Jumat, 24 Januari 2014

Tips Fotografi Ponsel



Handphone adalah alat yang selalu kita bawa kemana – kemana, bukan hanya karena fungsinya sebagai alat komunikasi namun juga karena ia memiliki kemampuan ‘super’; pemutar mp3, GPS, perekam, organizer dan tentu saja kamera.

Dengan terus bertambahnya kemampuan kamera handphone (megapiksel, kualitas lensa dan adanya flash), frekuensi dan jumlah penggunanya juga semakin banyak. Sayangnya, hasil foto menggunakan kamera ini masih tetap terbatas. Bukan semata karena kualitas kamera namun juga mungkin cara kita menggunakannya.


Ini adalah beberapa tips yang bisa anda pakai untuk memaksimalkan kualitas foto dari kamera handphone, apapun merk handphone anda, silahkan:



  • Jangan gunakan zoom, mendekatlah ke obyek foto
Kamera handphone cenderung memperkecil obyek foto, jadi selalu usahakan agar anda memotret dari jarak yang cukup sehingga keseluruhan obyek bisa memenuhi frame tanpa harus menggunakan zoom. Zoom akan menurunkan resolusi foto anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam.
  • Pastikan cahaya yang menerangi obyek mencukupi
Kamera handphone tidaklah sesensitif mata kita yang bisa melihat di keremangan. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash.
  • Pegang handphone se-stabil mungkin
Semakin stabil kamera semakin bagus foto kita. Jadi usahakan selalu agar tangan kita tenang saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkan benda yang lebih stabil sebagai sandaran, misalnya pohon atau tembok sehingga membantu kestabilan tangan.


  • Gunakan perangkat pendukung
Anda bisa memanfaatkan lensa tambahan dan tripod untuk membantu anda ketika mengambil gambar. Banyak tersedia lensa bongkaran contohnya tele, wide, macro dan fish eye untuk handphone. Untuk tripod ada jenis tripod gorilla yang elastis maupun tripod biasa seperti yang banyak digunakan untuk SLR dengan mencangkoknya memakai holder. Software pendukung pun juga perlu. Contohnya saya pribadi menggunakan software Camera FV5 yang tersedia di Play Store untuk Android Phone. Banyak fitur didalamnya yang mempermudah kita untuk memotret seperti fitur-fitur yang ada pada SLR
  • Baca tips tentang komposisi
Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Cobalah baca tips komposisi singkat ini [Tips-Komposisi-Memotret-Foto]. Namun jangan terpaku, seperti kata para fotografer tenar bahwa dalam aturan pertama dalam fotografi adalah tidak ada aturan,  yang ada adalah selera.
  • Cobalah memotret dari tempat yang tidak biasa
Foto yang dibuat dari sudut yang biasa-biasa saja maka hasilnya juga akan biasa-biasa saja. Untuk itu cobalah memotret dari sudut yang tidak biasa, misalnya dari bawah obyek seperti contoh di bawah
  • Pilih resolusi tertinggi
Resolusi tertinggi berarti foto yang dihasilkan memiliki detail lebih banyak dan bisa dicetak lebih besar. Jika kamera memberi pilihan resolusi, pilihlah resolusi tertinggi. Juga resolusi tinggi juga berarti ukuran file yang lebih besar, ini menjadi pertimbangan bagi pemilik handphone dengan kapasitas memory terbatas atau misalnya foto akan dikirim maka akan membutuhkan waktu transfer lebih lama.
  • Pastikan lensa selalu bersih
Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun obyek foto tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat handphone kita lama berada di kantong maka kotoran kelamaan akan menempel di lensa kamera, oleh karena itu secara berkala bersihkan lensa dari kotoran. Gunakan kain lembut untuk membersihkan, tak perlu cairan apapun. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata.
  • Kenali waktu jeda shutter
Kamera handphone memiliki apa yang disebut shutter lag, yakni waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah kita menekan shutter.
  • Hindari mengedit foto dari handphone
Handphone memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik (dan lucu-lucu), namun jika anda cukup tahan godaan dan rela kerepotan mengolah foto di komputer, maka hasilnya akan jauh lebih bagus dan kita akan memiliki keleluasaan kreatif yang lebih besar nantinya ketika mengolah foto di komputer.
  • Foto sesering mungkin
Kita harus bersyukur hidup di jaman digital sehingga berapapun kita memotret, kita tidak perlu mengeluarkan ongkos ekstra. Bayangkan jika anda memotret menggunakan film, berapa roll yang harus dibeli? Karena itu, jangan sungkan dan ragu, potretlah sebanyak dan sesering mungkin, semakin banyak kita memotret semakin banyak pula hasil yang bagus.
  • Jangan beri efek di handphone, beri efek di komputer
Kebanyakan handphone melengkapi dirinya dengan aplikasi tertentu yang memungkinkan kita mendapat efek seperti yang kita mau, misalnya hitam-putih, crop, sephia dll. Namun untuk mendapatkan hasil terbaik, gunakan software photo editor pilihan anda.

Sumber: Belfot

Rabu, 08 Januari 2014

Menyusuri Kab. Tanah Datar - Kawa Daun Op Part I

Assalamualaikum sobat blogger. Awal tahun ini tentu saja banyak hal baru yang kita temui. Suasana baru, pengalaman baru, dll.

Kali ini saya akan share perjalanan saya bersama dengan teman-teman Street Photo Hunter menyusuri beberapa tempat wisata maupun spot indah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Lantas kenapa tim ini dinamakan Kawa Daun, saya mengangkat ciri khas Tanah Datar yang tidak banyak diketahui orang lain yaitunya Kawa Daun. Saya rasa untuk memakai nama lain seperti Pagaruyung sudah terlalu mainstream.

Awal perjalanan kami dari Padang, kami langsung bertolak ke Lembah Anai. Ini juga merupakan satu pengetahuan baru, karena banyak yang menganggap Lembah Anai merupakan bagian dari Padang Panjang. Sebenarnya tidak, Lembah Anai masuk ke dalam bagian Kab. Tanah Datar yang mengelilingi Kota Padang Panjang.

Lembah Anai, Taken by TAFF Mini DV
Disini kami menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam di Lembah Anai. Tak lama kemudian kami langsung menuju Pandai Sikek. Teman saya Fauzan berhenti sebentar di SMA nya dulu di daerah X Koto. Kami makan nasi goreng dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah Fauzan menemui guru-gurunya dulu. Kami langsung bertolak ke daerah Pandai Sikek. Kami mencari tempat yang cukup tinggi untuk mendapatkan gambar daerah ini secara luas. Setelah melihat-lihat di sekeliling jalan kami melihat sawah yang lokasinya cukup tinggi. Saya dan rekan-rekan meminta izin kepada masyarakat sekitar untuk mengambil gambar di tempat tersebut. Setelah mendapatkan posisi yang bagus, kami mulai mengambil gambar.

Pemandangan Pandai Sikek 1, Taken by Andromax
Fauzan dan Gusneldi, taken by Andromax
Irigasi sawah, taken by TAFF Mini DV
Saya sendiri iseng iseng mengambil gambar di parit kecil tempat irigasi air sawah. Dari sana kami bertolak ke arah Koto Baru, namun ditengah perjalanan kami melihat sebuah Rumah Tenun dan kami berkunjung kesana. Para penduduk sangat ramah dan penghuni rumah sangat welcome kepada kami. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto didepan rumah ini.

Foto Bersama, Photo by Fauzan
Rumah Tenun Pusako, Taken by Andromax

Rumah Tenun Pusako tampak depan, Taken by Andromax

Alat Tenun, Taken by TAFF Mini DV

Fauzan sedang eksekusi, Taken by Mini DV

Disini kami dizinkan untuk memotret bagian luar sampai ke bagian dalam Rumah Tenun ini. Pengunjung yang datang kesini mengisi buku tamu. Saya melihat dibuku tamu ternyata banyak pengunjung yang datang dari luar Sumatera Barat, bahkan banyak juga yang datang dari Mancanegara. Rumah tenun ini sendiri sudah memiliki website dan blog jadi pengunjung dari luar daerah bisa memperoleh referensi.

Menurut pemilik rumah tenun ini, banyak hasil tenunan disini yang diekspor keluar negeri, namun mereka juga banyak yang menolak pesanan dikarenakan beberapa hal seperti waktu pengerjaan yang cukup lama dan karena pengrajin tenun di daerah ini sudah mulai berkurang. Tentunya hal ini sangat disayangkan, masyarakat khususnya anak-anak muda harus bisa mempertahankan bahkan mengembangkan budaya ini.

Dari Rumah Tenun Pusako di Pandai Sikek, kami menuju ke Batipuh namun ditengah perjalanan kami melihat satu spot bagus didekat Kedai Bika.

Untitled, Taken by TAFF Mini DV

Mesjid, Taken by Andromax
Disini ada satu danau kecil, saya sendiri tidak tahu harus menyebut apa, entah bendungan, entah danau, entah genangan air yang luas. Disebelahnya ada 2 mesjid, yang satu mesjid lama dan yang satunya lagi sepertinya mesjid baru yang sedang dibangun. Namun menurut kesimpulan saya, mesjid ini tidak dilanjutkan lagi pembangunannya dan tidak digunakan lagi oleh warga, sungguh ironis.

Lokasi terakhir adalah di Batipuh yaitunya di Surau Tua Batipuh Baruah.


Surau Tua Batipuah Baruah, Taken by Andromax
Rumah Tabuah, Taken by Andromax
Kami memarkir kendaraan di pinggir jalan dan menuju ke lokasi ini. Awalnya kami tak melihat satu orang pun yang menjaga tempat ini namun dari kejauhan ada warga sekitar yang mendekat dan menanyakan maksud kami. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang sebentar. Kami dipersilahkan masuk ke dalam. Disini kami mendapatkan banyak informasi tentang Surau Tua ini.

Bapak yang menjaga tempat ini bernama Bapak Armi dan sudah 20 tahun menjaga Surau Tua ini. Surau ini didirikan pada tahun 1884. Di surau ini banyak terdapat kegiatan seperti TPA, PKK, Pembangunan dan Pariwisata. Disini kami mengisi buku tamu yang berisi data tamu dan saran. Kami juga melihat banyak pengunjung yang berdatangan dari luar negeri dari buku tamu.

Disurau ini jua lah tergambar "Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah". Lantai nya tidak rata (datar) melainkan agak sedikit melengkung melambangkan ciri khas Koto Piliang, "Bajanjang naiak, batanggo turun". Ciri khas lain terlihat dari bagian atap nya yang berbentuk tanduk kerbau yang berjumlah 4, 4 melambangkan "Kato nan ampek". Sampai saat sekarang surau ini masih berfungsi seperti sediakala. Tempat pembelajaran dan PKK.

Namun ada yang disayangkan oleh Bapak Armi. Penduduk sekitar banyak yang acuh tak acuh dengan Surau Tua ini, tak hanya itu, banyak yang sudah lupa dengan ajaran agama dan adat. Bahkan pemerintah daerah pun seakan lupa dengan Surau Tua ini. Tentu kita semua sangat berharap Surau Tua ini tetap terjaga, tetap berfungsi sebagaimana biasanya dan tak lekang oleh waktu.

Saya Kurniadi Ilham, sampai jumpa di Kawa Daun Op Part II dan Wassalam.

Senin, 23 Desember 2013

Hidden Paradise in West Sumatera - Aia Tajun Nyarai

Assalamualaikum sobat blogger sekalian

Pagi ini saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya beberapa hari yang lalu ke sebuah objek wisata di Lubuk Alung, Sumatera Barat.

Saya ditemani beberapa orang teman yaitu nya Fauzan Azima EdvinJeriadi Pratama dan Zamzami (klik nama untuk menuju ke akun facebook-nya). Kami berangkat dari Padang sekitar jam 8-9 pagi. Kami bertolak langsung ke lokasi, di perjalanan saya dan teman-teman sempat bertanya beberapa kali kepada penduduk lokal mengenai jalan ke arah Air Terjun Nyarai ini. Akhirnya setelah tanjakan yang cukup tajam dan jalan yang berlobang kami sampai di lokasi.

Tak jauh dari gerbang objek wisata tersebut kami melihat sebuah posko dan gambar jalur perjalanan menuju hidden paradise ini. Disana kami berhenti, memarkir kendaraan dan bertanya di posko, ternyata semua pengunjung mendaftar terlebih dahulu disana dan diberikan beberapa arahan sekaligus menyediakan seorang pemandu. Harga yang dipatok cukup murah, hanya dengan merogoh kocek Rp 20.000,-/ orang anda sudah dapat masuk ke lokasi ini dengan berbagai fasilitas dan pelayanan. Harga yang terbilang murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan kepuasan yang saya dapatkan disana. Pemandu disini benar-benar profesional, membantu disaat kami kesulitan mendaki dan menunjukkan spot-spot yang bagus. Pemandu juga membawa kotak P3K dan alat pemanah ikan bilamana anda ingin berenang dan menangkap ikan. Oya nama pemandu kami yaitu Indra Gunawan.

Bagi fotografer seperti rekan-rekan saya, tempat ini bagaikan surga. Baru sampai dilokasi mereka langsung eksekusi. Saya sendiri masih baru terjun ke dunia fotografi ini, tapi saya juga tidak meninggalkan bidang mastering (audio video). Saat ini saya sedang sibuk mengedit beberapa video yang kami rekam disana.

Kembali ke Nyarai, disana saya mendapatkan beberapa lokasi bagus. Lokasi pertama berada dekat dari posko keberangkatan, terdapat taman bunga yang indah dengan beraneka ragam flora dan faunanya. Kami hanya menyempatkan diri untuk berfoto ria disana sebelum kembali ke Padang.

Photo by Jeriadi Pratama


Tak jauh dari lokasi pertama, ada lokasi kedua tetapi kami melewatinya saja karena pada waktu itu banyak pengunjung lain yaitu siswa-siswi SMK disana. Kami terus bertolak ke lokasi ketiga, berikut foto yang saya ambil disana.


Disini saya menghabiskan waktu sekitar 30-45 menit. Kami terus berjalan dan masih dipandu oleh Indra. Setelah lokasi ini ternyata jalan yang dilalui cukup ekstrim dan ada satu jalan yang terkena longsor, saya terpaksa harus melepas alas kaki karena licin dan hampir terjatuh. Untungnya pada saat itu pemandu langsung bertindak dengan cepat.

Di jalan, kami menemui dua spot lagi namun kami terus berjalan karena tujuan utama kami belum tercapai yaitu Air Terjun Nyarai. Lokasi keempat dan kelima kami lewati. Tetapi pada saat sampai di lokasi enam, kami hanya berhenti sebentar dan berencana untuk memotret disana saat nanti kembali ke posko. Berikut foto yang saya ambil disaat kami kembali.



Kami meninggalkan lokasi keenam dan kemudian melanjutkan perjalanan. Sebelum mencapai lokasi utama, kami melihat sebuah kuburan panjang ditengah jalan. Menurut warga dan para pemandu, disana terkubur tiga orang, satu ibu-ibu dan dua orang tentara. Cerita lain mengatakan bahwa daerah tersebut merupakan pelarian anggota PRRI. Bagi anda yang sering mengikuti tulisan blog saya tentu ingat tentang PRRI yang saya ceritakan di post Market Story.

Lanjut, kami akhirnya sampai di lokasi utama. Menempuh perjalanan yang cukup panjang, medan yang cukup sulit dengan bekal makanan pas-pasan. Sesampainya disana kami melepas lelah sejenak, minum dan makan bekal yaitu godok (di Minang suka disebut godok, saya tidak tahu nama lainnya). Bagi sobat blogger yang ingin kesini, saya sarankan membawa bekal yang cukup banyak, karena tidak ada warung nasi padang atau ampera disana, :D.

Setelah melepas lelah kami langsung eksekusi, mencari angle yang pas untuk memotret. Namun kami agak terkendala karena saat itu waktu menunjukkan pukul 12 siang dan sinar matahari teramat begitu cerah, ditambah lagi dengan pengunjung lain yang datang, rombongan siswa-siswi SMK yang kami temui di lokasi kedua. Tapi tidak apa, kami punya waktu yang cukup lama disana, ada yang ikut berenang juga dan menangkap ikan dengan peralatan yang dibawa pemandu. Pemandu kami, Indra, dengan cepat menangkap Ikan sedangkan Fauzan dan Jeri berkali-kali menangkap ikan namun tidak ada yang berhasil, :D.

Disana kami juga membakar ikan hasil tangkapan Indra, satu ekor ikan untuk enam orang. Oya satu lagi sobat blogger, menurut informasi air disini bisa langsung diminum. Saya sudah merasakannya, saya bersama Zamzami yang mengambil air di jalur awal air terjun. Di sela-sela kegiatan berenang dan bakar ikan, kami melanjutkan kegiatan memotret keindahan alam ini.


Sungguh indah ciptaan Allah, saya sangat merekomendasikan lokasi ini buat sobat blogger sekalian yang suka berpetualang, suka berwisata, ataupun menyukai fotografi. Suasana disini sangat nyaman, penduduknya sangat ramah bersahabat, pemandunya sangat easy going dan penanggung jawab di posko sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Buat sobat blogger yang ingin tahu tentang lokasi ini, ingin tahu tentang jalan menuju objek wisata ini, dsb, bisa langsung bertanya disini ataupun kepada teman-teman saya yang link facebook nya sudah saya masukkan diatas.

Sekian terima kasih, semoga bermanfaat, semoga terhibur dan
Wassalam

Minggu, 08 Desember 2013

Cerdas Cermat - Sebuah Humor Ringan

Assalamualaikum sobat blogger, gimana weekend kamu? Mudah-mudahan menyenangkan. Kali ini saya akan share sebuah humor ringan untuk menemani weekend sobat blogger sekalian.

Masih diambil dari salah satu akun teman lama saya, yang mau tahu orang nya silahkan klik disini. Bercerita tentang cerdas cermat yag diikuti oleh dua peserta yang masing-masing mewakili negaranya, semoga terhibur, cekidot.


AMERIKA ( A )

INDONESIA ( I )
JURI ( J )
...
J : pertanyaan terdiri dari 10 soal. Jawab dengan benar. Silakan di coba belnya
A : tet
I : tut

Soal pertama : Hewan apa yang air liurnya berbahaya bagi orang islam ?
A : tet, Rabbit ( kelinci )
J : salah
Indonesia memencet bel akan tetapi bel tersebut tidak bunyi
I : Anjing, belnya mati
J : benar jawaban Anjing

Soal kedua : Hewan apa yang suka dengan lumpur ?
A : tet, Dog ( anjing )
J : salah
I : Babi lah bel punya gw gak bunyi-bunyi
J : Benar jawabannya Babi.

Soal ketiga : warnanya kuning keluar dari manusia ?
A : tet, Banana ( pisang )
J : salah
I : Tai bel murahan
J : benar jawabannya Tai

Soal demi soal telah di jawab benar oleh Indonesia secara kebetulan ....

Dan inilah soal terakhir
soal ke-10 : negara mana yang menghasilkan karet internasional ?
A : tet, Amerika
J : salah
I : tut, yes Brasil juga bel nih bunyi
J : benar jawabannya Brazil

SKOR AMERIKA : 0
SKOR INDONESIA : 10

Terima kasih, semoga terhibur, semoga bermanfaat, jangan dianggap serius karena ini hanyalah humor dan sampai jumpa di post selanjutnya.

Sabtu, 07 Desember 2013

Start from the Ground

Assalamualaikum sobat blogger, tampaknya akhir-akhir ini saya banyak membuat tulisan di blog pribadi saya ini. Saya juga tidak tahu kenapa tetapi mudah-mudah semua tulisan saya baik hasil karya saya sendiri maupun hasil karya teman-teman yang lain yang coba saya bagikan disini bermanfaat.

Kali ini saya mengambil Judul "Start from the Ground" dengan artian memulai dari bawah. Saya memang tidak terlalu mahir berbahasa asing, saya cuma menguasai 30 bahasa di dunia, dan itu semua hanya kebohongan, :D. Maaf saya cuma bercanda, tapi saya memahami Bahasa Inggris yang biasa digunakan dikehidupan sehari hari orang Indonesia. Saya merasa judul ini lebih bermakna dibandingkan dengan "Start from the Bottom". Sekarang mari kita lihat apa yang akan saya bahas dari topik ini.


Dalam setiap kehidupan tentunya masing-masing dari kita mempunyai impian, saya lebih suka menyebutnya impian karena jika saya menggunakan kata mimpi, saya cuma perlu tidur untuk mendapatkan mimpi. Beberapa dari kita mungkin ingin menggapainya secara cepat, dan yang lainnya memilih untuk melakukannya secara bertahap.

Saya melihat berbagai fenomena, kejadian dan peristiwa di sekitar saya. Banyak yang menginginkan untuk mengambil cara instan dan cepat untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Saya tidak menganggap hal ini salah, banyak kemudahan yang didapat di era ini. Teknologi, internet, informasi, pertukaran data bisa dilakukan secara cepat dan akurat. Namun ketika mereka bisa mencapai yang diinginkan, mereka terkadang lupa untuk melihat ke bawah atau sudah merasa aman di atas.

Sekarang kita lihat sisi lainnya, berusaha secara bertahap. Dalam kategori ini mungkin kita akan melakukan hal yang sama dengan kategori pertama, namun mereka melakukannya perlahan, sehingga memberikan dampak yang membekas. Jika mereka sudah tiba diatas sana, mereka tidak akan lupa melihat ke bawah. Bahkan jika disatu waktu mereka jatuh, kembali ke dasar. Mereka tidak akan lupa caranya untuk naik, karena dulunya mereka memulai dari sana.

Dari teori, saya akan coba mengaplikasikannya ke dalam kehidupan nyata. Disini saya coba mencontohkan sebuah cafe di daerah Padang. Awal kemunculan cafe ini begitu besar, meriah, besar, heboh, wow, dsb. Strategi promosi mereka pun saya lihat sangat bagus. Namun, cafe tersebut hanya bertahan beberapa saat saja di atas. Melejit dengan cepat ke atas dan merosot dengan drastis ke bawah. Saya tidak tahu apakah mereka bisa membiasakan diri dengan keadaannya sekarang. Berbeda dengan yang mencoba merintis, mereka tidak membuat ledakan besar di awal. Ledakan besar justru terjadi disaat mereka mencapai puncak dan mereka akan menikmati masa-masa perjuangannya dan tersenyum di garis akhir.

Semoga dapat dipetik manfaat dan hikmah dari tulisan saya ini. Terima Kasih dan Wassalam.

Jumat, 06 Desember 2013

Street Expo - Sebuah Ide Kreatif

Assalamualaikum sobat blogger

Di malam yang sudah larut ini saya masih terbangun. Walau sudah ditiup dengan kipas dengan suasana dingin karena hujan, mata ini belum mau terpejam.

Malam ini saya akan bercerita tentang diri saya dan sebuah ide yang terlintas di pikiran saya. Saya banyak memiliki ide, beberapa menurut saya biasa, tapi lebih banyak yang kreatif, gila, dan beresiko.

Disini yang ingin saya ciptakan ke dalam bentuk nyata adalah Street Expo. Mungkin sudah ada yang melakukannya tapi saya tidak tahu konsepnya seperti apa. Ide ini terlintas di benak saya beberapa bulan yang lalu. Saya memberitahukan ide ini kepada teman saya dan dia tertarik untuk merealisasikannya. Hasilnya, not bad, atau saya lebih suka bilang, it works.

Gambar 1. Ini adalah contoh kegiatan Street Expo yang menampilkan hasil karya lukisan
Saya akan menjelaskan konsep Street Expo ini terlebih dahulu. Street Expo merupakan sebuah pameran jalanan di bidang fotografi. Konsep ini mungkin sama dengan pameran fotografi yang sering dilihat di acara-acara pameran besar dengan dekorasi yang mewah, bingkai yang elegan, gedung yang luas, sponsor yang besar. Saya mencoba menyajikan hal tersebut di tempat publik seperti tepi jalanan, trotoar, pagar rumah, dsb.

Sebenarnya alasan mendalam saya mengangkat Street Expo ini karena kebanyakan fotografer sering menyimpan fotonya di Komputer, tidak bisa dilihat orang lain atau diupload ke social media yang nantinya bisa didownload secara bebas oleh pihak lain. Street Expo bisa menyalurkan aspirasi dan kreatifitas para fotografer agar fotonya bisa dilihat & dinikmati publik, memberikan hiburan bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Hal ini tentunya jauh dari tindakan pencurian seperti yang terjadi pada foto-foto yang diupload dan didownload tanpa izin di internet.

Saat ini saya sudah menjelaskan ide ini kepada beberapa teman-teman saya di Padang agar Street Expo diadakan di Padang. Alhamdulillah banyak yang mendukung acara ini untuk digelar di Padang. Malahan banyak muncul ide tambahan kegiatan dari teman-teman fotografer seperti penggalangan dana sosial untuk amal dan mereka juga mendapatkan keuntungan tambahan yaitu bisa mengabadikan momen ketika para pengunjung datang untuk melihat acara Street Expo ini.

Saya sendiri punya prinsip Berdikari dulu, baru ekspansi. Sama seperti ide saya untuk mengadakan sebuah pameran, dimulai dari pameran kecil dulu dengan biaya sendiri. Jika hal ini berlanjut dan berhasil, maka tidak akan mustahil ini akan menjadi event besar. Pemikiran awal untuk mencari sponsor untuk dukungan acara bisa berubah menjadi sponsor yang datang mencari orang-orang dibalik Street Expo ini. The Game is Changing.

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat dan Wassalam.

Rabu, 04 Desember 2013

[Share] Misteri Matematika Dalam Kehidupan

Selamat malam, sobat blogger.
Lagi-lagi saya hadir di malam ini dengan combo 2 postingaaan.

Nah, kali ini saya akan share sebuah tulisan yang saya ambil dari  teman lama saya bernama Aldinol. Saya rasa tulisan ini harus disebarluaskan karena sangat sarat makna.

Cekidot blogger mania

Pernahkah Anda berpikir bahwa:
  1. Mengapa PLUS di kali PLUS hasilnya PLUS?
  2. Mengapa MINUS di kali PLUS atau sebaliknya PLUS di kali MINUS hasilnya MINUS?
  3. Mengapa MINUS di kali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah :
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

  1. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR. Rumus matematikanya : + x + = +.
  2. Mengatakan BENAR terhadap sesuatu yang SALAH atau sebaliknya mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH. Rumus matematikanya : + x - = -, - x + = -.
  3. Mengatakan SALAH terhadap sesuatu yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR. Rumus matematikanya : - x - = +
Pelajaran matematika yang terkesan sederhana itu ternyata mengandung sarat makna kebenaran, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.

Sekian sobat blogger, semoga bermanfaat bagi diri anda dan orang lain.
Silahkan share pada teman-teman yang lain dan Wassalam.