Kamis, 03 November 2016

Jalur Pendakian Gunung Guntur Mount In Black

Kegiatan yang paling menyenangkan yang bisa dilakukan bersama sahabat maupun orang tercinta adalah mendaki gunung. Dengan mendaki gunung anda bisa menikmati keindahan alam semesta dari ketinggian dan juga mampu mendekatkan diri kepada tuhan. Salah satu gunung yang menjadi favorit para pendaki gunung ialah gunung guntur mount in black. 

Gunung guntur ini memiliki ketinggian 2249 mdpl. Gunung guntur merupakan gunung api yang sampai saat ini masih aktif dan berada di kabupaten garut. Di gunung guntur ini anda akan menemukan 2 mata air panas dan juga sumber air dingin. Ada beberapa jalur pendakian gunung guntur mount in black yang bisa anda gunakan untuk mencapai puncak gunung api ini. Gunung guntur ini sangatlah tandus dan gersang, maka dari itulah ketika musim kemarau sebaiknya anda menggunakan masker karena debu saat perjalanan akan mengganggu anda.

Jalur Pendakian Gunung Guntur Mount In Black Via Curug Citis

Salah satu jalur pendakian gunung guntur mount in black adalah melalui curug citis yang berada di kampung citis kecamatan tarogong kaler. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah untuk mencapai puncak gunung guntur. 


Anda bisa melewati jalur ini lewat desa citis lalu menuju kampung citis dengan menumpang ojek maupun berjalan kaki. Sebelum anda sampai ke puncak gunung guntur mount in black, anda akan tersuguhkan pemandangan alam yang sangat indah dan luar biasa. 

Jalur Pendakian Gunung Guntur Mount In Black Yang Menakjubkan

Pendakian di gunung blitar ini bisa dikatakan terjal dan memiliki medan berat, namun bagi anda yang gemar dan menyukai petualangan pasti akan ketagihan. Jalur pendakian gunung guntur mount in black memang tidak hanya satu, namun sebaiknya bagi anda yang belum pernah emndaki gunung guntur ini memilih jalur yang sudah ditentukan oleh pengelola. Sebelum mendaki gungun guntur ini sebaiknya anda mempersiapkan fisik dan kesehatan yang benar-benar matang.

Itu tadi jalur pendakian gunung guntur mount in black yang menjadi jalur favorit ketika ingin mengunjungi puncak gunung guntur mount in black.

Giveaway 10K Followers Maklum Foto

GIVEAWAY adalah event yang diadakan oleh pihak tertentu (biasanya developer software dll) untuk membagikan lisensi produknya secara gratis dan legal. Ada berbagai alasan sebuah perusahaan atau developer membagikan produk mereka secara gratis dan legal.


Hai, dari beberapa waktu yang lalu aku kepikiran untuk bikin giveaway saat aku melihat followers instagram @maklumfoto sudah mencapai 9K lebih. Aku mau bikin disaat followersnya sudah mencapai 10K, dan ini adalah pengumuman awal sebelum followers nya sampai segitu. Giveaway yang aku mau kasih tidak berbentuk barang, apalagi software, karena aku tidak datang dari silicon valley. Yang ingin kuberi adalah Workshop Street Photography, Pemutaran Film dan juga Diskusi.

Sebelumnya aku juga sudah mencoba merubah sistem workshop biasa menjadi mentoring. Hasilnya cukup bagus, karena bisa mempercepat pemahaman dan skills peserta. Walaupun ada kekurangannya juga, peserta yang terbatas dan dibutuhkan beberapa mentor di sesi ini.

Untuk workshop kali ini, aku juga mau bikin beda. Tujuannya, bukan sekadar pengen beda, tapi lebih kepada impact yang dihasilkan. Sebelumnya aku lebih banyak bahas komposisi foto, karena aku punya materi tentang itu. Bahkan aku juga sudah meluncurkan eBook yang kutulis sendiri. Kali ini aku ingin porsinya lebih diperbanyak untuk meningkatkan soft skills. Karena apa? Masih banyak yang takut untuk memotret di ruang publik, takut karena reaksi orang-orang atau takut karena hal lain, khususnya di Padang.

Pemutaran film, aku punya beberapa koleksi film dan video tentang street photography. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sana, aku punya satu film dan satu video liputan bagus untuk ditonton. Diskusi akan diadakan setelahnya, bahas film dan juga bahas penerapannya disini.

Awalnya aku berpikiran untuk membuat ini bersama dengan admin-admin MaklumFoto. Tapi, aku merasa ini agak sulit untuk dilaksanakan bersama, karena kami tidak berada di satu daerah, juga karena kesibukan kami yang berbeda-beda. Aku sudah melempar ide ini ke teman-teman admin, dan mereka setuju, jadi aku sudah mendapatkan ijin.

Untuk melaksanakan kegiatan ini, tentu saja aku butuh partner. Karena ini bukan giveaway berbentuk barang, tidak akan kirim-kirim barang ke rumah kamu, makanya butuh partner dan (mungkin) tim. Nantinya, kegiatan ini akan jadi kolaborasi, kemungkinan besar rekanku iJul (@streettog) ikut ambil bagian. Begitu pun SPF Indonesia (@spfest) dan @udaunipajalan, karena aku juga ikut terlibat di dalamnya.

Detailnya seperti apa? Aku belum menyusun semuanya, tapi konsepnya sudah matang. Jadi tugasku berikutnya adalah menjadikannya dalam bentuk tulisan, mengontak beberapa rekan, dan eksekusi. Tentu saja akan ku share jika ada perkembangan, mungkin di kolom komentar, atau bisa juga di akun sosial mediaku. Jika kalian punya saran, ingin membantuku atau bahkan ingin berkolaborasi juga, aku akan menerima dengan senang hati. Pastinya jika kita punya keperluan yang sama. Silahkan komen dibawah, boleh juga kontak ke 08982698071 (WA) atau @choukyin (Instagram, Facebook, Twitter, Line).

Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca. Semoga waktu kalian terbuang berguna, karena terbuang percuma sudah terlalu mainstream.

Selasa, 01 November 2016

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Lewat Cibodas

Siapa yang tidak mengenal gunung gede pangrango, nama gunung yang snagat terkemuka khususnya di indonesia. Ada beberapa jalur untuk mencapai puncak gunung ini, namun kebanyakan banyak yang memilih melalui jalur pendakian gunung gede pangrango lewat cibodas. Awal perjalan untuk sampai ke puncak gunung gede pangrango anda akan melalui gerbang kebon raya cibodas terlebih dahulu di ketinggian 1425 mdpl. 

Udara di sini tentunya cukup dingin maka anda sebaiknya menggunakan pakaian atau jaket tebal sebagai penghangat tubuh. Setelah itu anda akan berjalan mengikuti lapangan golf kemudian anda akan masuk ke kantor untuk melakukan registrasi. Setelah itu perjalanan akan anda lanjutkan sekitar 1,5 km menembus hutan tropis dan anda akan menemukan danau indah di ketinggian 1500 mdpl yaitu telaga biru.

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Lewat Cibodas Nan Mempesona

Ketika anda melewati jalur pendakian gunung gede pangrango lewat cibodas dan bertemu dengan telaga biru maka perjalanan akan dilanjutkan menuju rawa gaya agung. Di perjalanan ini anda akan mendapati rerumputan dan juga tanaman perdu yang akan membawa anda sampai ke pertigaan penyangcangan kuda. Di sini anda juga akan mendapati air terjun cibeureum yang indah. Setelah itu perjalanan bisa anda lanjutkan untuk menuju batu kukus di ketinggian 1820 mdpl.


Setelah itu anda harus terus berjalan untuk mencapai pondok pemandangan. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari pondok pemandangan ini, anda akan sampai di kandang batu atau lebak saat. Setelah itu perjalanan akan anda lanjutkan sekitar setengah jam dari kandang batu maka anda akan sampai di kandang badak. Setelah itu ambil arah kanan untuk sampai ke puncak gunung gede pangrango. Dari sini tinggal 3 km anda akan sampai ke puncak gunung gede pangrango.

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Lewat Cibodas Cocok Untuk Pemula

Melalui jalur pendakian gunung gede pangrango lewat cibodas ini anda akan sampai lebih cepat di puncak gunung pangrango. Di puncak gunung gede pangrango ini anda bisa menuju lembah yang bernama alun-alun mandalawangi. Di lembah ini anda akan menemukan hamparan luas tumbuhan edelweis yang sangat mempesona. Walaupun anda harus melewati jalur yang tidak mulus naik turun, namun sesampainya di puncak gunung gede pangrango semua letih tersebut akan terbayar sudah.
Jalur pendakian gunung gede pangrango lewat cibodas ini memang banyak dipilih oleh para pendaki karena jalurnya jelas dan cepat sampai.

KENAPA AKU TAK IKUT MEMILIH (18+)

Manipulasi adalah sebuah proses rekayasa dengan melakukan penambahan, pensembunyian, penghilangan atau pengkaburan terhadap bagian atau keseluruhan sebuah realitas, kenyataan, fakta-fakta ataupun sejarah yang dilakukan berdasarkan sistem perancangan sebuah tata sistem nilai, manipulasi adalah bagian penting dari tindakan penanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu.

Oke, sebelumnya aku membahas tentang fenomena ‘street settingan’ yang terjadi di dunia fotografi, khususnya Indonesia. Kali ini aku ingin membahas hal lain, yang ingin dikeluarkan dari otakku. Dari judulnya, mungkin kamu akan berasumsi bahwa tulisanku berkaitan dengan politik, pemilihan kepala daerah, dan jabatan. Tapi semua itu salah, karena aku ingin membahas tentang Halal Tourism.

Namaku Kurniadi Ilham, berdomisili di Padang, asli Payakumbuh dan KTP ku Tanah Datar. Yang ingin kujabarkan dibawah ini adalah tentang Halal Tourism (Pariwisata Halal), dimana Sumatera Barat menjadi nominasi di beberapa kategori. Tulisan ini (sekali lagi) kulabeli 18+, bukan karena konten vulgar, tetapi butuh pemikiran yang dewasa dan luas untuk menanggapinya. Aku menulis disini, di blog ini, karena ini adalah rumahku di dunia maya. Aku menyewa rumah dari Google, tepatnya bloggerdotcom, yang menyediakan rumah gratis.

Kenapa aku tak ikut memilih. Memilih apa? Memilih siapa? Jawabannya memilih, atau lebih tepatnya memberikan vote untuk Sumatera Barat di ajang pemilihan Best Halal Tourism di beberapa kategori. Karena ..... Lebih baik aku memulai nya dari awal.

Aku mengetahui Halal Tourism dari dunia maya, awalnya aku tak begitu mengerti Halal Tourism itu apa. Aku mencari tahu dari beberapa situs tentang itu, dan mendapatkan beberapa penjelasan. Kemudian, disalah satu situs, aku menemukan tulisan “Syariah atau Moslem-Friendly?”. Dua hal ini jelas berbeda, walau tak bisa dipisahkan satu sama lain. Pariwisata yang syariah berarti wisata yang menggunakan kaidah-kaidah Islam dalam pelaksanaannya, contohnya Hotel Syariah. Sedangkan Pariwisata yang moslem-friendly adalah wisata yang ramah terhadap umat muslim, contohnya adalah tempat-tempat wisata yang memiliki fasilitas mesjid atau mushalla. Tak lama setelah aku membaca tulisan itu, aku membuka facebook dan menemukan satu postingan tentang polisi pantai di Prancis menghampiri pengunjung yang memakai burkini (pakaian pantai untuk muslimah), kemudian menyuruhnya untuk membuka burkini tersebut, agar sama dengan pengunjung lain yang memakai bikini. Disini aku berkesimpulan bahwa kejadian tersebut tidak ‘moslem-friendly’.

Kembali ke Halal Tourism. Aku mendapatkan pesan dari salah seorang teman, ada sosialisasi Halal Tourism di Hotel Ibis Padang, mengundang blogger, media massa dan content-creator. Kemudian aku mendaftarkan diri, agar bisa mengikuti acara tersebut. Aku masih penasaran dengan Halal Tourism, pastinya disana ada jawaban yang jelas. Ternyata, acara tersebut diundur selama seminggu dan lokasi nya dipindahkan ke Hotel Inna Muara. Aku sudah mendapatkan konfirmasi dari penyelenggara kegiatan. Mereka juga mengirimkan beberapa file ke emailku, isinya adalah susunan acara dan juga nama-nama narasumber yang akan mengisi acara tersebut. Tema kegiatannya adalah “Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial”, diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata.


Aku mendapatkan banyak sekali informasi tentang Halal Tourism disana. Mereka pun ikut menghadirkan pelaku-pelaku yang ikut terlibat dalam pemenangan Lombok di World Halal Tourism Award. Halal Tourism sebenarnya bukan Syariah VS Moslem-Friendly, melainkan gabungan keduanya. Syariah, yang sudah tentu moslem-friendly. Pernyataan dari beberapa narasumber mematahkan artikel tentang “Syariah VS Moslem-Friendly”. Di tahun 2016, Sumatera Barat sudah memenangkan Halal Tourism Award tingkat Nasional untuk empat kategori. Dari mulai kategori Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik, Destinasi Wisata Halal Terbaik, Restoran Halal Terbaik, dan Destinasi Kuliner Terbaik, berhasil disambar Sumatera Barat. Tentunya ini sebuah prestasi yang bagus dari Sumatera Barat. Apalagi kuliner, siapa sih yang tidak kenal rendang dan nasi padang?

Masuk ke sesi tanya jawab, beberapa peserta diskusi mulai mengajukan pertanyaan. Dibalik semua prestasi itu, kita tentu tak bisa menutup mata terhadap kelemahan-kelemahan pariwisata di Sumatera Barat. Sampah, toilet, pungli, sampai ke posisi content-creator dalam forum ini. Aku mengharapkan jawaban terbaik. Tak hanya itu, aku juga mengharapkan adanya tanya jawab yang sehat, yang bertujuan mencapai hasil yang bagus. Dan ternyata banyak sekali jawaban dan tanggapan yang hadir, aku mengapresiasinya. Kita harus sama-sama membenahi hal itu, mulai dari diri kita sendiri, saling gotong royong. Untuk sampah, akan disediakan banyak tempat pembuangan sampah. Toilet akan dibangun sesuai dengan standar syariah, begitupun tempat ibadah. Untuk pungutan liar, harusnya tidak ada lagi, oknum-oknum yang bermain curang harus ditindak. Posisi content-creator adalah sebagai perpanjangan tangan Kementrian Pariwisata untuk mensosialisasikan Pariwisata Halal kepada masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk vote. Obrolan semakin panjang, sampai akhirnya. Pernyataan defensif pun muncul seperti, “Pariwisata kita tak sepenuhnya dikuasai pemerintah, sulit untuk menjangkau beberapa kawasan”, “Perlihatkan yang bagus-bagus saja, yang jeleknya jangan”, “Kalau kamu cinta Sumatera Barat, ayo vote, bersama kita menangkan Sumatera Barat”.

Apa maksud semua ini? Setelah itu, salah satu pembicara membeberkan bagaimana cara memenangkan Sumatera Barat melalui media sosial. Para content-creator ‘dipaksa’ membuat tulisan bagus dan persuasif. Ia memberikan contoh, Joko Widodo, Presiden RI. Jokowi kuat di sosial media, itu adalah salah satu faktor yang membuatnya menang. Ia juga menjelaskan beberapa cara, yang semuanya hampir sama dengan sistem yang diterapkan Stan Greenberg. Cara itu memang bagus, tapi mempunyai kelemahan. Kelemahannya adalah masyarakat akan kecewa, jika ekspektasi berbanding terbalik dengan realita. Beberapa orang mungkin menerima dengan senang hati karena bantuan dorongan pikiran “Cinta Sumatera Barat = Ayo vote, ayo share, ajak teman-teman”. Maaf, aku tak bisa melakukannya, aku bukanlah orang yang cinta buta dengan Sumatera Barat. Aku mencintai tempat ini, dan aku peduli dengannya.

Setiap content-creator punya alasan yang jelas ketika mengkampanyekan sebuah program. Jika program tersebut bagus, sesuai dengan realita, dan menghasilkan dampak yang besar. Pasti ia akan mati-matian mengajak orang untuk ikut dengannya. Begitu pula sebaliknya. Kamu mungkin pernah melihat beberapa youtuber yang mengajak kita memilih ini atau memilih itu, di masa pemilihan Presiden. Saat ini, beberapa diantara mereka menyesal, bahkan ada yang menghapus videonya. Akhirnya mereka harus membuat video klarifikasi bahwa mereka menyesal mendukung salah satu kandidat, dan menyesal karena sudah mengajak subscriber nya untuk ikut dengan pilihannya. Mungkin kamu (pembaca) masih bingung dengan yang kujelaskan, karena aku masih menyinggung kulit. Tak ada pilihan lain, aku harus menjelaskannya secara jelas. Alam Sumatera Barat memang indah, sumber daya alam kita tiada tandingannya. Tapi kamu pasti bisa melihat jelas, sampah di pantai padang, pungli di pantai padang. Apakah aku harus memperlihatkan yang bagus saja? Kemudian bule-bule Dubai itu datang kesini dan berkata “so beautiful” dan kemudian mereka kecewa dengan keadaan disana. Apa yang terjadi selanjutnya? Kalau aku sih, mending gak balik lagi kesana, kasih tau teman-teman, jangan kesana. Apalagi jika yang datang adalah travel blogger dari luar negeri, bisa kamu bayangkan, apa yang akan dia tulis nanti. Bisakah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata mengatakan kepadanya, “tulis yang bagus-bagus saja ya, yang jelek-jelek jangan”.

Di Bulan Agustus kemarin, aku menjadi mentor seorang mahasiswa dari St. Pauli University bernama Ryuki Fujita. Aku dan temanku Ijul mengajarkannya fotografi, videografi, menulis artikel dan public speaking. Ryuki berbagi cerita denganku tentang pengalamannya ikut di program ‘Lead the tourism’. Sebelum datang ke Sumatera Barat, ia mencari tahu tentang Sumatera Barat dari internet. Kemudian ia mendapatkan beberapa informasi dan memberikan reaksi. Ia menyukai pemandangan di Sumatera Barat, tapi juga takut terhadap gempa dan terorisme. Disaat ia sudah tiba di Sumatera Barat, ia menjelajahi beberapa daerah, dan kemudian ia menyadari ia salah. Pemandangan di Sumatera Barat memang indah, tetapi tidak dengan sampahnya. Disini juga tidak ada teroris, yang ada hanya orang-orang lokal yang ramah. Dan Ryuki sangat suka untuk ngopi di warung kopi kecil, karena bisa ngobrol dengan orang-orang disana. Aku memberitahunya, “Filosofi warung kopi adalah, it’s not about the coffee, it’s about conversation with strangers”. Kemudian ia berkata “Kenapa kamu tidak mengandalkan itu? Keramahan penduduk. Itu akan jauh lebih baik dibandingkan kamu mengutamakan alam yang bagus. Maaf, Pantai Muaro Lasak adalah tempat yang tidak menyenangkan. Aku hanya menemukan ketenangan ketika kamu membawaku ke Pantai Universitas Bung Hatta. Dan aku heran disaat kamu berkata tempat ini bukan destinasi wisata. Karena tempat ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan Muaro Lasak”.


Kembali ke Halal Tourism. Aku tak mau menjadi tim hore-hore saja. Jika aku tak berada di pihak yang memberi suara untuk Sumatera Barat, itu bukan berarti aku tidak peduli dengan tempat ini. Justru orang-orang yang berdiri di tempat yang sama denganku, adalah orang yang sangat peduli akan daerahnya. Jika ingin mendatangkan turis dan traveller, sebaiknya benahi dulu semuanya. Sehingga semua merasa senang, aman dan nyaman. Program-program pemerintah kita bagus-bagus, beberapa diantaranya sangat-sangat kreatif, sayang eksekusinya lemah. Belum saatnya Sumatera Barat mendapatkan Award seperti ini, khususnya untuk World Best Halal Destination. Jika pengunjung datang dan kecewa (bahkan tidak datang sama sekali), siapa yang akan merana? Kita semua. Hotel akan sepi, karena sepi nya wisatawan mancanegara, bukan tidak mungkin wisatawan lokal juga tidak akan berkunjung. Nelayan akan sedih, walau hasil tangkapannya banyak, hotel tak lagi meminta suplai yang banyak. Perusahaan tour & travel akan mengalihkan target market mereka hanya untuk wisatawan lokal. Kuliner terbaik Sumatera Barat, rendang dan nasi padang akan kembali dinikmati oleh masyarakat kita saja. Semuanya terkena dampak, jika Brand sudah jatuh.


Di akhir tulisan ini, aku hanya ingin berkata. Ini lah alasanku, kenapa aku tak ikut memilih Sumatera Barat di World Halal Tourism Award 2016. Aku tak mengajakmu untuk setuju denganku, jika kamu punya pilihan berbeda, tak akan jadi masalah. Kita takkan bermusuhan, perbedaan pendapat itu biasa. Aku suka Mie Sedap, kamu suka Indomie. Vote atau tidak adalah hak prerogatif teman-teman. 
Satu kata pamungkas untuk penutup. CERDASI!

Minggu, 30 Oktober 2016

Jalur Pendakian Gunung Gandang Dewata

Gunung dewata merupakan gunung yang tertinggi di kawasan bagian barat sulawesi. Gunung gandang dewata ini memiliki ketinggian 3037 mdpl.  Ada banyak jalur pendakian gunung gandang dewata yang bisa anda gunakan untuk sampai ke puncak gunung ini. Sembari anda berjalan menuju puncak, berbagai keindahan alam dan juga suara burung akan selalu menemani.

Jalur Pendakian Gunung Gandang Dewata

Gunung gandang dewata ini anda akan menemukan 10 pos yang pada umumnya digunakan para pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan hingga ke puncak gunung gandang dewata. Kondisi medan yang harus anda lalui untuk sampai ke puncak gunung gandang dewata dari pos 1 hingga 10 tentunya cukup berat. Medan berbatu dan berpasir serta masuk ke dalam hutan membutuhkan stamina yang benar-benar maksimal.

Jalur Pendakian Gunung Gandang Dewata Terpopuler

Sebelum mencapai puncak gunung, para pendaki harus terlebih dahulu melintasi 9 gunung yaitu gunung lante bobbok, parandangan, pappandangan, lantang lomo, lombok silenda, damak-damak, penga, naik daeng dan gunung gandang dewata. Puncak gunung gandang dewata ini memiliki puncak yang sangat tinggi sehingga anda bisa melihat berbagai puncak gunung lainnya dari gunung gandang dewata ini. 
Baca juga : Jalur Pendakian Gunung Gamalama
Walaupun jalur pendakian gunung gandang dewata sangat sulit dengan melewati 9 gunung, namun sensasi pendakian yang sesungguhnya akan anda rasakan. Semua kelelahan, lamanya waktu perjalanan akan terbayar sudah ketika anda sampai di puncak gunung gendang dewata ini.

Jalur Pendakian Gunung Gandang Dewata Melewati 9 Gunung

Puncak gunung gandang dewata ini merupakan yang tertinggi di provinsi sulawesi. Anda akan membutuhkan waktu 7 hingga 15 hari untuk sampai ke puncak gunung ini dikarenakan medan yang sangat rumit. Maka dari itu sebelum anda melalui jalur pendakian gunung gandang dewata, siapkanlah mental, kesehatan dan kekuatan fisik yang benar-benar 100%. Semua kelelahan, lamanya perjalan akan terbayar ketika anda mencapai puncak gunung ini.

Jumat, 28 Oktober 2016

Etika - Estetika (18+)

Hai, selamat pisang, aduuh pisang ini panas sekali ya.

Sudah lama rasanya aku tidak menulis disini, ya di rumahku ini. Hanya share video dari youtube, itupun bulan lalu. Tapi yang namanya rumah, akan selalu dikangeni. Eh ini btw ngerti gak ya, yang kumaksud rumah itu ya blog ini. Kenapa? Bagiku rumah adalah tempat aku bisa ngapain aja, karena aku yang punya. Bedanya kalau di rumah asli, ada orang tua. Disini ada google yang akan selalu mengawasi anak-anaknya, kalau ada yang memuat konten dewasa, langsung dikasih label dewasa.

Saat ini aku juga menjadi penulis di http://maklumfoto.wordpress.com, tidak mudah menulis disana, karena aku mewakili satu organisasi atau kelompok, bukan diriku sendiri. Jadi aku harus tetap hati-hati dalam merangkai kata, untungnya para pembaca disana sudah spesifik dari segi hobi dan rentang usia. Aku sangat yakin pembaca yang berusia dibawah 18 tahun pasti sangat sedikit.

Kali ini aku mau bahas apa ya? Entahlah, aku bingung dengan apa yang ingin kubahas. Biasanya aku selalu punya topik utama untuk diulas, tapi saat ini seorang beberapa topik berbeda ingin keluar dari otak agar bisa dijadikan tulisan. Ah, sebaiknya kujadikan beberapa tulisan saja, semoga pembaca nya lebih banyak dibandingkan jika kugabung semua tulisan itu.

Judulnya Etika - Estetika. Kenapa pakai tanda "-"? Kenapa bukan "&"? Aku cuma membayangkan dua hal ini seharusnya ada dalam satu jalur, saling melengkapi satu sama lain, layaknya pasangan ideal, Young Lex feat Awkarin, ah .... bukan yang itu. Tidak banyak tulisan dengan istilah-istilah seperti ini dalam blog ku. Aku hanya memperlakukannya sebagai catatan harian biasa, untuk tema yang berat-berat, biasa nya kutulis di MaklumFoto atau StreetPhotoHunters.

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata ethos yang berarti adat kebiasaan tetapi ada yang memakai istilah lain yaitu moral dari bahasa latin yakni jamak dari kata nos yang berarti adat kebiasaan juga. Akan tetapi pengertian etika dan moral ini memiliki perbedaan satu sama lainnya. Etika bersifat teori sedangkan moral bersifat praktek. Etika mempersoalkan bagaimana semestinya manusia bertindak sedangkan moral mempersoalkan bagaimana semestinya tindakan manusia. Etika hanya mempertimbangkan tentang baik dan buruk suatu hal dan harus berlaku umum. Secara singkat definisi etika dan moral adalah suatu teori mengenai tingkah laku manusia yaitu baik dan buruk yang masih dapat dijangkau oleh akal. Moral adalah suatu ide tentang tingkah laku manusia ( baik dan buruk ) menurut situasi yang tertentu. Jelaslah bahwa fungsi etika itu ialah mencari ukuran tentang penilaian tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ) akan tetapi dalam prakteknya etika banyak sekali mendapatkan kesukaran-kesukaran. Hal ini disebabkan ukuran nilai baik dan buruk tingkah laku manusia itu tidaklah sama ( relatif ) yaitu tidal terlepas dari alam masing-masing. Namun demikian etika selalu mencapai tujuan akhir untuk menemukan ukuran etika yang dapat diterima secara umum atau dapat diterima oleh semua bangsa di dunia ini. Perbuatan tingkah laku manusia itu tidaklah sama dalam arti pengambilan suatu sanksi etika karena tidak semua tingkah laku manusia itu dapat dinilai oleh etika.

Pusing gak tu? Paragraf diatas memang kusalin dari blog lain, karena ilmu ku gak nyampe sana, aku cuma tau etika adalah bagaimana cara bertindak dan memaknai sebuah hal dalam satu kondisi tertentu.

Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah.

Seperti dalam etika dimana kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia. Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Dalam hal ini ternyata banyak sekali teori yang membahas mengenai masalah ukuran indah itu. Zaman dahulu kala, orang berkata bahwa keindahan itu bersifat metafisika ( abstrak ). Sedangkan dalam teori modern, orang menyatakan bahwa keindahan itu adalah kenyataan yang sesungguhnya atau sejenis dengan hakikat yang sebenarnya bersifat tetap.

Dan paragraf diatas pun ikut disponsori oleh blog lain, itu lah gunanya CTRL+C dan CTRL+V. Selain dua istilah diatas, ada satu istilah lagi yang (secara tidak sengaja) kutemukan saat sedang menyaksikan keseruan komentar-komentar yang tersaji di status beberapa orang rekan di buku wajah, namanya aksiologi. Aksiologi membahas tentang hubungan etika dan estetika. Dua Puluh Tiga Oktober Dua Ribu Enam Belas jadi hari yang cukup panjang. Ada dua event besar yang berkaitan dengan Street Photography di hari tersebut. Aku sendiri mempersiapkan diri untuk acara PadEeH yang ke empat di hari itu, btw yang tidak tahu, PadEeH adalah nama event tahunan hunting street photography di Padang yang diprakarsai oleh FNSH (FotograferNet Street Hunting). Ini kali keduanya aku jadi koordinator acara ini, bedanya tahun lalu aku masih berada di bawah bendera Street Photo Hunter. Tahun ini, aku tidak lagi menjadi bagian pemburu tersebut. Tahun ini aku bersama dengan 'anak' ku yang sempat kubesarkan di Street Photo Hunter. Walau sudah gonta ganti nama, tapi tetap saja akar dari Street Photography Festival Indonesia adalah Padang Street Expo.

Harusnya kita kembali ke Etika - Estetika, aku sudah membuang waktu kalian, para pembaca, cukup lama untuk sekadar nostalgia. Di buku wajah, aku menemukan status seorang rekan dengan caption "Ternodanya Street Photography!", tentunya disertai visual yang membuat kita disuruh berpikir, dan juga penasaran. Btw ini sebenarnya rahasia, tapi aku tak tahan ingin membeberkannya, om Chris Tuarissa adalah seseorang dengan rasa penasaran level tinggi. Yap, next lanjut lagi ya, cukup segitu, aku tak akan meneruskan bagian terakhir itu. Status tadi dipost oleh seorang fotografer senior dari Pasuruan, untuk kebaikan kita bersama aku gak akan kasih tau namanya. Yang jelas depannya Yanto, belakangnya Nius, gitu deh kira-kira.

Setelah melihat itu, aku pun melihat rentetan-rentetan status lainnya, yang menurutku masih berhubungan. Bagi street photographer yang aktif di sosial media, nimbrung di status-status ini adalah daya tarik nomor 1, ketimbang youtube fanfest dengan kontroversi kubu positif dan kubu negatifnya. Tapi status yang paling menohok bagiku adalah "street settingan". Semua status dan komentar tadi, intinya membahas street settingan.

Well, street settingan kuartikan sebagai street photography yang (subjeknya) di setting, baik itu pose atau dari segi penyediaan properti. Street photography yang di setting, tak ubahnya sepert perpustakaan yang ribut, atau pertandingan sepakbola tanpa kartu merah. Kau mengerti maksudku? Jika tidak, belajarlah analogi, kalau perlu lengkapi dengan satir dan sarkasme.

Sebelum mendalami street photography, aku belajar landscape photography, nature photography, conceptual photography, still-life photography dan macro photography. Untuk kategori yang dituliskan terakhir, aku gagal melakukannya, karena macro benar-benar membuatku bingung, mungkin bakatku tidak disana. Salut dengan teman-teman yang bisa memotret 'teman-teman kecil' dalam semak belukar. Conceptual photography, aku sangat kuat disana, setidaknya menurut beberapa orang rekan yang memperhatikanku. Conceptual on the street memang dikenal dalam fotografi, tetapi istilah itu adalah bagian dari conceptual photography. Bagiku, street settingan = conceptual on the street. Conceptual on the street = conceptual photography. Street settingan = conceptual photography. Ini pendapatku, yang didasarkan banyak tulisan tentang Conceptual Photography, Ve Danito adalah idolaku untuk genre yang satu ini.

Permasalahan dan perdebatan muncul karena street settingan dimasukkan sebagai street photography. Padahal sudah ada ketentuan dan batasan-batasan untuk masing-masing genre. Bukankah tujuan kategori/ genre adalah untuk mempermudah kita untuk membaginya sesuai dengan visi misi pengelompokan itu?

Ada banyak definisi Street Photography yang kita temukan, baik di internet maupun forum-forum diskusi. Tapi pada dasarnya, tujuan dan visi misinya sama. Kamu bisa cek beberapa definisi street photography di link ini. Penjelasan dari Setia Nugraha adalah yang paling mewakili menurutku. Cermati poin kedua dari penjelasan Setia Nugraha, "Keadaan/kejadian yang tidak dibuat-buat, melainkan spontanitas, tetapi bisa jadi kedaan yang di harapkan, ataupun keadaan/kejadian yang kebetulan (decisive moment)". Di ruang publik, kita pasti bersinggungan dengan subjek manusia, mengambil gambar dengan cara candid dan/atau menggunakan pendekatan komunikasi terlebih dahulu adalah cara untuk mendapatkan  momen yang ingin dipotret. Yang penting tidak mengarahkan gaya atau pose subjek. Itu termasuk ke dalam etika dalam street photography. 

Menghasilkan karya yang berkualitas dan punya estetika, haruslah tetap memperhatikan aspek etika. Foto mu boleh liar, indah, menawan dan menakjubkan, tetapi ada batasan yang harus kau perhatikan. Itulah tantangannya, itu lah yang akan menjadikanmu fotografer yang berkualitas. Berkualitas di semua aspek penciptaan karya, input-proses-output. Kepuasannya pasti beda dengan karya bernama street settingan, jikalau dikategorikan ke dalam street photography, karena kau membohongi salah satu kriteria pembentuk karya Street Photography, dan itu vital bung. Kecuali kau memang menghadirkannya sebagai salah satu karya Conceptual Photography. Konsep yang bagus, akan menghasilkan kepuasan.

Kuniadi Ilham. Payakumbuh. 2015
Foto diatas, bagaimana menurutmu. Ini foto yang kuambil tahun lalu, saat aku dan teman-teman SPF Indonesia melakukan penelitian karakter daerah dengan pendekatan Street Photography. Apakah menurutmu foto ini dikonsep? Beberapa orang yang mengetahui aku adalah fotografer konseptual di masa lalu, mungkin akan berkata, foto ini dikonsep, disetting. Tapi kau boleh bertanya pada teman-temanku yang ada disana, apa yang sebenarnya terjadi. Aku bahkan juga menuliskan bagaimana foto ini bisa tercipta di Street Photography Composition Series: Self-portrait. Ketika aku mendapatkan email dari kujaja.com bahwa aku terpilih menjadi salah satu nominasi WSP Award 2016, aku tentu saja gembira. Karena apa? Karena aku menikmati prosesnya, dan aku benar-benar berada di dalamnya (street photography), sungguh sebuah kepuasan. 


Penghargaan ini, membuatku semakin terpacu untuk lebih giat dan bersemangat. Hal yang sama akan terjadi di dunia street settingan, jika mereka mendapatkan pujian dan penghargaan, mereka akan bersemangat, untuk melanjutkan street settingan.

Etika dan Estetika akan selalu berdampingan, saling melengkapi satu sama lain. Jangan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang indah, begitu juga sebaliknya, semua sudah ada porsinya. Keduanya membentuk keseimbangan, Yin & Yang. Adapun akibat yang muncul karena fenomena ini adalah karya street photography (tanpa settingan) yang menawan, akan dianggap settingan. Hal ini menimbulkan dampak terhadap fotografer, boleh jadi timbul rasa tidak percaya diri, hilangnya semangat, hingga perselisihan, yang akan berujung permusuhan. Akibat lainnya adalah akan banyak bermunculan pakem-pakem baru yang menentang batasan, sehingga tidak relevan lagi dengan street photography sebagaimana mestinya. Forum kritik akan mengalami pengkerdilan, viral dan hits menjadi acuan. Ini akan jadi pekerjaan rumah bagi kita bersama, khususnya para pelaku yang terlibat langsung di dalamnya.

Aku tidak bertujuan untuk membuat kalian setuju denganku. Melalui tulisan ini aku hanya ingin menyampaikan opini ku, berdasarkan data-data yang kupunya tentang street photography, dan juga sebagai tanggapan atas kejadian yang terjadi di lapangan. Hanya satu kata untuk penutup tulisan ini. CERDASI!


Jalur Pendakian Gunung Gamalama

Gunung gamalam merupakan gunung api yang berada di maluku utara. Gunung ini merupakan gunung yang masuk ke dalam kabupaten halmahera barat. Gunung gamalama ini memiliki ketinggian 1715 mdpl. Gunung gamalama ini juga disebut sebagai puncak ternate. Masyarakat sekitar gunung ini masih menjaga tradisi adat yaitu mengelilingi guung gamalam seraya memanjatkan doa untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. Tradisi ini diberi nama koloki kie.

Jalur Pendakian Gunung Gamalama

Bagi anda yang ingin mencapai puncak gunung gamalama ini sebaiknya anda melewati jalur pendakian gunung gamalama yang sudah ditentukan oleh pengelola. Jalur yang sudah ditentukan ini selalu dilewati baik oleh pendaki profesional maupun para pendaki pemula. Masyarakat di sekitar gunung gamalam juga sangat menyarankan sebaiknya ketika mendaki gunung ini wajib berdoa dan juga harus beranggota genap.

Jalur Pendakian Gunung Gamalama Favorit Pendaki

Sebenarnya ada beberapa jalur pendakian gunung gamalama yang bisa anda gunakan, namun alangkah baiknya anda melewati jalur yang banyak digunakan oleh para pendaki secara umum. Di sepanjang perjalan menuju puncak gunung gamalama ini anda akan melihat pemandangan alam yang snagat mempesona dan luar biasa indahnya. Hamparan kebun cengkeh dan pala akan menemani anda. 
Baca juga : Jalur Pendakian Gunung Ijen
Perjalanan menuju puncak gunung gamalama bisa dikatakan cukup sulit karena medan terjal, berbatu dan berpasir akan menyulitkan anda yang tidak pernah naik gunung atau pemula. Namun walaupun perjalan melelahkan dan sulit, sesampainya di puncak gunung gamalama rasa lelah dan letih akan hilang dengan cepat dan berganti gembira.

3 Pos Peristirahatan Di Jalur Pendakian Gunung Gamalama

Selain pemandangan indah yang snagat mempesona, para pendaki yang melalui jalur pendakian gunung gamalama juga akan mendapati tempat-tempat unik. Tempat-tempat unik ini diantaranya ialah mata air dalam lekukan batu seluas loyang besar. Dalam pendakian ini para pendaki akan menemukan 3 pos yang bisa digunakan untuk beristirahat. Selalu pastikan faktor kesehatan anda dalam keadaan fit untuk mendaki puncak gunung gamalama.