Senin, 04 Mei 2015

"Menyepi di Taman Buru Masigit Kareumbi" Wisata Alam di Timur Bandung



BANDUNG - Wisatawan lokal dan mancanegara mulai menyerbu kawasan Bandung di musim libur tahun ini. Mereka lebih banyak menumpuk di kawasan Jalan RE Martadinata dan Jalan Dago yang menjadi pusat belanja dan kuliner. Padahal kawasan Bandung Raya menyimpan aneka ragam eksotisme alam yang masih banyak luput dari perhatian wisatawan.

Salah satunya adalah lokasi ekowisata Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Letaknya tak jauh-jauh amat dari Kota Bandung. Kawasan ini berada di 40 kilometer arah timur Kota Bandung. Di sini wisatawan bisa menikmati lebatnya hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayatinya. Selain itu, Anda juga bisa menjadi wali pohon untuk ikut menghijaukan kembali kawasan hutan yang gundul.

Tak ada penunjuk yang jelas dari pemerintah untuk menuju kawasan ini. Jika Anda naik kendaraan dari Bandung, masuklah tol menuju Cileunyi. Keluar jalan tol arahkan mobil Anda ke jalur menuju Garut. Dari situ Anda hanya perlu mencari jalan menuju curug Cinulang. Orang lebih mengenal kawasan ini sebagai KW, jadi jika Anda perlu peta mulut, sebutlah nama itu pada penduduk dan mereka akan menunjukkan jalan menuju kawasan ini.

Pemandangan alam nan indah akan menemani kita sepanjang perjalanan. Sawah terasering berwarna hijau jadi pencuci mata yang membawa kita pada cerita kakek nenek tentang indahnya alam di tanah Pasundan.

Jalan kecil dan berkelak-kelok akan mengantarkan kita pada gerbang kawasan yang ditandai dengan hadirnya jalan makadam. Diperlukan kendaraan yang fit untuk bisa melintasinya.

Anda akan melihat juga beberapa pohon yang baru ditanam dengan nama orang yang menanam di sisinya. Itu adalah program wali pohon yang digalakkan pengelola kawasan ini. Salah satunya adalah prasasti Bukit Yusril Djalinus yang ditanami 999 pohon di bukit yang dulunya gundul. 

Memasuki kawasan ekowisata kita akan disambut petugas dari Wanadri yang mengelola kawasan ini. Dari sinilah petualangan dimulai. Jika Anda berencana berkemah, pengelola telah menyiapkan peralatan tenda dan sebagainya untuk keperluan itu.

Kalau ingin merasakan sensasi tidur di rumah pohon, pengelola menyediakan fasilitas rumah pohon yang bisa ditinggali hingga 6 orang. "Kami menyediakan sleeping bag untuk tiap orangnya," kata Ipey yang bertanggung jawab atas rumah pohon.

Dari rumah pohon ini yang dikelilingi hutan pinus ini, saban pagi wisatawan akan ditemani beragam suara burung dan hewan hutan lainnya. "Biasanya monyet ekor panjang juga ada di sini," katanya.

Hewan hutan lainnya yang kerap muncul adalah babi hutan. Selain itu Hutan Masigit Kareumbi juga merupakan rumah bagi Kukang Jawa yang telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi. Jika beruntung, Anda bisa melihat hewan ini.

Budi, seorang wisatawan asal Bandung yang tengah mendirikan tenda, menyebut liburan di kawasan ini menyenangkan. "Kami ingin menikmati alam," ujarnya. Selain itu fasilitas lain yang ada di sini adalah penangkaran rusa. Dulu kawasan ini memang tempat berburu rusa.

Wisatawan juga bisa menikmati berkano di sungai yang tak terlalu dalam. "Untuk kano kami juga menyediakan," kata Ipey. Menghirup udara segar dan menikmati suara burung dan hewan hutan lainnya bisa Anda nikmati tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam di tempat ini.

Nah, jika Anda tertarik, kenapa tak bergegas menuju kawasan ini!



Jumat, 01 Mei 2015

Cari Tempat Kumpul Bareng Teman ? Cobain ke "SODA" Resto & Bar


Satu lagi tempat makan unik dan ngehits yang ada di Kota Bandung. Salah satu tempat wisata kuliner Bandung yang patut dikunjungi ini adalah SODA Resto & Bar. SODA Resto & Bar berada di Jl. Ir. H. Djuand no. 3, tepatnya di samping Hotel 101. Nama SODA sendiri merupakan singkatan dari Soul Of Dago. Hal ini dikarenakan, lokasi dari tempat wisata kuliner di Bandung ini berada di kawasan Dago Bandung.

Café yang banyak dikunjungi oleh kawula muda ini mengusung konsep Charming, Entertaining, dan juga Happening. Tidak heran jika tempat makan ini tidak pernah sepi pengunjung. Setiap harinya, banyak pengunjung memadati tempat makan tersebut, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, hingga orangtua


Sebagai tempat makan yang ngehits, SODA Resto & Bar ini melengkapi interiornya dengan sebuah mini swimming pool. Dengan adanya mini swimming pool yang berada didalamnya, Anda akan merasakan suasana summer yang tentunya sangat disukai oleh semua orang. Disini, Anda juga bisa menemukan suasana tempat hangout yang asyik dan keren. Dengan interior yang catchy abis, Anda bisa asyik berfoto dan bernarsis-narsis ria.


Yang lebih asyik lagi, pengunjung bisa mendapatkan promo special yang diadakan setiap Senin dan Kamis. Promo ini berlaku untuk pengunjung yang memesan menu pizza. Pengunjung bisa mendapatkan dua varian pizza sekaligus seharga 50 ribu rupiah.


Namun, Anda tidak perlu khawatir jika tidak bisa mendapatkan promo dua pizza seharga 50 ribu rupiah. Di hari-hari lain, Anda masih bisa menikmati menu-menu yang ada di tempat makan ini dengan range harga mulai dari 20 ribu hingga 50 ribu rupiah. Harga tersebut sangat ramah dikantong. Tidak heran jika pengunjung di tempat makan ini berdatangan dari berbagai kalangan.

Lalu, menu apa saja yang ada di tempat wisata kuliner Bandung ini? Jawabannya sangatlah banyak. Ada berbagai macam menu yang disajikan dan banyak disukai oleh pengunjung. Mulai dari menu makanan ringan, minuman, hingga menu makanan berat yang tentunya aman diperut dan kantong.


Ada menu minuman yang bernama Green Smart. Menu minuman healthy juice ini sangat enak dan asyik dimulut. Jika yang kebanyakan minuman sehat itu kurang enak dilidah, berbeda halnya dengan menu minuman sehat yang ada di SODA Resto & Bar. Menu minuman ini jauh dari kata pahit, bahkan banyak pengunjung yang merekomendasikan minuman ini sebagai menu minuman paling hitz di SODA Resto & Bar.


Walau Terlihat Berat, Kusnadi Tetap Push Up 60 Kali di Depan Ridwan Kamil



BANDUNG - Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil memberikan tiga jenis hukuman bagi Fadil Simeray dan Kusnadi. Dua orang perusak fasilitas Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung.

"Hukumannya tiga, satu push up 60 kali, ngepel troatoar Jalan Braga, dan ketiga masing-masing harus posting foto atau tulisan tentang kecintaannya terhadap Bandung selama 30 hari di media sosial," kata Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, Jumat (01/05/2015).

Hukuman push up 60 kali langsung dilakukan oleh kedua orang tersebut setelah mereka menemui Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung.

Dipimpin Ridwan Kamil, kedua orang tersebut bergantian menjalankan hukuman push up di halaman belakang Pendopo Kota Bandung.

Sementara itu, hukuman mengepel Jalan Braga Bandung direncanakan dilakukan usai Shalat Jumat.
"Yang ngepel itu warga juga banyak yang berminat, mau ikut bantu. Mungkin karena ada bonus bisa foto bareng saya," kata pria yang akrab disapa Emil itu.

Fadil Simeray menyesali perbuatannya yang telah menaiki salah satu kursi taman KAA di Jalan Braga Bandung.

"Pada intinya itu, itu kejadian spontan sebelum KAA. Lalu setelah KAA ada pemberitaan kursi yang rusak, terus mungkin kena imbas dan posisinya salah berdiri ke atas kursi," kata dia.
"Mau enggak mau, daripada kabur malah jadi masalah, jadi lebih baik saya mengakui salah," lanjut Fadil.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kusnadi, pria yang berprofesi sebagai tukang foto keliling asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat tersebut menerima hukuman yang diberikan oleh Wali Kota Bandung tersebut.

"Sebenarnya saya enggak sadar naik ke kursi karena waktu itu posisinya mau ambil gambar parade KAA," kata Kusnadi. (Rima News)

Toko Roti Paling Terkenal di Bandung



1. Roti Sidodadi
Roti bebas pengawet ini ada sejak nenek kami masih muda belia. Lokasi Sidodadi ada di Jl. Otista 255, Dekat dengan pusat perbelanjaan Pasar Baru. Diantara semua toko roti ala Belanda, toko roti Sidodadi didirikan dengan konsep citra roti yang dianggap sebagai penganan kaum elite bisa pula jadi makanan semua kalangan. Meski harga terjangkau, kualitas rotinya tetap terjaga. Tekstur rotinya lembut dan mungil tanggung. Rasanya dijamin enak. Harganya terjangkau, satu roti favorit kami : kornet keju harganya 3.700. Roti sosisnya pun sama. Sosisnya juga bukan sosis abal-abal. Asli sosis. Toko yang buka sejak pagi hingga sore ini selalu penuh pengunjung. Makanya disarankan beli roti pagi hari. Segar-segar, makan roti Sidodadi dan lanjut jalan-jalan di Bandung! kalau belinya sore mah keabisan.Roti jadul macam roti gambang, roti krenten atau kismis, dan roti tawar frans, masih bisa kita beli.

2. Roti Sumber Hidangan
Roti-roti disini khas Belanda semua. Lokasinya yang ada di titik jayanya Bandung di tahun 1930an membuat Sumber Hidangan juga ikut berjaya pada masanya. Dahulu namanya Snoephuis dan kalau kita mampir ke toko ini, masih ada beberapa barang yang jadul-jadul. Tokonya juga sama jadulnya. Ayo pesan roti-roti enak disini. Cobain Zwieback, roti kering berlapis susu campuran vanilla, kayu manis, pala, dll. Manis banget dan dipanggang dua kali jadi rasanya : enak banget!. Cemil juga Frou frou Mocca, dua biskuit dengan krim mocca dan bertabur bubuk manis. Manisnya manis banget. Yang suka manis, cocok kalau datangnya kesini. Masih belum puas? ayo makan krentenbrood (roti kismis), roomsoes, dan roti-roti lainnya. Kalau pengen yang gak manis-manis, coba deh cicip risoles ragu dan kroketnya. Aduh itu enak-enak sekaliiii! Harganya juga lumayan, cukup terjangkau.

3. Roti Braga Permai
Braga Permai masih tetangganya Sumber Hidangan, satu kufu pula. Dahulu juga terkenal sebagai resto Belanda yang berkelas. Braga Permai menyajikan penganan roti tidak sebanyak Sumber Hidangan. Dan pula, rasa rotinya lebih membumi meski ada juga beberapa yang masih asli citarasa roti belandanya. Aslinya entah kenapa buat kami roti tetangganya itu lebih enak. Roti Braga Permai ada yang kurang sedikit rasanya, entah apa. Kurang legit. Walau begitu, wajib dicoba juga makan roti disini. Cobain roti tawar dimakan sama es krim Braga Permai. Nyammm! Oiya, harganya disini ramah sama dompet lah. Btw, numpang lewat : Cake vulcano Braga Permai enak banget (enak banget-nya dipangkatin sejuta).

4. Roti Gempol
Roti Gempol memang jempolan. Lokasinya sama seperti toko roti lain yang sudah dijelaskan, lokasi bersejarah : Gempol. Disini kita bisa makan roti tawar dan roti bakar. Yang mau roti tawar ada pilihan tawar putih, gandum, dan gandum-havermut. Kalau kepengen nyoba yang manis, ada manis, asin, dan spesial. Harga rotinya tidak mahal, untuk roti tawar dihargai 10.000-an, Roti Bakarnya antara 6.000 (yang manis) dan 10.000 (asin). Kalau mau datang kesini, paling enak pagi-pagi atau sore, atau pas lagi gerimis hujan gimana gitu. Sofanya super empuk dan ada efek tempo dulu yang bikin adem hati.

5. Roti Vitasari
Toko roti modern kalau yang ini dibanding empat toko lain diatas. Meski anak baru, kualitas rotinya gak kalah sama senior-seniornya. Cobain roti sosis dan roti kejunya. Alamak enak banget! Harganya juga ramah buat kantong dan dompet. Toko ini bisa kita datangi di Jalan Burangrang, Bandung. (Infobdg)

Mau Beli Sepeda ? Berikut Daftar Alamat dan Telepon Toko Sepeda di Bandung



Seiring kesadaran warga Bandung untuk besepeda dan dengan di canangkannya Jumat Sepeda oleh walikota Bandung maka kebutuhan sepeda kian meningkat, berikut toko sepeda di Bandung agar banyak pilihan ketika membeli.


Nets (Hermawan)
Jl. Ahmad Yani 76 Bandung
Ph. (022) 730 4986 – Flexy 022- 707 97009

Bonny Osborn – Bike Consultants & Retail
Full Bike & pars specialist (new & second)
BRI Tower Bandung
Email : bonnyarya@yahoo.com
Hp. 0813 950 32375 (konon 24 jam service)

Heroes Custom Cycle
Barang second khusus Cruiser & MTB
Jl. Otista 469 Bandung
Ph. 022-70007456 / 0818642341
Contact Person : Aldy

SMH Racing (Dede)
Jl. Terusan Suryani Gg. Abadi No. 3
Ph. (022) 612 0847

Ketapang Bike
Jl. Jend. A. Yani No. 52
Ph. (022) 730 6795

Kurnia Bike
Jl. Ahmad Yani pojokan
Dekat simpang Lima – Bandung
Ph.

Triple B (Mella)
Jl. Burangarang No. 3 Bandung (dkt patung tank)
Ph. (022) 730 5422

TTB
Jl. Sunda no. 6 Bandung
Ph. (022) 7306843

Velo Galeri
Segitiga Mas Kosambi F2
Jl. A. Yani No. 221, Bdg.
Tel (022) 727 6821
Kontak : Wawan Imawan
(cat.: lebih banyak ke road bike)

A & J Bike
Jl. Astana Anyar 65/22D, Bdg.
Tel. (022) 520 3233 HP 081 560 28950
Kontak : Ade
(cat.: Alamat agak susah dicari, telpon dulu)

Rodalink - Otista
Jl. Otto Iskandar Dinata 449-B Bandung
Ph. (022) 520 0401

Rodalink - BKR (kayaknya sudah tutup / pindah)
Jl. BKR 6A - Bandung
Ph. (022) 730 8354

Makmur Sentosa
Jl. Veteran No. 86 Bandung
Ph. (022) 4234769

Dirtwork
Off Road Apparel for MTB
Jl. Trunojoyo No. 23 Bandung
Ph. (022) 702 2290
Hp. 0818 222290

Kusnadi "Tukang Photo Keliling" yang Berani Mengakui Kesalahannya


BANDUNG - Seorang tukang foto keliling, Kusnadi (45) mengakui kesalahannya karena telah menaiki kursi di Jalan Asia Afrika saat memotret parade Asia Afrika pada Sabtu (25/4/2015). Kusnadi pun dihukum oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yaitu dengan melakukan push up 60 kali dan mengepel trotoar di Jalan Braga.

"Waktu itu saya sadar enggak sadar naik ke kursi untuk motret. Saya naik di bagian yang kuatnya untuk menopang. Saya tidak merusak," ujar Kusnadi usai meminta maaf dan menerima hukuman di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Jumat (1/5/2015).

Namun dirinya mengakui kesalahannya meski tak berniat sedikit pun untuk merusak kursi-kursi yang telah dipasang oleh Pemkot Bandung untuk menyambut peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) tersebut.

"Waktu itu pas saya naik ada relawan yang mengingatkan, kasih tau saya tidak boleh diinjak. Saya langsung turun," katanya.

Pemberitaan soal banyaknya fasilitas yang rusak termasuk kursi, membuat Kusnadi cukup terusik. "Saya pun menghubungi teman saya yang bisa memediasi saya supaya saya bisa ketemu Kang Emil untuk minta maaf," tutur Kusnadi.

Warga Lembang itu pun meminta maaf dan menyatakan tak akan mengulangi perbuatannya. Selain menerima hukuman, Kusnadi pun menyatakan akan menyumbangkan foto-foto yang diambil saat Peringatan KAA lalu oada Pemkot Bandung.

Kuliner Ekstrim "Olahan Daging Ular Kobra" di Istana Raja Kobra Bandung


Tidak banyak orang yang berani menyantap olahan daging ular. Selain membayangkan ular sebagai hewan reptile yang menakutkan dan berbahaya, daging ular bukan santapan lazim seperti ayam atau sapi. Tentu  saja, ada rasa jijik yang muncul untuk pertama kali saat daging ular dihidangkan di atas meja makan.

Sebenarnya, kita tidak perlu terkejut dengan olahan daging ular yang dijual bebas. Hampir di semua daerah ada yang menjual menu semacam ini. Bandung pun tidak mau ketinggalan. Di salah satu restoran bertajuk Istana Raja Kobra, pengunjung dapat memesan beraneka menu dari hewan ular.

Istana Raja Kobra Bandung | Foto : www(dot)infobdg(dot)com
Meski Istana Raja Kobra menyuguhkan menu yang sangat tidak biasa dikonsumsi, namun tetap saja ada pengunjung yang datang. Ada yang sekadar ingin mencari pengalaman mencicipi daging ular, ada pula yang menjadikannya semacam kebiasaan. Dalam arti kata, mereka wajib menyantap daging ular ini per periode tertentu. Misal, seminggu sekali, sebulan sekali, atau sebagainya. Alasannya, karena daging ular menyimpan berjuta manfaat untuk tubuh. Sehingga penting untuk dikonsumsi.

Menu olahan daging ular yang paling populer dari restoran ini terdiri dari:

Darah Ular



Whueekkss! Membayangkan minum darah ular saja pasti sudah sangat menjijikkan, apalagi benar-benar meminumnya secara langsung, bukan? Anda yang tidak bernyali dengan santapan ekstrim, memang sebaiknya melambaikan tangan saja. Tapi, bagi Anda yang berkepentingan mendapatkan manfaatnya, bolehlah sekali-sekali mencobanya.

Yang terbesit dalam pikiran Anda adalah bau amis darah. Darah apa saja pasti mengandung bau amis yang bikin mual. Apalagi bila ditambah dengan empedu. Wah, rasanya pasti tidak karu-karuan. Tapi, menu darah ular di Istana Ular Kobra tidak demikian. Sebab darah ular Kobra yang disajikan dalam cangkir kopi sudah diracik dengan bahan-bahan lain, yakni madu dan arak tradisional China. Sehingga yang terasa di lidah adalah manis madu tanpa bau amis sama sekali.