Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2016

KIRA Tampilan Baru?

Oke, mungkin beberapa orang bertanya kenapa banyak produk di Kira Shop Padang banyak yang hilang. Ya, aku memang sengaja menghapus barang-barang terdahulu. Alasannya simple, pertama, karena beberapa produk sudah tidak available lagi. Kedua, karena beberapa produk sudah tidak up-to-date. Ketiga, karena banyak sekali produk yang tidak tersusun rapi, sehingga kamu sebagai pelanggan merasa kesulitan saat akan mencari produk.

Aku tetap menggunakan logo yang sama, banner yang sama. Aku cuma memperbarui album foto dan postingan. Album foto sudah dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil, jadi lebih mudah untuk menemukan yang diinginkan. Contoh nya "Souvenir Pernikahan Harga Di Bawah 5000 (Ready Stock)". Dan juga dari foto postingan, mungkin kamu bisa bandingkan sebelum dan sesudah.

Sebelum

Sesudah
 
Sekarang kamu gak perlu capek-capek liat deskripsi di bagian bawah, karena info nya udah lengkap di gambar. Yang penasaran, langsung aja cek ke https://www.facebook.com/kirashoppadang/

Update untuk instagram dan twitter menyusul ya.

Selasa, 12 April 2016

Padang Banyak Event

Malam ini saya ngumpul sama teman-teman Street Photography Festival 2015. Namun kami tidak membicarakan tentang kegiatan festival yang ingin diadakan tahun 2016 ini. Justru kami membahas event-event lain yang saat ini sedang rame-rame nya di Padang.

Banyak nya event yang diadakan di kota Padang tentu menghadirkan banyak keuntungan, namun juga banyak kerugiannya. Keuntungannya tentu saja, Padang semakin rame, pertumbuhan ekonomi mikro dan makro semakin berkembang, dan semakin banyak pekerjaan dadakan yang bisa dibuat untuk menyambut event-event ini. Kerugiannya, karena banyak jadwal yang bertubrukan maka tentu saja ada yang rame, ada yang sepi. Tapi saat ini saya melihat banyak bermunculan EO baru yang kreatif dengan metode dan cara-cara yang segar. Semoga semakin memacu kreatifitas pemain lama juga untuk memperbaharui metode nya.

Yok, kita cek satu persatu. Saya mulai dari akhir 2015, karena memang lagi rame-rame nya saat itu. Mungkin ada beberapa kekurangan, karena saya posting cuma yang saya tau. Kalau teman-teman punya rekomendasi event lain rentang akhir 2015 sampai sekarang, silahkan tulis di komentar. 

Pertama ada event fotografi di tahun 2015 yaitu Street Photography Festival yang diadakan oleh Street Photo Hunters dan Gadgetgrapher Sumbar. Saya tau detail kegiatan ini karena saya ikut terlibat sebagai sekretaris kegiatan. Event ini adalah event Street Photography Festival pertama di Asia, jadi cukup berbangga. Di Eropa diadakan di London dan di Amerika diadakan di Miami. Walaupun belum mencukupi persyaratan sebagai sebuah festival, namun event ini sudah banyak diperbincangkan di berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia. Balapan juga sama India karena setau saya di India juga mau bikin di pertengahan tahun tapi akhirnya gabung sama London Street Photography Festival. Kemudian setelah event ini diadakan, daerah lain seperti Jakarta juga mau bikin. Wess kapan lagi kan, yang pertama justru datang dari Padang, biasanya kan Jakarta mulu.

Next, di awal 2016 ada dari dunia perfilman yang diadakan oleh komunitas Cinemama. Beberapa kru Cinemama juga menyempatkan hadir di acara Street Photography Festival Sumatera Barat. Mereka mengadakan pemutaran film dokumenter yang mereka buat bernama Ingatan Visual. Kurang lebih Ingatan Visual bercerita tentang budaya yang ada di Minangkabau, kebanyakan budaya baru dan juga seni tradisional yang sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Ada Tari Kain, ada Salawat Dulang, ada Silek Lanyah, dll. Jika sebelum-sebelumnya Sumatera Barat lebih dikenal dengan event Pacu Jawi, Tari Pasambahan, Tari Piriang dan Pacu Itiak. Cinemama mencoba mengambil sesuatu yang berbeda. Cara penayangannya cukup unik. Ada beberapa layar yang disediakan, masing-masing menampilkan satu kegiatan dan ada sesi wawancara dengan pelakunya. Keren.

Selanjutnya ada Padang Sound Project (PSP) dan Padang Dance Movement (PDM) di tahun 2016. Saya sendiri kurang tau detail event nya seperti apa, yang saya tau dari temen-temen ya 'dugem rame-rame' karena menghadirkan banyak DJ, disk jokey ya bukan Dijah Yellow atau Titi DJ. Di Jakarta sebelumnya ada DWP, konsepnya saya liat hampir sama. Event ini sangat meriah, karena menurut statistik saat ini minat masyarakat masih seputar Musik & Komedi. Kalau sebelumnya banyak sekali kegiatan Color Run, sekarang malah gak keliatan lagi.



Event audisi-audisi seperti Uda Uni & Putri Hijab juga tidak ketinggalan. Sayangnya saya tidak mendapatkan banyak informasi tentang Uda Uni. Kalau Putri Hijab saya liat digital flyer nya di akun Info Sumbar. Karena acaranya banyak yang dempet, alhasil Putri Hijab aja cuma mendapatkan belasan kontestan. Padahal acara nya di Hotel Axana lho, sebelumnya di Bumi Minang sih, pindah tempat, tempatnya kan gede tuh. Ini kurang informasi tentang event lain yang serupa atau berlomba-lomba siapa yang bisa menjaring peserta lebih banyak ya. Yah walaupun begitu, mudah-mudahan sukses dan yang terpilih bisa bersaing lagi di Jakarta.



Kemudian ada lagi event musik yang menghadirkan beberapa musisi yang, eeee bagaimana ngomongnya ya, saya juga gak terlalu paham soalnya, beberapa teman bilang folk. Tapi yang saya tangkap adalah musisi yang membawakan lagu yang puitis. Contohnya ada Sore, Efek Rumah Kaca (ini udah lama saya denger lagu-lagunya, dari SMA malahan), kemudian yang terbaru ada Payung Teduh. Band pembuka nya ada temen-temen saya dari Goddbye John. Semangat men, main yang keren.



Satu lagi yang tak kalah menghebohkan adalah MNEK yang diakan pemerintah. Opo Mnek? Eh salah, harus nya opo mneh, aku gak paham bahasa jawa padahal. Tu nya cuma opo iki dan mangan, haha malah ngawur. Kegiatan Komodo 2016 yang berisikan berbagai kegiatan dengan empat acara internasional di Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar akan dilangsungkan tanggal 12 hingga 16 April 2016. Ada 36 negara yang ikut, banyak ya. Yang jelas dari berbagai sumber yang saya dapat, ini adalah kegiatan latihan militer bersama. Ada Lomba Marandang dan Peresmian Tugu Merpati Perdamaian di Danau Cimpago dan Pantai Muaro Lasak oleh Presiden Jokowi. Kemudian ada juga kegiatan lain yaitu pertandingan bola pantai.
Saya jadi ingat film Battleship, ada latihan militer bersama yang diadakan Amerika Serikat, ada pertandingan bolanya juga yang dimenangkan Jepang. Tapi kemudian saat semua kapal perangnya latihan, muncul Alien menginvasi Bumi. Mudah-mudahan yang di Padang tidak terjadi hal seperti itu. Lagi enak-enak bikin rendang, muncul Alien minta rendang. Penduduk Bumi bilang, ini namanya rendang. Dan Alien menjawab, !@#$$%^&&*). Nah itu bahasa Alien, artikan sendiri. Akhirnya mereka berdebat kembali apa sebenarnya nama masakan ini, hingga terjadi Civil War. Tentukan pilihanmu, Team Bumi atau Team Alien.

Aduh ini kok semakin ngawur, ya sudah. Kita akhiri, semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda semua para pembaca. Abaikan omongan ngawur saya karena itu cuma sekedar candaan. Semoga saya tidak dicari oleh semua aparat yang membaca tulisan terakhir saya.

Terima kasih, bagi yang gak mau ketinggalan tulisan saya berikutnya, silahkan bookmark blog ini di browser kamu. Atau kamu juga bisa add to circle bagi yang suka buka google plus. Jangan lupa, seperti yang saya tuliskan tadi. Kamu juga bisa berbagi info event yang tidak ada di tulisan ini di kolom komentar. Mudah-mudahan saya bisa lanjutkan tulisan ini ke part II part III dan seterusnya. Sampai jumpa.

Jumat, 27 Februari 2015

Turn Your Hobby Into a Small Business

Hai, sore ini sebenarnya saya ingin membahas tentang beberapa komunitas seru dan unik yang ada di tanah air. Namun entah kenapa saya lebih memilih untuk menulis yang lain. Mungkin lain waktu saya akan menulis tentang komunitas seru dan unik.

Kali ini saya ingin membahas mengenai hobi. Yap, kita semua memiliki hobi, ada yang punya satu atau beberapa hobi, ada juga yang punya banyak hobi. Tapi bagaimana jika hobi tersebut menjadi sebuah bisnis? Banyak teman-teman saya di bidang fotografi, desain grafis dan videografi menjadikan hobi nya tersebut menjadi sebuah bisnis. Diantaranya teman saya Andre Pratama yang mendirikan Rumah Kreatif Akeo Art, Riska Aulia yang mendirikan Amore Shop, Brian Fadli Fahmi yang mendirikan Anak Karanggo Design Communication, Ijul Zukfikar yang mendirikan 45R, dan masih banyak teman-teman saya yang lain yang mendirikan usaha berdasarkan hobi nya.




Memiliki sebuah bisnis yang sukses memang sangat menyenangkan. Apalagi jika bisnis itu berasal dari hobi atau kegemaran kita. Banyak pakar memang menganjurkan orang-orang yang akan terjun ke bisnis untuk memilih bisnis dari apa yang kita suka (hobi). Memang ada apa dibalik bisnis berlatar belakang hobi ini? Menurut beberapa pebisnis, bisnis yang memiliki dasar hobi ini, akan membuat para pelakunya akan melakukan segala aktivitas bisnisnya dengan rasa senang dan segenap hati.

Maka karena bisnis ini dilakukan dengan totalitas dan rasa gembira maka bisnis ini memiliki kelebihan dalam mencapai keuntungan yang besar dengan waktu singkat. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena dengan kesenangan, seringkali pembeli sehobi yang datang tidak lagi sungkan untuk mengeluarkan uangnya dengan jor-joran.


Mereka pembeli yang memiliki hobi yang sama ini akan menilai benda dengan perasaan dan tidak lagi dengan pemikirna harga rasional. Hal ini sering terjadi pada beberapa bisnis misalnya pada bisnis barang antik yang pembelinya rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk memenuhi keinginannya. Dan hal ini umumnya juga terjadi pada bisnis-bisnis lain yang berlatar belakang hobi atau kesenangan. Namun untuk menjadikan hobi sebagai bisnis sukses yang menguntungkan Anda tak bisa sembarang dalam menjalankannya.

Lalu bagaimana menjalankan hobi untuk jadi bisnis yang sukses? Berikut ada 4 Tips yang bisa Anda coba untuk membuat hobi jadi bisnis yang sukses.

1. Buat Batasan Yang Jelas

Tips pertama adalah buatlah batasan yang jelas. Seringkali yang terjadi pada para pebisnis berlatar belakang hobi di lapangan ini adalah mereka tidak membuat batasan yang jelas antara hobi dan bisnis. Mungkin karena saking senangnya menjalankan aktivitasnya, mereka sering lupa kalau mereka juga sedang menjalankan bisnis.

Maka mereka banyak terlihat tidak ingat bahwa mereka harus professional. Akibatnya beberapa hal seperti perencanaan strategi usaha dan juga pembukuan seringkali terlupakan. Maka untuk itu Anda yang akan membuat hobi Anda sebagai bisnis harus selalu ingat batasan antara hobi dan bisnis yang sedang Anda kerjakan.

2. Terima Saran Dan Kritik

Tips kedua yang harus dilakukan untuk menjadikan hobi sebagai bisnis sukses adalah menerima kritik dan saran. Yang juga sering terjadi pada pebisnis berlatar belakang hobi ini mereka kurang bisa menerima saran dan kritik dari luar diri mereka.

Karena bergerak dari kegemaran yang sudah melekat lama pada dirinya, pebisnis ini menganggap dirinya sudah jago dan ahli. Padahal pada bisnis, para pelaku bisnis harus selalu rendah hati dan menerima masukan dari siapapun, terutama dari konsumen agar bisnisnya terus berkualitas dan lebih baik lagi.

3. Luangkan Waktu Lebih Banyak

Tips berikutnya adalah luangkan waktu Anda lebih banyak untuk hobi anda tersebut. Karena kebanyakan hobi sebelum dijalankan sebagai bisnis dilakukan hanya diwaktu senggang atau luang yang berdampak kurang fokus dengan hasil yang setengah-setengah.

Maka saat hobi dijadikan bisnis Anda harus total menjadikan hobi ini sebgai kegiatan utama Anda. Dengan porsi waktu yang lebih besar, maka anda bisa lebih fokus dan menghasilkan sesuatu yang besar dan tidak lagi setengah-setengah.

4. Jangan Cepat Berpuas Diri

Tips keempat adalah jangan cepat berpuas diri. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa para pebisnis yang berawal dari hobi ini umumnya memang mendapat untung besar dengan cepat. Efeknya mereka seringkali merasa sudah nyaman dan puas atas pencapaiannya saat itu.

Namun sebenarnya jika mereka mau berusaha lagi, mereka masih bisa naik level yang jauh lebih tinggi. Dan yang juga harus diingat adalah saat bisnis Anda sudah dikenal dan sukses, maka mau tidak mau bisnis Anda akan mendapatkan pesaing yang juga akan mengkikuti jejak Anda. Ini tentu seharusnya membuat Anda terus berusaha dan bekerja keras untuk terus menjadi yang terbaik.

Anda tentu tidak mau para pelanggan setia Anda kemudian berpaling pada pesaing karena produk atau layanan bisnis Anda yang stagnan? Ingat teori air yang diam yang akan menjadi buruk jika air itu tetap diam dan tak bergerak. Hal ini sama dengan bisnis. Jika bisnis Anda stagnan dan tidak bergerak maka bersiaplah untuk menerima kemungkinan yang buruk.

Ini berlaku untuk semua jenis  bisnis, termasuk bisnis yang berlatar belakang hobi. Maka dari itu Anda tidak boleh cepat berpuas diri. Anda harus terus bergerak agar hobi menjadi bisnis yang bertumbuh dan berjaya.

Semoga bermanfaat dan nantikan tulisan saya berikutnya tentang Mentoring - Creative Consultant - Penasihat bisnis.

*digital promosi, maxmanroe, pink studio, komunitas berbagi, google, dll

Senin, 23 Februari 2015

Penrose Impossible Triangle

Selamat malam

Malam ini tak banyak hal yang saya pikirkan. Saya kedatangan teman fotografer dari daerah Pekanbaru dan banyak ngobrol tentang fotografi dengannya.

Tapi yang akan saya bahas kali ini tidak berhubungan dengan dunia fotografi, masih tentang dunia bisnis. Saya membaca beberapa artikel belakangan ini tentang Impossible Triangle, setelah saya cari juga di google, ternyata ada juga istilah lain yaitu Penrose Triangle (Segitiga Penrose). Kita mulai dengan Segitiga Penrose dulu, baru kita lihat penerapannya.




Segitiga Penrose, juga dikenal dengan sebutan tribar, adalah sebuah objek mustahil. Pertama kali diciptakan oleh seniman Swedia, Oscar Reutersvärd pada tahun 1934. Kemudian dirancang secara berdiri sendiri dan dipopulerkan oleh matematikawan, Roger Penrose pada tahun 1950-an. Ia mendeskripsikannya sebagai "kemustahilan dalam bentuk termurni". Bentuk ini ditampilkan secara menyolok dalam karya seniman grafis, M.C. Escher, yang karya-karyanya sebagian terinspirasi oleh penggambaran awal dari objek mustahil semacam itu.

Gambar tersebut tampak sebagai sebuah bangun ruang, yang terbuat dari tiga balok lurus dengan penampang silang berbentuk segi empat, di mana ujung-ujungnya saling bertemu membentuk segitiga.

Pola bangun ruang tersebut sebenarnya tidak bisa direalisasikan dalam bentuk 3 dimensi. Meskipun begitu, memungkinkan untuk dibuat bentuk 3 dimensi yang tampak seperti pola tersebut, tetapi bila dilihat dari sudut pandang tertentu.

Segitiga Penrose disebut sebagai Impossible Triangle dalam dunia bisnis, awalnya untuk konstruksi bangunan, dimana terbagi menjadi tiga hal yang saling trade off yaitu kecepatan, kualitas dan biaya.


Jika Anda membangun gedung, maka Anda bisa mencapai kualitas nomor satu, kecepatan super tinggi, tapi dengan konsekuensi harganya akan mahal. Ketika Anda mengharapkan gedung terbangun super cepat, dan harga semurah mungkin, maka konsekuensinya kualitas akan terkorbankan. Intinya, dari ketiga atribut itu Anda tidak akan mungkin mendapatkan ketiga-tiganya sekaligus.

Sengaja saya menggunakan ilustrasi “segitiga kemustahilan” untuk menunjukkan bahwa Anda tak boleh serakah memenangi semua atribut. Fokuslah di atribut-atribut tertentu dimana Anda excellent, dan lupakan yang lain. Percaya saya, ketika Anda serakah maka Anda akan gampang masuk dalam lubang jebakan medioker. Anda akan menjadi pemain rata-rata.

Ketika MacBook Air ingin excellent di ketipisan dan keringanan, maka ia legowo untuk jeblok di kapasitas memori. Ketika Volvo ingin excelent di keamanan berkendara, maka ia legowo untuk jeblok di desain yang sporty. Ketika Zara ingin excelent di fesyen yang trendy (model berubah cepat) dan harga terjangkau, maka ia legowo untuk jeblok di sisi keawetan bahan.

Bagian tersulit seorang konsultan bisnis maupun konsultan ide kreatif bukanlah mendorong klien untuk mencapai excellence, tapi justru meyakinkan mereka agar legowo untuk underperform.

Sekian tulisan saya malam ini. Semoga bermanfaat dan nantikan tulisan saya selanjutnya.

*berbagai sumber

Sabtu, 21 Februari 2015

Sebuah Inovasi Series - Alat Pemisah Kuning dan Putih Telur

Selamat malam

Malam ini saya akan melanjutkan "Sebuah Inovasi Series", sebelumnya saya sudah bahas tentang PZ, Alat Makan Pizza. Nah kali ini saya akan membahas tentang alat sederhana namun memiliki fungsi yang sangat membantu. Seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya, mulai lah inovasi dengan sesuatu yang kecil namun memberikan dampak yang besar. 

Saya tidak tahu siapa yang pertama kali membuah alat pemisah kuning dan putih telur ini, sudah saya browsing namun tidak ketemu juga. Ada beberapa artikel yang mengatakan bahwa alat ini pertama kali masuk ke Indonesia dari Cina, ada juga yang mengatakan dari Surabaya. Mari kita lihat gambar alat pemisah kuning dan putih telur.

Biasanya untuk membuat kue, kita memisahkan kuning dan putihnya secara manual. Saya lihat ibu saya membuka telur dengan sangat hati-hati, kemudian dipisah bagian putihnya secara perlahan. Tentu membutuhkan kemampuan yang hebat, ketelitian dan timing yang pas. Saya sudah pernah coba sendiri dan sering gagal.

Alat ini memudahkan banyak ibu-ibu rumah tangga, koki bahkan untuk wanita-wanita muda yang belajar memasak. Fungsi lain, untuk kecantikan. Putih telur jelas dibutuhkan sebagai bahan master. Satu alat dengan dua fungsi, kecil, sederhana, namun banyak guna.

Mulai lah membuat inovasi, mulai dari hal kecil di sekitar kamu. Terima kasih dan semoga bermanfaat. Jangan lupa nantikan "Sebuah Inovasi Series" selanjutnya.

Kamu juga bisa pesan produk diatas disini: Alat Pemisah Kuning dan Putih Telur - KIRA Shop Padang

Lanjutan dari Rebranding: "REPOSITIONING"

Selamat siang, hari ini cuaca cukup cerah di Padang, sebenarnya sangat terik dan saya harus berada di bawah kipas angin saat ini karena saking panasnya. (belum mampu beli AC).

Oke, seperti janji saya sebelumnya di tulisan REBRANDING, akan saya lanjutkan dengan bahasan selanjutnya yaitu REPOSITIONING.

Apa itu Repositioning? Saya tidak akan bahas etimologi, bahasa atau kajian istilahnya dulu, menurut saya ribet. Di awal-awal ini kita bahas nya ringan-ringan aja dulu, bagian ribetnya nanti. Saya akan menjelaskan arti Repositioning lewat gambar di bawah ini.


Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ikan-ikan tersebut pindah ke akuarium yang lebih besar. Ikan tumbuh seperti hewan lainnya, ukurannya bertambah besar dan panjang dari waktu ke waktu (kecuali gak dikasih makan, ya mati). Seiring semakin besar dan panjangnya ikan-ikan tadi, maka mereka membutuhkan ruang yang besar juga. Lantas bagaimana kaitannya dengan Repositioning? Nah kita akan masuk ke dunia usaha. Yang ini mungkin lebih rumit dari penjelasan tadi, tapi jika kamu sudah paham dengan apa yang saya jelaskan diatas, kamu akan lebih mudah memahami tentang Repositioning dalam sebuah usaha.

Repositioning punya kaitan yang erat dengan Rebranding, namun keduanya berbeda. Repositioning berarti membuat ulang stategi penempatan posisi sebuah brand di benak konsumen, dengan cara memberi makna dan image baru. Sedangkan, rebranding adalah kegiatan yang melibatkan pergantian identitas dari brand, baik itu berupa perubahan logo, perubahan nama/merek hingga perubahan proyeksi citra di benak konsumen. Pada umumnya, rebranding mengandung unsur repositioning. Sebaliknya, repositioning tidak selalu membutuhkan rebranding. Dalam repositioning murni, yang berubah adalah makna dari brand, sedangkan identitas lamanya tetap dipertahankan.

Contoh repositioning (tanpa rebranding) yang berhasil adalah yang diterapkan oleh brand Samsung.  Dahulu, Samsung dikenal dan diasosiasikan dengan produk buatan Korea yang konservatif dan low quality. Saat ini, telah terbentuk citra baru menjadi sebuah global brand yang inovatif dan modern. Peningkatan ranking brand equity dalam survey global brand versi Interbrand juga fantastis.  Peringkat 42 pada tahun 2001 yang meningkat menjadi peringkat ke 21 pada tahun 2007, membuktikan keseriusan dan konsistensinya dalam pengembangan brand. Terlebih lagi, Samsung berhasil menggeser posisi Sony yang turun dari peringkat 21 ke 25 dalam kurun waktu yang sama.

Repositioning yang diikuti oleh rebranding dilakukan oleh perusahaan atau brand yang ingin melepaskan diri dari citra lamanya. Ini sudah dilakukan oleh banyak BUMN. Strategi rebranding-repositioning dikerjakan dengan tujuan merubah organisasi menjadi lebih consumer oriented, profesional dan modern. Perubahan internal ini yang kemudian dikomunikasikan ke eksternal melalui identitas baru. Beberapa contoh BUMN yang rebranding/repositioning meliputi Garuda Indonesia, Pertamina, BNI dan baru-baru ini, Kantor berita Antara. Dengan perubahan, diharapkan perusahaan tetap bisa bertahan di tengah persaingan industri yang mulai ketat.

Contoh rebranding yang tidak diikuti oleh repositioning barangkali cocok diberikan untuk Oil of Ulan yang kemudian berubah menjadi Olay beberapa tahun silam. Tujuan dari perubahan nama ini bukan untuk memberikan makna baru bagi produk/brand, tetapi lebih untuk tujuan menyatukan nama produk pelembab milik P&G ini, yang di banyak negara telah lebih dahulu dikenal dengan berbagai nama yang berbeda.

Semoga bermanfaat dan dapat kamu terapkan dalam dunia usaha. Tulisan selanjutnya saya akan melanjutkan seri "Sebuah Inovasi" jadi terus ikuti blog saya. Bagi anda yang ingin menghubungi saya dan ingin konsultasi mengenai bisnis, UKM dan kreatifitas bisa kontak saya via twitter di akun https://twitter.com/choukyin dan kunjungi perusahaan saya yang bergerak di bidang ide kreatif di link https://www.facebook.com/kiracreativeidea untuk kerjasama.

Terima kasih.

Senin, 16 Februari 2015

Topik Malam Ini: REBRANDING

Malam ini saya ingin membahas sebuah topik yaitunya Re-branding.



Re-branding berasal dari dua kata yaitunya re dan branding. Re artinya memulai kembali dan branding artinya proses penciptaan brand image yang menghubungkan hati dan benak pelanggannya. Jadi rebranding adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk merubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan, yaitu berorientasi profitproses penciptaan brand image yang menghubungkan hati dan benak pelanggannya. Jadi rebranding adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk merubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan, yaitu berorientasi profit.

Dalam proses Rebranding, bisa jadi yang diubah adalah logo dan bisa jadi juga nama.Perubahan logo mungkin sudah banyak dilakukan oleh banyak perusahaan diantaranya Microsoft, Koperasi, Kereta Api Indonesia, dan masih banyak lainnya. Namun bagaimana jika Rebranding nama? Ada beberapa orang, perusahaan ataupun grup yang sudah pernah Rebranding nama diantaranya NOAH (dulunya Peter Pan), Tetsuya (dulunya Tetsu 69), Sony (dulunya Sony Ericsson) untuk HP, dan saya sendiri yang mengganti nama blog ini dari hizaki09 menjadi adiyahizaki.

Ada beberapa alasan Rebranding perlu dilakukan, diantaranya


  1. Alasan finansial, perusahaan secara finansial melakukan reorganisasi dan sebuah identitas baru diperlukan untuk hal itu.
  2. Adanya kepemimpinan baru, untuk mengiringi awal kepemimpinannya, mereka ingin “tanda atau simbolnya” sendiri di perusahaan yang dipimpinnya.
  3. Analisa prospektif pasar, setelah sekian tahun perusahaan perlu menegaskan kembali targetnya dan merencanakan mengubah positioningnya pada area yang baru, sehingga perlu citra yang baru pula untuk merefleksikan hal tersebut.
  4. Merger, beberapa perusahaan bergabung menjadi satu perusahaan yang baru dengan nama baru.



Ada beberapa alasan lain dilakukannya rebranding dalam sebuah perusahaan yaitu:


  1. Identitas dari perusahaan tersebut tidak dapat mewakili pelayanan dari perusahaan tersebut.
  2. Perusahaan tersebut sudah memiliki reputasi yang buruk di mata masyarakat.
  3. Perusahaan tersebut ingin memberikan sesuatu yang baru, berupa pembenahan dalam perusahaan.
Nah, kali ini saya akan fokus tentang Rebranding nama. Menurut saya lebih sulit untuk Rebranding nama dibanding logo.



Rebranding membutuhkan perencanaan dan analisa yang matang. Jika salah dalam Rebranding, bisa jadi perusahaan akan semakin jatuh. Diperlukan promosi untuk mengenalkan kembali usaha tersebut. Salah satu yang berhasil adalah OLX, dulunya Tokobagus dan sekarang juga sudah merger dengan Berniaga. Melalui iklan, OLX kembali mengenalkan bahwa mereka adalah pembaharuan dari Tokobagus.

Seringkali dalam hal Rebranding, kita takut untuk melakukannya, apakah akan sukses atau tidak. Namun intinya, jangan takut untuk mengganti nama.  Ya, nama adalah asset, namun yang lebih penting adalah produk, service dan jasa yang kita tawarkan.  Jika nama yang kita pegang sudah tidak represent, jangan takut untuk diubah.

Instagram, Twitter, Facebook, semua adalah nama-nama baru yang melesat karena inovasi yang tak pernah berhenti. Mengutip William Shakespeare, “Apalah Arti Sebuah Nama?” Kalaupun kita memberi nama lain untuk Mawar, toh tetap akan wangi.  Sama seperti untuk sesuatu yang tidak baik, toh tetap akan tercium busuknya.

Jangan lupa untuk membaca tulisan saya berikutnya tentang "REPOSITIONING"

*berbagai sumber

Minggu, 08 Februari 2015

Pengalaman dengan Klien di Kira Creative & Idea Consulting

Selamat siang

Siang ini saya ingin berbagi mengenai sebuah project yang akan saya jalankan berikutnya dibawah payung Kira Creative & Idea Consulting, sebuah usaha kreatif yang saya dirikan dibidang ide kreatif.

Kira Creative & Idea Consulting sudah berdiri selama kurang lebih 2 tahun. Saya bekerjasama dengan beberapa UMKM dan perusahaan diantaranya Roti Buaya Darat, Kira Shop Padang, Amore Shop Bukittinggi, Warner Disc dan Akeo Art.

Kira Creative & Idea Consulting selalu menjadi partner bagi beberapa usaha ini. Kami mendengarkan keluhan, mendengarkan apa yang menjadi target mereka, semuanya. Dari sana kami memberikan solusi dengan cara membuat sebuah ide yang nantinya akan menjadi program perusahaan tersebut untuk bisa mencapai target yang diinginkannya. Namun untuk beberapa usaha yang memang terkendala banyak, baik dari segi finansial, manajemen, hutang, dll seperti kasus yang terjadi di Warner Disc dan Roti Buaya Darat, kami mengatakan untuk segera menutup usaha tersebut.

Untuk Roti Buaya Darat, mereka dililit banyak hutang. Sebelum kami datang, mereka sudah berhutang ke banyak pihak. Untuk menutupi hutang yang satu, mereka berhutang lagi kepada yang lainnya, hingga akhirnya hal ini menyulitkan mereka. Saya menyarankan untuk menggunakan uang simpanan mereka untuk membayar semua hutang. Jika tetap memaksakan untuk melanjutkan usaha tersebut, mereka tidak akan bisa berkembang cepat karena mereka pun tidak melakukan riset sebelum membuka usaha, baik kualitatif maupun kuantitatif. Hingga keinginan mereka mendapatkan banyak pelanggan tidak terjadi di dunia nyata. Mereka memang harus menyusun perencanaan matang dari awal. Mulai dari Target Market, Costumer Need, Benefit, Logo, Tagline, dll.

Untuk kasus Warner Disc berbeda dengan Roti Buaya Darat. Dari awal sang pemilik sudah melakukan sebuah hal yang keliru, tidak ada dokumen, tidak ada kontrak tertulis, tidak ada aturan tertulis, hanya sebuah perbincangan dan pertemanan. Hal ini berdampak pada kinerja karyawan, hubungan dengan francishor, dan penyalahgunaan wewenang dan dana. Mereka datang kepada kami dalam keadaan yang sangat tidak diuntungkan. Saya mulai menganalisa semuanya dan saya mengambil sebuah keputusan. Ada dua opsi, apakah Warner Disc harus ditutup atau mereka tetap melanjutkannya. Saya menyarankan mereka menutupnya dan memulai lagi dari awal dengan sistem yang berbeda dimana ada kontrak tertulis, aturan, dll.

Kira Shop, Amore Shop, Akeo Art mengalami perkembangan yang berbeda. Mereka mampu melaju dan dikenal banyak orang melalui beberapa ide kreatif yang kami tawarkan.

Kira Shop dan Amore Shop terkenal dengan sistem Affiliate Marketers, Partnership dan ComBy (Recommended By). Untuk ComBy mereka memanfaatkan pelanggan yang sudah lebih dulu berbelanja pada mereka. Jika mereka menawarkan produk kepada temannya maka ia mendapatkan komisi 10%. 

Akeo Art (desain dan fotografi) saat ini mencoba untuk menggunakan sistem kami yaitunya menggunakan Brand Ambassador. Sudah banyak perusahaan lain yang menggunakan Brand Ambassador, tapi kami menggunakan anak-anak muda kreatif di area lokal untuk menjadi Brand Ambassador sehingga menghasilkan simbiosis mutualisme. 
Berikut contoh konsep Brand Ambassador yang kami terapkan di Akeo Art. Seorang penulis naskah teater dikemas dalam sebuah foto yang konseptual yang berkualitas.



Selanjutnya jika ada ide yang masuk dari karyawan, ide tersebut langsung dilaksanakan oleh sang pencetus ide, tentunya setelah melalui tahapan seleksi dan kurasi oleh pimpinan owner. Sistem partnership juga kami jalankan disini, diantaranya untuk produk Foto Wedding, Akeo Art memberikan souvenir boneka dari Kira Shop kepada pelanggan untuk memberikan pengalaman lebih (emotional benefit).

Masih banyak ide dan gagasan kreatif yang saya terapkan di Akeo Art karena kontrak kami dengan mereka cukup panjang, sekitar 1 tahun. Diantaranya kami akan membuat sebuah video singkat untuk promosi, tentunya dikemas dengan cara berbeda dengan video yang sudah ada.

Demikian beberapa pengalaman saya bersama beberapa rekan dan klien KC&IC. Bagi anda yang membutuhkan jasa Kira Creative & Idea Consulting silahkan hubungi saya di 08982698071 (Whatsapp) dan kunjungi fanpage nya di https://www.facebook.com/kiracreativeidea

Terima kasih dan selamat siang.

Rabu, 04 Desember 2013

Konsep Pintar Seorang Inovator

Selamat malam sobat blogger. Rasanya sudah lebih dari satu bulan saya tidak mampir untuk membuat postingan disini. Kebetulan beberapa saat ini saya agak disibukkan dengan kegiatan lain.

Malam ini saya akan berbagi ilmu dengan sobat blogger semua tentang beberapa hal yang selama ini saya pelajari. Saya mungkin tidak banyak belajar dari buku, tapi saya lebih banyak belajar dari pengalaman orang lain yang sudah sukses, yang berhasil keluar dari masalah, yang berhasil menjadi inovator dan yang berhasil mengubah dunia.

Kali ini saya mengangkat sebuah konsep milik seorang inovator asal Indonesia, Yoris Sebastian. Saya banyak belajar dari beliau walau saya tidak pernah bertemu langsung dengannya. Saya menganggap beliau sebagai guru saya walau beliau tak pernah tahu kalau saya adalah muridnya.



Konsep Yoris Sebastian yang saya pakai adalah 70:20:10. Apa yang anda bayangkan saat melihat angka-angka ini? Saya sendiri awalnya langsung membayangkan persentase, karena semua jumlahnya adalah 100, dan saya benar. Tetapi ada yang tidak saya sadari, apa maksud dari angka-angka ini. Apakah ini ketetapan seorang ilmuwan? Apakah ini merupakan hasil kreasi seorang seniman? Atau ini sebuah kombinasi angka dalam sebuah pemrograman komputer?

70:20:10 ternyata adalah sebuah konsep kesetimbangan yang diciptakan oleh Yoris. Saya akan menjelaskannya satu persatu.

  • 70% hidupmu gunakan untuk hal yang biasa kamu lakukan, dengan dampak yang biasa. <level normal>
  • 20% hidupmu gunakan untuk hal yang kreatif, dengan dampak yang sedang. Resiko dan manfaat yang tidak teralu besar <level sedang>.
  • 10% hidupmu (saya rasa anda sudah tahu kelanjutannya) gunakan untuk hal yang kreatif, inovatif, berbeda, dengan dampak yang besar. <level tinggi>
Saya sendiri lebih suka menyebut 10% dengan sebutan "gila-gilaan". Dalam konsep milik Yoris ini pun, Yoris menyebutkan, jika dilakukan dengan matang maka 10% tadi bisa berdampak 90%.

Pesan saya kepada teman-teman blogger semua. Jangan takut untuk memulai. Jika masih berpikir apakah ini waktu yang tepat? Jawabannya cuma satu "You have to try it".

Terima Kasih sobat blogger dan sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Minggu, 03 November 2013

Konsep 24/7


Selamat malam, gimana kabarnya sobat blogger? Malam ini saya lagi sibuk, sibuk nonton acara baru di TV, ILK (Indonesia Lawak Klub), :). Sebuah acara plesetan dari Indonesia Lawyer Club.

Merujuk pada judul, konsep 24/7 merupakan sebuah konsep yang saya ciptakan. Konsep ini sebenarnya simple dan bisa diaplikasikan untuk berbagai hal, contoh dekatnya akan saya ambil dari sebuah usaha yang sedang saya kembangkan yaitunya bisnis retail online. Lantas bagaimana sebenarnya konsep 24/7 ini? Saya akan uraikan konsepnya dan langsung aplikasikan ke dalam dunia bisnis.

24/7 adalah sebuah angka yang mungkin sangat sering kita jumpai dalam kehidupan. Saya mengambil angka 24 sebagai perwakilan dari jumlah jam dalam sehari dan angka 7 sebagai perwakilan dari jumlah hari dalam seminggu. Konsep ini sangat sederhana dan simple namun ada arti mendalam dibalik 24/7. Apa saja yang sudah kita lakukan dalam waktu satu hari, apakah 24 jam dalam sehari anda adalah hal yang berguna, apakah 7 hari dalam seminggu kita sudah kita maksimalkan. Dalam 24 jam ini, rata-rata kita gunakan untuk istirahat kurang lebih 6-10 jam, kita ambil waktu ideal saja, 8 jam. 24-8= 16 jam kita gunakan untuk kegiatan aktif seperti bekerja, belajar, makan, minum, beribadah, dll. 7 hari dalam seminggu, dalam waktu tersebut biasanya waktu efektif kita gunakan untuk belajar atau bekerja adalah 5 hari dan 2 hari untuk liburan. Dalam waktu-waktu tersebut berapa waktu yang sudah kita gunakan untuk hal-hal yang berguna, bermanfaat dan bernilai.

Saya mencoba mengaplikasikan ke bisnis retail online. Bisnis online ataupun jaringan selalu aktif selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Dimana saya bisa menerima pesanan dan segala macam hal kapanpun. Saya menjadikan hal ini sebagai konsep, 24/7 banyak kelebihan dan keuntungan karena melayani full time. Oportunity nya sangat besar seiring dengan banyaknya waktu. Namun banyaknya waktu, tak serta merta menjadikan kita banyak peluang jika kita hanya berdiam diri, perlu aksi dari dalam diri yang akan menghasilkan reaksi dan mengubah waktu kita menjadi sebuah peluang.

Time, money and oportunity. Saya mengutip sebuah pantun/ falsafah/ perkataan yang sering saya dengar sejak kecil. Kata orang Barat "time is money", kata orang Arab "time is oportunity". Saya lebih setuju dengan pendapat "time is oportunity". Waktu tidak dapat diulang, kita tidak bisa kembali ke masa lalu atau loncat ke masa depan, sama seperti peluang yang bisa datang dalam satu waktu dan menghilang dimasa lainnya. Banyak orang yang kita lihat menyesal di saat terakhir karena dulunya melewatkan peluang. Sedangkan "time is money", uang bisa dicari, kapanpun, dimanapun. Jadi, saat ini saya lebih setuju untuk memegang prinsip "time is oportunity".

Sekian ulasan saya tentang konsep yang saya kembangkan dan berakhir dengan cerita saya tentang waktu. Intinya adalah bagaimana memaksimalkan waktu anda, menjadi lebih berguna, lebih bermanfaat dan lebih bernilai.

Terima Kasih

Sabtu, 28 September 2013

Market Story - Pasar Sabtu Lintau

Halo sobat blogger, kali ini saya akan berbagi informasi yang saya beri tema Market Story. Saya coba mengulas berbagai pasar yang ada di sekitar kita, baik yang tradisional, modern, besar, kecil, harian maupun mingguan. Pagi sabtu saya berkunjung ke sebuah pasar yang bernama Balai Sabtu di Ranah Batu Lintau.

Pasar Sabtu Tampak Depan


Pasar ini merupakan sebuah pasar kecil yang bersifat mingguan, sesuai dengan namanya, ya sabtu saja. Pasar ini berbeda dengan pasar pada umumnya yang berlokasi di jalan raya. Pasar ini justru berada di sebuah jalan kampung, luasnya pun hanya berkisar 300 m². Pasar sabtu adalah pasar heterogen yang menjual berbagai jenis kebutuhan. Dalam satu jenis barang yang diperdagangkan, hanya ada satu atau dua pedagang. Contohnya pedagang kain hanya ada satu orang, pedagang kelontong hanya dua orang dan pedagang ikan asin hanya ada tiga orang.

Ibu Eti dan anaknya, pedagang kelontong

Kondisi dalam Pasar Sabtu

Pedagang rokok daun

Pembeli ikan asin

Pedagang ikan asin dan lain-lain


Keberagaman pasar sabtu menjadi salah satu keunikan tersendiri, pembeli bisa memilih banyak barang dalam satu pasar yang kecil. Saya membeli satu ekor ayam kampung berukuran sedang dengan harga penawaran 25.000 rupiah yang akhirnya saya tawar dan saya mendapatkan harga 23.000 rupiah, sedangkan di tempat lain saya baru bisa mendapatkan ayam kampung ukuran sedang dengan harga 25.000 – 30.000 rupiah.
Sejauh pengetahuan saya dan informasi dari berbagai sumber, pasar sabtu merupakan pasar yang sangat besar dan sangat berjaya di masa nya. Lantas apa yang menjadikan pasar yang sempat dicap sebagai pasar terbesar ini semakin ditinggalkan?

Kita kembali ke tahun 1958, pasar ini merupakan pasar besar khusus hari sabtu di Lintau. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Pak Jamain, S.Pd, sejarawan di daerah ini saya mendapatkan beberapa keterangan. Tak seperti sekarang, dahulu pasar ini memiliki pangsa pasar yang besar. Kejadian yang tidak diduga membuat pasar ini mati selama beberapa tahun.  Sobat blogger mungkin pernah belajar sejarah dan tahu tentang PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). Pusat PRRI pada waktu itu ada di Sumatera Barat dengan pimpinan tertinggi bernama Ahmad Husein. Daerah para pemimpin-pemimpin PRRI salah satunya adalah Lintau. Pemerintah Indonesia menyerang PRRI lewat udara pada hari sabtu, karena waktu itu GPS belum ada, jadi mereka tidak bisa menentukan titik-titik potensial untuk menyerang. Para pilot melihat keramaian di pasar sabtu dan membom tempat tersebut. Sejak saat itu pasar terbesar di Lintau ini mulai suram. Memang masih terlihat geliat transaksi tetapi itu pun tidak berlangsung lama, hanya sampai tahun 90-an.

Di hari sabtu itu juga saya berbincang dengan salah satu pedagang kelontong bernama Ibu Eti, Ibu Eti sudah berdagang selama puluhan tahun di pasar sabtu. Biasanya dia selalu berpindah-pindah sesuai dengan hari pasar yang ada di Lintau ini. Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu adalah hari-hari pasar di Kecamatan ini. Pada hari-hari tadi Ibu Eti berdagang, berangkat dari rumahnya pada pagi hari dengan mobil sewaan. Ibu Eti merasakan perbedaan yang sangat signifikan antara pasar sabtu dengan yang lainnya. Omzet Ibu Ety sendiri berkisar antara 600.000 – 700.000 rupiah di Pasar Sabtu, berbeda dengan pasar lain dimana ia bisa mendapatkan omzet sampai dengan 5.000.000 rupiah. Pasar ini semakin ditinggalkan konsumen, bahkan sebagian warga tidak tahu kalau ada pasar disana. Sungguh tragis bagi sebuah pasar yang merupakan pasar terbesar dalam sejarah.

Lantas siapakah yang bisa mengembalikan kejayaan tersebut? Tentu saja orang-orang yang berteman dengan sejarah.


Terima Kasih

*semua gambar diambil menggunakan Kamera Mini DV

Rabu, 04 September 2013

Affiliate Program ala KIRA SHOP Padang

Selamat malam sobat blogger, semoga sehat walafiat dan bisa menjalani kegiatan dengan lancar. Sebelumnya saya sudah post mengenai Affiliate Program. Nah, kali ini saya akan share tentang Affiliate Program yang juga diadopsi oleh KIRA SHOP Padang, small business yang saya dirikan bersama Nyonya Adi, :). Kira Shop menjual produk Herbal, Souvenir, Elektronik dan Kosmetik dengan harga yang bersahabat. Harga produk dan info lainnya bisa di cek di page facebook KIRA SHOP Padang.

Bagaimana Kira Shop menjalankan program ini? Kira Shop mengadopsi program ini dengan beberapa perbaikan, saya mencoba menggabungkan banyak metode bisnis sehingga saya mendapatkan kesimpulan yang saya rasa menguntungkan pihak Produsen, Distributor dan Konsumen.

Saya akan uraikan satu-persatu

  1. Kira Shop akan mendistribusikan barangnya kepada konsumen melalui distibutor. Secara umum memang hal ini banyak kita lihat pada bisnis-bisnis lainnya.
  2. Distributor adalah Affiliate Marketers, yang memesan barang dari Kira Shop. Umumnya distributor membeli barang sesuai pasar dan membayarkan harga grosir dan menjualnya kembali kepada konsumen. Kira Shop memperbarui sistem ini dengan cara pembagian keuntungan saat barang sudah terjual dan dilaporkan setiap akhir bulan. Hal ini menguntungkan Affiliate Marketers yang memiliki pasar yang tidak pasti.
  3. Pada bisnis yang banyak kita lihat, Produsen tidak bisa mengatur harga pasar. Sedangkan Kira Shop mengatur harga pasar yang nantinya akan dijual Affiliate Marketers. Hal ini bertujuan agar sesama Affiliate Marketers menjual produk dengan harga yang sama walaupun konsumen membeli dari Affiliate Marketers yang berbeda. Jadi nanti kalau ada konsumen yang tanya, saya disana beli dari Affiliate Marketers Kira Shop juga, harganya juga sama kan mas? Kita tidak perlu pusing, karena kita berada di bawah perusahaan yang sama.
  4. Affiliate Marketers tidak perlu memiliki toko fisik atau menjadi sales, berbeda dengan bisnis yang kita lihat secara umum.
Nah, demikian ulasan singkat tentang Affiliate Marketers ala Kira Shop Padang. Silahkan bergabung dan dapatkan penawaran menarik dari Kira Shop Padang.

Terima Kasih