sampai ke posisi content-creator dalam forum ini. Aku mengharapkan jawaban terbaik. Tak hanya itu, aku juga mengharapkan adanya tanya jawab yang sehat, yang bertujuan mencapai hasil yang bagus. Dan ternyata banyak sekali jawaban dan tanggapan yang hadir, aku mengapresiasinya. Kita harus sama-sama membenahi hal itu, mulai dari diri kita sendiri, saling gotong royong. Untuk sampah, akan disediakan banyak tempat pembuangan sampah. Toilet akan dibangun sesuai dengan standar syariah, begitupun tempat ibadah. Untuk pungutan liar, harusnya tidak ada lagi, oknum-oknum yang bermain curang harus ditindak. Posisi content-creator adalah sebagai perpanjangan tangan Kementrian Pariwisata untuk mensosialisasikan Pariwisata Halal kepada masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk vote. Obrolan semakin panjang, sampai akhirnya. Pernyataan defensif pun muncul seperti, “Pariwisata kita tak sepenuhnya dikuasai pemerintah, sulit untuk menjangkau beberapa kawasan”, “Perlihatkan yang bagus-bagus saja, yang jeleknya jangan”, “Kalau kamu cinta Sumatera Barat, ayo vote, bersama kita menangkan Sumatera Barat”.

Apa maksud semua ini? Setelah itu, salah satu pembicara membeberkan bagaimana cara memenangkan Sumatera Barat melalui media sosial. Para content-creator ‘dipaksa’ membuat tulisan bagus dan persuasif. Ia memberikan contoh, Joko Widodo, Presiden RI. Jokowi kuat di sosial media, itu adalah salah satu faktor yang membuatnya menang. Ia juga menjelaskan beberapa cara, yang semuanya hampir sama dengan sistem yang diterapkan Stan Greenberg. Cara itu memang bagus, tapi mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah masyarakat akan kecewa, jika ekspektasi berbanding terbalik dengan realita. Beberapa orang mungkin menerima dengan senang hati karena bantuan dorongan pikiran “Cinta Sumatera Barat = Ayo vote, ayo share, ajak teman-teman”. Maaf, aku tak bisa melakukannya, aku bukanlah orang yang cinta buta dengan Sumatera Barat. Aku mencintai tempat ini, dan aku peduli dengannya.

Setiap content-creator punya alasan yang jelas ketika mengkampanyekan sebuah program. Jika program tersebut bagus, sesuai dengan realita, dan menghasilkan dampak yang besar. Pasti ia akan mati-matian mengajak orang untuk ikut dengannya. Begitu pula sebaliknya. Kamu mungkin pernah melihat beberapa youtuber yang mengajak kita memilih ini atau memilih itu, di masa pemilihan Presiden. Saat ini, beberapa diantara mereka menyesal, bahkan ada yang menghapus videonya. Akhirnya mereka harus membuat video klarifikasi bahwa mereka menyesal mendukung salah satu kandidat, dan menyesal karena sudah mengajak subscriber nya untuk ikut dengan pilihannya. Mungkin kamu (pembaca) masih bingung dengan yang kujelaskan, karena aku masih menyinggung kulit. Tak ada pilihan lain, aku harus menjelaskannya secara jelas. Alam Sumatera Barat memang indah, sumber daya alam kita tiada tandingannya. Tapi kamu pasti bisa melihat jelas, sampah di pantai padang, pungli di pantai padang. Apakah aku harus memperlihatkan yang bagus saja? Kemudian bule-bule Dubai itu datang kesini dan berkata “so beautiful” dan kemudian mereka kecewa dengan keadaan disana. Apa yang terjadi selanjutnya? Kalau aku sih, mending gak balik lagi kesana, kasih tau teman-teman, jangan kesana. Apalagi jika yang datang adalah travel blogger dari luar negeri, bisa kamu bayangkan, apa yang akan dia tulis nanti. Bisakah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata mengatakan kepadanya, “tulis yang bagus-bagus saja ya, yang jelek-jelek jangan”.

Di Bulan Agustus kemarin, aku menjadi mentor seorang mahasiswa dari St. Pauli University bernama Ryuki Fujita. Aku dan temanku Ijul mengajarkannya fotografi, videografi, menulis artikel dan public speaking. Ryuki berbagi cerita denganku tentang pengalamannya ikut di program ‘Lead the tourism’. Sebelum datang ke Sumatera Barat, ia mencari tahu tentang Sumatera Barat dari internet. Kemudian ia mendapatkan beberapa informasi dan memberikan reaksi. Ia menyukai pemandangan di Sumatera Barat, tapi juga takut terhadap gempa dan terorisme. Disaat ia sudah tiba di Sumatera Barat, ia menjelajahi beberapa daerah, dan kemudian ia menyadari ia salah. Pemandangan di Sumatera Barat memang indah, tetapi tidak dengan sampahnya. Disini juga tidak ada teroris, yang ada hanya orang-orang lokal yang ramah. Dan Ryuki sangat suka untuk ngopi di warung kopi kecil, karena bisa ngobrol dengan orang-orang disana. Aku memberitahunya, “Filosofi warung kopi adalah, it’s not about the coffee, it’s about conversation with strangers”. Kemudian ia berkata “Kenapa kamu tidak mengandalkan itu? Keramahan penduduk. Itu akan jauh lebih baik dibandingkan kamu mengutamakan alam yang bagus. Maaf, Pantai Muaro Lasak adalah tempat yang tidak menyenangkan. Aku hanya menemukan ketenangan ketika kamu membawaku ke Pantai Universitas Bung Hatta. Dan aku heran disaat kamu berkata tempat ini bukan destinasi wisata. Karena tempat ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan Muaro Lasak”.


Kembali ke Halal Tourism. Aku tak mau menjadi tim hore-hore saja. Jika aku tak berada di pihak yang memberi suara untuk Sumatera Barat, itu bukan berarti aku tidak peduli dengan tempat ini. Justru orang-orang yang berdiri di tempat yang sama denganku, adalah orang yang sangat peduli akan daerahnya. Jika ingin mendatangkan turis dan traveller, sebaiknya benahi dulu semuanya. Sehingga semua merasa senang, aman dan nyaman. Program-program pemerintah kita bagus-bagus, beberapa diantaranya sangat-sangat kreatif, sayang eksekusinya lemah. Belum saatnya Sumatera Barat mendapatkan Award seperti ini, khususnya untuk World Best Halal Destination. Jika pengunjung datang dan kecewa (bahkan tidak datang sama sekali), siapa yang akan merana? Kita semua. Hotel akan sepi, karena sepi nya wisatawan mancanegara, bukan tidak mungkin wisatawan lokal juga tidak akan berkunjung. Nelayan akan sedih, walau hasil tangkapannya banyak, hotel tak lagi meminta suplai yang banyak. Perusahaan tour & travel akan mengalihkan target market mereka hanya untuk wisatawan lokal. Kuliner terbaik Sumatera Barat, rendang dan nasi padang akan kembali dinikmati oleh masyarakat kita saja. Semuanya terkena dampak, jika Brand sudah jatuh.


Di akhir tulisan ini, aku hanya ingin berkata. Ini lah alasanku, kenapa aku tak ikut memilih Sumatera Barat di World Halal Tourism Award 2016. Aku tak mengajakmu untuk setuju denganku, jika kamu punya pilihan berbeda, tak akan jadi masalah. Kita takkan bermusuhan, perbedaan pendapat itu biasa. Aku suka Mie Sedap, kamu suka Indomie. Vote atau tidak adalah hak prerogatif teman-teman. 
Satu kata pamungkas untuk penutup. CERDASI!

Selasa, 12 April 2016

Padang Banyak Event

Malam ini saya ngumpul sama teman-teman Street Photography Festival 2015. Namun kami tidak membicarakan tentang kegiatan festival yang ingin diadakan tahun 2016 ini. Justru kami membahas event-event lain yang saat ini sedang rame-rame nya di Padang.

Banyak nya event yang diadakan di kota Padang tentu menghadirkan banyak keuntungan, namun juga banyak kerugiannya. Keuntungannya tentu saja, Padang semakin rame, pertumbuhan ekonomi mikro dan makro semakin berkembang, dan semakin banyak pekerjaan dadakan yang bisa dibuat untuk menyambut event-event ini. Kerugiannya, karena banyak jadwal yang bertubrukan maka tentu saja ada yang rame, ada yang sepi. Tapi saat ini saya melihat banyak bermunculan EO baru yang kreatif dengan metode dan cara-cara yang segar. Semoga semakin memacu kreatifitas pemain lama juga untuk memperbaharui metode nya.

Yok, kita cek satu persatu. Saya mulai dari akhir 2015, karena memang lagi rame-rame nya saat itu. Mungkin ada beberapa kekurangan, karena saya posting cuma yang saya tau. Kalau teman-teman punya rekomendasi event lain rentang akhir 2015 sampai sekarang, silahkan tulis di komentar. 

Pertama ada event fotografi di tahun 2015 yaitu Street Photography Festival yang diadakan oleh Street Photo Hunters dan Gadgetgrapher Sumbar. Saya tau detail kegiatan ini karena saya ikut terlibat sebagai sekretaris kegiatan. Event ini adalah event Street Photography Festival pertama di Asia, jadi cukup berbangga. Di Eropa diadakan di London dan di Amerika diadakan di Miami. Walaupun belum mencukupi persyaratan sebagai sebuah festival, namun event ini sudah banyak diperbincangkan di berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Balapan juga sama India karena setau saya di India juga mau bikin di pertengahan tahun tapi akhirnya gabung sama London Street Photography Festival. Kemudian setelah event ini diadakan, daerah lain seperti Jakarta juga mau bikin. Wess kapan lagi kan, yang pertama justru datang dari Padang, biasanya kan Jakarta mulu.

Next, di awal 2016 ada dari dunia perfilman yang diadakan oleh komunitas Cinemama. Beberapa kru Cinemama juga menyempatkan hadir di acara Street Photography Festival Sumatera Barat. Mereka mengadakan pemutaran film dokumenter yang mereka buat bernama Ingatan Visual. Kurang lebih Ingatan Visual bercerita tentang budaya yang ada di Minangkabau, kebanyakan budaya baru dan juga seni tradisional yang sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Ada Tari Kain, ada Salawat Dulang, ada Silek Lanyah, dll. Jika sebelum-sebelumnya Sumatera Barat lebih dikenal dengan event Pacu Jawi, Tari Pasambahan, Tari Piriang dan Pacu Itiak. Cinemama mencoba mengambil sesuatu yang berbeda. Cara penayangannya cukup unik. Ada beberapa layar yang disediakan, masing-masing menampilkan satu kegiatan dan ada sesi wawancara dengan pelakunya. Keren.

Selanjutnya ada Padang Sound Project (PSP) dan Padang Dance Movement (PDM) di tahun 2016. Saya sendiri kurang tau detail event nya seperti apa, yang saya tau dari temen-temen ya 'dugem rame-rame' karena menghadirkan banyak DJ, disk jokey ya bukan Dijah Yellow atau Titi DJ. Di Jakarta sebelumnya ada DWP, konsepnya saya liat hampir sama. Event ini sangat meriah, karena menurut statistik saat ini minat masyarakat masih seputar Musik & Komedi. Kalau sebelumnya banyak sekali kegiatan Color Run, sekarang malah gak keliatan lagi.



Event audisi-audisi seperti Uda Uni & Putri Hijab juga tidak ketinggalan. Sayangnya saya tidak mendapatkan banyak informasi tentang Uda Uni. Kalau Putri Hijab saya liat digital flyer nya di akun Info Sumbar. Karena acaranya banyak yang dempet, alhasil Putri Hijab aja cuma mendapatkan belasan kontestan. Padahal acara nya di Hotel Axana lho, sebelumnya di Bumi Minang sih, pindah tempat, tempatnya kan gede tuh. Ini kurang informasi tentang event lain yang serupa atau berlomba-lomba siapa yang bisa menjaring peserta lebih banyak ya. Yah walaupun begitu, mudah-mudahan sukses dan yang terpilih bisa bersaing lagi di Jakarta.



Kemudian ada lagi event musik yang menghadirkan beberapa musisi yang, eeee bagaimana ngomongnya ya, saya juga gak terlalu paham soalnya, beberapa teman bilang folk. Tapi yang saya tangkap adalah musisi yang membawakan lagu yang puitis. Contohnya ada Sore, Efek Rumah Kaca (ini udah lama saya denger lagu-lagunya, dari SMA malahan), kemudian yang terbaru ada Payung Teduh. Band pembuka nya ada temen-temen saya dari Goddbye John. Semangat men, main yang keren.



Satu lagi yang tak kalah menghebohkan adalah MNEK yang diakan pemerintah. Opo Mnek? Eh salah, harus nya opo mneh, aku gak paham bahasa jawa padahal. Tu nya cuma opo iki dan mangan, haha malah ngawur. Kegiatan Komodo 2016 yang berisikan berbagai kegiatan dengan empat acara internasional di Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar akan dilangsungkan tanggal 12 hingga 16 April 2016. Ada 36 negara yang ikut, banyak ya. Yang jelas dari berbagai sumber yang saya dapat, ini adalah kegiatan latihan militer bersama. Ada Lomba Marandang dan Peresmian Tugu Merpati Perdamaian di Danau Cimpago dan Pantai Muaro Lasak oleh Presiden Jokowi. Kemudian ada juga kegiatan lain yaitu pertandingan bola pantai.
Saya jadi ingat film Battleship, ada latihan militer bersama yang diadakan Amerika Serikat, ada pertandingan bolanya juga yang dimenangkan Jepang. Tapi kemudian saat semua kapal perangnya latihan, muncul Alien menginvasi Bumi. Mudah-mudahan yang di Padang tidak terjadi hal seperti itu. Lagi enak-enak bikin rendang, muncul Alien minta rendang. Penduduk Bumi bilang, ini namanya rendang. Dan Alien menjawab, !@#$$%^&&*). Nah itu bahasa Alien, artikan sendiri. Akhirnya mereka berdebat kembali apa sebenarnya nama masakan ini, hingga terjadi Civil War. Tentukan pilihanmu, Team Bumi atau Team Alien.

Aduh ini kok semakin ngawur, ya sudah. Kita akhiri, semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda semua para pembaca. Abaikan omongan ngawur saya karena itu cuma sekedar candaan. Semoga saya tidak dicari oleh semua aparat yang membaca tulisan terakhir saya.

Terima kasih, bagi yang gak mau ketinggalan tulisan saya berikutnya, silahkan bookmark blog ini di browser kamu. Atau kamu juga bisa add to circle bagi yang suka buka google plus. Jangan lupa, seperti yang saya tuliskan tadi. Kamu juga bisa berbagi info event yang tidak ada di tulisan ini di kolom komentar. Mudah-mudahan saya bisa lanjutkan tulisan ini ke part II part III dan seterusnya. Sampai jumpa.

Senin, 30 November 2015

Street Photography Festival 2015 "Jendela Dunia Untuk Mentawai"

Mentawai dikenal sebagai negeri tato, surga wisata, surga flora dan fauna dan surganya surfer.

www.seabournsurf.com
Tato Mentawai atau Titi adalah jenis tato yang dilukis di atas tubuh orang di suku Mentawai di kepulauan Mentawai. Bagi orang Mentawai, tato merupakan busana abadi yang dapat dibawa mati. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Mentawai. Mentawai pun memiliki alam yang sangat indah, flora dan fauna langka banyak ditemukan disini. Apalagi terjangan ombaknya yang sangat tinggi, menjadikan Mentawai sebagai penyelenggara World Champions Surfing Series atau Seri Kejuaraan Dunia Selancar Air yang dijadwalkan tiap bulan Agustus. Dengan adanya kejuaraan ini, Mentawai bisa menjaring 3000 wisatawan asing pada 2007. Sebanyak 60% dari wisatawan yang datang berasal dari Australia, 39% dari Amerika Serikat, dan sisanya dari Eropa, dan Asia. Wisatawan rata-rata menghabiskan US$ 2.500 selama berselancar di Mentawai.

Mentawai adalah negeri yang indah, bagaikan seorang putri yang sangat cantik. Namun kondisi rakyat disana sangat jauh dari kata mewah, apalagi dari segi pendidikan.

SD di Tinambu, Siberut, Mentawai © Zulfikar (Sawokuini Production)
Kondisi ini bagaikan luka di tubuh seorang putri nan cantik dan elok. Itik berenang dalam air mati kehausan, ayam bertelur di padi mati kelaparan. Tentu kita pernah mendengar peribahasa tadi di bangku sekolah. Keterbatasan sarana prasarana di segi pendidikan adalah salah satu hal yang menjadikan peribahasa tadi sangat cocok digunakan. Di daerah Tinambu, Siberut, satu sekolah dasar terdiri dari empat kelas. Mereka dididik oleh dua orang guru dalam satu ruangan tanpa sekat antar kelas.

Kondisi tersebut membawa Komunitas Street Photo Hunter untuk ikut andil membantu pendidikan dasar di Tinambu, Mentawai melalui media street photography. Komunitas Street Photo Hunter membentuk sebuah event bernama Street Photography Festival, Sumatera Barat dengan tema Jendela Dunia untuk Mentawai. Kegiatan ini terdiri dari empat kegiatan utama dan dua kegiatan pendukung. Kegiatan utama terdiri dari Pameran Foto, Workshop Street Photography, Photowalk dan Lelang Foto. Sedangkan untuk kegiatan pendukung ada panggung hiburan akustik dan street food. Untuk persiapan dan pelaksanaan, Street Photo Hunters menggalang dana dengan cara crowdfunding.


Street Photography Festival 2015 © Oscar Perdana (Zimper Grafika)
Ketua Pelaksana Street Photography Festival, Muhammad Ikhwan menerangkan, “Street Photography Festival, Jendela Dunia untuk Mentawai adalah sebuah kegiatan, simbol dan kunci agar bisa menyentuh banyak pihak. Kami ingin kegiatan ini menghasilkan dampak positif bagi semua orang. Pameran Foto di ruang publik bertujuan untuk menampilkan karya fotografi kepada publik. Workshop Street Photography dan Photowalk adalah sarana edukasi street photography di Sumatera Barat. Di kegiatan lelang foto, kami mengundang banyak pihak, pelaku usaha, seniman, penikmat foto, stakeholder di Sumatera Barat. Hasil lelang foto akan kita salurkan untuk sarana prasarana pendidikan dasar di Tinambu. Kami ingin membukakan jendela dunia untuk anak-anak ini, membuka jendela hati kita semua agar lebih peduli terhadap sesama. Saya yakin jika tujuan ini sampai kepada banyak orang, akan ada jendela-jendela dunia lain yang akan muncul. Seperti efek I like Monday yang menyebar seperti virus.”

Street Photography Festival 2015 akan dilaksanakan mulai tanggal 11-12 Desember 2015 di Badan Perpustakaan Daerah dan Kearsipan, Sumatera Barat. Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi streetphotohunters.blogspot.co.id atau hubungi 08982698071.

original post by streetphotohunters

Jumat, 06 November 2015

Jendela Dunia untuk Mentawai

Assalamualaikum

Hari ini saya sedang berada di Bank Indonesia, Padang dalam kegiatan Pesta Wirausaha Tangan di Atas. Saya ikut memeriahkan ini di booth komunitas nomor 22, Street Photo Hunters.

Di kegiatan ini saya meng-kampanye-kan Jendela Dunia untuk Mentawai. 

Copyright Zulfikar

Jendela dunia untuk Mentawai adalah sebuah program amal untuk pendidikan anak-anak di Bumi Sikerei melalui fotografi. Mentawai adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang terpisah dengan pulau Sumatera. 
Wilayah yang jauh dari pusat kota membuat daerah ini lambat berkembang, termasuk dari segi pendidikan. Pendidikan di Mentawai sangat terbatas, baik dari segi perlengkapan maupun peralatan, khususnya di Bumi Sikerei. Mereka sekolah di Balai-Balai Desa tanpa adanya sekat antar kelas, empat kelas dengan dua orang guru. 
Lemari buku juga belum ada, oleh sebab itu semua buku di bawa pulang oleh guru setelah proses belajar mengajar selesai. Di sisi lain, anak-anak ini memiliki semangat yang tinggi untuk sekolah. Orang tua mereka pun sangat ingin anak-anaknya untuk bisa sekolah. 
Ironi, anak-anak ini memiliki keinginan yang kuat namun tidak memiliki prasarana yang memadai.

Demikian narasi yang disampaikan Muhammad Ikhwan, Ketua Street Photography Festival 2015 Sumatera Barat. Street Photo Hunters ingin agar hasil karya ini tidak hanya bernilai dari sisi seni, namun juga berdampak secara langsung maupun tidak langsung kepada kehidupan sosial, ekonomi, masyarakat, dll.

Dari sisi seni tentunya kegiatan SPH sampai saat ini sudah memberikan dampak yang besar, tidak hanya di Sumatera Barat, bahkan sudah sampai ke level internasional. Contohnya, SPH pernah ikut andil dalam kegiatan One Minute On Earth, sebuah kegiatan amal untuk anak-anak Jalanan di Afrika yang di manage oleh Kujaja di Jerman.
Dari sisi sosial dan charity SPH tidak ingin hanya sekedar memberikan begitu saja. SPH ingin pesan dan keinginan mereka untuk membantu anak-anak di Bumi Sikerei juga dirasakan oleh banyak orang. Oleh karena itu kegiatan dimulai dari Pameran Foto (Mengenalkan Street Photography) > Workshop Street Photography (Edukasi) > Street Hunting (Mengaplikasikan ilmu yang didapat dari Workshop) > Lelang Foto (Penjualan hak pakai foto) > Jendela Dunia untuk Mentawai (Kegiatan amal). Jadi kegiatan ini bisa menjangkau banyak pihak, tidak hanya Penyelenggara, Donatur dan Anak-Anak di Bumi Sikerei, tapi juga bisa menyentuh hati orang banyak.

Kamu bisa ikut membantu secara aktif dengan cara donasi ke kitabisa.com/jendeladuniamentawai/  (reviewing). Video campaign Jendela Dunia untuk Mentawai bisa dilihat di https://www.youtube.com/JendelaDuniaUtkMentawai 

Secara individual, saya sempat berpikir kenapa pendidikan di Bumi Sikerei sangat jauh dari kata memadai. Bisa teman-teman bayangkan satu ruangan dibagi 4 kelas, tidak ada sekat, duduk saling membelakangi dengan kelas lain, yang ini belajarnya berhitung yang dibelakang belajarnya membaca, suara bercampur dalam satu ruangan, dua guru berganti-gantian mengajar di empat kelas. Ketika saya bertemu aktivis dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai. Mereka mengutarakan bahwa anak-anak di Bumi Sikerei sangat membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, buku pelajaran, seragam sekolah, tas sekolah, sepatu, buku pelajaran, lemari buku, dll. Namun yang menjadi prioritas mendasar adalah guru dan trainer untuk para guru. Guru disana rata-rata merupakan penduduk asli tamatan SMA. 

Saya sendiri pernah menjadi guru SMK selama satu semester. Melihat keadaan di Bumi Sikerei ini saya merasa sangat tersentuh. Kondisinya sangat berbeda dengan sekolah yang saya kunjungi. Dari video dokumentasi yang direkam oleh Zulfikar, saya mendapatkan gambaran jelas kondisi disana. Ternyata jauh lebih menyedihkan dibandingkan dengan yang saya bayangkan. Saya pun menitikkan air mata ketika melihat video dokumentasi tersebut. Untuk orang yang jarang mengeluarkan air mata, ini merupakan sebuah keadaan yang luar biasa bagi saya. 

Saya bertanya kembali, apakah program SM3T dari Universitas Negeri Padang, Perguruan Tinggi tempat saya bernaung tidak menyentuh daerah ini. Padahal saya pernah mendapatkan informasi bahwa SM3T juga ada untuk daerah Mentawai. Ternyata program yang menyediakan calon guru ini diperuntukkan untuk daerah Papua, Nusa Tenggara dan Aceh. Mungkin ada beberapa alasan oleh para pengambil kebijakan kenapa Mentawai tidak termasuk dalam SM3T, saya tidak tahu. Tapi keadaan ini seperti pribahasa yang pernah saya dengar sewaktu masih berseragam SD, "Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, Semut di seberang lautan tampak". Ini adalah realita pribahasa yang saya pelajari saat SD, teman-teman semua apakah merasakan hal yang sama dengan saya?

Jumat, 02 Oktober 2015

[EVENT] Beramal Lewat Fotografi

Tahun ini, event internasional ONE MINUTE ON EARTH kembali diadakan. Event ini adalah event amal lewat fotografi. Sebelum saya jelaskan prosedurnya ada baiknya saya ceritakan sedikit latar belakang event ini.



One Minute On Earth digagas oleh Gido dan Jo Williams, Street Photographer yang berdomisili di Jerman. Mereka berdua adalah founder dari kujaja.com, sebuah organisasi fotografi yang berbasis di Hamburg, Jerman. Ide ini tercetus begitu saja, iseng-iseng, namun ternyata ini adalah ide yang sangat brilian. Mereka ingin memberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan lewat fotografi. Satu menit, bisakah untuk merubah dunia, bisakah untuk membuat dampak yang besar. Ternyata bisa jika dilakukan oleh banyak orang. Kita hidup didunia ini dalam rentang waktu yang berbeda, kamu bisa saja membaca postingan ini pada malam hari, di luar sana ada orang lain membaca nya di siang hari.

One Minute On Earth, bersama-sama memotret dalam waktu satu menit, di seluruh dunia. Foto dari semua fotografer tadi akan dikemas menjadi satu buku (photobook), tentunya setelah proses kurasi. Kemudian buku tersebut dijual secara online melalui blurb.com. Profit/ keuntungan dari penjualan buku ini akan didonasikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Di tahun 2013, profit didonasikan untuk anak-anak jalanan di Kolkata, India. Tahun 2014, didonasikan untuk panti asuhan di Cape Town, Afrika. Sedangkan untuk tahun ini akan didonasikan untuk anak-anak di daerah Middle-East.

Tahun 2015 ini, One Minute On Earth kembali diadakan pada tanggal 10 Oktober jam 10:10:10 GMT atau jika dikonversi ke waktu WIB di Indonesia jam 17:10:10. Hanya satu menit, artinya selesai pada jam 17:11:10 WIB. Event ini terbuka untuk umum, yang artinya tidak hanya fotografer profesional yang bisa ikut. Lantas bagaimana prosedurnya? Mari kita ikuti langkah di bawah ini.
  1. Mendaftar di situs http://www.kujaja.com/en/
  2. Setelah kamu menjadi member kujaja, buka http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  3. Klik join this book
  4. Kemudian kamu sudah bisa bergabung di event ini bersama seluruh fotografer yang ikut OMOE 2015, kamu bisa cek siapa saja yang ikut pada tab member
  5. Silahkan kamu koreksi waktu untuk daerahmu, misalnya untuk WIB, menjadi jam 17:10:10.
  6. Kamu boleh memotret apapun yang kamu suka (landscape, seascape, street photography, people, flower, portrait, conceptual) dengan satu syarat, ada unsur langit dalam fotomu
  7. Kamu bisa mengajak teman atau komunitas mu untuk bergabung dan bisa memotret bersama
  8. Persiapkan semua nya sebelum jam yang ditentukan agar disaat eksekusi kamu sudah siap
  9. Kamu boleh memotret sebanyak yang kamu mau dalam rentang waktu satu menit.
  10. Pilih 3 foto terbaikmu (maksimal 5) untuk diupload di kujaja, kamu bisa menguploadnya di link http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  11. Jika kamu tidak bisa memotret 3 foto dalam satu menit, misalnya kamu terkendala karena cuaca. Kamu bisa mengupload satu foto saja.
  12. Untuk perlatan, tidak ada batasan, kamu bisa menggunakan kamera handphone, kamera compact, kamera mirrorless atau kamera DSLR.
  13. Upload dengan ukuran 3000x2500 pixel dgn min 240dpi!!), lebih dari itu lebih baik. Editing minor diperbolehkan.
  14. Watermark dan Border tidak diperbolehkan
  15. Sertakan keterangan pada bagian deskripsi (deskripsi foto dan deskripsi tentang kamu)
  16. Foto yang sudah diupload nantinya akan dikurasi oleh tim kurator kujaja
  17. Foto yang sudah dikurasi akan dimasukkan ke dalam photobook sedangkan untuk foto yang tidak lolos kurasi tidak akan dimasukkan ke dalam photobook, tapi masih akan tayang di situs kujaja
  18. Foto yang masuk ke kujaja otomatis akan diberi hak cipta dari kujaja (copyright) 
  19. One Minute On Earth adalah non-profit book. Untuk buku profitnya akan didonasikan 100% untuk anak-anak di Middle-East
Hope you all join. Saya sendiri sudah bergabung dan ini adalah kali kedua saya ikut One Minute On Earth. Pada saat memotret, walaupun sendirian tapi saya tidak merasa sendiri, karena di saat bersamaan saya dan rekan-rekan lain di seluruh dunia sama-sama memencet shutter.

Bagaimana? Sekarang kamu percaya satu menit bisa menghasilkan dampak yang besar?

Minggu, 08 Februari 2015

Pengalaman dengan Klien di Kira Creative & Idea Consulting

Selamat siang

Siang ini saya ingin berbagi mengenai sebuah project yang akan saya jalankan berikutnya dibawah payung Kira Creative & Idea Consulting, sebuah usaha kreatif yang saya dirikan dibidang ide kreatif.

Kira Creative & Idea Consulting sudah berdiri selama kurang lebih 2 tahun. Saya bekerjasama dengan beberapa UMKM dan perusahaan diantaranya Roti Buaya Darat, Kira Shop Padang, Amore Shop Bukittinggi, Warner Disc dan Akeo Art.

Kira Creative & Idea Consulting selalu menjadi partner bagi beberapa usaha ini. Kami mendengarkan keluhan, mendengarkan apa yang menjadi target mereka, semuanya. Dari sana kami memberikan solusi dengan cara membuat sebuah ide yang nantinya akan menjadi program perusahaan tersebut untuk bisa mencapai target yang diinginkannya. Namun untuk beberapa usaha yang memang terkendala banyak, baik dari segi finansial, manajemen, hutang, dll seperti kasus yang terjadi di Warner Disc dan Roti Buaya Darat, kami mengatakan untuk segera menutup usaha tersebut.

Untuk Roti Buaya Darat, mereka dililit banyak hutang. Sebelum kami datang, mereka sudah berhutang ke banyak pihak. Untuk menutupi hutang yang satu, mereka berhutang lagi kepada yang lainnya, hingga akhirnya hal ini menyulitkan mereka. Saya menyarankan untuk menggunakan uang simpanan mereka untuk membayar semua hutang. Jika tetap memaksakan untuk melanjutkan usaha tersebut, mereka tidak akan bisa berkembang cepat karena mereka pun tidak melakukan riset sebelum membuka usaha, baik kualitatif maupun kuantitatif. Hingga keinginan mereka mendapatkan banyak pelanggan tidak terjadi di dunia nyata. Mereka memang harus menyusun perencanaan matang dari awal. Mulai dari Target Market, Costumer Need, Benefit, Logo, Tagline, dll.

Untuk kasus Warner Disc berbeda dengan Roti Buaya Darat. Dari awal sang pemilik sudah melakukan sebuah hal yang keliru, tidak ada dokumen, tidak ada kontrak tertulis, tidak ada aturan tertulis, hanya sebuah perbincangan dan pertemanan. Hal ini berdampak pada kinerja karyawan, hubungan dengan francishor, dan penyalahgunaan wewenang dan dana. Mereka datang kepada kami dalam keadaan yang sangat tidak diuntungkan. Saya mulai menganalisa semuanya dan saya mengambil sebuah keputusan. Ada dua opsi, apakah Warner Disc harus ditutup atau mereka tetap melanjutkannya. Saya menyarankan mereka menutupnya dan memulai lagi dari awal dengan sistem yang berbeda dimana ada kontrak tertulis, aturan, dll.

Kira Shop, Amore Shop, Akeo Art mengalami perkembangan yang berbeda. Mereka mampu melaju dan dikenal banyak orang melalui beberapa ide kreatif yang kami tawarkan.

Kira Shop dan Amore Shop terkenal dengan sistem Affiliate Marketers, Partnership dan ComBy (Recommended By). Untuk ComBy mereka memanfaatkan pelanggan yang sudah lebih dulu berbelanja pada mereka. Jika mereka menawarkan produk kepada temannya maka ia mendapatkan komisi 10%. 

Akeo Art (desain dan fotografi) saat ini mencoba untuk menggunakan sistem kami yaitunya menggunakan Brand Ambassador. Sudah banyak perusahaan lain yang menggunakan Brand Ambassador, tapi kami menggunakan anak-anak muda kreatif di area lokal untuk menjadi Brand Ambassador sehingga menghasilkan simbiosis mutualisme. 
Berikut contoh konsep Brand Ambassador yang kami terapkan di Akeo Art. Seorang penulis naskah teater dikemas dalam sebuah foto yang konseptual yang berkualitas.



Selanjutnya jika ada ide yang masuk dari karyawan, ide tersebut langsung dilaksanakan oleh sang pencetus ide, tentunya setelah melalui tahapan seleksi dan kurasi oleh pimpinan owner. Sistem partnership juga kami jalankan disini, diantaranya untuk produk Foto Wedding, Akeo Art memberikan souvenir boneka dari Kira Shop kepada pelanggan untuk memberikan pengalaman lebih (emotional benefit).

Masih banyak ide dan gagasan kreatif yang saya terapkan di Akeo Art karena kontrak kami dengan mereka cukup panjang, sekitar 1 tahun. Diantaranya kami akan membuat sebuah video singkat untuk promosi, tentunya dikemas dengan cara berbeda dengan video yang sudah ada.

Demikian beberapa pengalaman saya bersama beberapa rekan dan klien KC&IC. Bagi anda yang membutuhkan jasa Kira Creative & Idea Consulting silahkan hubungi saya di 08982698071 (Whatsapp) dan kunjungi fanpage nya di https://www.facebook.com/kiracreativeidea

Terima kasih dan selamat siang.

Selasa, 04 November 2014

FN Street Hunting 2014 (Padang)

Assalamualaikum

Tanggal 2 November 2014 kemarin saya dan teman-teman pecinta street photography yang tergabung dalam Street Photo Hunter Padang ikut berpartisipasi dalam event FotograferNet Street Hunting 2014.

Ini adalah kali pertama bagi saya ikut acara FN, sebelumnya abstain soalnya belum ada gabung-gabung komunitas manapun dan masih berkutat dengan audio. Tahun 2013 adalah tahun saya mencoba fokus di fotografi dan meninggalkan audiografi (sementara waktu).

Bah, intronya panjang kali ini. Haha lanjut ke inti saja lah lai. Nah, acaranya dibikin dua hari oleh Street Photo Hunter Padang. Tanggal 1 diskusi foto di Akeo Art, pembicara nya saya. Lha gak mudeng ini, padahal saya masih baru di dunia fotografi. Tapi gapapa lah, saya cuma menyampaikan apa yang pernah saya pelajari dari berbagai forum dan fotografer street yang sudah profesional seperti Henri Cartier-Bresson, Robert Capa dan Eric Kim. Semua nya idola saya. Bagi teman-teman yang ingin bahan dan penjelasannya silahkan langsung kontak saya. Saya merangkum semuanya mulai dari sejarah Street Photography, fotografer yang berpengaruh, kamera yang digunakan, komposisi foto dan tips trik.

Lanjut ke tanggal 2, Street Hunting diadakan dengan meeting point Taman Budaya Padang. Sebelum berangkat narsis dulu. Yah walau cuaca mulai gelap, tak apa, ngaspal tetap berlanjut.


Narsisnya selesai, hunting dimulai. Rute dimulai dari Taman Budaya - Plaza Andalas - Pemuda - Mesin Hujan - Taplau - Kembali ke Taman Budaya. Baru berangkat dari Taman Budaya ke Plaza Andalas udah hujan sih. Tapi apa mau dikata, harus lanjut sampai garis finish. Jadi saya namakan saja ini namanya Hunting basah-basah.

Berikut beberapa foto yang saya ambil, kamera sederhana, fotonya sederhana dan yang ngambil orang yang sederhana juga.







Terima kasih atas waktunya, hanya jepretan biasa, namun saya senang melakukannya.

Foto-foto dari teman-teman saya lainnya dapat dilihat di Album Upload Foto FN Street Hunting.

Wassalam.

twitter: @choukyin 

Jumat, 06 Desember 2013

Street Expo - Sebuah Ide Kreatif

Assalamualaikum sobat blogger

Di malam yang sudah larut ini saya masih terbangun. Walau sudah ditiup dengan kipas dengan suasana dingin karena hujan, mata ini belum mau terpejam.

Malam ini saya akan bercerita tentang diri saya dan sebuah ide yang terlintas di pikiran saya. Saya banyak memiliki ide, beberapa menurut saya biasa, tapi lebih banyak yang kreatif, gila, dan beresiko.

Disini yang ingin saya ciptakan ke dalam bentuk nyata adalah Street Expo. Mungkin sudah ada yang melakukannya tapi saya tidak tahu konsepnya seperti apa. Ide ini terlintas di benak saya beberapa bulan yang lalu. Saya memberitahukan ide ini kepada teman saya dan dia tertarik untuk merealisasikannya. Hasilnya, not bad, atau saya lebih suka bilang, it works.

Gambar 1. Ini adalah contoh kegiatan Street Expo yang menampilkan hasil karya lukisan
Saya akan menjelaskan konsep Street Expo ini terlebih dahulu. Street Expo merupakan sebuah pameran jalanan di bidang fotografi. Konsep ini mungkin sama dengan pameran fotografi yang sering dilihat di acara-acara pameran besar dengan dekorasi yang mewah, bingkai yang elegan, gedung yang luas, sponsor yang besar. Saya mencoba menyajikan hal tersebut di tempat publik seperti tepi jalanan, trotoar, pagar rumah, dsb.

Sebenarnya alasan mendalam saya mengangkat Street Expo ini karena kebanyakan fotografer sering menyimpan fotonya di Komputer, tidak bisa dilihat orang lain atau diupload ke social media yang nantinya bisa didownload secara bebas oleh pihak lain. Street Expo bisa menyalurkan aspirasi dan kreatifitas para fotografer agar fotonya bisa dilihat & dinikmati publik, memberikan hiburan bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Hal ini tentunya jauh dari tindakan pencurian seperti yang terjadi pada foto-foto yang diupload dan didownload tanpa izin di internet.

Saat ini saya sudah menjelaskan ide ini kepada beberapa teman-teman saya di Padang agar Street Expo diadakan di Padang. Alhamdulillah banyak yang mendukung acara ini untuk digelar di Padang. Malahan banyak muncul ide tambahan kegiatan dari teman-teman fotografer seperti penggalangan dana sosial untuk amal dan mereka juga mendapatkan keuntungan tambahan yaitu bisa mengabadikan momen ketika para pengunjung datang untuk melihat acara Street Expo ini.

Saya sendiri punya prinsip Berdikari dulu, baru ekspansi. Sama seperti ide saya untuk mengadakan sebuah pameran, dimulai dari pameran kecil dulu dengan biaya sendiri. Jika hal ini berlanjut dan berhasil, maka tidak akan mustahil ini akan menjadi event besar. Pemikiran awal untuk mencari sponsor untuk dukungan acara bisa berubah menjadi sponsor yang datang mencari orang-orang dibalik Street Expo ini. The Game is Changing.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Wassalam.