Sabtu, 20 Februari 2016

Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat Edisi Comic Strip Part I

Assalamualaikum

Weekend ini saya kembali berkumpul bersama teman-teman Street Photography Festival 2015 setelah kami sibuk dengan urusan masing-masing sejak akhir desember lalu. Namun saya tidak akan menceritakan tentang mereka. Saya akan melanjutkan seri Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat, kali ini tentang Comic Strip. Saya mengubah kata "Padang" dengan "Sumatera Barat" karena memang teman-teman yang berkarya di Padang tak semuanya asli orang Padang.

Dikutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia. Strip komik adalah sebuah gambar atau rangkaian gambar yang berisi cerita. Strip komik ditulis dan digambar oleh seorang kartunis, dan diterbitkan secara teratur (biasanya harian atau mingguan) di surat kabar dan di Internet. Di Britania Raya dan Eropa, strip komik juga diterbitkan secara berseri dalam majalah-majalah komik, sementara kisah sebuah strip kadang-kadang bersambung hingga tiga halaman atau lebih. Strip komik juga telah muncul dalam majalah-majalah AS, seperti misalnya Boy's Life.

Sekarang mari kita lihat satu persatu comic strip (strip komik) yang dibuat kreator dari Minangkabau. Klik judul masing-masing comic strip untuk menuju ke halaman sumber. 



Pengguna media sosial Facebook, Twitter, Instagram ataupun Line dari Sumatera Barat pasti sudah banyak yang tau akun ini. Si Bujang menjadi tokoh yang fenomenal karena membahas tentang kejadian yang sedang hangat dibicarakan. Si Bujang, komik strip dari Minangkabau yang mengangkat isu-isu sosial masyarakat maupun politik, seni dan budaya. Begitulah deskripsi di laman akun Si Bujang. Kreator comic strip ini adalah Iggoy El Fitra, yang merupakan salah satu wartawan terkenal di Antara Sumbar. Isi cerita dalam setiap comic strip Si Bujang selalu menceritakan sebuah peristiwa dengan gaya yang satir dan mewakili kekesalan serta tanggapan masyarakat terhadap berita yang banyak muncul. Diantaranya kabut asap Sumatera, kisruh PSSI, Tour de Singkarak, Batu Akik, Selfie, Masjid Raya Sumatera Barat, terorisme, korupsi, dll.
Salah satu penyanyi asal Korea mengatakan bahwa setiap karya yang kita buat untuk ditampilkan kepada publik, akan menjadi milik publik. Mereka berhak menilai karya tersebut dan pasti akan ada pro-kontra. Banyak yang pro terhadap cerita Si Bujang namun banyak juga yang kontra.
Saya menilai, Si Bujang adalah salah satu comic strip tersukses di Sumatera Barat. Karena setiap karya yang bagus akan selalu mendapatkan respon yang tinggi dari masyarakat, baik itu pro maupun kontra.



Si Buyuang berasal dari Bukittinggi, demikianlah deskripsi yang ada tentang Buyuang. Cerita yang disajikan Buyuang lebih banyak tentang kejadian sehari-hari disekitar kota Bukittinggi dengan tambahan komedi. Salah satunya yang saya suka adalah tukang parkir UFO di Jam Gadang yang saya cantumkan di atas. Kelucuan dari cerita Buyuang sering disajikan di akhir cerita, seperti stand up comedy ya, haha. Sampai saat ini saya tidak tahu siapa kreator Si Buyuang, mungkin pembaca bisa bantu saya di kolom komentar jika ada yang tau. Yang jelas Si Buyuang telah menjadi ikon comic strip nya Bukittinggi.



Ijom and friend adalah comic strip minang yang menceritakan petualangan karakter bernama Ijom bersama teman-temannya. Ada Ijom & Bara ada Ijom & Bujang ada Ijom & Yondrilianti Art, bisa dibilang Ijom ini karakter yang mudah bergaul, hehe. Ketika saya lihat, comic strip ini tidak memiliki satu tema yang tetap namun memiliki karakter anak muda kekinian. Kreator Ijom bernama Topfik.



Pendekar Nusantara berisi banyak karakter yang terdiri dari semua pendekar yang ada di tanah air. Walaupun namanya Pendekar, namun ceritanya justru bukan tentang duel atau perkelahian antar pendekar. Kejadian sehari-hari ditambah unsur komedi menjadi andalan comic strip ini. Hampir sama dengan Si Buyuang namun ciri khas pakaian pendekarnya lah yang menjadi pembeda. Kreator Pendekar Nusantara bernama Irvan Putra.

Demikian ulasan saya kali ini, semoga bermanfaat. Bagi yang penasaran kenapa saya bikin judul dengan embel-embel part I, karena masih akan ada part selanjutnya. Ya untuk edisi comic strip saya mendapatkan cukup banyak referensi. Dukung terus karya urang awak, jangan lupa like/ follow akun mereka ya, share juga ke teman-temanmu yang aktif di media sosial.

Saya bikin tulisan di blog ini hanya ketika saya sempat, so kalau kamu gak mau ketinggalan silahkan subscibe/ bookmark/ add to circle. Terima kasih.

Selasa, 16 Februari 2016

LGBT Semakin Memprihatinkan

Assalamualaikum

Sebelum saya melanjutkan seri "Kreatifitas Anak Muda Padang" atau mungkin bisa saya perluas lagi nanti menjadi "Kreatifitas Anak Muda Sumatera Barat/ Minang". Saya ingin membahas hal lain yang sedang banyak dibicarakan orang yaitu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).

Jika kita searching di pencarian google, akan banyak tulisan mengenai LGBT. Baik itu pro maupun kontra. Namun saya menemukan hal aneh, dimana halaman pertama pencarian saya, kebanyakan pro terhadap LGBT. Bisa jadi karena saya salah memilih keyword (maybe). Ya saya menemukan banyak sekali informasi dan berita tentang LGBT. Ada beberapa kalangan menilai bahwa LG, B dan T sebenarnya terpisah dan tidak dapat digabung. Ada lagi pendapat lain bahwa LGBT harus diubah menjadi LGBTI, dimana I adalah Interseks, saya tidak terlalu tahu Interseks ini apa.


Saya beragama Islam, dan dahulu pernah ada satu kisah nabi. Nabi Luth dan kaum LGBT, dimana pada zaman itu banyak sekali manusia yang mempunyai orientasi seks menyimpang. Hingga akhirnya Allah SWT membinasakan kaum tersebut. Padahal sudah diciptakan laki-laki dan wanita, sesuai dengan kodratnya. Ya jika anda ingin mengomentari saya, saya memang orang yang sangat tidak setuju dengan adanya LGBT.

Menurut saya, LGBT bukan lah sebuah kejadian alami, jadi kalau ada kaum LGBT yang bilang, "ini lah jati diri kami", itu semua adalah pemahaman yang salah. LGBT bisa terjadi karena adanya pengaruh sosial. Diantaranya KDRT, pengaruh teman, jomblo seumur hidup (ups sorry), dikecewakan kekasih, ditinggal nikah, macam-macam deh. LGBT adalah penyakit, bukan jati diri. Maka para pesakitan ini hendaknya kita kasih obat biar sembuh.

Saya memberi judul memprihatinkan bukan semata-mata ingin membahas seperti yang dibahas orang kebanyakan. Tapi saya ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda. Saya ingin kita melaju agak kencang, karena fenomena ini pun berkembang sangat cepat.

Saat sekarang ini LGBT telah menimbulkan banyak sekali kerusakan moral dan pandangan. Bahkan kita yang bukan pendukung LGBT pun terkena imbasnya. Beberapa waktu yang lalu saya melihat dua orang pria duduk di foodcourt, dan beberapa orang lainnya berbisik "LGBT, LGBT". Wong gendeng, boleh jadi mereka memang sahabat dan ingin nongkrong-nongkrong, malah dikatain LGBT. Kemudian ada lagi kejadian lain, ketika seorang teman ingin menginap di rumah teman lainnya karena bosan dirumah, yang lain malah bilang "LGBT, LGBT, homo homo". Lha itu kan biasa aja, kalo ada teman main kerumah bagus kan, ada yang bisa diajak ngobrol, main game, dll.

Lama kelamaan sindiran atau candaan ini mungkin bisa berujung kepada pertengkaran, permusuhan sampai pembunuhan. Eh ada lagi yang lebih sadis, fitnah. Solusi terbaik yang kita miliki pada saat sekarang adalah menyelesaikan akar permasalahan yaitu fenomena LGBT, mereka yang LGBT Asli harus segera dibina agar kembali normal. Ya kalau tidak bisa dibina, dibinasakan saja, agar tidak merugikan kepada pihak lain.
Mudah-mudahan Indonesia melarang tegas LGBT  lewat berbagi peraturan atau undang-undang seperti yang dilakukan oleh negara Rusia.

Semoga tulisan saya bermanfaat. Silahkan berkomentar di bawah postingan ini. Saya akan bikin tulisan baru kalau saya sempat, dan kalau kamu gak mau ketinggalan, jangan lupa SUBSCRIBE.
Terima Kasih.

Kamis, 11 Februari 2016

Kreatifitas Anak Muda Padang Edisi Youtubers

Assalamualaikum
Selamat sore, hari ini cukup cerah setelah beberapa hari hujan deras mengguyur kota Padang. Alhamdulillah ada celana dalam yang kering hari ini sehingga tak perlu untuk menggantung "segitiga sakti" ini di dalam kamar dan mengipasnya dengan kipas angin besar agar cepat kering.

Sebenarnya saya punya 2 topik menarik yang mau saya tulis hari ini. Entah kenapa saya lupa semua nya. Akhirnya beginilah tanpa ada persiapan khusus saya akan mencurahkan langsung isi kepala saya di tulisan kali ini.

Jeng jereng jeng jeeeeng ... Kreatifitas Anak Muda Padang 2016 versi Kurniadi Ilham A.K.A Adiya Hizaki A.K.A Chou K.Yin A.K.A Kai. Ada dari berbagai kategori tapi sepertinya hanya yang saya tahu saja, jika teman-teman mengetahui hal lain yang kreatif silahkan cantumkan di komentar di bawah tulisan ini.

Sudah banyak anak muda Padang yang membuat channel youtube sendiri, ada yang membahas tentang kuliner, ada yang bikin video komedi, ada yang bikin film pendek, ada yang bikin review produk, ada yang bikin cover musik. Nah yang dibawah ini adalah beberapa Youtubers/ Youtube channel yang saya tahu.

1. Malubatung by SM Production


Channel ini bikin review tentang Cafe/ Kedai/ Kuliner hits di Kota Padang. Dipandu oleh duo Andre-Ramzi yang merupakan personil Goodbye John (serasa Desta - Vincent kali ya?)



2. Pacah Paruik by Teguh Prasetyo

Teguh Prasetyo atau Praz Teguh adalah salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4 di Kompas TV. Sekarang dia banyak membuat video Lipp di akun instagramnya dan Pacah Paruik di Youtube.



3. Kill La Rock

Band beraliran Rock Alternatif ini banyak meng-cover lagu One Ok Rock dan sudah tampil di beberapa acara musik di Padang. Walaupun sudah sering berganti personil khususnya vokalis dan drummer tapi band ini tetap solid hingga saat ini. Salah satu personilnya juga sering membuat cover bass di akun youtube pribadinya.


4. Awlia Fadhli 

Channel Awlia Fadhli berisi review produk dan cover gitar. Salah satu yang saya suka adalah video dibawah. Walau ini video review pertama nya tapi saya rasa sudah sangat bagus dan banyak respon dari pengguna lain.


Oke guys, sekian info hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian. Saya akan nulis lagi kalau sempat dan ada waktu, oleh karena itu silahkan subscribe biar gak ketinggalan postingan selanjutnya.
Tulisan selanjutnya akan membahas tentang "Special Event" dan "Comic Strip". 

Senin, 30 November 2015

Street Photography Festival 2015 "Jendela Dunia Untuk Mentawai"

Mentawai dikenal sebagai negeri tato, surga wisata, surga flora dan fauna dan surganya surfer.

www.seabournsurf.com
Tato Mentawai atau Titi adalah jenis tato yang dilukis di atas tubuh orang di suku Mentawai di kepulauan Mentawai. Bagi orang Mentawai, tato merupakan busana abadi yang dapat dibawa mati. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Mentawai. Mentawai pun memiliki alam yang sangat indah, flora dan fauna langka banyak ditemukan disini. Apalagi terjangan ombaknya yang sangat tinggi, menjadikan Mentawai sebagai penyelenggara World Champions Surfing Series atau Seri Kejuaraan Dunia Selancar Air yang dijadwalkan tiap bulan Agustus. Dengan adanya kejuaraan ini, Mentawai bisa menjaring 3000 wisatawan asing pada 2007. Sebanyak 60% dari wisatawan yang datang berasal dari Australia, 39% dari Amerika Serikat, dan sisanya dari Eropa, dan Asia. Wisatawan rata-rata menghabiskan US$ 2.500 selama berselancar di Mentawai.

Mentawai adalah negeri yang indah, bagaikan seorang putri yang sangat cantik. Namun kondisi rakyat disana sangat jauh dari kata mewah, apalagi dari segi pendidikan.

SD di Tinambu, Siberut, Mentawai © Zulfikar (Sawokuini Production)
Kondisi ini bagaikan luka di tubuh seorang putri nan cantik dan elok. Itik berenang dalam air mati kehausan, ayam bertelur di padi mati kelaparan. Tentu kita pernah mendengar peribahasa tadi di bangku sekolah. Keterbatasan sarana prasarana di segi pendidikan adalah salah satu hal yang menjadikan peribahasa tadi sangat cocok digunakan. Di daerah Tinambu, Siberut, satu sekolah dasar terdiri dari empat kelas. Mereka dididik oleh dua orang guru dalam satu ruangan tanpa sekat antar kelas.

Kondisi tersebut membawa Komunitas Street Photo Hunter untuk ikut andil membantu pendidikan dasar di Tinambu, Mentawai melalui media street photography. Komunitas Street Photo Hunter membentuk sebuah event bernama Street Photography Festival, Sumatera Barat dengan tema Jendela Dunia untuk Mentawai. Kegiatan ini terdiri dari empat kegiatan utama dan dua kegiatan pendukung. Kegiatan utama terdiri dari Pameran Foto, Workshop Street Photography, Photowalk dan Lelang Foto. Sedangkan untuk kegiatan pendukung ada panggung hiburan akustik dan street food. Untuk persiapan dan pelaksanaan, Street Photo Hunters menggalang dana dengan cara crowdfunding.


Street Photography Festival 2015 © Oscar Perdana (Zimper Grafika)
Ketua Pelaksana Street Photography Festival, Muhammad Ikhwan menerangkan, “Street Photography Festival, Jendela Dunia untuk Mentawai adalah sebuah kegiatan, simbol dan kunci agar bisa menyentuh banyak pihak. Kami ingin kegiatan ini menghasilkan dampak positif bagi semua orang. Pameran Foto di ruang publik bertujuan untuk menampilkan karya fotografi kepada publik. Workshop Street Photography dan Photowalk adalah sarana edukasi street photography di Sumatera Barat. Di kegiatan lelang foto, kami mengundang banyak pihak, pelaku usaha, seniman, penikmat foto, stakeholder di Sumatera Barat. Hasil lelang foto akan kita salurkan untuk sarana prasarana pendidikan dasar di Tinambu. Kami ingin membukakan jendela dunia untuk anak-anak ini, membuka jendela hati kita semua agar lebih peduli terhadap sesama. Saya yakin jika tujuan ini sampai kepada banyak orang, akan ada jendela-jendela dunia lain yang akan muncul. Seperti efek I like Monday yang menyebar seperti virus.”

Street Photography Festival 2015 akan dilaksanakan mulai tanggal 11-12 Desember 2015 di Badan Perpustakaan Daerah dan Kearsipan, Sumatera Barat. Untuk info lebih lengkap silahkan kunjungi streetphotohunters.blogspot.co.id atau hubungi 08982698071.

original post by streetphotohunters

Jumat, 06 November 2015

Jendela Dunia untuk Mentawai

Assalamualaikum

Hari ini saya sedang berada di Bank Indonesia, Padang dalam kegiatan Pesta Wirausaha Tangan di Atas. Saya ikut memeriahkan ini di booth komunitas nomor 22, Street Photo Hunters.

Di kegiatan ini saya meng-kampanye-kan Jendela Dunia untuk Mentawai. 

Copyright Zulfikar

Jendela dunia untuk Mentawai adalah sebuah program amal untuk pendidikan anak-anak di Bumi Sikerei melalui fotografi. Mentawai adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang terpisah dengan pulau Sumatera. 
Wilayah yang jauh dari pusat kota membuat daerah ini lambat berkembang, termasuk dari segi pendidikan. Pendidikan di Mentawai sangat terbatas, baik dari segi perlengkapan maupun peralatan, khususnya di Bumi Sikerei. Mereka sekolah di Balai-Balai Desa tanpa adanya sekat antar kelas, empat kelas dengan dua orang guru. 
Lemari buku juga belum ada, oleh sebab itu semua buku di bawa pulang oleh guru setelah proses belajar mengajar selesai. Di sisi lain, anak-anak ini memiliki semangat yang tinggi untuk sekolah. Orang tua mereka pun sangat ingin anak-anaknya untuk bisa sekolah. 
Ironi, anak-anak ini memiliki keinginan yang kuat namun tidak memiliki prasarana yang memadai.

Demikian narasi yang disampaikan Muhammad Ikhwan, Ketua Street Photography Festival 2015 Sumatera Barat. Street Photo Hunters ingin agar hasil karya ini tidak hanya bernilai dari sisi seni, namun juga berdampak secara langsung maupun tidak langsung kepada kehidupan sosial, ekonomi, masyarakat, dll.

Dari sisi seni tentunya kegiatan SPH sampai saat ini sudah memberikan dampak yang besar, tidak hanya di Sumatera Barat, bahkan sudah sampai ke level internasional. Contohnya, SPH pernah ikut andil dalam kegiatan One Minute On Earth, sebuah kegiatan amal untuk anak-anak Jalanan di Afrika yang di manage oleh Kujaja di Jerman.
Dari sisi sosial dan charity SPH tidak ingin hanya sekedar memberikan begitu saja. SPH ingin pesan dan keinginan mereka untuk membantu anak-anak di Bumi Sikerei juga dirasakan oleh banyak orang. Oleh karena itu kegiatan dimulai dari Pameran Foto (Mengenalkan Street Photography) > Workshop Street Photography (Edukasi) > Street Hunting (Mengaplikasikan ilmu yang didapat dari Workshop) > Lelang Foto (Penjualan hak pakai foto) > Jendela Dunia untuk Mentawai (Kegiatan amal). Jadi kegiatan ini bisa menjangkau banyak pihak, tidak hanya Penyelenggara, Donatur dan Anak-Anak di Bumi Sikerei, tapi juga bisa menyentuh hati orang banyak.

Kamu bisa ikut membantu secara aktif dengan cara donasi ke kitabisa.com/jendeladuniamentawai/  (reviewing). Video campaign Jendela Dunia untuk Mentawai bisa dilihat di https://www.youtube.com/JendelaDuniaUtkMentawai 

Secara individual, saya sempat berpikir kenapa pendidikan di Bumi Sikerei sangat jauh dari kata memadai. Bisa teman-teman bayangkan satu ruangan dibagi 4 kelas, tidak ada sekat, duduk saling membelakangi dengan kelas lain, yang ini belajarnya berhitung yang dibelakang belajarnya membaca, suara bercampur dalam satu ruangan, dua guru berganti-gantian mengajar di empat kelas. Ketika saya bertemu aktivis dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai. Mereka mengutarakan bahwa anak-anak di Bumi Sikerei sangat membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, buku pelajaran, seragam sekolah, tas sekolah, sepatu, buku pelajaran, lemari buku, dll. Namun yang menjadi prioritas mendasar adalah guru dan trainer untuk para guru. Guru disana rata-rata merupakan penduduk asli tamatan SMA. 

Saya sendiri pernah menjadi guru SMK selama satu semester. Melihat keadaan di Bumi Sikerei ini saya merasa sangat tersentuh. Kondisinya sangat berbeda dengan sekolah yang saya kunjungi. Dari video dokumentasi yang direkam oleh Zulfikar, saya mendapatkan gambaran jelas kondisi disana. Ternyata jauh lebih menyedihkan dibandingkan dengan yang saya bayangkan. Saya pun menitikkan air mata ketika melihat video dokumentasi tersebut. Untuk orang yang jarang mengeluarkan air mata, ini merupakan sebuah keadaan yang luar biasa bagi saya. 

Saya bertanya kembali, apakah program SM3T dari Universitas Negeri Padang, Perguruan Tinggi tempat saya bernaung tidak menyentuh daerah ini. Padahal saya pernah mendapatkan informasi bahwa SM3T juga ada untuk daerah Mentawai. Ternyata program yang menyediakan calon guru ini diperuntukkan untuk daerah Papua, Nusa Tenggara dan Aceh. Mungkin ada beberapa alasan oleh para pengambil kebijakan kenapa Mentawai tidak termasuk dalam SM3T, saya tidak tahu. Tapi keadaan ini seperti pribahasa yang pernah saya dengar sewaktu masih berseragam SD, "Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, Semut di seberang lautan tampak". Ini adalah realita pribahasa yang saya pelajari saat SD, teman-teman semua apakah merasakan hal yang sama dengan saya?

Jumat, 02 Oktober 2015

Wadah Fotografi Orang Minangkabau, #udaunipajalan

Hai

Butuh tenaga ekstra disaat saya melakukan banyak hal sekaligus, kuliah, kerja, kegiatan di Street Photo Hunters, mempersiapkan event Street Photography Festival dan ada satu lagi yang baru. Kali ini saya mau cerita tentang Uda Uni Pajalan. 

Uda uni pajalan adalah gagasan dari Tomi Saputra, salah satu senior saya ketika di bangku SMA. Ide nya sederhana namun elegan. Kenapa sederhana? Tujuan dari Uda Uni Pajalan adalah sebagai wadah fotografi untuk semua orang Minang, dimanapun mereka berada, apa yang mereka lihat, apa yang ada di sekitar mereka. Lantas kenapa saya sebut elegan? Karena cuma untuk orang Minang saja. Seperti yang kita tau, orang Minang sangat suka merantau, mereka ada dimana-mana, pastinya semua foto akan jadi beragam. 

How it works?
Uda Uni Pajalan dikemas dalam sebuah akun @udaunipajalan dengan hashtag #udaunipajalan di Instagram. Nantinya kamu juga bisa melihat karya fotografi dari uda uni dari berbagai daerah. Foto yang sudah masuk dengan hashtag #udaunipajalan akan dikurasi oleh tim kurator dan tampil di akun @udaunipajalan. Kamu bisa upload foto apapun, kecuali selfie sama nude ya. Silahkan berkreasi, potret apa yang uda uni suka.

Kamu orang Minang dan suka fotografi? Yuk upload foto mu di instagram dan sertakan hashtag #udaunipajalan. 

Terima kasih, sampai jumpa di postingan saya selanjutnya. 

[EVENT] Beramal Lewat Fotografi

Tahun ini, event internasional ONE MINUTE ON EARTH kembali diadakan. Event ini adalah event amal lewat fotografi. Sebelum saya jelaskan prosedurnya ada baiknya saya ceritakan sedikit latar belakang event ini.



One Minute On Earth digagas oleh Gido dan Jo Williams, Street Photographer yang berdomisili di Jerman. Mereka berdua adalah founder dari kujaja.com, sebuah organisasi fotografi yang berbasis di Hamburg, Jerman. Ide ini tercetus begitu saja, iseng-iseng, namun ternyata ini adalah ide yang sangat brilian. Mereka ingin memberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan lewat fotografi. Satu menit, bisakah untuk merubah dunia, bisakah untuk membuat dampak yang besar. Ternyata bisa jika dilakukan oleh banyak orang. Kita hidup didunia ini dalam rentang waktu yang berbeda, kamu bisa saja membaca postingan ini pada malam hari, di luar sana ada orang lain membaca nya di siang hari.

One Minute On Earth, bersama-sama memotret dalam waktu satu menit, di seluruh dunia. Foto dari semua fotografer tadi akan dikemas menjadi satu buku (photobook), tentunya setelah proses kurasi. Kemudian buku tersebut dijual secara online melalui blurb.com. Profit/ keuntungan dari penjualan buku ini akan didonasikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Di tahun 2013, profit didonasikan untuk anak-anak jalanan di Kolkata, India. Tahun 2014, didonasikan untuk panti asuhan di Cape Town, Afrika. Sedangkan untuk tahun ini akan didonasikan untuk anak-anak di daerah Middle-East.

Tahun 2015 ini, One Minute On Earth kembali diadakan pada tanggal 10 Oktober jam 10:10:10 GMT atau jika dikonversi ke waktu WIB di Indonesia jam 17:10:10. Hanya satu menit, artinya selesai pada jam 17:11:10 WIB. Event ini terbuka untuk umum, yang artinya tidak hanya fotografer profesional yang bisa ikut. Lantas bagaimana prosedurnya? Mari kita ikuti langkah di bawah ini.
  1. Mendaftar di situs http://www.kujaja.com/en/
  2. Setelah kamu menjadi member kujaja, buka http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  3. Klik join this book
  4. Kemudian kamu sudah bisa bergabung di event ini bersama seluruh fotografer yang ikut OMOE 2015, kamu bisa cek siapa saja yang ikut pada tab member
  5. Silahkan kamu koreksi waktu untuk daerahmu, misalnya untuk WIB, menjadi jam 17:10:10.
  6. Kamu boleh memotret apapun yang kamu suka (landscape, seascape, street photography, people, flower, portrait, conceptual) dengan satu syarat, ada unsur langit dalam fotomu
  7. Kamu bisa mengajak teman atau komunitas mu untuk bergabung dan bisa memotret bersama
  8. Persiapkan semua nya sebelum jam yang ditentukan agar disaat eksekusi kamu sudah siap
  9. Kamu boleh memotret sebanyak yang kamu mau dalam rentang waktu satu menit.
  10. Pilih 3 foto terbaikmu (maksimal 5) untuk diupload di kujaja, kamu bisa menguploadnya di link http://www.kujaja.com/en/photobooks/show/one-minute-on-earth-2015
  11. Jika kamu tidak bisa memotret 3 foto dalam satu menit, misalnya kamu terkendala karena cuaca. Kamu bisa mengupload satu foto saja.
  12. Untuk perlatan, tidak ada batasan, kamu bisa menggunakan kamera handphone, kamera compact, kamera mirrorless atau kamera DSLR.
  13. Upload dengan ukuran 3000x2500 pixel dgn min 240dpi!!), lebih dari itu lebih baik. Editing minor diperbolehkan.
  14. Watermark dan Border tidak diperbolehkan
  15. Sertakan keterangan pada bagian deskripsi (deskripsi foto dan deskripsi tentang kamu)
  16. Foto yang sudah diupload nantinya akan dikurasi oleh tim kurator kujaja
  17. Foto yang sudah dikurasi akan dimasukkan ke dalam photobook sedangkan untuk foto yang tidak lolos kurasi tidak akan dimasukkan ke dalam photobook, tapi masih akan tayang di situs kujaja
  18. Foto yang masuk ke kujaja otomatis akan diberi hak cipta dari kujaja (copyright) 
  19. One Minute On Earth adalah non-profit book. Untuk buku profitnya akan didonasikan 100% untuk anak-anak di Middle-East
Hope you all join. Saya sendiri sudah bergabung dan ini adalah kali kedua saya ikut One Minute On Earth. Pada saat memotret, walaupun sendirian tapi saya tidak merasa sendiri, karena di saat bersamaan saya dan rekan-rekan lain di seluruh dunia sama-sama memencet shutter.

Bagaimana? Sekarang kamu percaya satu menit bisa menghasilkan dampak yang besar?