Selasa, 05 April 2016

Kupat Tahu "Gempol" Kupat Tahu Bandung yang Melegenda



BANDUNG - Lokasi menuju Kupat Tahu Gempol Bandung ini ternyata tidak jauh dari Roti Gempol Bandung, jadi bila TARAKAers bila datang kesini bisa satu paket lho….bisa pesan Kupat Tahu Gempol Bandung ini dan dimakan di lokasi Roti Gempol, yang berjarak hanya 50 m.

Kupat Tahu Gempol Bandung ini salah satu kuliner enak yang sangat “legend” banget, mereka sudah buka sejak tahun 1975, dan sudah turun temurun yang berjualan Kupat Tahu Gempol Bandung ini.

Soal rasa, udah gak ada kompromi….memang Kupat Tahu Gempol Bandung ini sangat enak dibanding Kupat Tahu yang pernah kita makan. Kupat Tahu Gempol Bandung ini buka jam 06.00 pagi tiap harinya, walaupun tempat parkir yang sangat terbatas, tapi jangan kaget kalau banyak banget kendaraan yang rela parkir jauh hanya untuk membeli Kupat Tahu Gempol Bandung yang sangat enak ini.

Untuk seporsi Kupat Tahu Gempol Bandung ini, kita cukup membayar Rp. 12.000 saja, dan disebelahnya ada yang jualan goreng tahu, bala-bala, tempe goreng….pass banget buat temennya Kupat Tahu Gempol Bandung ini.

Kupat Tahu Gempol Bandung ini sebenarnya sudah membuka di beberapa cabang lho, ada yang di Supermarket Setiabudi, The Kiosk Dago, dan di Gasibu, tetapoi lokasi Jalan Gempol ini tetap yang paling “paporit” kalau kata orang sunda mah.

Yakin deh, pasti jadi “kabita” (pingin) Kupat Tahu Gempol Bandung abis baca artikel ini….kalau gitu weekend ini kita ketemu disana yaaa. (Tarakaisme)

Sekjen PDI Larang Ridwan Kamil "Nyagub"



BANDUNG  -- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan mengakui batalnya Wali Kota Bandung Ridwal Kamil atau Emil maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak tahun 2017 atas permintaan dirinya.

"Saya bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira bertemu dengan Ridwan Kamil di Bandung, pada 23 Februari 2016, meminta Ridwan Kamil tidak maju di pilkada DKI Jakarta," kata Hasto Kristiyanto di sela kegiatan Perlatihan Manager Kampanye Pilkada Serentak Tahun 2017 di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Selasa (5/4).

Menurut Hasto, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merayakan ulang tahunnya di Sentul, Bogor, pada 23 Januari 2016, dia memberikan potongan tumpeng pertamanya untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hal tersebut, kata dia, dapat diartikan oleh kader PDI Perjuangan bahwa ketua umumnya mendukung Ahok dan wakilnya saat ini yang juga kader PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, untuk kembali diusung pada pilkada DKI Jakarta tahun 2017, meskipun akhirnya Ahok menyatakan maju melalui jalur independen.

"Pilihan alternatifnya semula Ahok, tapi ternyata Ahok memilih jalur perseorangan," katanya. Menurut dia, PDI Perjuangan tetap menghormati pilihan Ahok yakni mendukung penuh pemerintahan Gubernur DKI Jakarta hingga akhir periodenya pada 2017.

Sikap Megawati tersebut, kata Hasto, harus dicontoh oleh seluruh kader PDI Perjuangan, yakni sikap kedewasaan politik yang menghargai pilihan politik orang lain.

"Bu Mega tetap berkomitmen pemerintahan Ahok-Djarot berjalan dengan baik. Ini kedewasaan politik yang diterapkan Bu Mega," kata Hasto.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menyatakan dirinya telah memutuskan tidak akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada serentak tahun 2017, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo 29 Februari 2016.

Hari ini Bandara Husein Sastranegara Resmi Beroperasi



BANDUNG, - Manajemen Bandara Husein Sastranegara resmi mengoperasikan terminal baru untuk penerbangan domestik, Rabu 6 April 2016 pukul 00.00 WIB.

Sementara terminal lama saat ini tengah direnovasi. Selain itu, ada pula pengerjaan pembangunan terminal baru penerbangan internasional.

Untuk sementara, pelayanan penerbangan internasional dilakukan di terminal baru penerbangan domestik hingga sekitar enam bulan ke depan sampai pembangunan terminal baru penerbangan internasional rampung.

Hal itu disampaikan General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara, Dorman Manalu di Bandung, Selasa 5 April 2016.

"Terminal baru lebih luas dan memiliki daya tampung lebih besar 400 persen dibandingkan terminal lama, dilengkapi collecting conveyor, lift, escalator, cafetaria, gerai cenderamata, dan desain ruangan yang artistik. Ruang tunggunya memiliki 3 pintu sebagai akses menuju pesawat, lebih banyak dari ruang tunggu pada terminal lama, calon penumpang akan lebih leluasa. Kami berharap, adanya terminal baru membuat calon penumpang lebih nyaman," katanya menjelaskan.

Bandara Husein Sastranegara layaknya seperti pintu rumah Jawa Barat melalui jalur udara. Dengan fungsi dan keindahan yang semakin baik, tentu akan berkontribusi lebih baik pula terhadap Jawa Barat. Dorman berharap, semakin baiknya bandara dapat memberikan kontribusi positif terhadap arus jumlah wisatawan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, khususnya terhadap perkembangan pariwisata. Apalagi, dunia pariwisata merupakan salah satu faktor penting dalam perekonomian Jawa Barat.

"Saat ini kami tengah mengkaji sejumlah permintaan jadwal baru untuk penerbangan domestik dari sejumlah maskapai. Di sisi lain, kami juga berharap kepada sejumlah maskapai untuk membuka rute penerbangan internasional ke Thailand. Semua itu bertujuan meningkatkan jumlah penumpang tahun ini. Target kami tumbuh menjadi 2,5 juta penumpang, lebih tinggi dari jumlah tahun lalu yakni sebesar 2,1 juta penumpang," kata Dorman.

Ia menjelaskan, adanya rute Bandung-Thailand akan memiliki dampak positif terhadap kunjungan wisatawan internasional, khususnya dari Eropa. Selain itu, ia juga berharap rute baik yang baru diresmikan dan tengah dalam pengkajian akan meningkatkan jumlah penumpang yang melakukan penerbangan domestik.

Berdasarkan data yang ia paparkan, permintaan jadwal baru mayoritas merupakan penerbangan dari Bandung ke Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Terminal baru juga diharapkan memberikan manfaat baru terhadap rutinitas tahunan masyarakat saat Lebaran. Pada masa angkutan Lebaran, biasanya jumlah penumpang naik sekitar 15 persen. Dengan siapnya terminal baru penerbangan domestik, kenyamanan para pemudik akan bertambah.

Dari sisi fasilitas dan luas, sudah lebih baik daripada terminal yang lama. Bandara Husein Sastranegara sudah siap dengan adanya penambahan penumpang pada masa angkutan Lebaran.

"Peningkatan penumpang ketika masa angkutan Leberan pada umumnya merata ke sejumlah daerah tapi yang paling tinggi biasanya Surabaya dan Medan. Adanya terminal baru menjadi andalan menghadapi masa angkutan Lebaran pada tahun ini" katanya.(Pikiran Rakyat)

Senin, 04 April 2016

Gubernur Jabar : Biaya Desain Arsitek Gedung Kesenian Cikutra 20M



BANDUNG--Alasan Pemprov Jabar belum bisa melanjutkan rencana desain gedung kesenian di Cikutra,Bandung rupanya karena arsitek kondang almarhum Zaha Hadid mematok bayaran selangit.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan setelah Zaha Hadid meninggal kemungkinan Pemprov Jabar akan menggunakan arsitek lokal sebagai pengganti.

"Kan biayanya cukup besar dan harus dibebankan pada pihak ketiga. Saya khawatir nanti kalau mengejar seperti paket Zaha Hadid cukup mahal konsepnya Rp20 miliar," katanya di Bandung, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya biaya desain yang mahal ini nantinya harus dibebankan pada siapa yang harus membayar. Jadi pihaknya, harus menghitung siapa calon pengelola yang membayar desain itu.

"Bayarnya kan by design, sekian kali sekian kalau dikalikan sekian kan khawatirnya ga sanggup," katanya.

Karena itu kemungkinan besar, Pemprov Jabar akan menggunakan desain lokal yang dibayarnya pakai APBD. "Kalau lokal, gak bayar mahal sampai Rp20 miliar," katanya. (Bisnis.Com)

Arsitek Perancang Masjid "Salman ITB" Meninggal



BANDUNG - Dunia arsitektur Indonesia tengah berduka karena arsitek kenamaan dari Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Achmad Noe'man, wafat pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Borromeus pada Senin sore (4/4/2016). Adapun jenazah Achmad Noe'man akan disalatkan di Masjid Salman ITB pada Selasa pagi, 5 April 2016.

Dikutip dari siaran Humas ITB pada Senin malam, berikut ini biografi singkat dari Sang Arsitek Achmad Noeman.

Achmad Noe’man, Arsitek yang terkenal piawai merancang masjid tanpa kubah ini lahir di Garut pada Jumat, 10 Oktober 1924.

Beliau merampungkan pendidikannya di Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan Meer Uitgebreid Lager Onderweijs (MULO) di tempat kelahirannya. Di samping menimba ilmu di madrasah, putra Haji Mas Djamhari ini lantas meneruskan sekolahnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Ketanggungan, Yogyakarta.

Ketika Indonesia memasuki zaman revolusi, Noe‘man muda bergabung dengan Divisi Siliwangi dan ditugaskan di Jakarta sambil sekolah di Sekolah Menengah Atas Republik.

Kemudian pada 1948, Achmad Noe'man memasuki jurusan bangunan Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (kini menjadi Institut Teknologi Bandung).

Tetapi, karena merasa kurang cocok dan kebetulan kala itu terjadi penyerbuan pasukan Belanda atas Yogyakarta. Maka, Achmad Noe'man tidak melanjutkan kuliahnya dan memasuki Corps Polisi Militer di Bandung dengan pangkat letnan dua. Karier militer ini ditekuninya sampai 1953.

Ketika di almamaternya dibuka jurusan arsitektur, perancang Masjid Salman di lingkungan Institut Teknologi Bandung ini lantas mengundurkan diri dari tugas militer dan memasuki bidang yang digemarinya itu.

Pendidikan di bidang arsitektur ini, yang lantas mengantarkannya menjadi arsitek, dima pendidikan ini dirampungkannya pada 1958.

Menurut beliau, arsitek harus memiliki kepribadian yang jujur, independen, dan kompeten.

Seusai menempuh pendidikan tingginya tersebut, arsitek yang berdarah Jawa ini sebetulnya akan dikirim ke Kentucky, Amerika Serikat, untuk mengambil program master.

Tetapi, ia memilih tidak berangkat dan membuka sebuah biro arsitektur dengan nama Birano yang merupakan singkatan dari Biro Arsitek Achmad Noe‘man.

Lewat biro itu dia melahirkan sederet karya di bidangnya, antara lain Masjid Salman ITB, Masjid Al-Furqan, dan Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar.

Achmad Noe‘man juga aktif di berbagai kegiatan lain, antara lain menjadi anggota Majelis Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), anggota Dewan Kehormatan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan Ketua Yayasan Universitas Islam Bandung.

Steak "Ranjang" Begitu "Nakal" di Mulut Nikmat di Perut



BANDUNG - Para pecinta kuliner tentu tidak akan melewatkan rasa penasaran dengan hanya mendengar nama menu yang satu ini saja, kan? Steak dengan rasa yang lezat dan nama yang unik ini memang terkesan “nakal”. Namun, hal inilah justru yang membuat Steak Ranjang ramai dikunjungi setiap harinya, terutama pada saat akhir pekan.
  
Anda senang melakukan jelajah kuliner saat akhir pekan berlangsung? Saat mengunjungi Kota Bandung, jangan pernah lewatkan sensasi makanan-makanan unik dengan nama yang antimainstream di tempat-tempat berikut ini.

Para pecinta kuliner tentu tidak akan melewatkan rasa penasaran dengan hanya mendengar nama menu yang satu ini saja, kan? Steak dengan rasa yang lezat dan nama yang unik ini memang terkesan “nakal”. Namun, hal inilah justru yang membuat Steak Ranjang ramai dikunjungi setiap harinya, terutama pada saat akhir pekan.

Masalah harga jangan khawatir, Steak Ranjang ini termasuk kategori tempat dengan menu istimewa harga bersahabat. Anda yang ingin menikmati hidangan puas tanpa perlu menguras kantong tentu wajib datang ke tempat ini. Bukan hanya itu, Steak Ranjang juga menyediakan level makanan pedas sesuai dengan selera Anda. Tempat makan yang satu ini terletak di Jalan Dipati Ukur No. 68 Bandung yang buka setiap hari mulai jam 12 siang sampai jam sembilan malam. (Sebandung)

Tempat Wisata Bersejarah di Bandung

Bandung - Selain karena keindahan alam, wisata belanja, dan wisata kulinernya, Bandung juga dikenal karena termasuk kota besar dengan banyak sejarah di dalamnya. Tidak heran jika banyak pula pecinta sejarah yang melakukan perjalanan wisata histori di kota yang satu ini. Nah, jika Anda juga termasuk pecinta sejarah, jangan lewatkan empat destinasi wisata sejarah berikut ini.

Museum KAA
Museum yang satu ini dikenal karena merupakan salah satu peninggalan dan bukti sejarah bahwa Bandung pernah menjadi tempat diselenggarakannya konferensi Asia Afrika. Museum ini berada di Jalan Asia Afrika No. 56 Bandung yang berdekatan dengan Gedung Merdeka. Hal ini disebabkan oleh Museum KAA ini merupakan bagian dari gedung utama Gedung Merdeka. Museum Konferensi Asia Afrika ini didirikan sebagai lambang sekaligus cara masyarakat Kota Bandung mengenang peristiwa Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada 18 April 1955.


Rekam jejak peristiwa Konferensi Asia Afrika dapat dilihat di sini, baik dalam bentuk bacaan maupun dalam bentuk replika diorama. Beberapa miniatur patung, koleksi foto, berita koran, dan rekaman perbincangan selama konferensi berlangsung bisa disaksikan di museum ini. Tidak mau kan melewatkan peristiwa penting? Jadi, jangan lupa kunjungi Museum Konferensi Asia Afrika ini ya!



Museum Geologi


Tempat bernilai sejarah lain yang bisa Anda kunjungi saat ke Kota Bandung adalah Museum Geologi yang didirikan pada 16 Mei 1928. Museum ini pernah mengalami masa vakum karena direnovasi. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena pada 23 Agustus 2000, museum tersebut dibuka kembali oleh Megawati Soekarnoputri. Museum ini berada di Jalan Diponegoro No. 57 Bandung dan pada awalnya berfungsi sebagai laboratorium serta tempat penyimpanan berbagai hasil penelitian geologi. Namun dalam perkembangannya, museum ini dijadikan sebagai wadah penelitian sekaligus sarana pendidikan berkenaan dengan geologi.

Beragam informasi mengenai fosil, bebatuan, mineral, dan benda-benda yang berkaitan dengan geologi menjadi tujuan wisata sebagian banyak wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal. Selain belajar tentang hal-hal yang sudah disebutkan di atas, Anda juga dapat mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan bencana alam serta bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam serta sumber daya energi yang baik.

Museum Pos Indonesia



Museum selanjutnya yang dapat Anda kunjungi saat ke Kota Bandung adalah Museum Pos Indonesia. Museum sejarah ini berisi tentang sejarah berdirinya Pos Indonesia serta beragam informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, seperti halnya sejarah surat-menyurat dan berbagai macam koleksi perangko.



Beraneka ragam koleksi perangko di seluruh negara di dunia dipamerkan di museum yang didirikan pada 1933 ini. Berdasarkan informasinya, perangko-perangko tersebut berasal dari 178 negara dan semuanya berjumlah lima puluh ribu perangko.

Selain koleksi benda-benda yang berhubungan dengan Pos Indonesia, museum ini juga memajang berbagai buku serta memamerkan diorama tentang bagaimana kegiatan Pos Indonesia berlangsung. Untuk mengunjungi museum dengan bangunan bergaya arsitektur Italia ini, Anda bisa langsung menuju ke Jalan Cilaki No. 73 Cihapit.

Museum Sri Baduga



Museum yang satu ini sangat cocok bagi Anda pecinta sejarah dan budaya. Museum ini didirikan pada 1974 dengan mengusung konsep bangunan khas Jawa Barat yang dipadu arsitektur modern. Museum ini terletak di Jalan BKR No. 185 Bandung dan merupakan tempat kumpulan koleksi sejarah alam Jawa Barat.

Museum ini sering dijadikan destinasi pendidikan bagi siswa SD, SMP, maupun SMA di Bandung dan daerah Jawa Barat. Hal ini disebabkan oleh nilai pendidikan yang berhubungan dengan pembuktian sejarah, kebudayaan, kesenian, dan teknologi di dalamnya sangat cocok bagi mereka. Selain melihat pameran kebudayaan, Anda juga dapat melihat berbagai diorama yang memperlihatkan kebiasaan dan adat yang berlangsung di Jawa Barat.

Jadi, selain dapat menikmati alam, kuliner, dan tempat belanja di Bandung, Anda dan keluarga juga bisa semakin berwawasan luas dengan mengunjungi museum-museum tersebut kan? Selamat menikmati liburan cerdas. (Sebandung)